Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
15Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Mengatasi Kesulitan Belajar Pada Anak

Mengatasi Kesulitan Belajar Pada Anak

Ratings: (0)|Views: 3,214|Likes:
Published by cherys

More info:

Published by: cherys on Mar 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/27/2012

pdf

text

original

 
Jumat, 16 April 2010 19:45 Diposkan oleh SD NEGERI DADAP II Label: Artikel , 0 komentar Sebagai seorang guru yang sehari-hari mengajar di sekolah, tentunya tidak jarang harusmenangani anak-anak yang mengalami kesulitan dalam belajar. Anak-anak yang sepertinya sulitsekali menerima materi pelajaran, baik pelajaran membaca, menulis, serta berhitung.Sebagai seorang guru yang sehari-hari mengajar di sekolah, tentunya tidak jarang harusmenangani anak-anak yang mengalami kesulitan dalam belajar. Anak-anak yang sepertinya sulitsekali menerima materi pelajaran, baik pelajaran membaca, menulis, serta berhitung. Hal initerkadang membuat guru menjadi frustasi memikirkan bagaimana menghadapi anak-anak sepertiini. Demikian juga para orang tua yang memiliki anak-anak yang memiliki kesulitan dalambelajar. Harapan agar anak mereka menjadi anak yang pandai, mendapatkan nilai yang baik disekolah menambah kesedihan mereka ketika melihat kenyataan bahwa anak-anak merekakesulitan dalam belajar.Akan tetapi yang lebih menyedihkan adalah perlakuan yang diterima anak yang mengalamikesulitan belajar dari orang tua dan guru yang tidak mengetahui masalah yang sebenarnya,sehingga mereka memberikan cap kepada anak mereka sebagai anak yang bodoh, tolol, ataupungagal.Fenomena ini kemudian menjadi perhatian para ilmuan yang tertarik dengan masalah kesulitanbelajar. Keuntungannya ialah, mereka mencoba menemukan metode-metode yang dapatdigunakan untuk membantu anak-anak yang mengalami kesulitan belajar tersebut tetap dapatbelajar dan mencapai apa yang diharapkan guru dan orang tua.Dalam tulisan ini, kita akan mendapati apa sebenarnya yang dimaksud masalah kesulitan belajar,factor apa yang menjadi penyebabnya, serta metode yang dapat digunakan untuk membantu anak yang mengalami masalah kesulitan belajar.Definisi Kesulitan BelajarAktifitas belajar bagi setiap individu, tidak selamanya dapat berlangsung secara wajar. Kadang-kadang lancar, kadang-kadang tidak, kadang-kadang dapat cepat menangkap apa yang dipelajari,kadang-kadang terasa amat sulit. Dalam hal semangat, terkadang semangatnya tinggi, tetapi jugasulit untuk mengadakan konsentrasi. Demikian kenyataan yang sering kita jumpai pada setiapanak didik dalam kehidupan sehari-hari dalam kaitannya dengan aktifitas belajar. Setiap individumemang tidak ada yang sama. perbedaan individu ini pulalah yang menyebabkan perbedaan
tingkah laku dikalangan anak didik. “dalam keadaan di mana anak didik / siswa tidak dapat
belajar sebagaimana mestinya, itulah yang disebut dengan kesulitan belajar. Kesulitan belajarmerupakan kekurangan yang tidak nampak secara lahiriah. Ketidak mampuan dalam belajartidak dapat dikenali dalam wujud fisik yang berbeda dengan orang yang tidak mengalamimasalah kesulitan belajar. Kesulitan belajar ini tidak selalu disebabkan karena factor intelligensiyang rendah (kelaianan mental), akan tetapi dapat juga disebabkan karena faktor lain di luarintelligensi. Dengan demikian, IQ yang tingi belum tentu menjamin keberhasilan belajar. Dengan
 
