Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
52Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jurnal Nilai Kalor Sampah Kota Mataram

Jurnal Nilai Kalor Sampah Kota Mataram

Ratings:

4.78

(9)
|Views: 3,986 |Likes:
Published by manto
Sampah adalah barang-barang atau benda-benda yang sudah tidak berguna lagi dan harus dibuang. Sampah merupakan masalah sehari-hari yang dihadapi oleh seluruh lapisan masyarakat baik di kota, maupun di desa, negara maju maupun negara berkembang. Di kota Mataram pemanfaatan dan pengelolaan sampah belum memadai padahal jika sampah hasil produksi masyarakat kota Mataram dimanfaatkan akan mampu menghasilkan energi panas. Adanya energi panas ini dapat dibuktikan melalui penelitian salah satunya dengan menggunakan alat bom kalorimeter.
Penelitian ini menggunakan adiabatis bom kalorimeter untuk pengujian nilai kalor pembakaran dan oven pengering dengan suhu 105oC untuk pengujian kadar air, sampel sampah di ambil dari tiga Depo yaitu Depo Mataram, Depo Ampenan dan Depo Cakra dengan jenis sampah berupa sampah daun, sisa makanan, kayu/ranting, plastik, karet dan sampah aneka kertas. Sebelum pengujian, dilakukan proses persiapan yaitu penimbangan awal, pengeringan dengan panas matahari, penghancuran dan penimbangan akhir. Setelah proses persiapan selesai dilanjutkan dengan proses pengujian.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa sampah plastik termasuk bahan yang memiliki nilai kalor pembakaran yang paling tinggi yaitu 12415,7206 kal/gr, kemudian sampah karet memiliki nilai kalor 8640,8047 kal/gr, sampah sisa makanan 5875,5689 kal/gr, sampah daun 5334,4857 kal/gr, sampah kayu/ranting 5975,5871 kal/gr, sedangkan sampah aneka kertas memiliki nilai kalor pembakaran yang paling rendah yaitu 4425,7468 kal/gr dengan persentase kadar air tertinggi adalah sampah kayu/ranting sekitar 13,7495% sedangkan komposisi sampah terbanyak di kota Mataram adalah sampah daun yaitu 160,87 m3 atau sekitar 20,65% dari total volume sampah yang ada di TPA.

Sampah adalah barang-barang atau benda-benda yang sudah tidak berguna lagi dan harus dibuang. Sampah merupakan masalah sehari-hari yang dihadapi oleh seluruh lapisan masyarakat baik di kota, maupun di desa, negara maju maupun negara berkembang. Di kota Mataram pemanfaatan dan pengelolaan sampah belum memadai padahal jika sampah hasil produksi masyarakat kota Mataram dimanfaatkan akan mampu menghasilkan energi panas. Adanya energi panas ini dapat dibuktikan melalui penelitian salah satunya dengan menggunakan alat bom kalorimeter.
Penelitian ini menggunakan adiabatis bom kalorimeter untuk pengujian nilai kalor pembakaran dan oven pengering dengan suhu 105oC untuk pengujian kadar air, sampel sampah di ambil dari tiga Depo yaitu Depo Mataram, Depo Ampenan dan Depo Cakra dengan jenis sampah berupa sampah daun, sisa makanan, kayu/ranting, plastik, karet dan sampah aneka kertas. Sebelum pengujian, dilakukan proses persiapan yaitu penimbangan awal, pengeringan dengan panas matahari, penghancuran dan penimbangan akhir. Setelah proses persiapan selesai dilanjutkan dengan proses pengujian.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa sampah plastik termasuk bahan yang memiliki nilai kalor pembakaran yang paling tinggi yaitu 12415,7206 kal/gr, kemudian sampah karet memiliki nilai kalor 8640,8047 kal/gr, sampah sisa makanan 5875,5689 kal/gr, sampah daun 5334,4857 kal/gr, sampah kayu/ranting 5975,5871 kal/gr, sedangkan sampah aneka kertas memiliki nilai kalor pembakaran yang paling rendah yaitu 4425,7468 kal/gr dengan persentase kadar air tertinggi adalah sampah kayu/ranting sekitar 13,7495% sedangkan komposisi sampah terbanyak di kota Mataram adalah sampah daun yaitu 160,87 m3 atau sekitar 20,65% dari total volume sampah yang ada di TPA.

