Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
an Budaya Hukum Di TIMOR LESTE

an Budaya Hukum Di TIMOR LESTE

Ratings: (0)|Views: 1,517 |Likes:
Published by Ramlin Martins Luis
Ainaro,soro
Ainaro,soro

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Ramlin Martins Luis on Mar 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/21/2013

pdf

text

original

 
Ainaro ramlin
BUDAYA HUKUM DI TIMORLESTE.
Ainaro,SORO
 Budaya hukum, Pembangunan hukum nasional, Perilaku masyarakat di negara Timor-Leste.Semua masyarakat mengenal cara-cara kontrol sosial yang kita berikan kualifikasiyuridis. Namun cara-cara itu tidak diberi arti yang sama oleh masyarakat-masyarakat itu.Masyarakat tertentu segera menuntut dari hukum agar menjamin nilai-nilai yang oleh merekadianggap pokok (Rouland, 1992).Setiap masyarakat tidak melihat dunia secara sama, seringkali nilai-nilai yangdiutamakan itu berbeda-beda satu sama lain. Demikian pula halnya dengan isi hukum tiap-tiapmasyarakat. Dalam antropologi tidak dapat membatasi diri pada penelitian isiperaturanperaturan hukum dan bentuk-bentuk sanksinya, tapi yang perlu diketahui dengan jelasadalah proses pembentukan hukumnya.Setiap masyarakat sebenarnya memberikan atau menolak kualifikasi hukum kepada aturan-aturan dan kelakuan-kelakuan yang sudah termasuk sistemsistemcontrol social lain (misalnya moral atau agama) dan dengan demikian memberikanfungsi penting kepada hukum dalam tatanan social. (Rouland, 1992)Manusia dalam kehidupan bermasyarakat telah dibekali untuk berlaku danmenjunjung tinggi nilai-nilai budaya tertentu. Nilai-nilai budaya, yang oleh orang dalammasyarakat tertentu harus dijunjung tinggi, belum tentu dianggap penting oleh wargamasyarakat lain. Nilai-nilai budaya tercakup secara lebih konkrit dalam norma-norma sosial,yang diajarkan kepada setiap warga masyarakat supaya dapat menjadi pedoman berlaku padawaktu melakukan berbagai peranan dalam berbagai situasi sosial.Norma-norma sosial sebagian tergantung dalam kaitan dengan norma lain, dan menjelmamenjadi pranata atau lembaga sosial yang semuanya lebih mempermudah manusia mewujudkanperilaku yang sesuai dengan tuntutan masyarakatnya atau yang sesuai dengan gambaran idealmengenai cara hidup yang dianut dalam kelompoknya. Gambaran ideal atau disain hidup ataucetak biru ini yang merupakan kebudayaan dari masyarakat tersebut, yang hendak dilestarikanmelalui cara hidup warga masyarakat dan salah satu cara untuk mendorong para anggotamasyarakat agar melestarikan kebudayaan itu adalah hukum (Ihromi,1984).Antropologi hukum menerima kehadiran hukum sebagai suatu yang sangat vital,seperti mempertahankan kelangsungan hidup masyarakat, mengatur produksi dan distribusikekayaan dan cara-cara untuk melindungi masyarakat dari gangguan, baik dari dalam maupundari luar. Dengan demikian, hukum diterima dari sudut pandang yang sangat luas, khususnyamengenai tempat dan peranannya dalam masyarakat. Bagi ilmu hukum pada umumnya,pendekatan antropologi ini telah menambahkan perspektif baru yang lebih luas yaitu apabilastudi tentang hukum itu hendak mencapai tingkat ketepatan yang tinggi, maka dituntut suatupenglihatan yang menyeluruh terhadap masyarakat.Studi hukum tidak dapat membatasi diri hanya kepada pengamatan terhadap bentuk-bentuk danlembaga-lembaga yang ada pada suatu waktu tertentu. Sistem hukum tidak muncul secaraterisolasi dari segi-segi lain kehidupan masyarakat, melainkan harus sistem-sistem hukum itumerupakan bagian dari pola kultur suatu bangsa dan hukum terintegrasikan di dalamnya. Hukummerupakan bentuk dan manifestasi sosio kultural (Rahardjo, 1986).Paradigma sistem hukum yang diperkenalkan oleh Lawrence M.Friedman terdiri atastiga komponen, yaitu komponen struktural, komponen substansi dan komponen budaya hukum(Dirdjosisworo, 2002)
 
