Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
P. 1
Proposal Bldatul

Proposal Bldatul

Ratings: (0)|Views: 1,684 |Likes:
Published by Jacob Breemer

More info:

Published by: Jacob Breemer on Mar 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/23/2013

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah
Pengaturan dalam suatu peradilan secara yuridis formal tentang putusanbebas (
vrijspraak 
) yang berkorelasi dengan upaya hukumnya, khususnya berupaupaya hukum kasasi terhadap perkara pidana, tercantum dalam rumusan Pasal 244
KUHAP, sebagai berikut: “Terhadap putusan perkara pidana yang diberikan pada
tingkat terakhir oleh pengadilan lain selain dari pada Mahkamah Agung, terdakwaatau penuntut umum dapat mengajukan permintaan pemeriksaan kasasi kepadaMahkamah
Agung kecuali terhadap putusan bebas.”
 Berdasarkan rumusan redaksional Pasal 244 KUHAP tersebut, yakni padabagian kalimat terakhir tampak bahwa secara yuridis normatif KUHAP telahmenutup kesempatan bagi Jaksa Penuntut Umum untuk mengajukan upaya hukumkasasi terhadap putusan bebas (
vrijspraak)
tersebut. Dalam praktek peradilanpidana akhirnya terjadi perkembangan yang dimotori oleh pihak eksekutif, yakniDepartemen Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan MenteriKehakiman RI Nomor: M. 14-PW. 07. 03. Tahun 1983 tanggal 10 Desember 1983tentang Tambahan Pedoman Pelaksanaan KUHAP, dalam butir 19 pada Lampiran
Keputusan Menteri Kehakiman tersebut ditetapkan, bahwa: “Terhadap putusan
bebas tidak dapat dimintakan banding tetapi berdasarkan situasi, dan kondisi, demihukum, keadilan dan kebenaran, terhadap putusan bebas dapat dimintakan kasasi.Hal ini akan didasarkan pada yurisprudensi.
 
2
Keberadaan yurisprudensi yang dilandasi keluarnya Keputusan MenteriKehakiman RI Nomor: M. 14-PW. 07. 03 Tahun 1983 tanggal 10 Desember 1983tersebut, di bidang substansi putusan bebas dengan upaya hukum yangmenyertainya masih selalu menjadi wacana kalangan teoritisi maupun praktisi olehkarena Keputusan Menteri Kehakiman tersebut mengenyampingkan Pasal 244KUHAP sehingga menimbulkan berbagai interpretasi atau multi tafsir yangmenambah rancunya esensi putusan bebas yang dicanangkan oleh KUHAP.Kasus pidana yang diselesaikan dengan amar putusan bebas bukan hal yangbaru.Putusan bebas memiliki proses hukum yang tidak pendek, kronologisperadilan dengan putusan bebas terkadang mengundang reaksi dan kecaman daripihak yang dirugikan. Alasannya tindakan pidana yang dilakukan terdakwa cukup jelas dengan bukti-bukti yang diperoleh dilapangan dan diperkuat dengan alat buktiserta saksi-saksi yang menurut hukum dapat digunakan untuk memberatkanterdakwa, namun proses peradilan yang berlangsung malah dapat memberikan saksiringan bahkan putusan bebas (
vrijspraak).
 Yuridis dari sebuah keputusan bebas kepada pihak terdakwa tidak dapatdiintervensi oleh pihak manapun karena hal tersebut memiliki nilai hukum yangkuat dan keputusan bebas bersumber dari penilaian dan pertimbangan hakim atasdata dan fakta yang tadinya mendakwaan terdakwa pada kasus pidananya. Di sisilain, yuridis keputusan bebas kepada seorang terdakwa dapat dijadikan alat politik untuk dikembangkan sebagai fenomena baru dalam peradilan yang tidak pernahberujung (
not for ending
). Perisitiwa ini yang membuat sebuah peradilan terus
 
3
berlangsung tetapi tidak berkembangkan pada kasus lain karena terfokus padayuridis keputusan bebas yang dilakukan peninjauan kembali.Keputusan bebas dalam kasus Korupsi yang menimpa Drs. LukmanAbunawas M.Si. Beliau pada masa kerjanya sebagai kepala Dinas PendidikanNasional Kabupaten Konawe didakwa melakukan tindak pidana kosupsi dandakwaan tersebut muncul pada saat beliau menjabat Bupati Kabupaten Konawe.Persidangan yang berlangsung secara berulang dan memakan waktu yang relatif lama, menghadirkan sejumlah saksi baik saksi yang memberatkan dakwaan maupunsaksi yang meringankan dakwaan.Proses hukum yang berlangsung alot sempat membuat jabatan Bupatimenjadi terganggung dan menimbulkan opini publik terhadap kepemimpinanBupati yang korup. Pihak-pihakyang menghendaki adanya putusan pidana terhadapDrs. Lukman Abunawas M.Si terus berkembang dengan berbagai intervensi untuk menutup peluang jabatannya sebagai Bupati Konawe.Penyelenggaraan peradiran yang dihadiri oleh Drs. Lukman Abunawas M.Simenunjukkan wujud tanggung jawabnya atas semua perbuatannya bahwa telahdidakwa sebagai koruptor terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah(APBD) di negeri sendiri. Namun pada bagian lain pihak Drs. Lukman AbunawasM.Si terus berjuang menghadirkan saksi dan alat bukti yang kemudian digunakanuntuk membela diri dan dikembangkan untuk menepis semua dakwaan dari para jaksa penuntut.Keputusan bebas yang diterima Drs. Lukman Abunawas M.Si dalampersidangan di Pengadilan Negeri Kendari membuktikan bahwa dakwaan yang

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->