Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pedagogi olahraga

Pedagogi olahraga

Ratings: (0)|Views: 1,041 |Likes:
Published by Ricky Wibowo
pedagogi olahraga , physical education
pedagogi olahraga , physical education

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Ricky Wibowo on Mar 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/20/2013

pdf

text

original

 
Teaching Physical Education for Learning (Judith E. Rink), danBeberapa Referensi LainA.Pengertian Pedagogi Olahraga dan EksistensinyaSecara definisi ilmu yang mempelajari tentang proses belajar mengajar olahraga secara umum (di sekolah maupun di luar sekolah) seperti tersebut di atas disebutbidang ilmu Pedagogi Olahraga, Pedagogi Olahraga dapat diartikan sebagai cabangdisiplin ilmu pengetahuan olahraga (sport science) yang membahas tentang pengetahuan-pengetahuan dan keterampilan-keterampilan dasar mengajar yang sangat diperlukan bagi para pengajar dalam melakukan pembelajaran olahraga sehingga pesertadidik dapat belajar dan meraih tujuan pembelajarannya.Keberadaan Pedagogi olahraga kini sudah cukup diakui dan diterima oleh komunitasinternasional olahraga yang dibuktikan dengan diselenggarakannya program konferensi internasional oleh Aliance American for Health, Physical Education, Recreation, and Dance (AAHPERD) dengan fokus kajian utamanya adalah disiplin ilmu kurikulum dan pembelajaran. Keterkaitan antara kurikulum dan pembelajaran dalam konteks pedagogi tersebut dapat diilustrasikan seperti tertera pada gambar berik Pedagogi olahraga harus dipandang dalam konteks yang luas, meliputi : gerak (movement), badan (body), permainan (play), penampilan (performance), kesehatan (health), dan waktu senggang (leisure time) untuk kesejahteraan hidup manusia Haag(1994:3) dalam Suherman (2009:1), sedangkan menurut Síedentop (1990) dalam Suherman (2009:3) mengemukakan sebagai berikut: "sport pedagogy is the international label for the field known in the United States as teacher education or curriculumand instruction. Sport pedagogy is the study of the processes of teaching and coaching, of the outcomes of such endeavors, and of the content of fitness, physical education, and sport programs." "pedagogi olahraga merupakan label internasional untuk bidang yang dikenal di Amerika Serikat sebagai pendidikan guru atau kurikulum dan pengajaran pedagogi olahraga adalah studi tentang proses pengajarandan pelatihan, dari hasil dari usaha-usaha tersebut, dan isi kebugaran, pendidikan jasmani, dan program olahraga.B.Pendidikan JasmaniPendidikan Jasmani didefinisikan dalam beberapa pandangan, pertama, sering disebut pandangan tradisional, menganggap bahwa manusia itu terdiri dari dua komponen utama yaitu jasmani dan rohani (dikhotomi).Pandangan terhadap pendidikan jasmani seperti itu dapat kita amatipada Undang-Undang no empat tahun 1950 Bab VI pasal sembilan sebagai berikut,Defınisi yang relatif sama, juga dikemukakan oleh Pangrazi dan Dauer (1992) sebagai berikut, "Physical education is a part of the general educational program that contributes, primarily through movement experiences, to the total growth and development of all children. Physical education is defined as education of and through movement, and must be conducted in a manner that merits this meaning". Apabila definisi pendídikan jasmani ini dielaborasi dan dikaitkan dengan kurikulum pendidikan jasmani yang berlaku di Indonesia dewasa íní (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan/ KTSP), penulis mengilustrasikannya seperti dalam gambar berikut ini.
 
 Gambar 1.2Ilustrasi Penjabaran Difinisi Penjas Dalam PBMDefnisi pendidikan jasmani di pandang secara holistik ini mendapat dukungan dari para ahli pendidikan jasmani lainnya. Misalnya, Siedentop (1990) mengemukakan, "Modern physical education with its emphasis upon education through the physical is based upon the biologic unity of mind and body. This view sees life as a totality". Wall dan Murray (1994) mengemukakan hal serupa dań objek yang lebih spesifik, "Children are complex beings whose thoughts, feelings, and actions are constantly in a state of flux. Because of the dynamic nature of children as they grow and mature, change in one element often affects the others. Thus, it is a 'whole' child whom we must educate, not merely the physical or bodily aspect of thechild..Menurut Lutan (2001:62) konsep pendidikan jasmani berfokus pada sosialisasi ataupembudayaan via aktivitas jasmani, permainan, dan atau olahraga. Proses sosialisasi berarti pengalihan nilai-nilai budaya dari begerasi tua ke generasi yang lebih muda. Maksud dari pernyataan tersebut adalah seluruh adegan pergaulan antara pendidik/guru dan peserta didik/siswa bersosialisasi yang bersifat mendidik.C.Tujuan Pendidikan JasmaniWalaupun tujuan pendidikan jasmani seringkali dídefınsikan dalam redaksi yang berbeda-beda dan setiap ahlí pendidikan (Heteríngton, 1910; William, 1930; Adam, 1959; Weston, 1962), namun semua tujuan tersebut pada dasarnya dapat diklasifıkasikan ke dalam empat katagori tujuan seperti yang dikemukakan oleh Bucher (1964), yaitu:1.Perkembangan fisik. Tujuan ini berhubungan dengan kemampuan melakukan aktivitas-aktivitas yang melibatkan kekuatan-kekuatan fisik dari berbagai organ tubuh seseorang (physical fitness).2.Perkembangan gerak. Tujuan ini berhubungan dengan kemampuan melakukan gerak secara efektif, efısien, halus, índah, sempurna (skillful).3.Perkembangan mental. Tujuan in berhubungan dengan kemampuan berpíkir dan menginterpretasikan keseluruhan pengetahuan tentang pendidikan jasmani ke dalam língkungannya.4.Perkembangan sosial. Tujuan ini berhubungan dengan kemampuan siswadalaur menyesuaikan din pada suatu kelompok atau masyarakat.Namun demikian, untuk melihat lebih jauh tentang aktivitas-aktivitas dalam suatuprogram pendidikan jasmani, ada baíknya kalau kita menyimak pendapat Síedentop (1990) sebagai berikut: "the activities themselves are not as important as is what they are used to accomplish. This is why this model has always been referred to as education through the physical".D.Pendekatan Program Pendidikan JasmaniSehubungan dengan penentuan pendekatan , khususnya di Amerika, dan di beberapa negara lain telah banyak bermunculan pendekatan program untuk meraih tujuan-tujuan pendidikan jasmani. Beberapa jenis program berikut deskripsi sederhana dań masing-masing program yang banyak digunakan tersebut (Suherman, 2009) antara lain adalah sebagai beńkut:1.Movement Education. Pendekatan ini pada dasarnya merupakan pendekatan yang lebih menekankan pada penguasaan keterampilan.2.Fitness Approach. Fitness approach íní pada dasarnya merupakan pendekatan yang lebih menekankan pada peningkatan penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan kualitas kesegaran jasmani anak didiknya.3.Academic-Discipline Approach. Pendekatan ín pada dasarnya merupakan pendekatan yang lebih menekankan pada penguasaan pendidíkan jasmani secara mendalam: bagaimana memelíhara gaya hidup yang sehat, mengisi waktu senggang, menjadi pelayan a
 
