Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Buku Usaha Jasa Konstruksi

Buku Usaha Jasa Konstruksi

Ratings: (0)|Views: 2,078|Likes:

More info:

Published by: Achmad Yazid Al Basthomy on Mar 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/14/2013

pdf

text

original

 
Bab ILatar Belakang
Dalam Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor: II/MPR/1993tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara telah diputuskan suatu kebijakan sebagaidasar pembangunan kita yang dikenal dengan "Trilogi Pembangunan" yakni :1. Pemerintah pembangunan dan hasil-hasilnya menuju terciptanyakemakmuran yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.2.Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.3.Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis.Pembangunan ekonomi yang ditempatkan data salah satu unsur kebijakantrilogi pembangunan menunjukkan pentingnya pembangunan ekonomi dalam pembangunan nasional yang bersifat multidimensi yang diarahkan ke pembangunan di seluruh tanah air dengan tetap menjaga stabilitas nasionalPembangunan ekonomi dilaksanakan oleh berbagai pelaku kegiatanekonomi, dimana salah satu kegiatan untuk menunjang pertumbuhan ekonomitersebut adalah suatu kegiatan yang diwujudkan dalam bentuk prasarana dansarana fisik seperti pembuatan jalan jembatan, bendung bendungan, irigasi, bandar udara, dermaga; bangunan gedung, pabrik, perpipaan, jaringandistribusi,
 power station,
dan sebagainya.Prasarana dar sarana fisik ini sangat diperlukan sebagai penunjang laju pertumbuhan berbagai sektor di luar sektor pembangunan prasarana dan saranafisik seperti sektor pertanian, industri, perdagangan dan sebagainya. Hal inimenunjukkan bahwa kegiatan pembangunan prasarana dan sarana fisik tersebut menunjang sektor lain dan sifatnya lintas sektoral.Pembangunan prasarana dan sarana fisik tersebut adalah suatu produksi(menghasilkan produk; dari industri jasa konstruksi yang sebagai pelakunyaadalah jasa konsultans konstruksi (konsultan konstruksi) dan jasa pelaksanakonstruksi (kontraktor konstruksi).
 
Jasa konstruksi adalah jasa yang berhubungan dengan pelaksanaan pembangunan prasarana dan/atau sarana fisik yang dalam pelaksanaan, penggunaan dan pemanfaatannya menyangkut kepentingan dan keselamatanmasyarakat pemakai prasarana dan sarana tersebut serta ketertiban pembangunan dan lingkungan,Batasan tersebut tidak terlepas dari konteks pengertian
constructionindustry
sebagai terminology yang lazim dipergunakan dalam percaturaninternasional. Namun istilah construction industri tidak diterjemahkan secaralangsung dengan istilah industri konstruksi untuk menghindari kerancuan pengertian dengan industri, manufaktur/pabrikasi, tetapi diterjemahkan dandipopulerkan dengan istilah jasa konstruksi.Kondisi dan situasi sekarang jauh berbeda dengan beberapa tahun yanglalu, dunia saat ini memasuki era globalisasi pasar bebas yang tidak luput pulaakan menimpa dunia usaha jasa konstruksi kita, dalam waktu yang tida begitu lama lagi diperkirakan banyak kontraktor asing akan berdatangan keIndonesia, hal ini karena melihat pangsa pasar konstruksi di Indonesia sangatmenarik, sebaliknya mulai saat ini juga terbuka luas bagi jasa konstruksi Indonesiauntuk mencari "pangsa pasar";
market 
di luar negeri, namun rasa-rasanyakemampuan jasa konstruksi nasional kita masih jauh untuk dapat bersaing dengan perusahaan jasa konstruksi yang berdomisili di daerah-daerah, maka jurang pemisahini sangat lebar dan belum siap menghadapi kondisi dan situasi ini.Di daerah-daerah, industri jasa konstruksi nasional masih bertumpu pada pekerjaan yang sumber dananya dari Anggaran Pembangunan Belanja Negara(APBN) dan Anggaran Pembangunan Belanja Daerah (APBD) serta anggaran dariBUMN saja, sementara jumlah perusahaan konstruksi tidak sebanding dengan pangsa pasar, di sisi lain kemampuannya masih sangat rendah, keberadaan tenaga teknik  belum mendapat "tempat" yang wajar di sebuah perusahaan jasa konstruksi, padahaltenaga teknik ini merupakan "motor" suatu usaha di bidang jasa konstruksi disamping keberadaan, peran strategis dan konstruksi industri jasa konstruksi terhadap
 
 pembangunan nasionai belum memperoleh "apresiasi" yang wajar dari berbagai pihak yang terkait.Oleh sebab itu datangnya era globalisasi harus diwaspadai oleh dunia usaha jasa konstruksi, apabila perusahaan jasa konstruksi Indonesia tidak mau mawas diridengan cara meningkatkan kemampuannya maka tidak akan lama lagi perusahaan jasa konstruksi nasionai kita hanya bisa bekerja sebagai subkontraktor dari perusahaan asing walaupun itu di negeri kita sendiri, hal ini yang harus disadari olehsemua pihak, khususnya para regulator jasa konstruksi guna secara terus menerusmendorong industri jasa konstruksi untuk tumbuh dan berkembang serta mandiri danmampu bersaing.Kalau kita amati perkembangan sektor konstruksi dalam ekonomi nasional,maka kita melihat adanya peningkatan porsi sumbangan tersebut dalam Produk Domestik Bruto (PDB). Dari data tahun 1987-1991 memperlihatkan bahwa secararata-rata, sumbangan sektor konstruksi pada periode yang sama adalah sekitar 10% per tahun (Tabel 1 dan. 2). Hal ini menunjukkan indikator bahwa sektor konstruksimempunyai peranan dalam pertumbuhan ekonomi bangsaTabel 1 Sumbangan Sektor Konstruksi Dalam PDB 1987 – 1991
Tahun% terhadap total PDB
198719881989199019915,15,35,55,86,0

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Dydy Pwo liked this
Rahmat Disman liked this
Adli AL Gifari liked this
Jean Bessie liked this
Ambar Kurdi liked this
Batik Depok liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->