/  4
 
ﻥِﺪﻤﺤﹾﺍﻪﱠِﻩﺪﻤﺤﻧﻪﻨﻴِﻌﺘﺴﻧﻭﻩﺮِﻔﻐﺘﺴﻧﻭﺫﻮﻌﻧﻭﷲﺎِﻦِﻣﺭﻭﺮﺷﻨِﺴﹸﻔﻧﹶﻦِﻣﻭﺕﺎﹶﻴﺳﺎﻨِﺎﻤﻋﹶﻦﻣﻩِﺪﻬﻳﷲﺍﻼﹶﻞِﻀﻣﻪﹶ ﻦﻣﻭﻪﹾِﻀﻳﻼﹶﻱِﺩﺎﻫﻪﹶﺪﻬﺷﹶﻥﹶﻻﻪﹶِﻻِﷲﺍﻩﺪﺣﻭﻻﻚﻳِﺮﺷﻪﹶﺪﻬﺷﹶﻭﻥﹶﺪﻤﺤﻣﻩﺪﺒﻋﻪﹸﻮﺳﺭﻭ
 
ِﻦﻳﺪﻟﺍ
 
ِﻡﻮﻳ
 
ﹶﱃِ
 
ٍﻥﺎﺴﺣِِ
 
ﻢﻬﻴِﻌِﺎﺗﻭ
 
ﲔِﻌِﺎﺘﻟﺍﻭ
 
ِﻪِﺤﺻﻭ
 
ِﻪِﺁ
 
ﻰﹶﻋﻭ
 
ٍﺪﻤﺤﻣ
 
ﺎﻧِﺪﻴﺳ
 
ﻰﹶﻋ
 
ﻢﱢﺳﻭ
 
ﻞﺻ
 
ﻢﻬﱠﻟﺍ
 
ﺪﻌﺑ
 
ﺎﻣﹶ
,
ﺒِﻋ
 
ﺎﻴﹶﻥﻮﻤِﺴﻣ
 
ﻢﺘﻧﹶﻭ
 
ﻻِ
 
ﻦﺗﻮﻤﺗ
 
ﹶﻻﻭ
 
ِﻪِﺎﹶﻘﺗ
 
ﻖﺣ
 
َﷲﺍ
 
ﺍﻮﹸﻘﺗِ
 
ﷲﺍ
 
ﺩﺎ
. 
Jamaah shalat Idul Adha Rahimakumullah,
Hari ini adalah hari raya Qurban yang selayaknya disambut dengan suka cita oleh kaummuslimin. Namun ada pertanyaan
 
mengusik hati kita, mengapa kita mesti berbahagia?Mengapa pula sebagian saudara kita yang datang bergelombang dari segala penjurumata angin menuju Baitul Haram almuqaddas dengan kerendahan hati dan ketaatanmemenyambut panggilan sang Maha Perkasa,
 
meninggalkan semua yang dicintainya juga sangat berbahagia?. Apa makna buat kita merayakan peristiwa ketika Allah memintaRasul Ibrahim menyembelih buah hatinya?
ﺮﺒﹾﻛﹶ
 
ُﷲﹶﺮﺒﹾﻛﹶ
 
ُﷲﹶﺮﺒﹾﻛﹶ
 
ُﷲﹶﺪﻤﺤﹾﺍ
 
ِﷲﻭ
 
Jamaah shalat idul adha yang mulia,Bagi muslimin ada tiga hari raya, yakni idul firi, idul adha dan hari Jumat. Idul fitrimerupakan perayaan bagi muslim yang lolos dalam ujian madrasah Ramadlan, dimanadipersembahkan semua ibadah dengan segala
 
rintangannya untuk meraih Barakah danAmpunanNya. Dan pada hari Jumat dengan penuh kesadaran kita membersihkan dirilalu mengesampingkan selaksa urusan duniawi untuk meraih keutamaan Allah.Sebagaimana kedua ied tersebut, Idul adhapun membawa pesan yang sama. Berkenaandengan ibadah Qurban Allah menyatakan dalam surat AlHajj 37:
ﲔِﻨِﺴﺤﻤﹾﻟﺍ
 
