Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tingkat Keterbacaan Wacana Buku Teks Pelajaran Sains Untuk Kelas 1 Sekolah Dasar

Tingkat Keterbacaan Wacana Buku Teks Pelajaran Sains Untuk Kelas 1 Sekolah Dasar

Ratings: (0)|Views: 411 |Likes:
Published by Beatriz Harianja

More info:

Published by: Beatriz Harianja on Mar 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/05/2013

pdf

text

original

 
TINGKAT KETERBACAAN WACANA BUKU TEKS PELAJARAN BAHASAINDONESIA UNTUK KELAS 1 SEKOLAH DASAR
 Beatriz Lasmaria Harianja Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah IndonesiaUniversitas Negeri Medan
ABSTRAK
Dalam kegiatan pembelajaran di Indonesia, pada umumnya bahasa Indonesiamerupakan media interaksi antara pendidik dan peserta didik. Bahasa Indonesiadigunakan pendidik untuk menyampaikan konsep keilmuan, mengembangkankompetensi, dan meningkatkan keterampilan peserta didik. Demikian pula dalambuku teks pelajaran, bahasa Indonesia digunakan sebagai media berkomunikasiantara penulis buku dengan peserta didik. Oleh karena itu, bahasa yang digunakanseharusnya dapat mengusung dan menjelaskan konsep lokal hingga global sesuaidengan perkembangan dan kematangan emosional peserta didik.Penelitian ini menyingkap aspek keterpahaman penggunaan bahasa Indonesiabagi peserta didik dalam membaca buku teks pelajaran untuk menentukanketerbacaannya. Buku teks yang diukur adalah berupa wacana buku teks pelajaranSains kelas I sekolah dasar. Dengan mengunakan tekni Tes.yang dilakukan padaawal wacana, pertengahan wacana dan akhir wacana dari buku tersebut.Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil perhitungan tingkat keterbacaan ke-3 wacana buku teks Pelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas I Sekolah Dasarberdasarkan formula Grafik fry dapat digunakan sebagai bahan bacaan padasiswa kelas II Sekolah Dasar.Hasil perhitungan tingkat keterbacaan 3 wacana berdasarkan Grafik Raygoradalah pada daerah invalid sehingga belum cocok sebagai bahan ajar kelas 1Sekolah Dasar.Kata Kunci : keterbacaan, wacana, buku teks pelajaran
PENDAHULUAN
Bahasa Indonesia dalam bahan ajar dituntut dapat menjelaskan konsep sesuai denganperkembangan intelektual peserta didik. Bahasa Indonesia yang digunakan harus sesuai dengankematangan sosial emosional peserta didik dalam mengusung konsep lokal sampai denganglobal. Bahasa Indonesia yang digunakan harus menarik dan jelas agar mendorong peserta didik 
 
untuk mempelajari bahan ajar sampai dengan tuntas. Bahasa Indonesia yang digunakan dalambahan ajar seharusnya menggunakan bentuk kata, istilah, kalimat, dan paragraf yang sesuaidengan kaidah bahasa untuk berkomunikasi tertulis.Kebijakan buku teks pelajaran sebagaimana tertuang di dalam Peraturan MenteriPendidikan Nasional Republik Indonesia (Permendiknas) Nomor 11 Tahun 2005 mengaturtentang fungsi, pemilihan, masa pakai, kepemilikan, pengadaan, dan pengawasan pengunaanbuku teks pelajaran. Menurut Peraturan Menteri ini, buku teks pelajaran adalah buku acuan wajibuntuk digunakan di sekolah yang memuat materi pembelajaran dalam rangka peningkatankeimanan dan ketakwaan, budi pekerti dan kepribadian, kemampuan penguasaan ilmupengetahuan dan teknologi, kepekaan dan kemampuan estetis, potensi fisik dan kesehatan yangdisusun berdasarkan standar nasional pendidikan. Buku teks pelajaran berfungsi sebagai acuanwajib oleh pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran.Dalam menentukan keterbacaan suatu teks pelajaran dilakukan kajian pada tiga hal, yaituketerbacaan teks, latar belakang pembaca, dan interaksi antara teks dengan pembaca. Hal inisesuai dengan konsep dasar yang diungkapkan Prof. Dr. Yus Rusyana (1984: 213) bahwaketerbacaan berhubungan dengan peristiwa membaca yang dilakukan seseorang, sehingga akanbertemali dengan aspek (1) pembaca; (2) bacaan; dan (3) latar. Ketiga komponen tersebut akandapat menerangkan keterbacaan buku teks pelajaran.Keterbacaan (readability) adalah seluruh unsur yang ada dalam teks (termasuk di dalamnyainteraksi antarteks) yang berpengaruh terhadap keberhasilan pembaca dalam memahami materiyang dibacanya pada kecepatan membaca yang optimal (Dale & Chall dalam Gilliland, 1972).Pengukuran keterampilan membaca dapat dilakukan pada saat kegiatan pembelajaranberlangsung sehingga dapat dilaksanakan latihan-latihan melakukan aktivitas membaca terhadapsuatu wacana tertentu. Pengukuran itu dapat berupa :1.
 
