Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
1-untuk dosen

1-untuk dosen

Ratings: (0)|Views: 147 |Likes:
Published by Kasim Muhammad

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Kasim Muhammad on Mar 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/15/2013

pdf

text

original

 
 
HASIL PENELITIANABSTRAK
Telah dilakukan penelitian efek ekstrak tidak larut n-heksan daunparang romang (
Boehmeria virgata 
(forst) Guill) terhadap aktivitasImunoglobulin G (IgG) pada mencit jantan (
Mus musculus 
) denganmenggunakan metode hemaglutinasi. Penelitian ini bertujuan mengetahuiefek ekstrak tidak larut n-heksan daun parang romang terhadap aktivitasImunoglobulin G (IgG) mencit jantan. Sebanyak 15 ekor mencit yangdibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, masing-masing kelompok terdiridari 3 ekor. Kelompok I adalah kelompok kontrol negatif yang diberi airsuling, kelompok II, III, IV, dan V adalah kelompok perlakuan yang diberiekstrak tidak larut n-heksan daun parang romang dengan konsentrasiberturut-turut 0,25%, 0,5%, 0,75%, dan 1%. Pemberian dilakukan secaraperoral dengan volume pemberian 1 ml /30 gram BB mencit. Setiap hewandiimunisasi dengan sel darah merah domba (SDMD) 2 % v/v secaraintraperitoneal sebanyak 1 ml/30g BB mencit. Pengamatan aktivitasimmunoglobulin G (IgG) dilakukan pada hari kesepuluh denganmenggunakan metode hemaglutinasi titer antibodi. Hasil penelitianmemperlihatkan bahwa ekstrak tidak larut n-heksan dapat meningkatkanaktivitas imunoglobulin G (IgG) lebih tinggi dari kelompok kontrol, dan inidibuktikan dengan analisis statistik dengan Rancangan Acak Lengkap(RAL) dan hasil yang diperoleh menunjukkan sangat signifikan (p>0,01)yang dilanjutkan dengan Uji Beda Jarak Nyata Duncan. Hasil terbaikpeningkatan Imunoglobulin G (IgG) adalah ekstrak tidak larut n-heksankonsentrasi 0,75%b/v.
ABSTRACT
A research about the effect of insoluble n-hexane parang romangleaves extract (
Boehmeria virgata 
(forst) Guill.) for the immunoglobulin G(IgG) activity of of male mice (
Mus musculus)
by hemaglutination methodhad been done. The research was aimed to determine the effect ofinsoluble n-hexane parang romang leaves extract for the immunoglobulinG (IgG) activity of male mice. The 15 mice was divided into 5 treatmentgroups, each group consist of 3 mice. The first group as negative controlthat was only aquadest, groups II, III, IV, and V as treatment group wasgiven insoluble n-hexane parang romang leaves extract with
JUDUL PENELITIANNAMASTAMBUKPEMBIMBING UTAMAPEMBIMBING PERTAMA
 
:::::UJI EFEK EKSTRAK TIDAK LARUT N-HEKSAN DAUNPARANG ROMANG (
Boehmeria virgata ( 
Forst
 ) 
Guill)TERHADAP AKTIVITAS IMUNOGLOBULIN G MENCITJANTAN (
Mus musculus 
)MUHAMMAD KASIMN111 06 059Prof.Dr. rer.nat. Hj. Marianti A. Manggau., Apt.Subehan, S. Si., M. Pharm. Sc., Ph.D., Apt.
 
