Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Airrport Engine Ring Di Timor Leste

Airrport Engine Ring Di Timor Leste

Ratings: (0)|Views: 265|Likes:
Published by Ramlin Martins Luis
Uploaded from Google Docs
Uploaded from Google Docs

More info:

Published by: Ramlin Martins Luis on Mar 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/28/2012

pdf

text

original

 
 RAMLIN AINARO
METODE PENELITIAN
AIRPORT ENGINEERINGATURAN PENGAMANAN (DOMESTIK DANINTERNASIONAL)LALU LINTAS UDARA
OlehLuis Martins09.01.01.147Semester IIITeknik Sipil 
DILI INSTITUTE OF TECHNOLOGY(DIT)2011
BAB IPENDAHULUAN1.1. Latar Belakang
Perkembangan transportasi penerbangan dewasa ini mengalami kondisi yang cukupmemprihatinkan dengan ditandai lahirnya beberapa deregulasi kebijakan yang mengarahuntuk terciptanya transportasi udara yang aman dan kondusif.Hal ini pada dasarnya
 
 RAMLIN AINARO
ditujukan untuk menjaga kondisi perekonomian di Timor-Leste yang telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan dari sistim tertutup kepada system terbuka.Disamping lahirnya kebijakan penciptaan transportasi udara yang aman dankondusif,pemerintah juga telah mengeluarkan beberapa kebijakan di bidang ekonomidalam rangka globalisasi perekonomian,dengan tujuan untuk menarik para investor localmaupun investor asing agar menanamkan modalnya.Hadirnya investor akanmemungkinkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah untuk  berkembang.Timor-Leste juga kaya akan potensi sumber daya alam sangat memerlukanmodal melalui investasi asing sebagai sarana pendukung,menumbuhkembangkan pembangunan ekonomi di dalam menghadapi era globalisasi dan persaingan dari Negara-negara lain.Berkenaan dengan perlindungan hukum terhadap penanaman modal asing diTimor-Leste,pemerintah dalam rangka meningkatkan penanaman modal asing telah danselalu melakukan upaya untuk meningkatkan iklim yang kondusif untuk mendukung proses penanaman modal asing yang muaranya akan lebih menberikan jaminan kapasitas terhadap perlindungan hukum penanaman modal asing.Faktor hukum inilah yang menjadi factor yang memberikan kontribusi.Iklim yang kondusif bagi kegiatan-kegiatan penanaman modal tersebut sepertistabilitas politik,keamanan dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang cukuptinggi,pembagian pendapatan yang merata serta peningkatan daya beli penduduk.Peningkatan iklim yang kondusif tersebut hendaknya juga diikuti olehtersedianya peraturan perundang-undangan yang memadai dalam arti mengarah pada peningkatan perlindungan hukum penanaman modal.Kondisi diatas menunjukkan bahwa Timor-Leste harus konsisten dengan perangkathukum di bidang penanaman modal asing dan sarana pendukung kegiatan penanamanmodal asing misalnya sarana prasarana transportasi udara yang tidak dapat di pisahkan darikemajuan pemanfaatan teknologi,baik perangkat hukum yang sifatnya tetap maupun perangkat hukum yang sifatnya temporer.Sifat hukum ini merupakan unsur persfektif daricontrol social kegiatan investasi yang berkaitan erat dengan tujuan utama hukum yaitumenjamin stabilitas dan kepastian.Perangkat hukum yang tetap disebut sebagai politik hukum yang tetap,yaitu berkaitan dengan sikap hukum yang akan selalu dijadikan dasar kebijaksanaan pada setiap pembentukan dan penegakkan hukum.Sedangkan perangkat hukum yang temporer adalahkebijaksanaan yang ditetapkan dari waktu ke waktu sesuai dengan kebutuhan.Termasuk kedalam kategori ini seperti:penentuan prioritas pembentukan peraturan perundang-undangan,penghapusan sisa-sisa perundangan colonial,pembaharuan peraturan perundangan di bidang ekonomi,penyusunan peraturan perundangan yang memanjang pembangunan nasional dan sebagainya.Politik hukum sebagai kebijaksanaan diharuskan juga memperhatikan aspek-aspek sosial yang perpengaruh terhadap pembentukan dan penegakkan hukum sehingga dapatmemprediksi keberlakukan suatu kaedah hukum pada pelaksanaan dan perlindunganinvestor di timor-Leste.Termasuk pengamanan Bandar udara internasional terhadaptindakan-tindakan yang menimbulkan gangguan ketertiban lalu lintas penerbangan berupa perbuatan-perbuatan pidana yang diancam pasal 479 huruf q KUH pidana yangmenyatakan bahwa:”barang siapa di dalam pesawat udara melakukan perbuatan-perbuatanyang dapat membahayakan keamanan dalam pesawat udara dalam penerbangan,dipidana
 
