Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
18Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MEDIASI PENAL SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF UPAYA UNTUK MENEGAKKAN HUKUM PIDANA PROGRESIF

MEDIASI PENAL SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF UPAYA UNTUK MENEGAKKAN HUKUM PIDANA PROGRESIF

Ratings: (0)|Views: 885 |Likes:
Published by JoJo Koko-woyo

More info:

Categories:Business/Law
Published by: JoJo Koko-woyo on Mar 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/24/2013

pdf

text

original

 
MEDIASI PENAL SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF UPAYA UNTUK MENEGAKKAN HUKUM PIDANA PROGRESIF
*oleh Johan Komala Siswoyo, FH Undip, 2011Akhir-akhir ini kita mungkin telah mendengar tentang sebuah kasus pencurian sandal jepit dengan tersangka AAL yang masih dalam usia belia di Palu, Sulawesi Tengah. Kasus inimengundang banyak perhatian sekaligus keprihatinan masyarakat dalam penegakan hukum diIndonesia. Banyak langkah yang diambil masyarakat untuk menunjukkan keprihatinantersebut, salah satunya pengumpulan sandal jepit secara massal yang seakan-akan menyindir langkah hukum yang diambil POLRI dalam menegakkan hukum di Indonesia. Memang benar adanya istilah “
 Hukum itu lancip ke bawah, namun tajam ke atas”
berlaku di negara ini. Kitatentu masih ingat tentang kasus Nenek Minah yang mengambil tiga biji kakao (coklat) yang“hanya” senilai Rp. 2100 yang sampai harus diproses melalui sidang di Pengadilan. Lalu bagaimana dengan kasus Anggodo Widjojo, kasus Bank Century, kasus Mafia Pajak yangseakan jalan di tempat dan mulai dilupakan ?Hukum pidana bukanlah sebuah sarana untuk balas dendam kepada pelaku tindak  pidana. Sebenarnya apabila kita menerapkan hukum progresif dalam hukum pidana, makakejadian seperti pada kasus AAL dan kasus Nenek Minah tidak terjadi. Salah satunya adalahmelalui upaya penyelesaian sengketa di luar jalur pengadilan. Upaya penyelesaian sengketaalternatif 
(Alternative Dispute Resolution)
tidak hanya dikenal dalam kaedah-kaedah hukum perdata, tetapi juga mulai dikenal dan berkembang dalam kaedah hukum pidana. Salah satu jenis ADR yang mulai dikembangkan dalam hukum pidana adalah dalam bentuk mediasi ataudikenal dengan istilah ‘mediasi penal’
(penal mediation).
Di samping istilah tersebut, terdapat juga istilah lain yang dikenal dalam beberapa bahasa di dunia seperti
“mediation in criminal cases”
atau
”mediation in penal matters”
yang dalam istilah Belanda disebut
 strafbemiddeling 
, dalam istilah Jerman disebut
”Der Außergerichtliche Tataus-gleich”
(disingkat ATA), dan dalam istilah Perancis disebut
”de mediation pénale”.
ADR padaumumnya digunakan di lingkungan kasus-kasus perdata (UU No. 30/1999 tentang Arbitrasedan Alternatif Penyelesaian Sengketa
)
, tidak untuk kasus-kasus pidana. Berdasarkan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia saat ini (hukum positif) pada prinsipnya
1
 