More info:

Published by: manto on Dec 04, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/27/2013

pdf

text

original

 
 
1
NILAI KALOR SAMPAH HASIL PRODUKSI MASYAKAT KOTA MATARAM
MirmantoJurusan Teknik Mesin, Universitas Mataram, Jl. Majapahit no. 62, MataramTelp(0370)636126, (0370)6570632, Fax (0370)636126, e-mail:
mirmanto12@hotmail.com
 ABSTRAK Sampah adalah barang-barang atau benda-benda yang sudah tidak berguna lagi danharus dibuang. Sampah merupakan masalah sehari-hari yang dihadapi oleh seluruh lapisanmasyarakat baik di kota, maupun di desa, negara maju maupun negara berkembang. Di kotaMataram pemanfaatan dan pengelolaan sampah belum memadai padahal jika sampah hasil produksi masyarakat kota Mataram dimanfaatkan akan mampu menghasilkan energi panas.Adanya energi panas ini dapat dibuktikan melalui penelitian salah satunya denganmenggunakan alat bom kalorimeter.Penelitian ini menggunakan adiabatis bom kalorimeter untuk pengujian nilai kalor  pembakaran dan oven pengering dengan suhu 105
o
C untuk pengujian kadar air, sampelsampah di ambil dari tiga Depo yaitu Depo Mataram, Depo Ampenan dan Depo Cakradengan jenis sampah berupa sampah daun, sisa makanan, kayu/ranting, plastik, karet dansampah aneka kertas. Sebelum pengujian, dilakukan proses persiapan yaitu penimbanganawal, pengeringan dengan panas matahari, penghancuran dan penimbangan akhir. Setelah proses persiapan selesai dilanjutkan dengan proses pengujian.Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa sampah plastik termasuk bahan yang memiliki nilai kalor pembakaran yang paling tinggi yaitu 12415,7206kal/gr, kemudian sampah karet memiliki nilai kalor 8640,8047 kal/gr, sampah sisa makanan5875,5689 kal/gr, sampah daun 5334,4857 kal/gr, sampah kayu/ranting 5975,5871 kal/gr,sedangkan sampah aneka kertas memiliki nilai kalor pembakaran yang paling rendah yaitu4425,7468 kal/gr dengan persentase kadar air tertinggi adalah sampah kayu/ranting sekitar 13,7495% sedangkan komposisi sampah terbanyak di kota Mataram adalah sampah daunyaitu 160,87 m
3
atau sekitar 20,65% dari total volume sampah yang ada di TPA.Kata kunci : Sampah, kadar air, nilai kalor dan komposisi sampah
 
 
2
 ABSTRACT Waste is the matter has refuse anymore and must to throw away. Waste is daily problem in our community (in town, village, developing country and developed country). InMataram city the use and manage of waste not suitable whereas if result of waste Mataramcommunity using will be able to produce calorific energy. Existing calorific energy proved with research, anything with used the bomb calorimeter. As for this research use adiabatic bomb calorimeter to know higher calorific valueand drying oven with temperature 105
o
C to research moisture conten, waste sample hasbeen taken from three Depo there is Mataram Depo, Ampenan Depo and Cakra Depo withmany kind of waste is it leave waste, rest food, wood/branch, plastic, rubber and mixed  paper. Before the test do prepare process that is beginning consider, drying, destruction,last consider and than research process. Based research result received that plastic belong to material have highest calorificvalue on 12415,7206 cal/gr, than rubber have calorific value on 8640,8047 cal/gr, rest food on 5875,5689 cal/gr, leave on 5334,4857 cal/gr, wood/branch on 5975,5871 cal/gr whereasmixed paper have low calorific value from other on 4425,7468 cal/gr with wood/branchhave highest moisture content value average 13,7495 %, whereas highest composition of waste in Mataram city is leave waste roundabout 20,65% from prediction total volume of waste in TPA. Key word : waste, moisture content, calorific value and composition
                                                                                          
