Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
21Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Membangun Komunikasi Publik Yang Kuat

Membangun Komunikasi Publik Yang Kuat

Ratings:

4.6

(5)
|Views: 2,779 |Likes:
Published by sumadi
Sumadi (Guru Pesantren DarussalamCiamis Jawa Barat)
Bahan renungan komunikasi publik makalah ini banyak terinspirasi dialog dengan Suhirman dari BIGS
Sumadi (Guru Pesantren DarussalamCiamis Jawa Barat)
Bahan renungan komunikasi publik makalah ini banyak terinspirasi dialog dengan Suhirman dari BIGS

More info:

Published by: sumadi on Dec 05, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2012

pdf

text

original

 
 Membangun Komunikasi Publik Yang Kuat : “Menciptakan Good Governance”  [1] Oleh : Sumadi  [2] 
Pendahuluan :“Power Tends to corrupt, absolute power tends to corrupt absolutely”(adagium politik).Membicarakan kekuasaan merupakan hal yang sangat menarik dan selalu aktual. Hal inidisebabkan karena kekuasaan merupakan titik awal dari sebuah nasib perjalanan peradaban manusia. Kekuasaan merupakan suatu fenomena yang mempunyai daya tarik dan pesona yang luar biasa. Siapapun akan sangat mudah tergoda untuk tidak hanya berkuasa, tetapi lebih dari itu ia akan mempertahankan kekuasaan yang dimilikinya.Sedemikian mempesonanya kekuasaan sehingga dalam tataran apa saja kekuasaan tidak akan diserahkan oleh pemilik kekuasaan tanpa melalui perebutan atau kompetisi. Selainmempesona kekuasaan juga mempunyai daya rusak yang luar biasa dasyat. Kekuatandaya rusak kekuasaan melampaui nilai-nilai yang terkandung dalam ikatan-ikatan etnis,ras, ikatan persaudaraan, agama dan lainnya. Transformasi dan kompetisi memperebutkankekuasaan tanpa disertai norma, aturan, etik; nilai-nilai dalam ikatan-ikatan itu seakantidak berdaya menjinakan kekuasaan. Daya rusak kekuasaan telah lama diungkap dalamsuatu adagium ilmu politik, “Power Tends to corrupt, absolute power tends to corruptabsolutely”.Oleh karena itu apapun bentuk kekuasaan diperlukan suatu kekuatan penyeimbang dankontrol yang tiada henti melalui bangunan komunikasi publik yang kuat agar kekuasaansesuai dengan amanah yang diberikan (tercipta good governance).A. Makna dan Hakekat Good GovernanceParadigma “Good Governance” menegaskan bahwa dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik tidak semata-mata hanya disandarkan pada pemerintah (Governance) atau negara (State) saja, melainkan juga harus melibatkanseluruh elemen, baik yang ada dalam intern birokrasi maupun di masyarakat. Paradigmaini merupakan perubahan dari paradigma lama, yakni Rule Government” yang dirasasudah tidak sejalan lagi proses perubahan sosio-politis dan tuntutan civil-society yangkian menguat.Dalam mewujudkan kepemerintahan yang baik (Good Govermance) menuntut setiap pejabat publik baik politis maupun birokrasi, wajib bertanggung jawab danmempertanggungjawabkan kepada publik segala sikap, perilaku, dan kebijakannya dalammelaksanakan tugas pokok, fungsi dan kewenangan yang diberikan kepadanya. Agar pata pejabat publik dapat melaksanakan akuntabilitas kinerja mereka dalam memberikanlayanan pub;lik sesuai dengan apa yang menjadi keinginan dan harapan publik, kontrolefektif terhadap mereka merupakan suatu keharusan. Kontrol yang bersifat internalmaupun eksternal harus dikelola dengan baik dan profesional, agar tindakan yangmenyimpang dari etika administrasi negara (Mal-administrasi) dan peraturan perundang-undangan dapat ditemukan dan dilakukan tindakan koreksi secepatnya. Sehinggaakuntabilitas kinerja mereka dalam melaksanakan tugas pokok, fungsi dan kewenangan
 
