Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penyakit Menular

Penyakit Menular

Ratings: (0)|Views: 92 |Likes:
Published by Harsudianto Silaen

More info:

Published by: Harsudianto Silaen on Mar 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2012

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penyakit-penyakit menular (
communicable desease 
) masih tinggibahkan cenderung meningkat, disisi lain penyakit tidak menular (non
communicable desease 
) yang pada umumnya tergolong penyakit generatifmulai meningkat. Salah satu penyakit generatif yang merupakan penyebabkematian terbesar adalah penyakit jantung koroner (PJK). Penyakit ini padaumumnya disebabkan oleh perilaku atau pola hidup yang tidak sehat(Notoatmodjo, 2007).Penyakit jantung koroner (PJK) telah menjadi penyebab pertama darisepuluh penyakit terbesar seluruh kematian dewasa ini. Menurut WHO(
World Health Organization 
) pada tahun 2002 di seluruh dunia terdapat lebihdari 7 juta orang meninggal akibat PJK. Angka ini diperkirakan meningkatmenjadi 11 juta orang pada tahun 2020 (Medicastore, 2009).Penyakit jantung merupakan penyebab nomor satu pada orangAmerika. Data yang diperoleh dari Wikipedia terdapat 1,5 juta orangmengalami serangan jantung, 478.000 orang meninggal akibat penyakit jantung koroner, 407.000 orang mengalami operasi peralihan dan 300.000orang mengalami
angioplasty 
(Wikipedia, 2008).
 
2
Menurut Institusi Jantung, Paru-paru, dan Darah Nasional AmerikaSerikat (
National Heart, Lung, and Blood Institude 
), penyakit jantung koronermerupakan penyebab kematian nomor satu bagi pria maupun wanita,dimana jumlah kematian akibat penyakit ini mencapai lebih dari 500.000 jiwasetiap tahunnya dan dari hasil penelitian penderita PJK dari tahun ke tahunmeningkat (Notoatmodjo, 2007).Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan problema kesehatanutama di negara maju. Di Indonesia telah terjadi pergeseran kejadianpenyakit jantung dan pembuluh darah dari urutan ke-10 tahun 1980 menjadiurutan ke-8 tahun 1986, sedangkan penyebab kematian tetap mendudukiperingkat ke-3 (Djohan, 2006).Dampak serius dari penyakit ini sudah terlihat di Indonesia. Penyakitkardiovaskular yang di dalamnya termasuk PJK menempati urutan pertamapenyebab seluruh kematian, yaitu mencapai 16 persen pada SurveiKesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 1992. SKRT tahun 1995 mencatatpeningkatan hingga 18,9 persen. Hasil SKRT tahun 2001 malahmenunjukkan angka 26,4 persen (Yahya, 2006).Kasus PJK semakin sering ditemukan di Indonesia karena pesatnyaperubahan gaya hidup, walaupun belum ada data epidemiologis pasti angkakesakitan ataupun kematiannya terlihat cenderung meningkat.Survei di tiga kecamatan yang berada di daerah Jakarta Selatan pada tahun2000 menunjukkan prevalensi lansia melewati angka 15% yang sebelumnya
 
3
diperkirakan hanya 7,5% di negara berkembang. Hasil survei kesehatannasional tahun 2001 menunjukkan tiga dari 1.000 pendudukIndonesia menderita PJK. Perbaikan kesehatan secara umum dan kemajuanteknologi kedokteran menyebabkan umur harapan hidup meningkat sehingga jumlah penduduk lansia bertambah (Medicastore, 2009).Usia lansia yang didefinisikan sebagai umur 65 tahun ke atasdiperkirakan dapat meningkatkan berbagai penyakit degeneratif yang bersifatmultiorgan. Prevalensi PJK diperkirakan mencapai 50% dan angka kematianmencapai lebih dari 80% yang berarti setiap 2 (dua) orang lansia yangmengidap PJK dan jika terserang PJK maka angka kematian meningkat danhanya 20% yang dapat diselamatkan (Medicastore, 2009).Penyakit jantung koroner merupakan penyakit yang tidak disadari olehkebanyakan orang dan tidak memberikan keluhan yang berarti karena hanyakeluhan ringan saja, seperti nyeri dada sebelah kiri yang berlangsungsebentar-sebentar sehingga membuat penderita tahap dini kurang waspada,bahkan dianggap seperti masuk angin atau salah urat dan hanya dipijat ataudikerok. Dari 80.812 penderita di rumah sakit diantaranya 2.836 adalahpenderita penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner sebanyak43,2%, hipertensi 30,1%, demam rematik dan rematik jantung 14,5%,penyakit jantung bawaan 8,4%, penyakit jantung pulmonair 2,5% dan radangkatup jantung 1,3% (Notoatmodjo, 2007).

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->