Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
32Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK

PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK

Ratings: (0)|Views: 3,385 |Likes:
Published by jurnalteknis
PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN MENGGUNAKAN RASIO LIKUIDITAS, RENTABILITAS DAN SOLVABILITAS PADA PT BPR ARTOMORO SEMARANG PERIODE 2008-2010 Aris Sunindyo & Taufig Abdul Qohhar Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Semarang Abstract Title: Bank Rating Using the ratio of liquidity, profitability and solvency in the PT. BPR Arto Moro Semarang Period 2008-2010, aims to determine the health level of PT. BPR Arto Moro Semarang Period 2008-2010. Methods of data collection using two methods, namel
PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN MENGGUNAKAN RASIO LIKUIDITAS, RENTABILITAS DAN SOLVABILITAS PADA PT BPR ARTOMORO SEMARANG PERIODE 2008-2010 Aris Sunindyo & Taufig Abdul Qohhar Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Semarang Abstract Title: Bank Rating Using the ratio of liquidity, profitability and solvency in the PT. BPR Arto Moro Semarang Period 2008-2010, aims to determine the health level of PT. BPR Arto Moro Semarang Period 2008-2010. Methods of data collection using two methods, namel

More info:

Published by: jurnalteknis on Mar 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/16/2014

pdf

text

original

 
PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN MENGGUNAKANRASIO LIKUIDITAS, RENTABILITAS DAN SOLVABILITASPADA PT BPR ARTOMORO SEMARANG PERIODE 2008-2010Aris Sunindyo & Taufig Abdul Qohhar
 Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Semarang
Abstract
Title: Bank Rating Using the ratio of liquidity, profitability and solvency in the PT. BPR Arto Moro Semarang Period 2008-2010, aims to determine the health level of PT. BPR Arto MoroSemarang Period 2008-2010. Methods of data collection using two methods, namely, literatureand documentation. The data used in the form of quarterly financial reports. Rating on the bank is using the ratio of liquidity, profitability and solvency. Liquidity ratios are calculated for CRand LDR, earnings are calculated and BOPO ROA, and Solvency of CAR is calculated. The final result of the credit value of PT. BPR Arto Moro Hyderabad in September 2008, at 50; December 2008 46.75; Marert 2009 47.95; June 2009 to December 2010 amounted to 50, so it can be concluded that the PT. BPR Arto Moro Semarang Period 2008-2010 have title of "Healthy". However, in June 2008 has the title of "Simply Healthy" because the credit value of 40.
 Keywords:
Health Bank, Liquidity, Profitability, Solvency
PENDAHULUAN
Menurut Undang-Undang RI No. 10 Tahun 1998tentang Perbankan, yang dimaksud perbankan adalahsegala sesuatu yang menyangkut tentang bank,mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta caradan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya.Perbankan memiliki peranan yang sangat pentingdalam menunjang berjalannya roda perekonomiandan pembangunan nasional, mengingat fungsinyasebagai lembaga intermediasi, penyelenggaratransaksi pembayaran, dan lain-lain. MenurutUndang-Undang RI No. 10 Tahun 1998 tentangPerbankan yang dimaksud dengan bank adalah badanusaha yang menghimpun dana dari masyarakatdalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepadamasyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.Dalam Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 tentangPerbankan, menurut jenisnya bank terdiri dari Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank yangmelaksankan kegiatan usaha secara konvensionalatau berdasarkan prinsip syariah yang dalamkegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintaspembayaran. Keberadaan Bank Perkreditan Rakyat(BPR) adalah untuk memenuhi kebutuhanmasyarakat dalam bidang keuangan denganketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan.Demi menjaga perkembangan usahanya di dalampersaingan yang semakin ketat serta menanggapiakan kebutuhan masyarakat, maka pihak Bank Perkreditan Rakyat (BPR) berusaha mengelola danaagar beroperasi dengan baik. Perwujudan darikesungguhan BPR dalam mengelola danamasyarakat adalah dengan menjaga kesehatankinerjanya, karena kesehatan bank sangat pentingbagi suatu lembaga keuangan. Dengan mengetahuitingkat kesehatan, para
stakeholders
dapat denganmudah menilai kinerja lembaga tersebut. Apabilabank tersebut tidak dapat menjaga kesehatannyamaka akan menyebabkan terjadinya
rush
(penarikanuang secara besar-besaran). Selain itu akan banyak terjadi kredit macet sehingga nasabah akanmengalami kerugian. Bank-bank besar pun akanterkena dampaknya dan terjadilah ketidak stabilansistem perbankan.Sehingga masalah kesehatan bank merupakanmasalah yang penting bagi perusahaan perbankan,baik itu Bank Umum maupun Bank PerkreditanRakyat (BPR). Iklim persaingan yang semakinkompetitif menuntut Bank Umum maupun Bank Perkreditan Rakyat (BPR) untuk semakinmeningkatkan kinerjanya.Kesehatan bank adalah kemampuan suatu bank untuk melakukan kegiatan operasional perbankansecara normal dan mampu memenuhi semuakewajibannya dengan baik dengan cara-cara yang
78
 