ِﺮﺸﺑﻭ
 
ﻢﹸﻛﺍﺪﻫ
 
ﺎﻣ
 
ﻰﹶﻠﻋ
 
ﻪﱠﻠﻟﺍ
 
ﺍﻭﺮﺒﹶﻜﺘِﻟ
 
ﻢﹸﻜﹶﻟ
 
ﺎﻫﺮﺨﺳ
 
ﻚِﻟﹶﺬﹶﻛ
 
ﻢﹸﻜﻨِﻣ
 
ﻯﻮﹾﻘﺘﻟﺍ
 
ﻪﹸﻟﺎﻨ ﻳ
 
ﻦِﻜﹶﻟﻭ
 
ﺎﻫﺅﺎﻣِﺩ
 
ﺎﹶﻟﻭ
 
ﺎﻬﻣﻮﺤﹸﻟ
 
ﻪﱠﻠﻟﺍ
 
ﹶﻝﺎﻨ ﻳ
 
ﻦﹶﻟ
 
Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah,tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik 
Jelas kiranya bagi kita bahwa berkurban adalah salah satu cara Hamba menujuperbuatan berkategori Taqwa. Hal ini disebabkan qurban merupakan realisasi cinta danrasa dekat hamba dengan Tuhannya yakni dengan menyerahkan yang terbaik yangdimilikinya hanya untuk Allah semata. Jadi bukan pada fisik binatang kurban terletakesensi taqwa namun ketaatan tanpa syarat itulah intinya.Hadirin yang bebahagia, Mari kita tengok ke belakang kisah Ibrahim. Setelah raja Namruj mencoba membakarnya,dan kemudian Allah melindungi dan menyelamatkannya, maka Ibrahim bertahun/tahunmemohon kepada Allah agar diberi keturunan yang taat. Selanjutnya Allahpunmenganugerahinya dengan anak yang tampan dan cerdas. Ujianpun tidak berhenti disini.hingga suatu hari Allah memerintahkan Ibrahim untuk meninggalkan Ismail kecil danIbunya Hajar di tengah gurun pasir nan gersang berdua saja. Namun kali ini Allah masihmemperkenankan Ibrahim menjenguk mereka sesekali. Seiring dengan perjalanan waktumaka Ismailpun telah tumbuh menjadi pemuda gagah yang siap membantu ayahnya.Namun suatu malam bermimpilah Ibrahim. Allah menyatakan dalam surat Asshaffat 102:
 
 
ﻲِﻧﺪِﺠﺘﺳ
 
ﺮﻣﺆﺗ
 
ﺎﻣ
 
ﹾﻞﻌﹾﻓﺍ
 
ِﺖﺑﹶﺃﺎ ﻳ
 
ﹶﻝﺎﹶﻗ
 
ﻯﺮﺗ
 
ﺍﹶﺫﺎﻣ
 
ﺮﹸﻈﻧﺎﹶﻓ
 
ﻚﺤﺑﹾﺫﹶﺃ
 
ﻲﻧﹶﺃ
 
ِﻡﺎﻨﻤﹾﻟﺍ
 
ﻲِﻓ
 
ﻯﺭﹶﺃ
 
ﻲﻧِﺇ
 
ﻲﻨﺑﺎ ﻳ
 
ﹶﻝﺎﹶﻗ
 
ﻲﻌﺴﻟﺍ
 
ﻪﻌﻣ
 
ﹶﻎﹶﻠﺑ
 
ﺎﻤﹶﻠﹶﻓ ﻦﻳِﺮِﺑﺎﺼﻟﺍ
 
ﻦِﻣ
 
ﻪﱠﻠﻟﺍ
 
َﺀﺎﺷ
 
ﹾﻥِﺇ
 
Maka tatkala Ismail sampai pada umur yang sanggup bekerja bersama-sama Ibrahim,maka Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka coba pikirkan apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku,kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan membuktikan bahwa aku termasuk orang-orang yang sabar." 
 