Ainaro ramlin
Ketiga komponen tersebut diuraikan sebagai berikut:(1) Komponen struktural, merupakan bagian dari sistem hukum yang bergerak dalam suatumekanisme, termasuk dalam komponen ini antara lain lembaga pembuat undang-undang,pengadilan dan lembaga yang diberi wewenang untuk menerapkan hukum serta lembaga yangdiberi wewenang untuk melakukan penindakan terhadap pihak yang melanggar ketentuanhukum.(2) Komponen substansi yaitu hasil nyata yang diterbitkan oleh sistem hukum. Hasil ini dapatberwujud hukum in-concreto atau kaidah hukum khusus dan kaidah hukum in-abstracto ataukaidah hukum umum.(3) Budaya hukum diartikan keseluruhan sistem nilai serta sikap yang mempengaruhi hukum.Pembagian sistem hukum ke dalam tiga komponen ini untukmenganalisis bekerjanya suatusistem hukum atau sistem hukum yang sedang beroperasi dalam studi tentang hukum danmasyarakat.Berbicara mengenai sistem hukum, berarti hukum merupakan satu mata rantai yang memilikiperannya masing-masing, dalam artian bahwa dalam sistem terdapat sub sistem yang salingmendukung dan tidak bercerai berai antara satu sub sistem dengan sub sistem lainnya.Dengandemikian dalam sistem hukumpun tetap terdapat hubungan dengan sistem di luar lingkunganhukum (Mertokusumo, 1999).Pembahasan hubungan timbal balik antara hukum dan masyarakat sangat penting dan perludilakukan untuk memperoleh kejelasan mengenai pemikiran tentang hal ini di Indonesia dewasaini. Hal ini sangat mendesak karena pandangan atau konsepsi hukum merupakan salah satusarana pembaharuan dan pembangunan masyarakat (Salman, 1987).Pembangunan dalam arti seluas-luasnya meliputi segala segi dari kehidupan masyarakat.Masyarakat yang sedang membangun harus mengetahui interaksi antara hukum dengan faktor-faktor lain dalam perkembangan masyarakat, terutama ekonomi dan sosial. Cara pemakaianhukum demikian mengharuskan diadakannya analisis fungsional dan sistem hukum sebagaikeseluruhan serta dari kaidah-kaidah dan lembaga-lembaga sosial tertentu (Kusumaatmadja,1975).
PENGERTIAN DAN TIPE BUDAYA HUKUM
 Jika suatu masyarakat diperhatikan, maka akan nampak walaupun sifat-sifat individu berbeda-beda, namun para warga keseluruhannya akan memberikan reaksi yang sama terhadap gejala-gejala tertentu. Dengan adanya reaksi yang sama itu maka mereka memiliki sikap yang umumsama. Hal-hal yang merupakan milik bersama tersebut dalam antropologi budaya dinamakankebudayaan (Ihromi, 1980).Ditarik dari pengertian yang demikian, maka budaya hukum merupakan salah satubagian dari kebudayaan manusia yang demikian luas. Budaya hukum adalah tanggapan umumyang sama dari masyarakat tertentu terhadap gejala-gejala hukum. Tanggapan itu merupakankesatuan pandangan terhadap nilai-nilai dan perilaku hukum. Jadi suatu budaya hukummenunjukkan tentang pola perilaku individu sebagai anggota masyarakat yang menggambarkantanggapan (orientasi) yang sama terhadap kehidupan hukum yang dihayati masyarakatbersangkutan (Hadikusuma, 1986).
 
