Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
146Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Laporan Praktikum Hukum Ohm

Laporan Praktikum Hukum Ohm

Ratings: (0)|Views: 12,139 |Likes:
Published by Susita Pratiwi

More info:

Published by: Susita Pratiwi on Apr 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

 
 
1
 
HUKUM OHM(RL.1)I.
 
TUJUAN
1.
 
Memahami rangkaian listrik seri dan paralel
 
2.
 
Menentukan hambatan ekuivalen untuk rangkaian seri dan paralel.
II.
 
DASAR TEORI2.1 Pengertian Hukum Ohm
Pada tahun 1927, Georg Simon Ohm (1787-1854), ahli fisika berkebangsaanJerman melakukan suatu percobaan untuk menyelidiki hubungan antara kuat arusyang melalui penghantar dengan tegangan pada ujung-ujung penghantar seperti yangterlihat seperti gambar dibawah ini ;Gambar 1. Rangkaian untuk menyelidiki hubungan antara tegangan
dengan kuatarus
 I 
pada sebuah komponenHukum Ohm adalah suatu pernyataan bahwa besararus listrik yang mengalirmelalui sebuahpenghantarselalu berbanding lurus denganbeda potensialyang diterapkan kepadanya. Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi hukum Ohmapabila nilairesistansinyatidak bergantung terhadap besar dan polaritas bedapotensial yang dikenakan kepadanya. Bunyi hokum Ohm yaitu :1.
 
Besarnya arus listrik yang mengalir sebanding dengan besarnya bedapotensial (Tegangan). Untuk sementara tegangan dan beda potensialdianggap sama walau sebenarnya kedua secara konsep berbeda. Secara
matematika di tuliskan I ∞ V atau V
 
∞ I, Untuk menghilangkan
kesebandingan ini maka perlu ditambahkan sebuah konstanta yang
 
 
2
 
kemudian di kenal dengan Hambatan (R) sehingga persamaannyamenjadiV = I.RDimana V adalah tegangan listrik yag terdapat pada kedua ujungpenghantar (volt), I adalah arus listrik yang mengalir pada suatupenghantar (A) dan R adalah nilai hambatan listrik (Ohm).2.
 
Perbandingan antara tegangan dengan kuat arus merupakan suatubilangan konstan yang disebut hambatan listrik. Secara matematika dituliskan V/I = R atau dituliskan V = I.R.Hambatan suatu penghantar bergantung pada karateristik atau sifat-sifatpenghantar sendiri, yaitu:
 
Hambatan jenisnya
  
 
 
Panjang penghantar
l
 
 
Luas penampang penghantar
2
m
 
2.1 Komponen Ohm dan Non-Ohm
Secara tegas, hukum ohm hanya berlaku untuk resistor karena pada resistor Iadalah sebanding dengan V untuk seluruh nilai I dan V. Komponen yang memenuhihukum kesebandingan I dan V disebut komponen ohmic, yang dicirikan oleh grafik I
 – 
V berbentuk garis lurus condong ke atas melalui titik asal. Dalam banyak komponen, hambatan yang didefinisikan oleh V = I.R tidaklah konstan tetapibergantung pada nilai-nilai V dan I. komponen-komponen seperti ini sebut komponennon-ohmic grafik I terdapat V untuk komponen-komponen seperti ini tidak linier.Besarnya hambatan suatu penghantar ditentukan oleh panjang (I), penampang(A) dan hambatan jenis (P) penghantar secara matematis hubangan tesebut ditulissebagai berikut :Penampang kawat umumnya berbentuk lingkaran, sehingga luas penampang.
4
22
D A
  
 
 A L R
 
 
 
3
 
Dengan r adalah jari-jari kawat dan D adalah diameter kawat keterangan :
 
R : hambatan penghantar (ohm)
 
 
: Hambatan jenis penghantar (ohm mm
2
 /m atau ohm m)
 
P : panjang penghantar (m)
 
A : luas panjang (m
2
)Hambatan jenis suatu bahan adalah hambatan suatu bahan yang panjang 1 mdan luas penampangnya 1 m
2
. misalnya hambatan jenis baja adalah 1,5 x 10
-7
ohm m.Artinya kawat baja dengan panjang 1 m dan luas penampang 1 m
2
mempunyaihambatan 0,15 ohm. Nilai hambatan jenis suatu penghantar bergantung pada jenispenghantar dan suhu. Penghantar logam hambatan jenisnya akan jika suhunyabertambah maka disesuaikan dengan perbesaran berikut :
     
1
 Keterangan :Pt : Hambatan jenis akhirP : Hambatan jenis awal
 
: koefisien suhu hambatan jenis
: perubahan suhuPada umumnya hambatan kawat juga akan naik jika suhunya bertambah dalam suatubatas perubahah suhu tertentu, perubahan fraksi hambatan
    
dibandingkandengan perubaha suhu (
) sehingga :
     
 Oleh karena hambatan penghantar sebanding dengan hambatan jenis, makadidapat persamaan berikut :
R
ααΔΔR 
atau
αΔT
 R R
 

Activity (146)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Rohmat Santoso liked this
Rohmat Santoso liked this
Dewi Ratnasari liked this
Lhysa Caem added this note
I LIKE IT
ritasta liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->