Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sugesti, Trance Natural, dan Indirect Hypnosis - A.S. Laksana

Sugesti, Trance Natural, dan Indirect Hypnosis - A.S. Laksana

Ratings: (0)|Views: 324 |Likes:
Published by A.s. Laksana
SUGESTI, TRANCE NATURAL, dan INDIRECT HYPNOSIS
A.S. Laksana

* Materi ini pertama kali disampaikan dalam Indonesia Hypnosis Forum, Jakarta, 15 Maret 2012
** Dimuat selanjutnya dalam ebook The Art of Ericksonian Hypnosis: Prinsip-Prinsip Mendasar dan Penerapannya.
SUGESTI, TRANCE NATURAL, dan INDIRECT HYPNOSIS
A.S. Laksana

* Materi ini pertama kali disampaikan dalam Indonesia Hypnosis Forum, Jakarta, 15 Maret 2012
** Dimuat selanjutnya dalam ebook The Art of Ericksonian Hypnosis: Prinsip-Prinsip Mendasar dan Penerapannya.

More info:

Published by: A.s. Laksana on Mar 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/18/2013

pdf

text

original

 
SUGESTI, TRANCE NATURAL, danINDIRECT HYPNOSIS
A.S. Laksana
* Materi ini pertama kali disampaikan dalam Indonesia Hypnosis Forum,Jakarta, 15 Maret 2012** Dimuat selanjutnya dalam ebook 
The Art of Ericksonian Hypnosis:Prinsip-Prinsip Mendasar dan Penerapannya
.
PRINSIP PSIKOLOGIS SUGESTI HIPNOTIKPertama, Prinsip Pemusatan Perhatian.
 Prinsip ini menyatakan bahwa ketika perhatian secara spontan dipusatkanpada satu ide, maka ide tersebut akan mewujudkan dirinya sendiri.
Kedua, Prinsip tentang Hasil yang Berlawanan
 Prinsip ini berasal dari Emile Coue, bunyinya, “Ketika keinginan danimajinasi saling bertentangan, maka imajinasilah yang selalu menang.”
Ketiga, Prinsip tentang Kekuatan Emosi
 Di sinilah bahasa hipnotik menemukan kekuatan sugestinya. Di sini jugarahasia kekuatan bujukan. Emosi yang lebih kuat akan cenderungmengalahkan emosi yang lebih lemah.
***
MEMUSATKAN PERHATIAN
1. Memberi tahu subjek semua “fakta” menyangkut dirinya dan situasinya
.Anda perlu selalu memberi tahu subjek mengenai situasi dirinya. Jika tidak, subjek tidak akan tahu. Jika ia tidak tahu, gagasan (atau “fakta”) tsb tidak akan pernahada dalam pikirannya.
2. Memberi Pilihan Bebas kpd Subjek untuk menetapkan fokus.
 