sesuai dengan peraturan perbankan yang berlaku(Budi Santoso, 2006: 51). Dengan kata lain bank yang sehat adalah bank yang dapat menjaga danmemelihara kepercayaan masyarakat, menjalankanfungsi intermediasi, dapat membentuk kelancaranlalu lintas pembayaran serta dapat mendukungefektifitas kebijakan moneter. Menyadari artipentingnya kesehatan suatu bank bagi pembentukankepercayaan dalam dunia perbankan serta untuk melaksanakan prinsip kehati-hatian dalam duniaperbankan, maka Bank Indonesia selaku Bank Sentral mempunyai peranan yang penting dalampenyehatan perbankan, karena Bank Indonesiabertugas mengatur dan mengawasi jalannya kegiatanoperasional bank. Untuk itu Bank Indonesiamenetapkan suatu ketentuan yang harus dipenuhi dandilaksanakan oleh lembaga perbankan.Kegiatan bank yang utama dalam penghimpunandana yang berasal dari dana pihak ketiga yangsifatnya jangka pendek, sehingga sewaktu-waktupara deposan dapatmengambil dana yang ditanamkan di bank tersebut.Dana yang disediakan bank dalam menghadapi paradeposan yang ingin mengambil dananya disebut alatlikuid, sedangkan bank dalam menyediakan alatlikuid untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknyadisebut likuiditas.. Dari kredit yang disalurkan olehbank, akan muncul adanya bunga. Pendapatan bungaatas kredit yang diberikan akan memunculkankeuntungan (
 profit 
) bagi bank, semakin besar kredityang diberikan maka keuntungan yang akan diterimaoleh bank akan semakin tinggi, akan tetapi bank tersebut juga harus memperhatikan alat-alat likuidyang dimiliki. Kemampuan bank dalammenghasilkan keuntungan dengan dana yang tersediainilah yang dinamakan dengan rentabilitas. Darikegiatan yang dilakukan oleh bank akan munculadanya hutang jangka pendek dan hutang jangkapanjang, oleh karena itu bank tersebut harus dapatmemenuhi kewajibannya itu, sedangkan kemampuanbank dalam memenuhi seluruh kewajiban-kewajibannya (hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang) dinamakan solvabilitas.Peranan PT. BPR Artomoro ialah untuk memberikankontribusi aktif bagi keberhasilan pelaksanaanpembangunan, khususnya dibidang penyediaanmodal bagi masyarakat. Salah satu indikator yangdigunakan untuk menilai keberhasilan ataukegagalan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dalammencapai tujuan tersebut adalah laporan kinerjakeuangan perusahaan yang telah dicapai. Penilaianatau analisa kinerja keuangan suatu Bank PerkreditanRakyat (BPR) sangat penting, begitu juga bagisemua jenis usaha yang bertujuan untuk mencapailaba. Sebagai perusahaan perbankan PT. BPRArtomoro harus memperhatikan masalah kesehatanbank. Sehingga terpelihara kepercayaan masyarakatterhadap industri perbankan dengan baik serta untuk peningkatan dan perkembangan PT. BPR Artomorountuk masa yang akan datang.Ada beberapa faktor yang dapat menumbuhkankepercayaan masyarakat pada bank yaitu, pelayananbank yang baik, kondisi keuangan yang meliputitingkat likuiditas, rentabilitas dan solvabilitas.
METODOLOGIVariabel dan Pengukuran Variabel
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Cash Ratio
(CR),
 Loan to Deposit Ratio
(LDR)
 , Return On Assets
(ROA)
 ,
Rasio Biaya OperasionalTerhadap Pendapatan Operasional dan
Capital Adequacy Ratio
(CAR).
Cash Ratio
(CR)
Cash Ratio
adalah rasio alat likuid terhadap danapihak ketiga yang dihimpun bank dan harus segeradibayar (Dendawijaya, 2003: 117). Yang dimaksuddengan alat likuid disini adalah kas, penanaman padabank lain dalam bentuk giro dan tabungan yangsudah dikurangi dengan tabungan bank lain. Hutanglancar yang dimaksud adalah kewajiban segera yaitutabungan dan deposito berjangka. Rasio inidigunakan untuk mengukur kemampuan bank dalammembayar kembali simpanan nasabah (deposan)pada saat ditarik dengan menggunakan alat likuidyang dimilikinya.
Cash Ratio
dapat dirumuskansebagai berikut:………………… (.1)
 Loan to Deposit Ratio
(LDR)
 Loan to Deposit Ratio
adalah rasio antara seluruh jumlah kredit yang diberikan bank dengan dana yangditerima oleh bank. Rasio ini menyatakan seberapa jauh kemampuan bank dalam membayar kembalipenarikan dana yang dilakukan deposan denganmengendalikan kredit yang diberikan sebagai sumberlikuiditasnya (Dendawijaya, 2003: 118).
 Loan to Deposit Ratio
dapat dirumuskan sebagai berikut:…(.2)
 Return On Assets
(ROA)
 Return On Assets
adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam
 PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN …………….(Aris Sunindyo & Taufiq Abdul Qohhar)
79
 