tau pengguna program fitness dan pendidikan jasmani di masyarakat. Pendekatan ín lebih banyak digunakan pada lembaga-lembaga pendidikan keolahragaan, misal: FPOK.4.Social-Development Model. Pendekatan mi pada dasamya merupakan pendekatan yang lebih menekankan pada perkembangan individu dan sosial anak didik. Salahsatu contoh model dan pendekatan mi dikembangkan oleh Donald Hellison (1973, 1978, 1982) dengan istilah "teaching responsibility through physical activity" dengan menerapkan konsep "levels of affective development".5.Sport Education Model. Pendekatan ini pada dasamya merupakan pendekatanyang lebih menekankan pada pemeliharaan dan peningkatan nilai-nilai murni olahraga kompetitif seperti yang sering dilakukan di luar lingkungan sekolah.6.Adventure-Education Approach. Pendekatan in pada dasarnya merupakan pendekatan yang lebih menekankan pada aktivias-aktivítas petualang yang penuh resiko dalam lingkungan yang lebih bersifat alami (mísal, naik gunung, cross country, camping).7.Eclectic Approach. Pendekatan ini pada dasanya merupakan pendekatan yangmerupakan perpaduan atau kombinasi dan semua pendekatan tersebut di atas.E.Pertimbangan Pelaksanaan Program Pendidikan JasmaniBeberapa aspek yang harus dipertimbangkan dalam pembuatan program pendidikan jasmani seperti dikemukakan oleh Graham, dkk. (1993) sebagai berikut.1. Premis Program Pendidikan Jasmani. Tiga premis program pendidikan jasmani :a.Program pendidikan jasmani dan program olahraga mempunyai tujuan yang berbedaTujuan utama pembuatan program tersebut adalah menyediakan dan memberikan berbagai pengalaman gerak untuk membentuk fondasi gerak yang kokoh yang pada akhirnyadiharapkan dapat berdampak terhadap pemilihan gaya hidup yang aktif dan sehat.b Anak-anak bukanlah 'miniature' orang dewasaAnak-anak membutuhkan program yang secara khusus dibuat sesuai dengan minat dankebutuhannya.c Anak-anak yang kita ajar sekarang tidak akan menjadi dewasasekarangPenguasaan berbagai keterampilan gerak dasar oleh para siswa akan mendorong perkembangan dan perbaikan berbagai keterampilan fisik yang lebih kompeks, yang padaakhirnya akan membantu siswa memperoleh kepuasan dan kesenangan dalam melakukanaktivitas fisiknya2. Karakteństik Program Pendidikan JasmaniBeberapa karakteristik program pendidikan jasmani dikemukakan oleh Graham, dkk.(1993), sebagai berikut:Tabel 1.1Karakteństik Program Pendidikan JasmaniKOMPONENSESUAIKURANG SESUAIKurikulumKurikulum mempunyai ruang lingkup dan susunan materi yang didasarkan pada tujuan (jangka panjang dan jangka pendek) yang layak untuk semua anakdidik. Kurikulum tersebut meliputi keseimbangan antara penglaman skill, konep, games, educational gymnastikc, irama dan tari yang ditunjukan untuk memperluas pengembangan aspek pengetahuan , gerak, sikap, dfan kebugaran semua siswanya.Kurikulum miskin akan pengembangan tujuan serta didasarkan terutama pada minat,perhatian, kesenangan, dan latar belakang gurunya bukanya berdasar pada anak didiknya, misal, terdiri dari sejumlah permainan olahraga untuk orang dewasa.membantumemberíkanpengalaman dan perasaan puas dan

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
ikiiw liked this
Bintang Bulan liked this
Arif Putra liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->