 
concentration respectively 0,25% w/v, 0,5% w/v, 0,75% w/v, and 1% w/v .Administrations were orally in a dose of 1 ml/ 30 gram of body weight.Each animal was immunized with Sheep Red Blood Cells (RBC) 2%intraperitonially in a dose 1 ml/ 30 g body weight. Evaluation of IgM activitywas conducted at the day 10
th
after immunization, using hemagglutinatingantibody titter (HAT) method. The result of the research showing thatinsoluble n-hexane parang romang leaves extract can increaseimmunoglobulin G activities more than negative control, and it was provedwith statistic analisys Completely Randomized Design (CRD) and theresult is very significant, (p>0,01), and continued by Duncan MultipleRange Test (DMRT). The most optimum result ummunoglobulin G (IgG) isinsoluble n-hexane parang romang leaves extract with concentration0,75% w/v.
BAB IPENDAHULUAN
Imunitas adalah resistensi terhadap penyakit terutama penyakitinfeksi. Gabungan sel, molekul dan jaringan yang berperan dalamresistensi terhadap infeksi disebut sistem imun dan reaksi yangdikoordinasi sel-sel dan molekul-molekul terhadap mikroba dan bahanlainnya disebut respon imun. Sistem imun diperlukan tubuh untukmempertahankan keutuhannya terhadap bahaya yang dapat ditimbulkanberbagai bahan dalam lingkungan hidup. Sel-sel sistem imun tersebar diseluruh tubuh dan ditemukan di dalam sumsum tulang, timus darah,kelenjar getah bening, limpa, saluran napas, saluran cerna, saluran kemihdan jaringan (1).Antibodi adalah bahan larut digolongkan dalam protein yangdisebut globulin dan sekarang dikenal dengan imunoglobulin. Tergantungdari jenis antigennya, dapat disintesa dan dilepaskan 5 tipe antibodi atauimunoglobulin, yakni tipe A, D, E, G, dan M yang singkatnya dinamakanIgA, IgD, IgE, IgG, dan IgM. IgM adalah antibodi pertama yang dibentukdalam respon imun. IgM dibentuk paling dahulu pada respon imun primerdibanding dengan IgG, karena itu kadar IgM yang tinggi merupakanpetunjuk adanya infeksi dini. Bilamana antigen asing dikenalkan ke dalamhospes untuk pertama kalinya, sintesis antibodi IgM mendahului IgG.Namun kadar antibodi IgM mencapai puncaknya dalam beberapa hari,dan kemudian menurun lebih cepat dari kadar antibodi IgG (1,2,3).Saat ini kita mengenal berbagai bahan yang dinyatakan dapatmeningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit yang disebut sebagaiimunostimulator. Bahan-bahan herbal yang digunakan sebagai imuno-stimulan antara lain
Morinda citrifolia 
,
Centella asiatica 
, jamur Maitake,Echinacea dan
Phyllanthus sp 
. Bahan-bahan tersebut dipercaya memilikiberbagai khasiat yang menguntungkan bagi kesehatan (4).Tanaman Parang Romang (
Boehmeria virgata 
(Forst) Guill)termasuk dalam suku Urticaceae. Daunnya sering digunakan sebagai obatkanker oleh masyarakat daerah Tana Toraja, Sulawesi Selatan. MenurutJoharman (2010), fraksi etil asetat dan fraksi n-heksan daun Parrang
 
 
Romang mampu meningkatkan ekspresi TNF-
α (
5). Manggau, dkk (2007)meneliti bahwa ekstrak metanol daun Parrang Romang konsentrasi 0,5%dapat menaikkan jumlah limfosit secara signifikan (6). Limfosit yangmerupakan 20% dari semua leukosit dalam sirkulasi darah orang dewasaterdiri dari sel-T dan sel-B, merupakan kunci pengontrol sistem imun (1).Permasalahan yang kemudian timbul adalah apakah benar ekstraktidak larut n-Heksan daun Parang Romang (
Boehmeria virgata 
(Forst)Guill) mampu meningkatkan aktivitas IgG. Untuk itu, akan dilakukanpenelitian uji efek ekstrak tidak larut n-Heksan daun Parang Romang(
Boehmeria virgata 
(Forst) Guill) terhadap aktivitas IgG pada mencit jantan (
Mus musculus 
) yang bertujuan untuk mengetahui pengaruhekstrak tidak larut n-Heksan daun Parang Romang (
Boehmeria virgata 
(Forst) Guill) dengan menggunakan metode uji hemaglutinasi yanghasilnya diperoleh dengan melihat pengenceran tertinggi dari serum yangmasih menunjukkan aglutinasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapatmemberi informasi tentang kemampuan ekstrak tidak larut n-HeksanParang Romang (
Boehmeria virgata 
(Forst) Guill) dalam meningkatkansistem imun, khususnya imunoglobulin G (IgG).
BAB IIPELAKSANAAN PENELITIANII.1 Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan adalah mikropipet 25
µ 
L, mikropipet 50
µ 
L, inkubator, sumur mikrotiter tipe U (
Well plate 96 lubang 
), sentrifuge(
Hettich 
), timbangan analitik
(Dragon 303)
, timbangan gram
O’hauss
 )
,timbangan hewan
(Denver)
, kompor listrik, rotavapor
(Buchi)
, dan shakerrotator
(Health).
 Bahan yang digunakan adalah daun tanaman
B. virgata 
; metanol;n-heksan; mencit jantan (
Mus musculus 
), air suling
(aqua destillata)
,Alkohol 70%, kapas, larutan
Phosphate Buffered Saline 
(PBS), dan SelDarah Merah Domba (SDMD).
II.2 Penyiapan Sampel
Sampel daun Parang Romang diambil Di Desa Parang, Malino,Kabupaten Gowa, Propinsi Sulawesi Selatan. Daun Parang Romangdicuci bersih dan dikering anginkan di udara terbuka. Setelah kering, dauntersebut diserbukkan. Selanjutnya, diekstraksi secara maserasi denganmetanol selama 3 x 24 jam, proses maserasi diulangi sebanyak 5 kali.Filtrat dikumpulkan lalu diuapkan dengan rotavapor hingga diperolehekstrak metanol kental. Ekstrak metanol yang diperoleh dipartisi secaracair padat dengan menggunakan pelarut n-heksan hingga didapatkanekstrak larut n-heksan dan ekstrak tidak larut n-heksan.
II.3 Pembuatan Bahan Penelitian
 
II.3.1 Pembuatan
Phosphat Buffered Saline 
(PBS) (7).
Phosphat Buffered Saline 
(PBS) dibuat dengan caramencampurkan larutan I yaitu larutan Na
2
HPO
4
.H
2
O 1,3 g/l dan NaCl 8,3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->