Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
29Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PengelolaanKeuanganSatker-PelaksanaanAnggaran

PengelolaanKeuanganSatker-PelaksanaanAnggaran

Ratings: (0)|Views: 18,473|Likes:

More info:

Published by: Ahmad Abdul Haq Surawijaya on Mar 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/30/2013

pdf

text

original

 
BAB III PELAKSANAAN ANGGARAN
 
MODUL PENGELOLAAN KEUANGAN PADA SATUAN KERJA
41
 
BAB IIIPELAKSANAAN ANGGARANA. Prinsip Pelaksanaan Anggaran
Pelaksanaan anggaran merupakan bagian dari siklus anggaran yang terdiri dariperencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pertanggungjawaban. Dengan berlakunyaketentuan peraturan Undang-Undang di bidang keuangan negara, yaitu Undang-UndangNomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang Nomor 1 tahun 2004tentang Perbendaharaan Negara, dan Undang-Undang Nomor 15 tahun 2004 tentangPemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara, maka pelaksanaananggaran di Indonesia mengacu pada ketiga undang-undang tersebut di atas.Berdasarkan pasal 29 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang KeuanganNegara, ketentuan mengenai pengelolaan keuangan negara dalam rangka pelaksanaanAPBN dan APBD ditetapkan dalam undang-undang yang mengatur perbendaharaannegara. Sebagai tindak lanjut hal tersebut maka ditetapkanlah Undang-Undang Nomor 1Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Undang-undang ini dimaksudkan untukmemberikan landasan hukum di bidang administrasi keuangan negara. Sesuai dengankaidah-kaidah yang baik dalam pengelolaan keuangan negara, Undang-undangPerbendaharaan Negara menganut asas-asas sebagai berikut:1.
Asas kesatua 
n, menghendaki agar semua pendapatan dan belanja negara/daerahdisajikan dalam satu dokumen anggaran.2.
Asas universalitas,
mengharuskan agar setiap transaksi keuangan ditampilkan secarautuh dalam dokumen anggaran.3.
Asas tahunan,
membatasi masa berlakunya anggaran untuk suatu tahun tertentu.4.
Asas spesialitas,
mewajibkan agar kredit anggaran yang disediakan terinci secara jelas peruntukannya.Selanjutnya, peraturan yang melingkupi mekanisme dalam pelaksanaan anggarandiatur dengan beberapa peraturan perundang-undangan dan peraturan lain di bawahnyayang antara lain terdiri dari:1. Keputusan Presiden Nomor 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan AnggaranPendapatan dan Belanja Negara sebagaimana telah diubah dengan KeputusanPresiden Nomor 72 tahun 2004.2. Keputusan Presiden Nomor 80 tahun 2003 tentang Pedoman PelaksanaanPengadaan Barang/Jasa Pemerintah, sebagaimana telah diubah terakhir denganPeraturan Presiden Nomor 85 tahun 2006.
 