memperoleh keuntungan (laba) secara keseluruhan.Semakin besar
 Return On Assets
suatu bank,semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapaibank tersebut dan semakin baik pula posisi bank tersebut dari segi penggunaan asset (Dendawijaya,2003: 120).…………(.3)
Rasio Biaya Operasional Terhadap PendapatanOperasional
Rasio Biaya Operasional adalah perbandingan antarabiaya operasional dengan pendapatan operasional.Rasio biaya operasional digunakan untuk mengukurtingkat efisiensi dan kemampuan bank dalammelakukan kegiatan operasinya (Dendawijaya, 2003:121). Rasio Biaya Operasional Terhadap PendapatanOperasional dapat dirumuskan sebagai berikut:……(.4)
Capital Adequacy Ratio
(CAR)
Capital Adequacy Ratio
adalah rasio kinerja bank untuk mengukur kecukupan modal yang dimilikibank untuk menunjang aktiva yang mengandung ataumenghasilkan risiko, misalnya kredit yang diberikan(Dendawijaya, 2003: 122). Rasio
Capital Adequacy Ratio
dapat dirumuskan sebagai berikut:(.5)
Metode Analisis Data
Data Kuantitatif Data kuantitatif adalah data yang sifatnya hanyamenggolongkan saja, termasuk dalam klasifikasi datayang berskala ukur nominal dan ordinal (Endang,2007: 46).Analisis kuantitatif yaitu suatu cara untuk menghitung yang digambarkan dengan angka dan jumlah tertentu atau dengan perhitungan angka yangdiproses (Endang, 2007: 47). Dalam penelitian inianalisis ditekankan pada lima rasio dari tigakomponen, yaitu:a.
 
LikuiditasPenilaian terhadap faktor likuiditas menggunakandua rasio yang dapat ditampilkan dalam rumussebagai berikut:1.
 
Rasio alat likuid terhadap hutang lancar (
Cash Ratio
)……………..….. (.6)Untuk rasio sebesar 0% nilai kredit 0, untuk setiapkenaikan 0,05% nilai kredit ditambah 1 denganmaksimal 100Bobot untuk penilaian komponen ini adalah 5% darikeseluruhan penilaian faktor CAMEL.2.
 
 Loan to Deposit Ratio (LDR)
 ….. (.7)Untuk rasio 115 atau lebih nilai kredit 0, untuk setiappenurunan 1% mulai dari 115% nilai kredit ditambah4 dengan maksimal 100.Bobot untuk penilaian komponen ini adalah 5% darikeseluruhan penilaian faktor CAMEL.b.
 
RentabilitasPenilaian terhadap faktor rentabilitas menggunakandua rasio yang dapat ditampilkan dalam rumussebagai berikut:1.
 
 Return On Assets
(ROA)………… (.8)Untuk rasio 0% atau negatif nilai kredit 0, untuk setiap kenaikan 0,015% mulai dari 0% nilai kreditditambah 1 dengan maksimal 100.Bobot untuk penilaian komponen ini adalah 5% darikeseluruhan penilaian faktor CAMEL.2.
 
Rasio Biaya Operasional Terhadap PendapatanOperasional……. (.9)Untuk rasio 100% atau lebih nilai kredit 0, untuk setiap penurunan 0,08% mulai dari 100% nilai kreditditambah 1 dengan maksimal 100.Bobot untuk penilaian komponen ini adalah 5% darikeseluruhan penilaian faktor CAMEL.c.
 
SolvabilitasPenilaian terhadap faktor solvabilitas menggunakansatu rasio yang dapat ditampilkan dalam rumussebagai berikut:1.
 
Capital Adequacy Ratio
(CAR)……………….. (.10)Untuk rasio 8% nilai kredit 81 dan untuk setiapkenaikan 0,1% mulai dari 8% mendapat tambahan 1maksimal 100.
80
 
TEKNIS Vol. 6 No.2 Agustus 2011 : 78 - 84
 

Activity (32)

You've already reviewed this. Edit your review.
MiraWati liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Hanie Wijaya liked this
Reza Riweuh liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->