Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
11Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perbanyakan Bibit Jati Melalui Kultur Jaringan

Perbanyakan Bibit Jati Melalui Kultur Jaringan

Ratings: (0)|Views: 1,453|Likes:
Published by dedidarmaandrians
Makalah
Makalah

More info:

Published by: dedidarmaandrians on Mar 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/10/2013

pdf

text

original

 
1
PERBANYAKAN BIBIT JATI MELALUI KULTUR JARINGAN
MAKALAHUntuk memenuhi tugas matakuliahTeknologi Produksi BenihYang dibina oleh Ibu Niken Kendarini, S.P., M.Si.Oleh:Dedi Darma Andrians105040201111013
 
UNIVERSITAS BRAWIJAYAFAKULTAS PERTANIANPROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGIMaret 2012
 
 14
BAB IPENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kayu jati memiliki kualitas tinggi, sehingga permintaan terus meningkat daritahun ke tahun. Permintaan mencapai 2,5
 – 
3 Juta m
3
 /tahun oleh Perum Perhutani barudipenuhi 250.000 - 300.000 m
3
 /tahun (Trubus, 2001). Kayu jati sifat silvikulturnyasecara umum telah dikuasai sehingga peluang penelitian dan pengembangannya denganmudah dilakukan. Oleh karena itu banyak negara saat ini sedang meneliti danmengembangkan jati, bahkan ada keinginan menjadikannya sebagai kayu Internasional(
 International wood 
) (Na’iem, 2001).
 Di Indonesia produsen bibit menyikapi dengan menyediaan materi (bibittanaman) dengan metode baru yaitu pembiakan vegetatif melalui kultur jaringan.Menurut Leksono (1998), jika dibandingkan dengan tanaman Jati yang dikembangbiakandari biji (Jati lokal) hasil kultur jaringan mempunyai pertumbuhan yang lebih seragam(80 %), sedangkan jati asal biji tingkat keseragamannya hanya 20 %. Daur pohon Jatihasil kultur jaringan lebih cepat (15 tahun siap panen) sedangkan asal biji perlu waktu diatas 40 tahun. Menurut PT. Monfori sebagai salah satu produsen bibit menyatakanpertumbuhan mencapai 6,5 cm per minggu. Pada umur 15 tahun diameter mencapai 40cm sehingga sudah bisa dipanen.Menurut Pandit (2000) ada hubungan kecepatan pertumbuhan dengan sifat-sifatkayu.Semakin dipacu pertumbuhannya, semakin berkurang kerapatan sel-selnya. Sel-selakan mengembang sehingga dinding sel semakin tipis. Jika dianalogikan sebuah balonditiup semakinbesar, dindingnya semakin tipis kemungkinan pecah semakin besar.Menurut Prayitno (1995), struktur anatomi merupakan salah satu indikator yangmempengaruhi kualitas kayu. Kelompok indikator kualitas kayu adalah dimensi seratkayu yang meliputi panjang serat, diameter lumen, serta tebal dinding serat, irisantransversal yang dapat dipilahkan ke dalam persen komponen kayu seperti persenserabut, jari-jari, parenkim, saluran damar dan trakeid. Faktor-faktor irisan transversalkayu yang dirinci ke dalam porsi tipe sel penyusun kayu sangat berhubungan erat dengansifat dasar kayu dan pembuburan kayu serta sifat permesinan kayu.
Dari uraian di atas, maka kami mengambil judul ―
Perbanyakan Bibit Jati melaluiKultur Jaringan
 
‖ sebagai judul makalah ini.
 
 
 14
1.2 Tujuan Penulisan
 
Ada pun tujuan penulisan makalah ini, yaitu untuk mengetahui dan memahamibagaimana cara perbanyakan bibit jati melalui kultur jaringan serta mengetahui manfaat dariperbanyakan bibit jati secara
in vitro
, yaitu dengan kultur jaringan.
 

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mutia Rizka Hani liked this
Destalia Lanny liked this
Hendy Hadiyanto liked this
Shafira Fira liked this
Riz Bronze liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->