Ainaro ramlin
Diketahuinya budaya hukum masyarakat setempat merupakan bahan informasi yang penting,artinya untuk lebih mengenal susunan masyarakat setempat, sistem hukum, konsepsi hukum,norma-norma hukum dan perilaku manusia. Budaya hukum bukan merupakan budaya pribadimelainkan budaya menyeluruh dari masyarakat tertentu sebagai satu kesatuan sikap danperilaku.Oleh karenanya dalam membicarakan budaya hukum tidak terlepas dari keadaan masyarakat,sistem dan susunan masyarakat yang mengandung budaya hukum tersebut. Budaya hukummerupakan tanggapan yang bersifat penerimaan-penerimaan atau penolakan terhadap suatuperistiwa hukum. Ia menunjukkan sikap perilaku manusia terhadap masalah hukum danperistiwa hukum yang terbawa ke dalam masyarakat (Hadikusuma, 1986).Tipe budaya hukum dapat dikelompokkan dalam tiga wujud perilaku manusia dalamkehidupan masyarakat yaitu:(1) Budaya parokial (parochial culture),(2) Budaya subjek (subject culture),(3) Budaya partisipant (participant culture)Pada masyarakat parokial (picik), cara berpikir para anggota masyarakatnya masih terbatas,tanggapannya terhadap hukum hanya terbatas dalam lingkungannya sendiri. Masyarakatdemikian masih bertahan pada tradisi hukumnya sendiri, kaidah-kaidah hukum yang telahdigariskan leluhur merupakan azimat yang pantang diubah. Jika ada yang berperilakumenyimpang, akan mendapat kutukan. Masyarakat tipe ini memiliki ketergantungan yang tinggipada pemimpin.Apabila pemimpin bersifat egosentris, maka ia lebih mementingkan dirinya sendiri. Sebaliknya jika sifat pemimpinnya altruis maka warga masyarakatnya mendapatkan perhatian, karena iamenempatkan dirinya sebagai primus intervares, yang utama di antara yang sama. Padaumumnya, masyarakat yang sederhana, sifat budaya hukumnya etnosentris, lebihmengutamakan dan membanggakan budaya hukum sendiri dan menganggap hukum sendirilebih baik dari hukum orang lain (Kantaprawira, 1983).Dalam masyarakat budaya subjek (takluk), cara berpikir anggota masyarakat sudahada perhatian, sudah timbul kesadaran hukum yang umum terhadap keluaran dari penguasayang lebih tinggi. Masukan dari masyarakat masih sangat kecil atau belum ada sama sekali. Inidisebabkan pengetahuan, pengalaman dan pergaulan anggota masyarakat masih terbatas danada rasa takut pada ancaman-ancaman tersembunyi dari penguasa.Orientasi pandangan mereka terhaap aspek hukum yang baru sudah ada, sudah ada sikapmenerima atau menolak, walaupun cara pengungkapannya bersifat pasif, tidak terang-teranganatau masih tersembunyi. Tipe masyarakat yang bersifat menaklukkan diri ini, menganggapdirinya tidak berdaya mempengaruhi, apalagi berusaha mengubah sistem hukum, norma hukumyang dihadapinya, walaupun apa yang dirasakan bertentangan dengan kepentingan pribadi danmasyarakatnya (Kartaprawira, 1983).Pada masyarakat budaya partisipan (berperan serta), cara berpikir dan berperilakuanggota masyarakatnya berbeda-beda. Ada yang masih berbudaya takluk, namun sudah banyakyang merasa berhak dan berkewajiban berperan serta karena ia merasa sebagai bagian darikehidupan hukum yang umum.

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Boy Merana liked this
fenimangngi7560 liked this
Bina Martins liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->