Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor_ 19 Tahun 2009

Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor_ 19 Tahun 2009

Ratings: (0)|Views: 134 |Likes:
Published by Firman Irmansyah

More info:

Published by: Firman Irmansyah on Mar 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/28/2013

pdf

text

original

 
TEKS TIDAK DALAM FORMAT ASLI 
PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNGNOMOR: 19 TAHUN 2009TENTANGPENGELOLAAN KAWASAN DAN BANGUNAN CAGAR BUDAYADENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAWALIKOTA BANDUNG,Menimbang : a. bahwa kawasan dan bangunan cagar budaya yang berada di Kota Bandung yang memiliki nilai kesejarahan,ilmu pengetahuan dan kebudayaan, terutama bangunan yang telah berumur lebih dari 50 (lima puluh) tahunyang memberikan ciri dan identitas peradaban perlu dilakukan perlindungan dan pelestarian;b.
 
bahwa perkembangan Kota Bandung dewasa ini telah memberikan dampak terhadap keberadaan kawasandan bangunan cagar budaya sehingga sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang BendaCagar Budaya, perlu dilakukan pengaturan melalui instrumen hukum berupa Peraturan Daerah;c.
 
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf b, perlu membentuk PeraturanDaerah Kota Bandung tentang Pengelolaan Kawasan dan Bangunan Cagar Budaya;Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Kota Besar dalam LingkunganProvinsi Jawa Timur/Tengah/Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Himpunan Peraturan NegaraPembentukan Wilayah Daerah);2. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 1992 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3501);3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 1992 Nomor 27, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3470);4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 1997 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3699);5. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2002 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4247);6. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor44389);7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telahdiubah untuk kedua kalinya dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);8. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);9. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2009 Nomor 11, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4966);10. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1993 tentang Pelaksanaan Undang-Undang nomor 05 Tahun 1992tentang Benda Cagar Budaya (Lembaran Negara Republik Indonseia Tahun 1993 Nomor 14, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3516);11. Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 83,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4532);12. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah,
eraturan Daerah Kota Bandung Nomor: 19 Tahun 2009http://www.bandungheritage.org/data/perda19.htm1 of 193/26/2012 12:28 AM
 
Pemerintahan Daerah Propinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota ( Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737 );13. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung Nomor 04 Tahun 1986 tentang Penyidik PegawaiNegeri Sipil yang Melakukan Penyidikan terhadap Pelanggaran Peraturan Daerah yang Memuat KetentuanSanksi/Pidana (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung Nomor 10 Seri C Tahun 1986);14. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung Nomor 10 Tahun 1989 tentang Batas WilayahKotamadya Daerah Tingkat II Bandung (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung Tahun1990 Nomor 03 Seri D);15. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung Nomor 14 Tahun 1998 tentang Bangunan diWilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Tahun1998 Nomor 07 Seri D);16. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 02 Tahun 2004 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)(Lembaran Daerah Kota Bandung Tahun 2004 Nomor 02) sebagaimana telah diubah dengan PeraturanDaerah Kota Bandung Nomor 03 Tahun 2006 (Lembaran Daerah Kota Bandung Tahun 2006 Nomor 03);17. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 08 Tahun 2007 tentang Urusan Pemerintahan Daerah Kota Bandung(Lembaran Daerah Kota Bandung Tahun 2007 Nomor 07);18. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 05 Tahun 2008 tentang Tata Cara Pembentukan Peraturan Daerah(Lembaran Daerah Kota Bandung Tahun 2008 Nomor 05);19. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 08 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka PanjangDaerah (RPJPD) Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kota Bandung Tahun 2008 Nomor 08);20. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 09 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka MenengahDaerah (RPJMD) Kota Bandung Tahun 2009-2013 (Lembaran Daerah Kota Bandung Tahun 2009 Nomor09); Dengan Persetujuan BersamaDEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA BANDUNGdanWALIKOTA BANDUNGMEMUTUSKAN :Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG PENGELOLAAN KAWASAN DAN BANGUNAN CAGAR BUDAYA.BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan:1.
 
Daerah adalah Kota Bandung.2.
 
Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kota Bandung.3.
 
Walikota adalah Walikota Bandung.4.
 
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disingkat DPRD adalah Dewan Perwakilan RakyatDaerah Kota Bandung.5.
 
Dinas adalah satuan kerja perangkat daerah yang tugas dan tanggung jawabnya di bidang penyelenggaraanurusan kebudayaan dan pariwisata dalam hal ini pelestarian cagar budaya.6.
 
Pejabat yang ditunjuk adalah Pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah yang berwenang di bidang tertentudan mendapat pendelegasian dari Walikota.7.
 
