Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Edit Referat Depresi

Edit Referat Depresi

Ratings: (0)|Views: 387|Likes:
Published by Mely Okthora

More info:

Published by: Mely Okthora on Mar 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/06/2014

pdf

text

original

 
BAB IIISI
 2.1 Definisi Depresi
Depresi merupakan satu masa terganggunya fungsi manusia yang berkaitan denganalam perasaan yang sedih dan gejala penyertanya, termasuk perubahan pada pola tidur dannafsu makan, psikomotor, konsentrasi, anhedonia, kelelahan, rasa putus asa dan tidak berdaya, serta bunuh diri.
3
Maslim berpendapat bahwa depresi adalah suatu kondisi yangdapat disebabkan oleh defisiensi relatif salah satu atau beberapa aminergik neurotransmiter(noradrenalin, serotonin, dopamin) pada sinaps neuron di SSP (terutama pada sistem limbik).Menurut Kaplan, depresi merupakan salah satu gangguan
mood 
yang ditandai oleh hilangnyaperasaan kendali dan pengalaman subjektif adanya penderitaan berat.
 Mood 
adalah keadaanemosional internal yang meresap dari seseorang, dan bukan afek, yaitu ekspresi dari isiemosional saat itu.
3
 
2.2 Epidemiologi Depresi
Gangguan depresif adalah salah satu jenis gangguan jiwa yang paling sering terjadi.Prevalensi gangguan depresif pada populasi dunia adalah 3-8 % dengan 50% kasus terjadipada usia produktif yaitu 20-50 tahun.
World Health Organization
menyatakan bahwagangguan depresif berada pada urutan keempat penyakit di dunia. Di Indonesia berdasarkanStudi Proporsi Gangguan Jiwa oleh Direktorat Kesehatan Jiwa, Departemen Kesehatan, di 16kota selama kurun waktu 1996-2000 menjumpai gangguan disfungsi mental(kecemasan,depresi, dsb) sebanyak 16,2 %. Perempuan mempunyai kecenderungan dua kalilebih besar mengalami gangguan depresif daripada laki-laki. Gangguan depresif mengenaisekitar 20% wanita dan 12% laki-laki pada suatu waktu dalam kehidupan. Alasan dalampenelitian di negara barat dikatakan karena masalah hormonal, dampak melahirkan, stressordan pola perilaku yang dipelajari. Ada kecenderungan hubungan famili dengan kejadiandepresi 8-18% pasien depresi memiliki sedikitnya satu keluarga dekat (ayah, ibu, kakak atauadik) yang memiliki sejarah depresi. Pada tahun 2020 diperkirakan jumlah penderitagangguan depresif semakin meningkat dan akan menempati urutan kedua penyakit di dunia.Banyak orang mengalami gangguan depresif terkait dengan penggunaan napza danalkohol karena napza terdiri dari substansi kimia yang mempengaruhi fungsi otak, terusmenggunakan napza akan membuat zat kimiawi otak mengalami ketidakseimbangan,
 
sehingga mengganggu proses pikir, perasaan dan perilaku. Pasien depresi juga beresikoterhadap terjadinya alcoholism, penyalahgunaan obat, kejadian bunuh diri, gangguankecemasan, dll.
2.3 Etiologi dan Patofisologi Depresi
Kaplan menyatakan bahwa faktor penyebab depresi dapat secara buatan dibagimenjadi faktor biologi, faktor genetik, dan faktor psikososial.
a. Faktor biologi
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat kelainan pada
amin biogenik 
,seperti: 5 HIAA (5-Hidroksi indol asetic acid), HVA (Homovanilic acid), MPGH (5methoxy-0-hydroksi phenil glikol), di dalam darah, urin dan cairan serebrospinal pada pasiengangguan mood. Neurotransmiter yang terkait dengan patologi depresi adalah serotonin danepineprin. Penurunan serotonin dapat mencetuskan depresi, dan pada pasien bunuh diri,beberapa pasien memiliki serotonin yang rendah. Pada terapi despiran mendukung teoribahwa norepineprin berperan dalam patofisiologi depresi.
3
Selain itu aktivitas dopamin padadepresi adalah menurun. Hal tersebut tampak pada pengobatan yang menurunkan konsentrasidopamin seperti Respirin, dan penyakit dimana konsentrasi dopamin menurun sepertiparkinson, adalah disertai gejala depresi. Obat yang meningkatkan konsentrasi dopamin,seperti tyrosin, amphetamine, dan bupropion, menurunkan gejala depresi.
3
 