Tanya jawab singkat mengenai wacana yang dibaca2.
 
Menjawab pertanyaan-pertanyaan bacaan3.
 
Mengungkapkan kembali isi wacana bacaan secara lisan4.
 
Mengungkapkan kembali secara tertulis isi wacana.
 
Dengan demikian dalam pembelajaran membaca, guru dituntut untuk dapat memilih bahanbacaan yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa, kompetensi bahasa, minat, dan tingkatkesadaran baca.Beberapa penelitian terdahulu tentang keterbacaan wacana telah dilalukan oleh para ahli.
Diantaranya adalah : penelitian yang dilakukan oleh tallei (1998) dengan judul “ keterpaduan,
keruntutan
keterbacaan wacana buku pelajaran bahasa Indonesia sekolah dasar.” Hanya saja
dalam menjaring keterbacaan buku pelajaran Bahasa Indonesia sekolah dasar, tallei mengunakantes IRI dan tes cloze.Demi kesempurnaan referency tentang keterbacaan wacana, peneliti menggunakan Grafik Fry dan Grafik Raygor dalam menentukan tingkat keterbacaan wacana buku teks
Sains untuk kelas 1 Sekolah Dasar.
Oleh karena itu, masalah yang menjadi fokus kajian dalam penelitian iniadalah : bagaimana tingkat keterbacaan wacana buku teks Sains untuk kelas 1 Sekolah Dasarberdasarkan Grafik Fry (panjang pendeknya kalimat, kata dan jumlah suku kata) dan Grafik Raygor (panjang pendeknya kalimat dan jumlah kata-kata sukar) ?Grafik Fry dan Grafik Raygor merupakan hasil upaya untuk menyederhanakan danmengefisienkan teknik penentuan tingkat keterbacaan wacana. bedanya, Grafik fry menghitung jumlah suku kata dan kalimat. Sedangkan Grafik Raygor menghitung jumlah kata-kata sukaryang ada pada wacana.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat keterbacaan buku tekspelajaran Sains untuk kelas 1 sekolah dasar, berdasarkan Grafik Fry dan Grafik Raygor.Selain itu dalam penelitian ini, juga dapat memberikan manfaat bagi penyusun buku, agardalam menyusun materi ajar senantiasa memperhatikan tingkat keterbacaan wacana sesuaidengan siswa yang akan mengunakan buku yang disusunnya dan bahan masukan bagi guru-guruuntuk mengkaji sesuai bahan ajar bagi siswa SD dan tingkat kemampuan bagi siswa SD dalammenerima materi pembelajaran dari buku-buku teks serta menjadi bahan pertimbangan bagi guruyang mendidik siswa kelas 1 untuk memilih wacana yang lebih baik dan mudah dimengertisesuai kemampuan dan pemahaman siswa kelas 1 SD.

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Nur Fadhilah Ummah added this note
saya mahasiswa S1 pendidikan guru sekolah dasar. saya kesulitan mencari buku referensi tentang tingkat keterbacaan untuk bahan skripsi. tolong bantuan info untuk buku yang bisa saya pakai. terimakasih
Tati Nurkhikmah liked this
Tati Nurkhikmah liked this
Tati Nurkhikmah liked this
Ba Roroh liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->