Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ANALISA SERBUK TEMBAGA HASIL PROSES ELECTROREFINING

ANALISA SERBUK TEMBAGA HASIL PROSES ELECTROREFINING

Ratings: (0)|Views: 185 |Likes:
Published by rekayasamesin
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 6, Nomor 4, April 2012. Hal, : 137 – 144

ANALISA SERBUK TEMBAGA HASIL PROSES ELECTROREFINING DENGAN VARIASI TEGANGAN DAN WAKTU PENGENDAPAN DEPOSIT TERHADAP BENTUK SERBUK DAN KOMPOSISI KIMIA
Riles M.Wattimena
Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang Jl. Prof. H. Sudarto, SH., Tembalang, Kotak Pos 6199, Semarang 50329 Telp. 7473417, 7499585, 7499586 (Hunting), Fax. 7472396 E-mail: riles.wattimena@yahoo.co.id Abstract Teknologi manufaktur masa depan mengunakan
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 6, Nomor 4, April 2012. Hal, : 137 – 144

ANALISA SERBUK TEMBAGA HASIL PROSES ELECTROREFINING DENGAN VARIASI TEGANGAN DAN WAKTU PENGENDAPAN DEPOSIT TERHADAP BENTUK SERBUK DAN KOMPOSISI KIMIA
Riles M.Wattimena
Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang Jl. Prof. H. Sudarto, SH., Tembalang, Kotak Pos 6199, Semarang 50329 Telp. 7473417, 7499585, 7499586 (Hunting), Fax. 7472396 E-mail: riles.wattimena@yahoo.co.id Abstract Teknologi manufaktur masa depan mengunakan

More info:

Published by: rekayasamesin on Apr 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/30/2013

pdf

text

original

 
 
137
ANALISA SERBUK TEMBAGA HASIL PROSES
 ELECTROREFINING
DENGAN VARIASI TEGANGAN DAN WAKTU PENGENDAPANDEPOSIT TERHADAP BENTUK SERBUK DAN KOMPOSISI KIMIA
Riles
 
M.Wattimena
Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri SemarangJl. Prof. H. Sudarto, SH., Tembalang, Kotak Pos 6199, Semarang 50329Telp. 7473417, 7499585, 7499586 (Hunting), Fax. 7472396E-mail:riles.wattimena@yahoo.co.id 
Abstract
Teknologi manufaktur masa depan mengunakan printer 3 dimensi (3 D)
 
dengan Proses Sinter Deposisi Multi Material (MMD-Is) merupakan proses alternatif yang berpotensi sangat baik ,fungsi tinta diganti beragamserbuk logam seperti tembaga. Proses pembuatan serbuk logam dapat dilakukan proses deposisielektrolisis.Ukuran distribusi ukuran serbuk optimum yang digunakan ukuran 52 – 74 µm (mesh 200) sampaidengan 46 - 63
π 
m (230 mesh). Makalah ini akan membahas pembuatan tentang serbuk tembaga,dengan pertimbangan di atas, metode yang paling tepat yaitu proses elektrolisis dengan metode elektrorefining,karena metode ini dapat menghasilkan bentuk serbuk butiran halus dengan spesifikasi serbuk berdiameter 40 µm atau ukuran mesh berkisar 325 mesh ~ 400 mesh, serta mempunyai kemurnian yang tinggi, 99,97 % ~99,99 % tembaga. Tahapan pengujian serbuk dengan variasi, tegangan elektrolit 1,1, 1,25, 1,5 1,75 dan 2(volt), interval waktu pengendapan 20, 23, 25, 29 dan 32 (menit),variasi tetap temperatur 50
o
C, jarak anodakatoda 30 (mm), konsentrasi larutan elektrrolit Cu 25 (gr/liter) dan larutan elektrrolit H 
2
SO
4
120 gr/liter),
 
dianalisa distribusi ukuran serbuk dengan (sieve analysis)
 
 Hasilnya menununjukan bahwa distribusi ukuranserbuk 200 mesh (64 - 75
π 
m) 15 %, 230 mesh ( 46 - 63
π 
m) 20 % dan 325 mesh ( < 45
π 
m) 47 %..
Kata kunci :
“proses elektrolisis”,”metode elektrorefining”, “serbuk tembaga”.
1.
 
Pendahuluan
Serbuk tembaga merupakan salah satu bahanlogam yang digunakan untuk membuatkomponen otomotif, elektronika dan jugasebagai bahan untuk produk cat yang bersifatkonduktip. Dalam industri otomotif danelektronika, pembuatan komponen dari serbuk tembaga dilakukan dengan teknologi metalurgiserbuk, dimana proses metalurgi serbuk terdiridari tahapan – tahapan
mixing, compacting
dan
sintering
(Subagja dkk, 1996).Pembuatan serbuk ini menggunakan prosesdeposisi elektrolisis dengan metode
elektrorefinig
, karena metode ini menghasilkanpartikel serbuk hingga 40 µm serta dapatmencapai kemurnian 99,97 % - 99,99 %tembaga murni (Popov dkk, 2002). Prosespembuatan serbuk tembaga menggunakanelektroda lempengan tembaga sebagai anodadan plat (
stainless steel)
316L sebagai katoda,keduanya ditempatkan dalam tangki yangberisi elektrolit. Katoda berfungsi untuk prosespengambilan serbuk dilakukan denganmengangkat katoda kemudian serbuk tembagadiserut untuk dikeringkan.Metode
electrorefining
(pemurnian elektrik)digunakan untuk memurnikannya lebih lanjut.Misalnya logam tembaga mentah, dicetak menjadi lempeng, yang digunakan sebagaianoda dalam sel elektrolisis yang mengandunglarutan CuSO
4
dan H
2
SO
4.
Proses deposisi elektrolisis
Cara ini banyak digunakan secara luas dalampembuatan serbuk tembaga, berilium, besi,serta nikel. Kesesuaian antara material kimiadengan kondisi fisik selama elektrodeposisimemungkinkan untuk melonggarkan endapanyang menempel pada katoda, sehingga mudahuntuk diserut menjadi serbuk. Metoda ini puladapat menghasilkan serbuk logam dengankemurnian tinggi sehingga sangat baik untuk pengolahan metalurgi serbuk. Tetapi untuk pembuatan serbuk besi contohnya, akan jauh
 Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 6, Nomor 4, April 2012. Hal, : 137 – 144
 