kasus pidana tidak dapat diselesaikan di luar pengadilan, walaupun dalam hal-hal tertentu,dimungkinkan adanya penyelesaian kasus pidana di luar pengadilan.Mediasi penal untuk pertama kali dikenal dalam peristilahan hukum positif diIndonesia sejak keluarnya Surat Kapolri Surat Kapolri No Pol: B/3022/XII/2009/SDEOPStanggal 14 Desember 2009 tentang Penanganan Kasus Melalui
 Alternatif Dispute Resolution
(ADR) meskipun sifatnya parsial. Pada intinya prinsip-prinsip mediasi penal yang dimaksuddalam Surat Kapolri ini menekankan bahwa penyelesaian kasus pidana dengan menggunakanADR, harus disepakati oleh pihak-pihak yang berperkara namun apabila tidak terdapatkesepakatan baru diselesaikan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku secara profesionaldan proporsional. Inilah paling tidak pengertian mediasi penal yang dikenal saat ini diIndonesia.
Mudzakkir
mengemukakan beberapa kategorisasi sebagai tolok ukur dan ruanglingkup terhadap perkara yang dapat diselesaikan di luar pengadilan melalui mediasi penaladalah sebagai berikut :
1
1.
Pelanggaran hukum pidana tersebut termasuk kategori delik aduan, baik aduan yang bersifat absolut maupun aduan yang bersifat relatif.
2.
Pelanggaran hukum pidana tersebut memiliki pidana denda sebagai ancaman pidana dan pelanggar telah membayar denda tersebut (Pasal 80 KUHP)
3.
Pelanggaran hukum pidana tersebut termasuk kategori “pelanggaran”, bukan“kejahatan”, yang hanya diancam dengan pidana denda.
4.
Pelanggaran hukum pidana tersebut termasuk tindak pidana di bidang hukumadministrasi yang menempatkan sanksi pidana sebagai
ultimum remedium.
5.
Pelanggaran hukum pidana tersebut termasuk kategori ringan/serba ringan dan aparat penegak hukum menggunakan wewenangnya untuk melakukan diskresi.
6.
Pelanggaran hukum pidana biasa yang dihentikan atau tidak diproses ke pengadilan(deponir) oleh Jaksa Agung sesuai dengan wewenang hukum yang dimilikinya.
7.
Pelanggaran hukum pidana tersebut termasuk kategori pelanggaran hukum pidana adatyang diselesaikan melalui lembaga adat.Dalam perkembangan wacana teoritik maupun perkembangan pembaharuan hukum pidana di berbagai negara, ada kecenderungan kuat untuk menggunakan mediasi penalsebagai salah satu alternatif penyelesaian masalah di bidang hukum pidana. Menurut Prof.Detlev Frehsee, meningkatnya penggunaan restitusi dalam proses pidana menunjukkan,
1
Mudzakkir 
,
 Alternative Dispute Resolution (ADR): Penyelesaian Perkara Pidana Dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia,
makalah workshop, Jakarta, 18 Januari 2007
2
 
 bahwa perbedaan antara hukum pidana dan perdata tidak begitu besar dan perbedaan itumenjadi tidak berfungsi
2
. Mediasi pidana yang dikembangkan itu bertolak dari ide dan prinsip kerja (
working principles
) sebagai berikut :
3
a.
Penanganan konflik (
Conflict Handling/ Konfliktbearbeitung 
):Tugas mediator adalah membuat para pihak melupakan kerangka hukum danmendorong mereka terlibat dalam proses komunikasi. Hal ini didasarkan pada ide, bahwa kejahatan telah menimbulkan konflik interpersonal. Konflik itulah yangdituju oleh proses mediasi.
b.
Berorientasi pada proses (
 Process Orientation; Prozessorientierung 
):Mediasi penal lebih berorientasi pada kualitas proses daripada hasil, yaitu :menyadarkan pelaku tindak pidana akan kesalahannya, kebutuhan-kebutuhankonflik terpecahkan, ketenangan korban dari rasa takut, dsb.
c.
Proses informal (
 Informal Proceeding - Informalität 
):Mediasi penal merupakan suatu proses yang informal, tidak bersifat birokratis,menghindari prosedur hukum yang ketat.
d.
Ada partisipasi aktif dan otonom para pihak 
 
(
 Active and Autonomous Participation- Parteiautonomie/Subjektivierung)
Para pihak (pelaku dan korban) tidak dilihat sebagai objek dari prosedur hukum pidana, tetapi lebih sebagai subjek yang mempunyai tanggungjawab pribadi dankemampuan untuk berbuat. Mereka diharapkan berbuat atas kehendaknya sendiri
.
Telah dikemukakan di atas, bahwa berdasarkan hukum positif di Indonesia, ADR hanya dimungkinkan dalam perkara perdata (lihat Pasal 6 UU No. 30/1999 Tentang Arbitrasedan Alternatif Penyelesaian Sengketa. Untuk perkara pidana pada prinsipnya tidak dapatdiselesaikan di luar pengadilan, walaupun dalam hal-hal tertentu, dimungkinkan adanya penyelesaian kasus pidana di luar pengadilan, antara lain :
a.
Dalam hal delik yang dilakukan berupa ”pelanggaran yang hanya diancam dengan pidana denda”. Menurut Pasal 82 KUHP, kewenangan/hak menuntut delik  pelanggaran itu hapus, apabila terdakwa telah membayar denda maksimum untuk 
2
Detlev Frehsee,
“Restitution and Offender-Victim Arrangement in German Criminal Law: Development and Theoretical Implications
”, diakses pada alamat webhttp://wings.buffalo.edu/law/  bclc/bclr.html
3
Stefanie Tränkle,
The Tension between Judicial Control and Autonomy in Victim-Offender Media-tion - a Microsociological Study of a Paradoxical Procedure Based on Examples of the Mediation Process in Germany and  France,
diakses pada alamat web http://www. iuscrim.mpg.de/forsch/krim/traenkle_ e.html.
 
3

Activity (18)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Gunk Gunk' liked this
Sam Fakaubun liked this
Ipoen Casillas liked this
Andi Yudistira liked this
Nining Manis liked this
David Sumarno liked this
Dewi Larasati liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->