 PENDAHULUAN
Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktifitasmanusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Meningkatnya jumlah danaktivitas penduduk di wilayah perkotaan menghasilakan volume sampah yang semakinmeningkat. Hal ini menimbulkan berbagai masalah karena sampah dapat mencemarilingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.Akibat adanya sampah yang tidak terkelola dengan baik antara lain tempat berkembang dan sarang dari serangga dan tikus, menjadi sumber polusi dan pencemarantanah, air dan udara, sebab sampah menghasilkan cairan lindi
(leachate)
dan bau busuk yang ditimbulkan akibat dari proses dekomposisi yang menghasilkan gas CO
2
, methan dansebagainya dan apabila sampah merupakan sampah anorganik yang menyebabkan tanahtidak dapat diolah, pemandangan yang tidak sehat, menyebabkan banjir dan merupakansumber dan tempat hidup kuman-kuman yang membahayakan kesehatan.Berdasarkan data sumber Dinas Kebersihaan produksi sampah kota Mataram tahun2004 sebesar 1020 m
3
/hari. Komposisi terbesar dari produksi tersebut adalah sampah darikawasan pemukiman yaitu 525m
3
/hari atau 51,47% dari total produksi. Dari jumlah tersebutdi atas yang sampai ke TPA hanyalah 779 m
3
/hari atau 76,37 % saja. Dengan demikian
 
 
3dapat dikatakan bahwa sampah di Kota Mataram akan menimbulkan masalah yang besar dalam waktu dekat jika tidak ditangani secara simultan.Pemanfaatan sampah sampai saat ini nampak belum ada, sebab sampah-sampah yangada hanya di buang ke TPA atau dibakar begitu saja oleh penduduk, bahkan terdapatsebagian penduduk yang membuangnya ke dalam selokan atau sungai. Sebenarnya sampahdapat didaur ulang (dihancurkan) kemudian dijadikan pupuk atau dibuat briket sebagai bahan bakar (untuk sampah organik). Namun karena keterbatasan referensi dan teknologi diMataram, maka hal-hal yang demikian belum dilakukan atau belum terpikirkan.Menurut Wiradarma (2002) sampah di kota Mataram jika dapat digunakan sebagaienergi panas maka akan mampu menghasilkan energi listrik sebesar 3,25 MW. Jikakenyataan adalah demikian, maka sangat disayangkan apabila sampah di kota Mataramyang jumlahnya semakin melimpah tidak dimanfaatkan untuk memenuhi salah satu unsur kebutuhan hidup masyarakat atau sebagai sumber tenaga listrik. Berdasarkan sumber BPS(2002) jumlah rumah tangga di kota Mataram 27.759 rumah tangga. Jika masing-masingrumah tangga harus dipasang daya listrik 1,3 kW maka untuk kota Mataram membutuhkandaya listrik sebesar 36,1 MW. Andaikan prediksi yang dilakukan oleh Wiradarma (2002)menjadi kenyataan, maka berarti PLN akan menghemat 3,25 MW dari kebutuhan yangseharusnya 36,1 MW.Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui berapa besar nilai kalor pembakaransampah yang mampu dihasilkan oleh sampah hasil produksi masyarakat kota Mataramdengan melakukan pengujian secara aktual di Laboratorium.
Perumusan Masalah
Masalah umum adalah di kota Mataram penanganan sampah masih belum memadaisehingga akan menimbulkan dampak negatif yang serius bagi penduduk setempat. Sampah dikota Mataram belum dimanfaatkan, sedangkan di kota ini mengalami krisis energi listrik.Masalah spesifiknya adalah berapa nilai kalor pembakaran sampah produksi masyarakat kotaMataram sesungguhnya.
Batasan Masalah
Pada penelitian ini penulis membatasi permasalahan sebagai berikut:a. Membahas besarnya kalor yang terkandung pada sampah produksi masyarakat kotaMataram yaitu sampah daun, sampah plastik, kayu/ranting, sampah karet, aneka kertas,dan sisa makanan.

Activity (52)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ria Stephani liked this
Isnan Rivani liked this
Isnan Rivani liked this
Harry Hafitara liked this
Muzakky Ma'arif liked this
Muzakky Ma'arif liked this
Q-n Faizy liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->