 RAMLIN AINARO
dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun.Jika pengawasan terhadap setiap penumpang dan bagasi dilakukan secara teliti dan ketat dengan alat deteksi mengakibatkankemungkinan akan tejadi pembajakan dan sabotase terhadap pesawat udara akan dapatdihindarkan,dengan demikian setiap bandar udara baik yang bertaraf internasional maupun penerbangan domestik perlu memasang alat-alat deteksi untuk memudahkan pengawasan.Berkembangnya suatu kejahatan yang mempergunakan penerbangan sipil sebagaisarana untuk melakukan kejahatan,memerlukan suatu konvensi internasional gunamengatasi kejahatan,dengan adanya konvensi internasional maka akan mempersempitgerak pelaku kejahatan terhadap penerbangan sipil.Diantara konvensi internasional yangmengatur masalah penerbangan sipil pada umumnya terdapat tiga konvensi khusus yangmengatur tentang kejahatan terhadap penerbangan sipil yaitu konvensi Tokyo 1963 yangmengatur tentang tindak pidana dan tindakan lain tertentu yang di lakukan didalam pesawatudara (Tokyo Convention on Offences and Certain Other Acts Committed BoardAircraft),Konvensi Den Haag 1970 tentang penguasaan pesawat udara secara tidak sah(The Hague Convention for Suppression of Unlawful Seizure of Aircraft) dan KonvensiMontreal 1971 tentang pemberantasan tindakan-tindakan melawan hukum terhadap penerbangan sipil (Convention for the Suppression of Unlawful Acts Against the Safety of Civil Aviation).Arti pentingnya peraturan-peraturan internasional ini pada dasarnyadigunakan oleh suatu Negara guna menangani masalah kejahatan terhadap penerbangankhususnya kejahatan yang ditujuan terhadap pesawat udara sipil di bandar udar. Hal inidiperlukan karena khusus dalam penerbangan internasional pada umumnya akanmenyangkut kepentingan lebih dari satu Negara apabila terjadi suatu kasus kejahatanmisalnya kepentingan Negara tempat pesawat itu mendarat, kepentingan dari Negara yangmemiliki pesawat udara atau Negara dimana pesawat udara sipil tersebut didaftarkan.Berhubungan dengan kejahatan yang ditujukan terhadap pesawat udara sipil bandar udara. tetun saja tidak hanya dapat merusak atau menghancurkan pesawat udara sipil itusendiri. Namun dapat juga engancam keselamatan para penumpang. Awak pesawat udaradan tidak lupur pulamengancam keselamatan orang-orang yang berada disekitar Bandar udara serta merusa fasilitas-fasilitas yang diperlukan untuk suatu penerbangan di Bandar udara.Kejahan tersebut misalnya,dapat dilakukan dengan meletakkan bahan peledak atau bom waktu disekitar Bandar udara atau di dalam pesawat udara itu sendiri dengan harapanakan meledak dengan sendirinya yang pada akhirnya akan merusak atau menghancurkan pesawat udara sipil di Bandar udara ataupun setelah pesawat udara lepas landas (take off).Berdasarkan pengaturan menyangkut penerbangan sipil baik konvensi internasionalmaupun perundang-undangan nasional maka dapat dideskripsikan bahwa ada beberapakategori gangguan keamanan Bandar udara berupa tindakan melawan hukum (Acts of Unlawful Interference) berupa tindakan-tindakan sebagai berikut:
1.
Tindakan kekerasan terhadap seseorang di atas pesawat udara dalam penerbangan yang memungkinkan membahayakan keselamatan pesawat udara tersebut
2.
Menghancurkan atau merusak pesawat udara yang akan dioperasikansehingga menyebabkan pesawat udara tersebut tidak dapat terbangatau membahayakan keselamatan selama penerbangan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->