RAMLIN AINARO
dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun.Jika pengawasan terhadap setiap penumpang dan bagasi dilakukan secara teliti dan ketat dengan alat deteksi mengakibatkankemungkinan akan tejadi pembajakan dan sabotase terhadap pesawat udara akan dapatdihindarkan,dengan demikian setiap bandar udara baik yang bertaraf internasional maupun penerbangan domestik perlu memasang alat-alat deteksi untuk memudahkan pengawasan.Berkembangnya suatu kejahatan yang mempergunakan penerbangan sipil sebagaisarana untuk melakukan kejahatan,memerlukan suatu konvensi internasional gunamengatasi kejahatan,dengan adanya konvensi internasional maka akan mempersempitgerak pelaku kejahatan terhadap penerbangan sipil.Diantara konvensi internasional yangmengatur masalah penerbangan sipil pada umumnya terdapat tiga konvensi khusus yangmengatur tentang kejahatan terhadap penerbangan sipil yaitu konvensi Tokyo 1963 yangmengatur tentang tindak pidana dan tindakan lain tertentu yang di lakukan didalam pesawatudara (Tokyo Convention on Offences and Certain Other Acts Committed BoardAircraft),Konvensi Den Haag 1970 tentang penguasaan pesawat udara secara tidak sah(The Hague Convention for Suppression of Unlawful Seizure of Aircraft) dan KonvensiMontreal 1971 tentang pemberantasan tindakan-tindakan melawan hukum terhadap penerbangan sipil (Convention for the Suppression of Unlawful Acts Against the Safety of Civil Aviation).Arti pentingnya peraturan-peraturan internasional ini pada dasarnyadigunakan oleh suatu Negara guna menangani masalah kejahatan terhadap penerbangankhususnya kejahatan yang ditujuan terhadap pesawat udara sipil di bandar udar. Hal inidiperlukan karena khusus dalam penerbangan internasional pada umumnya akanmenyangkut kepentingan lebih dari satu Negara apabila terjadi suatu kasus kejahatanmisalnya kepentingan Negara tempat pesawat itu mendarat, kepentingan dari Negara yangmemiliki pesawat udara atau Negara dimana pesawat udara sipil tersebut didaftarkan.Berhubungan dengan kejahatan yang ditujukan terhadap pesawat udara sipil bandar udara. tetun saja tidak hanya dapat merusak atau menghancurkan pesawat udara sipil itusendiri. Namun dapat juga engancam keselamatan para penumpang. Awak pesawat udaradan tidak lupur pulamengancam keselamatan orang-orang yang berada disekitar Bandar udara serta merusa fasilitas-fasilitas yang diperlukan untuk suatu penerbangan di Bandar udara.Kejahan tersebut misalnya,dapat dilakukan dengan meletakkan bahan peledak atau bom waktu disekitar Bandar udara atau di dalam pesawat udara itu sendiri dengan harapanakan meledak dengan sendirinya yang pada akhirnya akan merusak atau menghancurkan pesawat udara sipil di Bandar udara ataupun setelah pesawat udara lepas landas (take off).Berdasarkan pengaturan menyangkut penerbangan sipil baik konvensi internasionalmaupun perundang-undangan nasional maka dapat dideskripsikan bahwa ada beberapakategori gangguan keamanan Bandar udara berupa tindakan melawan hukum (Acts of Unlawful Interference) berupa tindakan-tindakan sebagai berikut:
1.
Tindakan kekerasan terhadap seseorang di atas pesawat udara dalam penerbangan yang memungkinkan membahayakan keselamatan pesawat udara tersebut
2.
Menghancurkan atau merusak pesawat udara yang akan dioperasikansehingga menyebabkan pesawat udara tersebut tidak dapat terbangatau membahayakan keselamatan selama penerbangan