demikian dapat dikatakan bahwa kesulitan belajar adalah suatu kondisi proses belajar yangditandai hambatan-hambatan tertentu dalam mencapai hasil belajar.Jenis Kesulitan BelajarJenis kesulitan belajar ini dapat dikelompokkan menjadi empat macam, yaitu sebagai berikut :1. Dilihat dari jenis kesulitan belajar* ada yang berat* ada yang sedang2. Dilihat dari bidang studi yang dipelajari* ada yang sebagian bidang studi yang dipelajari, dan* ada yang keseluruhan bidang studi.3. Dilihat dari sifat kesulitannya* ada yang sifatnya permanen / menetap, dan* ada yang sifatnya hanya sementara4. Dilihat dari segi factor penyebabnya* ada yang Karena factor intelligensi, dan* ada yang karena factor bukan intelligensiFaktor Penyebab Kesulitan BelajarMasalah kesulitan belajar ini, tentunya disebabkan oleh berbagai factor. Untuk memberikansuatu bantuan kepada anak yang mengalami kesulitan belajar, tentunya kita harus mengetahuiterlebih dahulu faktor apa yang menjadi penyebab munculnya masalah kesulitan belajar.Faktor-faktor penyebab kesulitan belajar dapat digolongkan ke dalam dua golongan, yaitu :A. Faktor intern (factor dari dalam diri anak itu sendiri ) yang meliputi:1). Faktor fisiologiFaktor fisiologi adalah factor fisik dari anak itu sendiri. seorang anak yang sedang sakit, tentunyaakan mengalami kelemahan secara fisik, sehingga proses menerima pelajaran, memahamipelajaran menjadi tidak sempurna. Selain sakit factor fisiologis yang perlu kita perhatikan karenadapat menjadi penyebab munculnya masalah kesulitan belajar adalah cacat tubuh, yang dapatkita bagi lagi menjadi cacat tubuh yang ringan seperti kurang pendengaran, kurang penglihatan,serta gangguan gerak, serta cacat tubuh yang tetap (serius) seperti buta, tuli, bisu, dan lainsebagainya.2). Faktor psikologisFaktor psikologis adalah berbagai hal yang berkenaan dengan berbagai perilaku yang adadibutuhkan dalam belajar. Sebagaimana kita ketahui bahwa belajar tentunya memerlukan sebuahkesiapan, ketenangan, rasa aman. Selain itu yang juga termasuk dalam factor psikoogis ini adalahintelligensi yang dimiliki oleh anak. Anak yang memiliki IQ cerdas (110
 – 
140), atu genius(lebih dari 140) memiliki potensi untuk memahami pelajaran dengan cepat. Sedangkan anak-
 
anak yang tergolong sedang (90
 – 
110) tentunya tidak terlalu mengalami masalah walaupun jugapencapaiannya tidak terlalu tinggi. Sedangkan anak yang memiliki IQ dibawah 90 ataubahkandibawah 60 tentunya memiliki potensi mengalami kesulitan dalam masalah belajar. Untuk itu,maka orang tua, serta guru perlu mengetahui tingkat IQ yang dimiliki anak atau anak didiknya.Selain IQ factor psikologis yang dapat menjadi penyebab munculnya masalah kesulitan belajaradalah bakat, minat, motivasi, kondisi kesehatan mental anak, dan juga tipe anak dalam belajar.B. Factor ekstern (factor dari luar anak) meliputi ;1). Faktor-faktor sosialYaitu faktor-faktor seperti cara mendidik anak oleh orang tua mereka di rumah. Anak-anak yangtidak mendapatkan perhatian yang cukup tentunya akan berbeda dengan anak-anak yang cukupmendapatkan perhatian, atau anak yang terlalu diberikan perhatian. Selain itu juga bagimanahubungan orang tua dengan anak, apakah harmonis, atau jarang bertemu, atau bahkan terpisah.Hal ini tentunya juga memberikan pengaruh pada kebiasaan belajar anak.2). Faktor-faktor non- sosialFaktor-faktor non-sosial yang dapat menjadi penyebab munculnya masalah kesulitan belajaradalah factor guru di sekolah, kemudian alat-alat pembelajaran, kondisi tempat belajar, sertakurikulum.Mengatasi Kesulitan BelajarAnak yang memiliki keterlambatan kemampuan membaca, mengalami kesulitan dalammengartikan atau mengenali struktur kata-kata (misalnya huruf atau suara yang seharusnya tidak diucapkan, sisipan, penggantian atau kebalikan) atau memahaminya (misalnya, memahami fakta-fakta dasar, gagasan, utama, urutan peristiwa, atau topik sebuah bacaan). Mereka jugamengalami kesulitan lain seperti cepat melupakan apa yang telah dibacanya. Sebagian ahliberargumen bahwa kesulitan mengenali bunti-bunyi bahasa (fonem) merupakan dasar bagiketerlambatan kemampuan membaca, dimana kemampuan ini penting sekali bagi pemahamanhubungan antara bunyi bahasa dan tulisan yang mewakilinya. Istilah lain yang seringdipergunakan untuk menyebutkan keterlambatan membaca adalah disleksia. Istilah inisebenarnya merupakan nama bagi salh satu jenis keterlambatan membaca saja. Semasa awalkanak-kanak, seorang anak yang menderita disleksia mengalami kesulitan dalam mempelajaribahasa lisan. Selanjutnya ketika tiba masanya untuk sekolah,anak ini mengalami kesulitan dalammengenali dan mengeja kata-kata, sehingga pada akhirnya mereka mengalami masalah dalammemahami maknanya.Disleksia mempengaruhi 5 hingga 10 persen dari semua anak yang ada. Kondisi ini pertama kalidiketahui pada abad ke sembilan belas, dimana ketika itu disebut dengan buta huruf (wordblindness). Beberapa peneliti menemukan bahwa disleksia cenderung mempengaruhi anak laki-laki lebih besar disbanding anak perempuan. Tanda-tanda disleksia tidak sulit dikenali, bilaseorang guru dan orangtua cermat mengamatinya. Sebagai contoh, bila anda menunjukkan

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Fahmi Ardian liked this
ezamrud liked this
Dani Viandroe liked this
Yuri Karman liked this
Ida Isandespha liked this
Aan Gazalba liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->