 Disregulasi neuroendokrin
. Hipotalamus merupakan pusat pengaturan aksisneuroendokrin, menerima input neuron yang mengandung neurotransmiter amin biogenik.Pada pasien depresi ditemukan adanya disregulasi neuroendokrin. Disregulasi ini terjadiakibat kelainan fungsi neuron yang mengandung amin biogenik. Sebaliknya, stres kronik yang mengaktivasi aksis Hypothalamic-Pituitary-Adrenal (HPA) dapat menimbulkanperubahan pada amin biogenik sentral. Aksis neuroendokrin yang paling sering tergangguyaitu adrenal, tiroid, dan aksis hormon pertumbuhan. Aksis HPA merupakan aksis yangpaling banyak diteliti. Hipersekresi CRH merupakan gangguan aksis HPA yang sangatfundamental pada pasien depresi. Hipersekresi yang terjadi diduga akibat adanya defek padasistem umpan balik kortisol di sistem limpik atau adanya kelainan pada sistemmonoaminogenik dan neuromodulator yang mengatur CRH.
3
Sekresi CRH dipengaruhi olehemosi. Emosi seperti perasaan takut dan marah berhubungan dengan Paraventriculer nucleus(PVN), yang merupakan organ utama pada sistem endokrin dan fungsinya diatur oleh sistemlimbik. Emosi mempengaruhi CRH di PVN, yang menyebabkan peningkatan sekresi CRH.
 
Pada orang lanjut usia terjadi penurunan produksi hormon estrogen. Estrogen berfungsimelindungi sistem dopaminergik negrostriatal terhadap neurotoksin seperti MPTP, 6 OHDAdan methamphetamin. Estrogen bersama dengan antioksidan juga merusak monoamineoxidase.
Kehilangan saraf atau penurunan neurotransmiter 
. Sistem saraf pusat mengalamikehilangan secara selektif pada sel
 – 
sel saraf selama proses menua. Walaupun adakehilangan sel saraf yang konstan pada seluruh otak selama rentang hidup, degenerasineuronal korteks dan kehilangan yang lebih besar pada sel-sel di dalam lokus seroleus,substansia nigra, serebelum dan bulbus olfaktorius. Bukti menunjukkan bahwa adaketergantungan dengan umur tentang penurunan aktivitas dari noradrenergik, serotonergik,dan dopaminergik di dalam otak. Khususnya untuk fungsi aktivitas menurun menjadisetengah pada umur 80-an tahun dibandingkan dengan umur 60-an tahun.
b. Faktor Genetik
Penelitian genetik dan keluarga menunjukkan bahwa angka resiko di antara anggotakeluarga tingkat pertama dari individu yang menderita depresi berat (unipolar) diperkirakan 2sampai 3 kali dibandingkan dengan populasi umum. Angka keselarasan sekitar 11% padakembar dizigot dan 40% pada kembar monozigot. Oleh Lesler (2001), Pengaruh genetik terhadap depresi tidak disebutkan secara khusus, hanya disebutkan bahwa terdapat penurunandalam ketahanan dan kemampuan dalam menanggapi stres. Proses menua bersifat individual,sehingga dipikirkan kepekaan seseorang terhadap penyakit adalah genetik.
c. Faktor Psikososial
Menurut Freud dalam teori psikodinamikanya, penyebab depresi adalah kehilanganobjek yang dicintai.
3
Ada sejumlah faktor psikososial yang diprediksi sebagai penyebabgangguan mental pada lanjut usia yang pada umumnya berhubungan dengan kehilangan.Faktor psikososial tersebut adalah hilangnya peranan sosial, hilangnya otonomi, kematianteman atau sanak saudara, penurunan kesehatan, peningkatan isolasi diri, keterbatasanfinansial, dan penurunan fungsi kognitif 
3
Sedangkan menurut Kane, faktor psikososialmeliputi penurunan percaya diri, kemampuan untuk mengadakan hubungan intim, penurunan jaringan sosial, kesepian, perpisahan, kemiskinan dan penyakit fisik. Faktor psikososial yangmempengaruhi depresi meliputi peristiwa kehidupan dan stressor lingkungan, kepribadian,psikodinamika, kegagalan yang berulang, teori kognitif dan dukungan sosial.
3
 

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
eweed liked this
Dahniar Anindya liked this
Albanaridwan liked this
Rissa Andhini liked this
Yusri Dina liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->