BAB III PELAKSANAAN ANGGARAN
 
MODUL PENGELOLAAN KEUANGAN PADA SATUAN KERJA
42
 
3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.06/2005 tentang PedomanPembayaran dalam Pelaksanaan APBN.4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 91/PMK.05/2007 tentang Bagan Akun Standar.5. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-66/PB/2005 MekanismePelaksanaan Pembayaran atas Beban APBN.6. Peraturan Menteri Keuangan Nomor.192/PMK.05/2009 Tentang Perencanaan Kas7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 119/PMK.02/2009 Tentang Petunjuk Penyusunandan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga danPenyusunan, Penelaahan, Pengesahan dan Pelaksanaan Daftar Isian PelaksanaanAnggaran Tahun Anggaran 20108. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-03/PB/2010 TentangPerkiraan Penarikan Dana Harian Satuan Kerja dan Perkiraan Pencairan Dana HarianKantor Pelayanan Perbendaharaan NegaraTahapan pelaksanaan anggaran oleh satker dimulai ketika UU AnggaranPendapatan dan Belanja Negara (APBN) disahkan oleh DPR. Setelah APBN ditetapkandengan undang-undang, rincian pelaksanaaannya dituangkan lebih lanjut denganPeraturan Presiden tentang rincian APBN. Berdasarkan Peraturan Presiden tentangrincian APBN, Menteri Keuangan memberitahukan kepada menteri/pimpinan lembagaagar menyampaikan dokumen pelaksanaan anggaran untuk masing-masing kementeriannegara/lembaga. Menteri/pimpinan lembaga menyusun dokumen pelaksanaan anggaranuntuk kementerian negara/lembaga yang dipimpinnya, berdasarkan alokasi anggaranyang ditetapkan dalam Peraturan Presiden tentang rincian APBN. Wujud dari dokumenpelaksanaan anggaran masing-masing kementerian negara/lembaga tersebut adalahdisusunnya DIPA (Daftar Isian Pelaksanaaan Anggaran) bagi masing-masing satkerlingkup kementerian negara/lembaga bersangkutan. DIPA memuat pelaksanaan kegiatansatker dalam satu tahun anggaran yang berimplikasi pada adanya penerimaan maupunpengeluaran anggaran pada satker tersebut. Jadi secara garis besar pelaksanaananggaran pada satker terdiri dari kegiatan penerimaan dan pengeluaran anggaran.
B. Pejabat Perbendaharaan Negara pada Satuan Kerja
Undang-Undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negaramenjelaskan bahwa Pejabat Perbendaharaan Negara terdiri dari:1. Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran2. Bendahara Umum Negara/Daerah3. Bendahara Penerimaan/Pengeluaran
 
BAB III PELAKSANAAN ANGGARAN
 
MODUL PENGELOLAAN KEUANGAN PADA SATUAN KERJA
43
 
Pengguna Anggaran dan Bendahara Penerimaan/Pengeluaran terdapat padasetiap kementerian negara/lembaga. Menteri Keuangan adalah Bendahara UmumNegara, sedangkan Kepala Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah adalah BendaharaUmum Daerah.
1. Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran
Pasal 4 Undang-Undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negaramenyebutkan bahwa Menteri/Pimpinan Lembaga adalah Pengguna Anggaran/PenggunaBarang bagi kementerian negara/lembaga yang dipimpinnya. Selaku PenggunaAnggaran/Pengguna Barang. Dalam rangka penetapan pejabat yang terkait pelaksanaananggaran pada satuan kerja (satker) di lingkungan kementerian negara/lembaganya,menteri/pimpinan lembaga berwenang antara lain untuk:a. Menunjuk Kuasa Pengguna Anggaran/Barangb. Menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pemungutan penerimaan negarac. Menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengelolaan utang dan piutangd. Menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengujian dan perintah pembayarane. Menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengelolaan barang milik negaraPada setiap awal tahun anggaran, Menteri/Pimpinan Lembaga selaku PenggunaAnggaran (PA) menunjuk Pejabat Kuasa PA untuk satker/ SKS di lingkungan instansi PAbersangkutan dengan surat keputusan. Menteri/Pimpinan Lembaga dapatmendelegasikan kewenangan kepada Kuasa PA untuk menunjuk:a. Pejabat yang diberi kewenangan untuk melakukan tindakan yang mengakibatkanpengeluaran anggaran belanja/penanggung jawab kegiatan/ pembuat komitmen;b. Pejabat yang diberi kewenangan untuk menguji tagihan kepada negara danmenandatangani SPM;c. Bendahara Pengeluaran untuk melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangkapelaksanaan anggaran belanja.Untuk pelaksanaan anggaran dekonsentrasi, Menteri/Pimpinan Lembaga selakuPA mendelegasikan kewenangan menunjuk pejabat Kuasa PA, PPK, PP-SPM danBendahara Pengeluaran kepada Gubernur. Sedangkan untuk pelaksanaan anggarandalam rangka tugas perbantuan, Menteri/Ketua Lembaga mendelegasikan kewenanganuntuk menunjuk pejabat KPA, PPK, PP-SPM dan Bendahara Pengeluaran kepadaGubernur/Walikota/Bupati Kepala Desa.Dalam menunjuk para pejabat tersebut harus diperhatikan larangan perangkapan jabatan, sebagai berikut:

Activity (29)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Riky Yudha liked this
vikanaaliya liked this
BSASciti liked this
abuirham liked this
Umar Soleh liked this
Dian Kurnia R liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->