Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PTK SD ips 6

PTK SD ips 6

Ratings: (0)|Views: 112 |Likes:
Published by Deny Sulistio

More info:

Published by: Deny Sulistio on Mar 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2012

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANA. LATAR BELAKANG MASALAHBagi peserta didik kelas V, mata pelajaran IPS relatif dianggap baru karena padakelas sebelumnya mereka tidak mendapat pelajaran IPS, melainkan mata pelajaranPendidikan Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial (PKPS) yang merupakangabungan antara PPKn dan IPS. Karena itu, perkembangan minat dan kemampuan peserta didik dalam mata pelajaran IPS sangat menarik untuk diperhatikan.Pada penyajian kompetensi dasar yang pertama (1.1 Peninggalan Sejarah Bercorak Hindu Budha), dilakukan pembelajaran sebagaimana pembelajaran PKPS padatahun sebelumnya. Dari hasil ulangan harian maupun pengamatan terhadap minatsiswa diperoleh data yang kurang menggembirakan. Rata-rata nilai ulangan harianadalah 63, lebih rendah dari nilai rata-rata mata pelajaran PKn, Bahasa Indonesia,dan IPA. Sedangkan siswa yang tuntas belajar hanya 13 peserta didik dari 35 peserta didik (37 %). Ketuntasan tersebut didasari asumsi bahwa standar ketuntasanadalah nilai 70. Dari segi minat, selama pembelajaran banyak disaksikan pesertadidik yang kurang perhatian. Indikatornya antara lain : merebahkan kepala di bangku, bicara dengan teman sebangku, atau melakukan aktifitas yang tidak  berhubungan dengan pembelajaran yang sedang diikuti.Hal yang lebih merisaukan adalah tidak terpacunya prestasi belajar dari pesertadidik cepat belajar (fast learners). Dari ulangan tersebut, fast leaners hanya mampumendapatkan nilai 80, padahal dalam mata pelajaran yang lain mereka bisamendapatkan nilai lebih dari itu. Saat dikonfirmasi, fast learners menyatakankurang berminat belajar IPS karena harus menghafal konsep-konsep yang luas,membosankan, dan tidak menarik katanya. Perlu ditambahkan, bahwa penentuanfast learners di kelas V didasarkan pada nilai kenaikan kelas sebelumnya dan hasilulangan harian kompetensi dasar pertama di setiap mata pelajaran.Pada sisi guru, guru memang merasa cukup sulit untuk dapat “memintarkanseluruh peserta didik. Hal itu karena setiap peserta didik mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda, sehingga boleh jadi ada yang sejalan dengan gaya mengajar 
 
guru dan ada pula yang tidak. Untuk itu diperlukan variasi pola mengajar yang tidak hanya menggantungkan pada peran guru semata. Di sinilah fast learners memegang peran penting sebagai mitra bagi guru dan temannya untuk mencapai kesuksesan bersamaPeningkatan peran fast learners dalam pembelajaran bukan sekedar untumemanfaatkan mereka dalam membantu temannya, tapi hakikatnya merupakansuatu upaya agar mereka mendapat layanan belajar sesuai kecepatannya. Hal itutelah dijamin dalam Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2003 juga mengamanatkan bahwa Warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus “ (Pasal 5 ayat 4). Mengingat pendidikankhusus tersebut sulit diberikan, maka upaya memberdayakan fast learners dalam pembelajaran merupakan langkah strategis berefek ganda, yaitu memacu prestasi belajar fast learners sekaligus meningkatkan hasil belajar peserta didik normallainnya di kelas.Dari sisi sekolah, keberadaan fast learners di kelas V merupakan kebutuhan wajibdan mendesak. Hal itu karena pada setiap tahun selalu diadakan kompetisiantarsiswa yang pesertanya adalah siswa kelas V. Kompetisi itu misalnya : siswa berprestasi, olimpiade MIPA, lomba mata pelajaran, dan sebagainya. Oleh karenaitu, guru kelas V mengemban misi ganda yang menuntut kemampuan, kreatifitas,dan semangat tinggi. Pertama, harus mengantarkan peserta didik di kelas untuk menguasai kompetensi belajar yang ditentukan. Kedua, mempersiapkan pesertadidik yang akan mewakili sekolah dalam kompetisi pada tingkat kecamatan,kabupaten , dan seterusnya.Untuk itu diperlukan inovasi model pembelajaran yang memungkinkan kedua misidi atas dapat terpenuhi sekaligus. Artinya, di satu sisi fast learners dapat belajar menurut kecepatan belajarnya, tapi pada saat bersamaan peserta didik yang laindapat terpacu semangat dan prestasi belajarnya sehingga dapat menguasaikompetensi belajar yang diharapkan. Cara itu adalah dengan memberdayakan fastlearners dalam suatu model kompetisi yang disebut Kompetisi BerbasisAkuntabilitas Individu (KOMBAV).
 
B. PERMASALAHANBerdasarkan latar belakang masalah tersebut, permasalahan dalam penelitian iniadalah:1. Apakah pemberdayaan fast learners dalam kompetisi model KOMBAV dapatmeningkatkan hasil belajar IPS di kelas V?2. Apakah bentuk hasil belajar yang diperoleh dengan penerapan kompetisi modelKOMBAV dalam pembelajaran IPS di kelas V?3. Apakah kompetisi model KOMBAV dapat memacu prestasi belajar peserta didik cepat belajar (fast learners)?4. Bagaimakah persepsi dan kesan peserta didik terhadap kompetisi modelKOMBAV?C. TUJUANSejalan dengan permasalahan di atas, tujuan penelitian ini adalah :1. Ingin mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar IPS peserta didik dikelas V dengan pemberdayaan fast learners dalam kompetisi model KOMBAV2. Ingin mengetahui bentuk-bentuk hasil belajar yang didapat dari pelaksanaan pembelajaran dengan kompetisi model KOMBAV3. Ingin mengetahui apakah kompetisi model KOMBAV dapat memacu prestasi belajar peserta didik cepat belajar (fast learners)4. Ingin mengumpulkan persepsi dan kesan peserta didik tentang pelaksanaan pembelajaran IPS dengan kompetisi model KOMBAV

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->