Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Konvensi New York 1958 Dalam Hubungannya Dengan Kontrak Internasional Dan Sebagai Salah Satu Sumber Dalam Proses Arbitrase Komersil Internasional Sert

Konvensi New York 1958 Dalam Hubungannya Dengan Kontrak Internasional Dan Sebagai Salah Satu Sumber Dalam Proses Arbitrase Komersil Internasional Sert

Ratings: (0)|Views: 784 |Likes:
Published by Handika
Perdagangan dinilai cukup mampu untuk meningkatkan pembangunan di bidang ekonomi khususnya perdagangan yang besifat internasional. Konsekuensi dari semakin berkembangnya perdagangan internasional yang dilakukan oleh negara-negara yang berbeda, maka diperlukan suatu instrumen dalam melakukan kerjasama tersebut. Instrumen yang dimaksud adalah kontrak perdagangan internasional atau disebut juga dengan kontrak bisnis internasional
Perdagangan dinilai cukup mampu untuk meningkatkan pembangunan di bidang ekonomi khususnya perdagangan yang besifat internasional. Konsekuensi dari semakin berkembangnya perdagangan internasional yang dilakukan oleh negara-negara yang berbeda, maka diperlukan suatu instrumen dalam melakukan kerjasama tersebut. Instrumen yang dimaksud adalah kontrak perdagangan internasional atau disebut juga dengan kontrak bisnis internasional

More info:

Categories:Business/Law
Published by: Handika on Mar 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/18/2013

pdf

text

original

 
Tugas UTS Hukum Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa
Konvensi New York 1958 Dalam Hubungannya Dengan Kontrak InternasionalDan Sebagai Salah Satu Sumber Dalam Proses Arbitrase Komersil.InternasionalSerta Penerapannya Dalam Hukum NasionalOleh : Handika Suryo S.Npm: 110113080017Dosen: - Huala Adolf S.H., LL.M., P.hd-Prita Amalia S.H
Universitas PadjadjaranBandung
 
A.
 
Pendahuluan dan PermasalahanPerdagangan dinilai cukup mampu untuk meningkatkan pembangunan di bidang ekonomikhususnya perdagangan yang besifat internasional. Konsekuensi dari semakin berkembangnyaperdagangan internasional yang dilakukan oleh negara-negara yang berbeda, maka diperlukansuatu instrumen dalam melakukan kerjasama tersebut. Instrumen yang dimaksud adalah kontrak perdagangan internasional atau disebut juga dengan kontrak bisnis internasional
1
.Konvensi New York merupakan Konvensi tentang Pengakuan dan Pelaksanaan PutusanArbitrase Asing (Convention on the Recognition and Enforcement of Foreign Arbitral Awards)yang dibentuk di New York pada tanggal 10 Juni 1958. Konvensi ini merupakan Konvensiarbitrase utama ketiga setelah United Nations on United Nations Commission on International
Trade Law (“UNCITRAL”) Model Law dan The Convention on the Settlement of Invest
ment
Disputes between States and Nationals of Other States of 1965 (“Konvensi Washington”) yang
dirumuskan oleh Bank Dunia pada tanggal 18 Maret 1965 untuk Rekonstruksi dan PembangunanBank Dunia. Konvensi New York ini dibentuk untuk mengatur tentang Pengakuan danPelaksanaan Putusan Arbitrase Asing yang diputuskan oleh badan arbitrase internasional yangberada di luar Negara anggota Konvensi ini. Dalam kata lain, Konvensi ini menganut pahamdoctrine of comity dan asas reciprocity yang mengatur suatu penyerahan jurisdiksi kepada badanarbitrase internasional yang terletak dalam teritori Negara anggota lainnya dalam Konvensi inisehubungan dengan hal penyelesaian sengketa yang ditimbulkan dari sebuah hubungan hukumbaik secara kontraktual atau tidak namun dianggap bersifat niaga (commercial) dibawah hukumnasional Negara anggota yang dilakukan oleh para pihak yang melakukan perjanjian baik secaraperson maupun legal entity
2
.Konvensi New York 1958 merupakan kependekan dari the New York convention on recognitionand enforcement of arbitral awards of 1958. Konvensi ini pada prinsipnya tidak secara langsungmengatur mengenai kontrak internasional, tetapi mengatur tentang masalah pengakuan danpelaksanaan putusan arbitrase asing. Dalam hukum arbitrase, konvensi ini merupakan konvensiyang paling penting. Konvensi ini sedikit banyak memberikan kepastian dan jaminan hukum
1
Artikel Penerapan Asas Ketertiban Umum Dan Pembatasannya Dalam Pengakuan Dan Pelaksanaan PutusanArbitrase Asing Di Indonesia Berdasarkan Konvensi New York 1958, Prita Amalia, 2009
2
Pasal 1, Convention on The Recognition and Enforcement of Foreign Arbitral Awards 1958 (New York Convention)
 
bahwa putusan arbitrase asing yang dibuat di suatu Negara peserta konvensi dapat dilaksanakandi Negara anggota konvensi lainnya
3
.Indonesia meratifikasi konvensi new York 1958 ini dengan Kepprea No.34 tahun 1981 tentangpengakuan dan pelaksanaan putusan arbitrase asing. Dalam ratifikasi, Indonesia meletakkanpensyaratan, pertama, Indonesia hanya akan melaksanakan putusan apabila putusan termasuk kedalam lingkup hukum dagang. Kedua, Indonesia hanya akan melaksanakan putusan arbitraseasing, apabila Negara dimana putusan tersebut dibuat juga adalah Negara peserta konvensi NewYork 1958. Prinsip ini dikenal pula dengan istilah resiprositas. Ketiga, Indonesia hanya akanmelaksanakan putusan arbitrase asing apabila putusan tersebut tidak melangar ketertiban umumdi tanah air. Sebaliknya apabila ternyata putusan tersebut melangar ketertiban umum makaputusan tersebut tidak akan dilaksanakan
4
.Sejarah pembentukan konvensi ini adalah dikarenakan pelaksanaan The Geneva Protocol on
Arbitration Clause 1923 (“Protokol Jenewa”) dan Geneva Convention on The Execution of 
Foreign Arb
itral Awards 1927 (“Konvensi Jenewa”) yang tidak mengalami kemajuan dan kedua
ketentuan internasional tersebut tidak banyak mengundang animo yang berarti dari Negara-Negara di luar Eropa dan Negara-Negara yang baru merdeka. Berdasarkan kekurangan dankegagalan ini, maka setelah Perang Dunia II, timbul kesadaran masyarakat dunia untuk mengubah dan memperbaiki ketentuan tersebut serta masyarakat internasional makin sadar akanpentingnya peran arbitrase sebagai alat untuk menyelesaikan sengketa-sengketa (komersial)internasional
5
.B.
 
PembahasanPembahasan ini akan diawali dengan relevansi Konvensi ini dengan hukum kontrak internasional. Alasan mengaitkan konvensi ini dengan hukum kontrak internasional karenaarbitrase adalah salah satu kajian dari hukum kontrak internasional di bidang pilihan forum,
3
Huala adolf, dasar
 –
dasar hukum kontrak internasional, refika aditama, bandung, 2008, hlm.94
4
Ibid,
5
Huala Adolf, Arbitrase Komersial Internasional, RajaGrafindo Persada, Jakarta, 1993, hlm. 28

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Sri Wilujeng liked this
Windaa Utamii liked this
Eric Chunata liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->