yang diberikan kepadanya dapat memenuhi tuntutan dan harapan publik. Hal yang lebih penting adalah penyelenggaraan "“Good Governance"”dapat segera bisa diwujudkan(Joko Widodo, 2001 : iv).Pemerintahan itu sendiri, menurut Prof Ryaas Rasyid, pada hakekatnya adalah pelayanankepada masyarakat. Ia tidaklah diadakan untuk melayani dirinya sendiri, tetapi untuk melayani masyarakat serta menciptakan kondisi yang memungkinkan setiap anggotamasyarakat mengembangkan kemampuan dan kreatifitasnya demi mencapai tujuan bersama.Kepemerintahan yang “Good Governance) sebagaimana dikemukakan di atas menuntutketerlibatan seluruh elemen yang ada dalam masyarakat, segera bisa diwujudkanmanakala pemerintah didekatkan dengan yang diperintah.Pemerintah yang didekatkan dengan yang diperintah berarti Desentralisasi dan OtonomiDaerah. Mafhum mukhalafahnya pemerintahan yang jauh dari yang diperintah (rakyat)maka itulah Sentralisasi. Sebuah sistem yang sangat dihindari dalam perseptif GoodGovernance. Itu yang pernah terjadi pada era orde baru.Pemerintah yang didekatkan dengan yang diperintah (rakyat) akan dapat mengenali apayang menjadi kebutuhan, permasalahan, keinginan dan kepentingan serta aspirasi rakyatsecara baik dan benar, karenanya kebijakan yang dibuat akan dapat mencerminkan apayang menjadi kepentingan dan aspirasi rakyat yang dilayaninya, Sharpe, sebagaimanadiulas Joko Widodo menggambarkan “Local government is better able than centralgovernment to respond the change in demmand, to experiment and to anticipate futurechanges. It provedes a form of government in which people from non producer group canmore easily participte”. (Pemerintah lokal lebih mampu daripada pemerintah pusat dalammerespon perubahan tuntutan, melakukan eksperimen dan mengantisipasi perubahan- perubahan pada masa mendatang. Pemerintah lokal memberikan bentuk pemerintahdalam mna rakyat dari kelompok-kelompok non produser dapat lebih mudah berpartisipasi). (Ibid :2).Apa yang diungkap Sharpe diatas dapat dipahami karena kebijakan yang menyandarkan pada kondisi lokal akan dapat lebih mencerminkan apa yang menjadi tuntutan dankeinginan serta aspirasi masyarakat lokasl. Hal ini disebabkan pula, mereka lebih intensmelakukan kontak (hubungan) dengan masyarakat lokal sehingga mereka mengetahui apayang menjadi masalah, tuntutan, keinginan dan aspirasi masyarakat lokal danmembawanya ke dalam proses pembuatan kebijakan. Pemilihan pemimpin daerah sepertiBupati atau Gubernur yang sudah tidak bergantung kepada pusat, merupakan contohmudah yang mulai kita rasakan meski belum sepenuhnya terwujud. Artinya jika pusatmasih memaksakan kehendak, maka daerah akan berani melakukan perlawanan yangkeras.Good Governance menurut Lembaga Administrasi Negera mengandung dua pengertiansekaligus sebagai orientasinya. Pertama, nilai-nilai yang dapat meningkatkan kemampuanrakyat dalam pencapaian tujuan (nasional) kemandirian, pembangunan berkelanjutan dankeadilan sosial, Kedua, aspek-aspek fungsional dari pemerintah yang efektif dan efisiendalam pelaksanaan tugasnya untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.Sedangkan United Nations Development Programme / UNDP (1997:19) merumuskankarakteristik Good Governance sebagai berikut :1. Participation. Setiap warga negara mempunyai suara dalam pembuatan keputusan, baik secara langsung maupun melalui sistem keterwakilan. Partisipasi seperti ini dibangun atas
 
