Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ).
Allah menggunakan kata aslama yang berarti menyerah. Inilah hakikat agama kita hadirin,pasrah-menyerah . Dengan pasrah jiwa manusia menjadi terasa lapang, dan hilanglahbeban kesulitan karena telah diserahkan kepada dzat yang maha menguasai segalakesulitan kita. Hilang beban-beban keduniaan yang hakekatnya lebih banyak memberibeban dibanding kenikmatan. Tidak perlu ada stress, depresi dan aneka penyakit jasmanidan rohani yang sebenarnya dibuat sendiri oleh manusia. Maka ied, hadirin yang mulia,berfungsi menyadarkan keislaman kita. Akankah kita masih memenuhi hati kita dengankecintaan terhadap keduniaan dan kemaksiatan dan menolak perintah Allah baik secaratersembunyi maupun terang-terangan? Mari kita tengok apa yang terjadi disekitar kita,tentu akan kita dapati ironi yang terkadang bersifat kronis. Begitu banyak diantaradiantara saudara kita yang menyatakan berislam dan mengerjakan hampir semua rukunislam, namun dengan berbagai macam dalih merusak rajutan keimanannya sendiridengan berma’siyat kepada Allah. Mereka menumbuhsuburkan ajaran nenek moyangyang berakar pada kejahiliyahan seperti mengerjakan sedekah laut, sedekah bumi,mengerjakan khurafat atau klenik, memasang rajah, mengunjungi manusia dungu yangdisebut orang pintar dsb. Allah mewanti-wanti kita dalam surat albaqarah 165:
ود
ﻦﻣ
ﺬﺨﺘﻳ
ﻦﻣ
سﺎﻨﻟا
ﻦﻣوذإ
اﻮﻤﻠﻇ
ﻦﻳﺬﻟا
ىﺮﻳ
ﻮﻟو
ﷲ
ﺎﺒﺣ
ﺪﺷأ
اﻮﻨﻣاء
ﻦﻳﺬﻟاو
ﷲا
ﺐﺤآ
ﻢﻬﻧﻮﺒﺤﻳ
اداﺪﻧأ
ﷲا
نباﺬﻌﻟا
ﺪﻳﺪﺷ
ﷲا
نأو
ﺎﻌﻴﻤﺟ
ﷲ
ةﻮﻘﻟا
نأ
باﺬﻌﻟا
نوﺮﻳ
Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat syirik itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).
ﺪﻤﺤﹾﺍ
ِﷲﻭَﷲ
ﺮﺒﹾﻛﹶ
ُﷲﹶ
ﺮﺒﹾﻛﹶ
ﺮﺒﹾﻛﹶ
ُﷲﹶ
Hadirin, ma’asyiral muslimin hadaniyallah waiyyakum ajma’in,Bangunan tauhid yang dirintis Rasulullah bertujuan membentuk masyarakat baru.Masyarakat dengan tauhid sebagai fondasi, ukhuwah islamiyah sebagai ikatan, keadilansebagai sistem kehidupan, dan
rahmatan lil ‘alamin
sebagai cita-cita peradaban.Sehingga penyembahan kepada berhala dan kuburan diganti dengan ibadah hanyakepada Allah. Tradisi negatif dan tidak masuk akal namun diterima secara umum,digeser oleh ajaran syariat. Kehormatan yang ditentukan oleh jabatan dan kekayaan,diganti dengan ketakwaan. Dan perlombaan memperebutkan harta dan kedudukan,diganti dengan amal shalih. Sungguh ajaib, hanya dalam jangka waktu satu abad kaummuslimin telah membebaskan setengah dari separuh wilayah bumi yang dihuni manusiadari kebodohan dan kebinasaan. Kesejahteraan, kemakmuran, keadilan dan kemajuan disegala bidang dirasakan oleh seluruh umat manusia. Pada masa Umar bin Abdul ‘Aziz,para petugas zakat mengelilingi benua Afrika untuk mencari orang miskin yang akandiberikan zakat, tapi mereka tidak menemukannya. Allah menjanjikan kepada kaumberiman dalam surat alaäraf 96
ﻮﹶﻭﻥﹶﻞﻫﹶﺮﹸﻘﹾﺍﻮﻨﻣﺍَﺀﻮﹶﻘﺗﺍﻭﻨﺤﺘﹶﻔﹶِﻬﻴﹶﻋﺕﺎﹶﻛﺮﺑﻦﻣﺀﺂﻤﺴﻟﺍﺽﺭَﻷﹾﻭِﻜﹶﻭﻮﺑﱠﺬﹶﻛﻢﻫﺎﻧﹾﺬﺧﹶﹶﻤِﻮﻧﺎﹶﻛﻥﻮﺒِﺴﹾﻜﻳ
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, Pastilah kami akanmelimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi merekamendustakan (ayat-ayat kami), Maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.
Add a Comment