Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
5Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Chapter - Furnaces and Refractories (Bahasa Indonesia)

Chapter - Furnaces and Refractories (Bahasa Indonesia)

Ratings: (0)|Views: 1,777|Likes:

More info:

Published by: Nurdeny Hidayanto Pribadi on Mar 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/23/2013

pdf

text

original

 
Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori
Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di - www.energyefficiencyasia.org ©UNEP 2006 
1
TUNGKU DAN REFRAKTORI
1. PENDAHULUAN.........................................................................................12. JENIS-JENIS TUNGKU, REFRAKTORI DAN ISOLASI.........................63. PENGKAJIAN TERHADAP TUNGKU.....................................................214. PELUANG EFISIENSI ENERGI...............................................................305. DAFTAR PERIKSA OPSI..........................................................................396. LEMBAR KERJA......................................................................................397. REFERENSI...............................................................................................391. PENDAHULUAN
Bagian ini memperkenalkan tungku dan refraktori dan menjelaskan berbagai aspek perancangandan operasinya.
1.1 Apakah yang dimaksud dengan tungku?
Tungku adalah sebuah peralatan yang digunakan untuk melelehkan logam untuk pembuatanbagian mesin (
casting)
atau untuk memanaskan bahan serta mengubah bentuknya (misalnya
rolling/ 
penggulungan, penempaan) atau merubah sifat-sifatnya (perlakuan panas).Karena gas buang dari bahan bakar berkontak langsung dengan bahanbaku, maka jenis bahanbakar yang dipilih menjadi penting. Sebagai contoh, beberapa bahan tidak akan mentolelir sulfurdalam bahan bakar. Bahan bakar padat akan menghasilkan bahan partikulat yang akanmengganggu bahan baku yang ditempatkan didalam tungku. Untuk alasan ini:
§
 
Hampir seluruh tungku menggunakan bahan bakar cair, bahan bakar gas atau listrik sebagaimasukan energinya.
§
 
Tungku induksi dan busur
arc
menggunakan listrik untuk melelehkan baja dan besi tuang.
§
 
Tungku pelelehan untuk bahan baku bukan besi menggunakan bahan bakar minyak.
§
 
Tungku yang dibakar dengan minyak bakar hampir seluruhnya menggunakan minyak tungku, terutama untuk pemanasan kembali dan perlakuan panas bahan.
§
 
Minyak diesel ringan (LDO) digunakan dalam tungku bila tidak dikehendaki adanya sulfur.Idealnya tungku harus memanaskan bahan sebanyak mungkin sampai mencapai suhu yangseragam dengan bahan bakar dan buruh sesedikit mungkin. Kunci dari operasi tungku yangefisien terletak pada pembakaran bahan bakar yang sempurna dengan udara berlebih yangminim. Tungku beroperasi dengan efisiensi yang relatif rendah (serendah 7 persen) dibandingkandengan peralatan pembakaran lainnya seperti boiler (dengan efisiensi lebih dari 90 persen). Halini disebabkan oleh suhu operasi yang tinggi dalam tungku. Sebagai contoh, sebuah tungku yang
 
Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori
Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di - www.energyefficiencyasia.org ©UNEP 2006 
2memanaskan bahan sampai suhu 1200
o
C akan mengemisikan gas buang pada suhu 1200
o
C ataulebih yang mengakibatkan kehilangan panas yang cukup signifikan melalui cerobong.Seluruh tungku memiliki komponen-komponen seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 1(Carbon Trust, 1993):
§
 
Ruang refraktori dibangun dari bahan isolasi untuk menahan panas pada suhu operasi yangtinggi.
§
 
Perapian untuk menyangga atau membawa baja, yang terdiri dari bahan refraktori yangdidukung oleh sebuah bangunan baja, sebagian darinya didinginkan oleh air.
§
 
 Burners
yang menggunakan bahan bakar cair atau gas digunakan untuk menaikan danmenjaga suhu dalam ruangan. Batubara atau listrik dapat digunakan dalam pemanasan ulang/ 
reheating
tungku.
§
 
Cerobong digunakan untuk membuang gas buang pembakaran dari ruangan
§
 
Pintu pengisian dan pengeluaran digunakan untuk pemuatan dan pengeluaran muatan.Peralatan bongkar muat termasuk 
roller tables
,
conveyor 
, mesin pemuat dan pendorongtungku.
1.2 Apa yang dimaksud dengan refraktori?
1
 
Bahan apapun dapat digambarkan sebagai ‘refraktori’ jika bahan ini dapat bertahan terhadapabrasi atau korosi bahan padat, cair, atau gas pada suhu tinggi. Karena penggunaannya yang
1
Bagian 1.2 diambil (dengan mengedit) dari
 Efisiensi Energi pada Utilitas Panas,
2005 dengan ijin dari Biro Efisiensi Energi,Kementrian Daya, India
Gambar 1: Komponen-komponen Tungku (The Carbon Trust, 1993)
 http://www.thecarbontrust.co.uk/energy/pages/home.asp
 
Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori
Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di - www.energyefficiencyasia.org ©UNEP 2006 
3bervariasi dalam berbagai kondisi operasi, maka pihak manufaktur memproduksi berbagai jenisrefraktori dengan berbagai sifat. Bahan-bahan refraktori dibuat dengan kombinasi dan bentuk yang bervariasi tergantung pada penggunaannya. Persyaratan-persyaratan umum bahan refraktoriadalah:
§
 
Tahan terhadap suhu tinggi
§
 
Tahan terhadap Perubahan suhu yang mendadak 
§
 
Tahan terhadap lelehan terak logam, kaca, gas panas, dll.
§
 
Tahan terhadap beban pada kondisi perbaikan
§
 
Tahan terhadap beban dan gaya abrasi
§
 
Menghemat panas
§
 
Memiliki koefisien ekspansi panas yang rendah
§
 
Tidak boleh mencemari bahan yang bersinggunganTabel 1 membandingkan sifat-sifat panas bahan refraktori dengan densitas tinggi dan rendah.
Tabel 1. Sifat-sifat Refraktori
(The Carbon Trust, 1993)
Sifat Massa Panas Tinggi(Refraktori dengan densitastinggi)Massa Panas Rendah(Serat Keramik)
Konduktivitas panas (W/m K) 1,2 0,3Panas jenis (J/kg K) 1000 1000Densitas (kg/m3) 2300 130
Jenis refraktori yang digunakan tergantung pada area penggunaannya seperti boiler, tungku, kiln,oven dll., suhu dan tekanan yang dibutuhkan. Pemasangan refraktori ditunjukkan dalam Gambar2.
Gambar 2a.
 Lining
refraktori tungkubusur/ arc
(BEE, 2005)
 Gambar 2b. Dinding bagian dalam refraktoridengan blok
 burner
 
(BEE, 2005)
 
Beberapa sifat-sifat penting refraktori adalah:
Titik leleh:
Bahan-bahan murni meleleh dengan seketika pada suhu tertentu. Hampir kebanyakanbahan refraktori terdiri dari partikel yang terikat bersama dan memiliki suhu leleh tinggi. Padasuhu tinggi, partikel tersebut meleleh dan membentuk terak. Titik leleh refraktori adalah suhudimana piramida uji (kerucut) gagal mendukung beratnya sendiri.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->