dasar kebebasan bersosiasi serta berpartisipasi secara konstruktif 2. Rule of law. Kerangka hukum harus adil dan dilaksanakan tanpa pandang bulu,terutama hukum untuk HAM3. Transparency. Tranparansi dibangun atas dasar arus informasi. Informasi harus dapatdipahami dan dapat dimonitor 4. Responsiveness. Lembaga-lembaga dan proses-proses harus mencoba untuk melayanisetiap “Stakeholders”.5. Consensus Orientation. Good Governance menjadi perantara kepentingan yang berbeda utnuk memperoleh pilihan-pilihan terbaik bagi kepentingan yang lebih luas6. Equity. Semua warga negara mempunyai kesempatan untuk meningkatkan ataumenjaga kesejahteraan mereka7. Effectiveness and efficiency. Proses-proes dan lembaga-lembaga sebaik mungkinmenghasilkan sesuai dengan apa yang digariskan dengan menggunakan sumber-sumber yang tersedia8. Accountability. Para pembuat keputusan dalam pemerintahan, sektor swasta danmasyarakat (civil society) bertanggung jawab kepada publik dan lembaga-lembaga“Stakeholders”9. Strategic vision. Para pemimpin dan publik harus mempunyai perspektif goodgovernance dan pengembangan manusia yang luas dan jauh ke depan sejalan dengan apayang diperlukan untuk pembangunan semacam ini.Syaukani HR, Affan Gaffar dan Ryaas Rasyid (2003 :20-30) mencoba merumuskanargumentasi mengapa orang memilih desentralisasi / otonomi sebagai pilar menujuterwujudnya good governance. Argumentasi itu adalah :1. Efisiensi-efektifitas penyelenggaraan pemerintahan. Organisasi negara merupakansebuah entitas yang sangat besar. Pengelolaan berbagai dimensi kehidupan harusdilakukan dengan “Pembagian tugas” serta :Pembagian kewenangan”. Sebab, disamping pemerintah memiliki fungsi distributif juga memiliki fungsi ektraktif yakni memobilisasisumber daya keuangan dalam rangka membiayai aktifitas penyelenggaraan negara. Olehkarena itu, tidaklah mungkun hal itu dapat dilakukan secara sentralistik, karena akan berimplikasi negatif, yaitu pemerintahan negara menjadi tidak efisien.2. Pendidikan Politik. Dengan adanya pemerintahan daerah maka hal itu akanmenyediakan kesempatan bagi warga masyarakat untuk berpartisipasi politik baik dalamrangka memilih atau dipilih untuk suatu jabatan politik. Apalagi tidak mempunyai peluang di tingkat nasional3. Pemerintahan Daerah sebagai persiapan untuk karir politik lanjutan. Adalah tidak mungkin seseotang untuk muncul begitu saja menjadi politisi berkaliber nasional ataupuninternasional. Umumnya mereka melalui tahapan dan jenjang peling bawah.4. Stabilitas Politik. Dalam sistem sentralistik, daerah sering merasa menjadi “sapi perahan”. Ia merasa diperlakukan tidak adil. Maka sering timbul gejolak. Padahal, dalamterma politik, stabilitas politik nasional berawal dari stabilutas politik lokal5. Kesetaraan politik (Political equality). Dengan sistem desentralisasi, maka kesetaraan politik diantara berbagai komponen masyarakat akan terwujud. Masyarakat lokal akanmempunyai kesempatan untuk terlibat dalam politik seperti dalam pemilihan kepaladaerahAkuntabilitas Publik. Masyarakat daerah akan mendapat peluang besar untuk mengontrol pemimpinnya dan penyelenggara pemerintahan sehingga dapat dipertanggungjawabkan

Activity (21)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Tary Za added this note
bgyus
Niken Parahita liked this
Abdur Rahim liked this
genthot liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->