Hadirin, Allah menunjukkan kepada kita tentang hakekat Taqwa dengan kisah agung ini.Minimal tiga kali Ibrahim harus membuktikan bahwa cintanya kepada Allah adalahsegalanya dan tanpa batas. Sulit bagi kita untuk membayangkan betapa beratnyameninggalkan anak dan isteri di tengah gurun pasir tanpa air dan tanaman dan makanan.Namun disini Ibrahim masih diijinkan untuk menengoknya sesekali. Tapi bagaimanadengan menyembelih anak yang sudah lama ditunggu hingga Ibrahim beranjak renta? Inimerupakan ujian cinta tertinggi bagi manusia, bahkan bagi seorang nabi sekalipun.Ujian di atas mengajarkan bahwa setiap muslim akan diuji kecintaanya kepada Allah,dengan menihilkan semua yang ada di hatinya kecuali sang Pencipta. Bila kecintaankepada sang Khaliq lebih besar maka dia akan menjadi orang yang berhasilmembebaskan dirinya dari perbudakan makhluq dan hawa nafsunya dan menjadi orangyang merdeka secara hakiki. Ibrahim membuktikan bahwa dia terbebas dari pengaruhemosi dan intelektualitasnya dengan tidak mempertanyakan perintah yang sepintas tidakwajar. Oleh sebab itulah Ibrahim mendapat predikat Khalilullah (atau teman dekat Allah)karena teman dekat Allah pasti tahu Kekuasaan Allah atas makhluqnya dan menaatinyatanpa keraguan. Allah berfirman:
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.
(Al-Ahzab 33:36)Begitulah Ibrahim dan para Rasul sukses menjadikan diri mereka contoh bagi Ummatnya
 
dalam konsisitensi keimanan mereka.
ﺮﺒﹾﻛﹶ
 
ُﷲَ
 
ﺮﺒﹾﻛﹶ
 
ُﷲﹶﺮﺒﹾﻛﹶ
 
ُﷲﹶﺪﻤﺤﹾﺍ
 
ِﷲﻭ
 
Hadirin Yang berbahagia,Allah menegaskan kepada kita dalam banyak ayat bahwa tak mungkin bagi seseorangmenyatakan keimanannya tanpa ada proses verifikasi berupa ujian. Namun hanya hambayang cerdas saja yang mengerti bahwa esensi ujian adalah kenyamanan dankebahagiaan dan bukan kepedihan atau kesulitan, sebagaimana dinyatakan oleh Allah:
َﺮْ ﺴُ ﻌْ ﻟا
 
ُﻢُ ﻜِ ﺑ
 
ُﺪﻳِﺮُ ﻳ
 
ﻻَو
 
َﺮْ ﺴُ ﻴْ ﻟا
 
ُﻢُ ﻜِ ﺑ
 
ُ ﻪّَ ﻠﻟا
 
ُﺪﻳِﺮُ ﻳ
 
َ
 
Allah menghendaki atas kamu kemudahan, dan tak pernah Allah menyulitkanmu.
JIka pada saat ujian datang keadaan terasa begitu sulit maka Allah kemudian menjaminbahwa ujian selalu bersifat sementara sebagaimana firmannya dalam Al-Insyirah 5-6:
اًﺮْ ﺴُ ﻳ
 
ِﺮْ ﺴُ ﻌْ ﻟا
 
َﻊَ ﻣ
 
نِﺈَ ﻓ
 
ا
 
َﻊَ ﻣ
 
نِإاًﺮْ ﺴُ ﻳ
 
ِﺮْ ﺴُ ﻌْ ﻟ
 
Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. Dan sesudah kesulitan adakemudahan.Ibrahim dan Ismail secara sempurna membuktikan keyakinannya akan janji Allah bahwapasti ada hikmah dan kebaikan dibalik setiap ujian. Allah menjelaskan dalam Ashaffat 102
ِﻦﻴِ ﺒَ ﺠْ ﻠِ ﻟ
 
ُ ﻪّَ ﻠَ ﺗَو
 
ﺎَ ﻤَ ﻠْ ﺳَأ
 
ﺎّَ ﻤَ ﻠَ ﻓ
 
 
 
Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ).
Allah menggunakan kata aslama yang berarti menyerah. Inilah hakikat agama kita hadirin,pasrah-menyerah . Dengan pasrah jiwa manusia menjadi terasa lapang, dan hilanglahbeban kesulitan karena telah diserahkan kepada dzat yang maha menguasai segalakesulitan kita. Hilang beban-beban keduniaan yang hakekatnya lebih banyak memberibeban dibanding kenikmatan. Tidak perlu ada stress, depresi dan aneka penyakit jasmanidan rohani yang sebenarnya dibuat sendiri oleh manusia. Maka ied, hadirin yang mulia,berfungsi menyadarkan keislaman kita. Akankah kita masih memenuhi hati kita dengankecintaan terhadap keduniaan dan kemaksiatan dan menolak perintah Allah baik secaratersembunyi maupun terang-terangan? Mari kita tengok apa yang terjadi disekitar kita,tentu akan kita dapati ironi yang terkadang bersifat kronis. Begitu banyak diantaradiantara saudara kita yang menyatakan berislam dan mengerjakan hampir semua rukunislam, namun dengan berbagai macam dalih merusak rajutan keimanannya sendiridengan berma’siyat kepada Allah. Mereka menumbuhsuburkan ajaran nenek moyangyang berakar pada kejahiliyahan seperti mengerjakan sedekah laut, sedekah bumi,mengerjakan khurafat atau klenik, memasang rajah, mengunjungi manusia dungu yangdisebut orang pintar dsb. Allah mewanti-wanti kita dalam surat albaqarah 165:
ود
 
ﻦﻣ
 
ﺬﺨﺘﻳ
 
ﻦﻣ
 
سﺎﻨﻟا
 
ﻦﻣوذإ
 
اﻮﻤﻠﻇ
 
ﻦﻳﺬﻟا
 
ىﺮﻳ
 
ﻮﻟو
 
 
ﺎﺒﺣ
 
ﺪﺷأ
 
اﻮﻨﻣاء
 
ﻦﻳﺬﻟاو
 
ﷲا
 
ﺐﺤآ
 
ﻢﻬﻧﻮﺒﺤﻳ
 
اداﺪﻧأ
 
ﷲا
 
نباﺬﻌﻟا
 
ﺪﻳﺪﺷ
 
ﷲا
 
نأو
 
ﺎﻌﻴﻤﺟ
 
 
ةﻮﻘﻟا
 
نأ
 
باﺬﻌﻟا
 
نوﺮﻳ
 
Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat syirik itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itkepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).
ﺪﻤﺤﹾﺍ
 
ِﷲﻭَ
 
ﺮﺒﹾﻛﹶ
 
ُﷲﹶ
 
ﺮﺒﹾﻛﹶ
 
ﺮﺒﹾﻛﹶ
 
ُﷲﹶ
 
Hadirin, ma’asyiral muslimin hadaniyallah waiyyakum ajma’in,Bangunan tauhid yang dirintis Rasulullah bertujuan membentuk masyarakat baru.Masyarakat dengan tauhid sebagai fondasi, ukhuwah islamiyah sebagai ikatan, keadilansebagai sistem kehidupan, dan
rahmatan lil ‘alamin 
sebagai cita-cita peradaban.Sehingga penyembahan kepada berhala dan kuburan diganti dengan ibadah hanyakepada Allah. Tradisi negatif dan tidak masuk akal namun diterima secara umum,digeser oleh ajaran syariat. Kehormatan yang ditentukan oleh jabatan dan kekayaan,diganti dengan ketakwaan. Dan perlombaan memperebutkan harta dan kedudukan,diganti dengan amal shalih. Sungguh ajaib, hanya dalam jangka waktu satu abad kaummuslimin telah membebaskan setengah dari separuh wilayah bumi yang dihuni manusiadari kebodohan dan kebinasaan. Kesejahteraan, kemakmuran, keadilan dan kemajuan disegala bidang dirasakan oleh seluruh umat manusia. Pada masa Umar bin Abdul ‘Aziz,para petugas zakat mengelilingi benua Afrika untuk mencari orang miskin yang akandiberikan zakat, tapi mereka tidak menemukannya. Allah menjanjikan kepada kaumberiman dalam surat alaäraf 96
ﻮﹶﻭﻥﹶﻞﻫﹶﺮﹸﻘﹾﺍﻮﻨﻣﺍَﺀﻮﹶﻘﺗﺍﻭﻨﺤﺘﹶﻔﹶِﻬﻴﹶﻋﺕﺎﹶﻛﺮﺑﻦﻣﺀﺂﻤﺴﻟﺍﺽﺭَﻷﹾﻭِﻜﹶﻭﻮﺑﱠﺬﹶﻛﻢﻫﺎﻧﹾﺬﺧﹶﹶﻤِﻮﻧﺎﹶﻛﻥﻮﺒِﺴﹾﻜﻳ
 
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, Pastilah kami akanmelimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi merekamendustakan (ayat-ayat kami), Maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.
 

Share & Embed

More from this user

Add a Comment

Characters: ...