Tim Pertimbangan Pelestarian Kawasan dan/atau Bangunan cagar budaya yang selanjutnya disebut denganTim adalah kelembagaan independen yang bertugas memberi pertimbangan, usul, dan saran kepadaPemerintah Daerah dalam mengambil kebijakan terhadap kelestarian dan pelestarian kawasan dan/ataubangunan cagar budaya.
eraturan Daerah Kota Bandung Nomor: 19 Tahun 2009http://www.bandungheritage.org/data/perda19.htm2 of 193/26/2012 12:28 AM
 
8.
 
Kawasan adalah ruang kota dengan fungsi utama lindung atau budidaya, yang batas dan sistemnyaditentukan berdasarkan aspek fungsional serta memiliki ciri tertentu.9.
 
Kawasan Cagar Budaya adalah ruang kota di sekitar atau di sekeliling bangunan cagar budaya yangdiperlukan untuk pelestarian kawasan tertentu dan/atau bangunan tertentu yang berumur sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun, serta dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuandan kebudayaan.10.
 
Bangunan Cagar Budaya adalah bangunan buatan manusia, berupa kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagiannya atau sisa-sisanya, yang berumur sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun, atau mewakili masagaya yang khas dan mewakili masa gaya sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun, serta dianggapmempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan.11.
 
Pengelolaan Cagar Budaya adalah segenap proses perlindungan, pelestarian, pemeliharaan, danpemanfaatan kawasan dan bangunan cagar budaya agar makna budaya yang dikandungnya terpeliharadengan baik.12.
 
Perlindungan adalah segala upaya mencegah dan menanggulangi segala gejala atau akibat yangdisebabkan oleh perbuatan manusia atau proses alam, yang dapat menimbulkan kerusakan ataukemusnahan bagi nilai manfaat atau keutuhan bangunan cagar budaya.13.
 
Pelestarian atau konservasi adalah segala upaya memperpanjang usia kawasan dan/atau bangunan cagarbudaya berbentuk tindakan perlindungan dan pemeliharaan. 14.
 
Pemeliharaan adalah upaya melestarikan kawasan dan/atau bangunan cagar budaya dari kerusakan yangdiakibatkan faktor manusia maupun alam dan hayati dengan cara perawatan dan pengawetan. 15.
 
Pemanfaatan adalah segala upaya untuk memberdayakan kawasan dan/atau bangunan cagar budayasebagai aset budaya untuk berbagai kepentingan yang tidak bertentangan dengan pelestariannya. 16.
 
Pemintakatan adalah upaya penetapan batas-batas kawasan atau bangunan cagar budaya sesuaiperuntukannya menjadi mintakat inti, penyangga dan pengembangan. 17.
 
Pemugaran adalah serangkaian upaya yang bertujuan untuk mengembalikan atau mempertahankankeaslian kawasan dan/atau bangunan cagar budaya melalui rehabilitasi, restorasi, rekonstruksi, adaptasidan preservasi, yang dapat dipertanggung jawabkan dari segi arkeologis, historis dan teknis. 18.
 
Revitalisasi adalah upaya memberdayakan situasi dan kondisi kawasan dan/atau bangunan cagar budayauntuk berbagai fungsi yang mendukung pelestariannya. 19.
 
Restorasi atau rehabilitasi adalah pelestarian suatu kawasan dan/atau bangunan cagar budaya dengancara mengembalikan bentuknya ke keadaan semula dengan menghilangkan tambahan-tambahan danmemasang komponen semula tanpa menggunakan bahan baru. 20.
 
Rekonstruksi adalah upaya mengembalikan suatu tempat semirip mungkin dengan keadaan semula,dengan menggunakan bahan lama maupun bahan baru, sesuai informasi kesejarahan yang diketahui. 21.
 
Adaptasi adalah mengubah kawasan dan/atau bangunan cagar budaya agar dapat dimanfaatkan untukfungsi yang lebih sesuai tanpa menuntut perubahan drastis. 22.
 
Pemulihan adalah upaya pengembalian bentuk fisik bangunan ke kondisi semula, agar bangunan dapatdimanfaatkan kembali, baik dengan meneruskan fungsi semula maupun fungsi baru.23.
 
Pembongkaran adalah kegiatan membongkar atau merobohkan seluruh atau sebagian bangunan gedung,komponen, bahan bangunan dan/atau prasarana dan sarananya.24.
 
Orang adalah orang perseorangan, badan usaha, badan hukum perdata atau badan hukum publik.BAB II
eraturan Daerah Kota Bandung Nomor: 19 Tahun 2009http://www.bandungheritage.org/data/perda19.htm3 of 193/26/2012 12:28 AM

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->