Menyadarkan subjek tentang situasi lingkungannya, dan kemudian memberinyapilihan bebas untuk menetapkan satu yang bisa ia jadikan pegangan untuk fokus.
3. Menyiapkan poin antisipasi (target) di dalam benak subjek.
Ini bisa dilakukan untuk kepentingan induksi trance maupun untuk membuat sugesti post-hypnotic. Prinsipnya adalah anda menanamkan kuat-kuat sesuatu yang ditargetkan kedalam kesadaran subjek.
***
Poin Antisipasi
Entah membuktikannya sendiri entah tidak, orang bisa meyakini bahwa apa yangada dalam pikiran mewujudkan dirinya sendiri. Jika anda membayangkan situasiyang tidak menyenangkan pada pertemuan hendak anda datangi, maka anda akantiba di tempat itu dan betul-betul menjumpai situasi tidak menyenangkan sepertiyang anda bayangkan. Jika anda memikirkan situasi yang tidak menyenangkandalam presentasi yang besok hendak anda lakukan di depan sekelompok orang,maka apa yang ada dalam pikiran anda betul-betul mewujudkan diri dan presentasiyang anda lakukan betul-betul menjadi peristiwa tidak menyenangkan. Karena ituorang mengatakan bahwa dengan pikiran anda, anda sedang meramalkan nasibanda sendiri.Dengan mengadopsi prinsip itu, anda bisa menyampaikan sugesti anda. Denganperangkat truisme (nanti akan kita bahas), anda bisa memberi tahu subjek apayang akan terjadi sebentar lagi atau pada waktunya. Dan ketika hal itu betul-betulterjadi, subjek akan meyakini sugesti anda. Ketika anda membuat subjek fokuspada pemikiran tertentu, yang akan terjadi beberapa saat nanti, maka melaluibeberapa pengondisian, ia akan segera membuktikan bahwa apa yang andasampaikan benar dan hal itu akan terjadi. Tanpa ia sadari, ketika pikirannya fokuspada sesuatu yang akan terjadi beberapa saat lagi, maka ia siap membuktikankebenarannya.Misalkan anda mengatakan kepada subjek, “Aku akan menghitung dari 1 sampai20, Pram, dan kau akan tertidur tepat pada hitungan ke-20.”Jadi ketika anda mulai menghitung, subjek mulai mengantisipasi. Anda sudahmenanamkan gagasan (atau gangguan) dalam benaknya bahwa ia nanti akantertidur pada hitungan ke-20. Maka selama hitungan berjalan, ia sesungguhnyatengah menyiapkan diri untuk tiba pada angka 20 dan itu berarti tidur.
 
 Ini sama persis dengan petinju legendaris Muhammad Ali yang selalumeramalkan, melalui puisi-puisi yang ia tulis menjelang pertandingan, bahwa iaakan memukul KO lawannya pada ronde ke-4 atau ke-7 atau ke-8. Ia menanamkangagasan tentang “KO pada ronde kesekian” pada lawan-lawannnya. Dan itumembuat pikiran lawannya terpaku pada ronde yang disebutkan oleh MuhammadAli, dan itu membuat konsentrasi lawannya terhadap ronde itu menguat pada saatronde demi ronde berjalan. Bahkan pada ronde terakhir sebelum ronde yangdisebutkan oleh Ali, ia akan berpikir apa yang akan dilakukannya untuk menjatuhkanku?Dalam perkara hitungan 1 sampai 20, anda bisa saja memberi prolog kepadasubjek seperti berikut:
“Jadi, Bung, pada hitungan kelima, kau akan memasuki kondisiseperempat tidur. Dan kautahu bahwa hitungan kesepuluh berartisetengah jalan menuju tidur. Dan lima belas adalah tiga perempat tidur.Dan kau baru benar-benar tidur tepat pada hitungan ke-20.“Sekarang, kau sudah tahu, Bung, dan semuanya jelas bagimu, jelas jugabagiku, bahwa segala sesuatu akan terjadi pada waktunya. Dan aku bisamelompat dua-dua atau lima-lima untuk sampai ke angka 20. Ataudengan sabar menghitung urut saja dari 1 sampai 20.“Dan yang terpenting adalah kautahu ujung perjalanan dari hitungan itu.Kautahu apa yang akan terjadi padamu di hitungan ke-5, 10, dan 15,tetapi 20 adalah ujung perjalanan. Dan selalu penting bagimu untukbenar-benar fokus pada sesuatu yang menjadi tujuan... dalam hal iniadalah angka 20. Dan sekarang aku akan menghitung satu... dua... tiga....”
***
CARA MENYAMPAIKAN SUGESTI
Saran paling mudah adalah, “Rilekslah!” Menghipnotis adalah memanduorang memasuki kondisi trance. Dan anda akan menjadi pemandu yang baik ketika anda bisa rileks dalam menjalankan urusan anda.Saran ini mudah disampaikan, tetapi untuk bisa menghipnotis dengan rileksorang tentunya harus menguasai betul kecakapannya. Ketika anda rileks,

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
menikseksi liked this
Ardian Solin Dei liked this
Sugeng Priono liked this
Andriani Wibowo liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->