 
138lebih mahal operasinya bila dibanding denganproses atomisasi, akan tetapi untuk pembuatanserbuk tembaga cukup kompetitif.Berikut ini faktor yang mempengaruhi hasilendapan serbuk :a.
 
Kenaikan kerapatan arusb. Lemahnya konsentrasi logamc. Peningkatan koloid dan logamd. Suhu rendahe. Viskositas tinggif. Penghindaran agitasi ( sifat gerakan )g. Pencegahan aliranFaktor di atas akan sangat sulit untuk menghasilkan kemurnian serbuk yang tinggi.Akibatnya, dalam banyak kasus endapanadalah merupakan padatan yang harus diserutdan dihancurkan, sebagai contoh besi. Endapanelektrolisis bisa berupa serbuk ataupun padatanyang biasanya sangat reaktif dan rapuh. Darialasan di atas tersebut maka akan lebih baik  jika serbuk diberikan perlakuan pelunakankhusus. Serbuk dari hasil selama proseselektrolisis memiliki karakteristik bentuk dendritik, namun ini bisa saja berubahtergantung pengolahan berikutnya. Proseselektrolisis pembuatan serbuk tembaga miripdengan proses elektrolisis pemurnian tembaga,dimana logam mentah tembaga, dicetak menjadi lempengan, yang digunakan sebagaianoda dalam sel elektrolisis yang mengandunglarutan Cu SO
4
dalam H
2
SO
4
.
Gambar 1. Skematik Proses ElektrolisisPembuatan Serbuk Logam
(
 diadopsi dari Popov dkk, 2002
)
.
Pada Gambar 1. menunjukkan skema dariproses elektrolisis untuk pembuatan serbuk.Berbeda dengan serbuk tembaga, elektrolisisbesi tidak disimpan berupa serbuk, tetapisebagai lembaran endapan pada
stainless steel
 yang berupa katoda.
Gambar 2. Skema Teknologi
 Electrorefining
 Tembaga
(diadopsi dari Popov dkk, 2002).
 
Metode
electrorefining
Logam seperti tembaga, perak, nikel, dantimah yang telah diproduksi dengan metodepirometalurgi terlalu kurang murni untuk bisadigunakan dalam berbagai keperluan, makametode
electrorefining
(pemurnian elektrik)digunakan untuk memurnikannya lebih lanjut.Misalnya logam tembaga mentah, dicetak menjadi lempeng, yang digunakan sebagaianoda dalam sel elektrolisis yang mengandunglarutan Cu SO
4
dalam H
2
SO
4
beraiar.Lembaran tipis tembaga murni digunakansebagai katoda, dan tembaga yang larut padaanoda diendapkan dalam bentuk yang lebihmurni pada katoda, sampai mempunyaikemurnian 99,97 % tembaga. Hasil lembarantembaga murni pada katoda kemudian diproses
 
 
139lanjut, dan diantaranya digunakan sebagaiserbuk tembaga, skema Teknologi
 Electrorefining
Tembaga diperlihatkan padaGambar 2. Proses produksi
electrorefining
 tembaga pada industri diperlihatkan adaGambar 3.
Gambar 3. Proses Produksi
 Electrorefining
 Tembaga (Amstrong, 1999)
Tembaga yang dihasilkan dari proses metalurgitidak cukup signifikan dari semua zatpengotornya, hanya 0,5 % sampai 2 %kandungan tembaganya. Sifat fisik terpentingpada tembaga adalah daya hantar listrik yangsangat tinggi, Oleh karena itu, sebagian besarhasil dari tembaga digunakan pada industrilistrik. Tembaga digunakan untuk perlistrikanbila kemurniannya sangat tinggi, karena hanyadengan kandungan fosfor 0,04 % saja akanmengurangi daya hantar listrik sebanyak 25 %.Sebagaimana dinyatakan di atas, tembagaanoda berisi antara 0,5 % sampai 2 %sedangkan zat pengotornya atau campurannyadapat digolongkan menjadi empat kelompok,yaitu :a.
 
Ni , Co , Fe , Sn , Zn , Pbb.
 
Cu
2
O , Cu
2
S , Cu
2
Se , Cu
2
Tec.
 
Au , Ag , Pt , Pd , Se , Ted.
 
As , Sb, BiKotoran yang paling tidak diinginkan logamdari kelompok nomor 4, As , Sb, Bi . Karenasecara drastis kelompok tersebut menurunkankualitas katoda sebagai pengendap tembaga.Reaksi utama yang terjadi pada elektroda,yang menentukan potensi antara anoda dankatoda selama proses
electrorefining
tembagaadalah sebagai berikut :Pada Anoda : Cu
Cu
2e
+ 2e
-
Pada Katoda : Cu
2e
+ 2e
-
Cu ( serbuk )Gambar 2.4 alat pembuatan serbuk denganproses elektrolisis metode elektrorefining
Gambar 4. Alat Uji (Riles dkk, 2011)Karakteristik Serbuk
 Bentuk partikel mempengaruhi pengemasanserbuk logam, aliran serbuk logam dalambentuk 
bulk 
serta kompresibilitasnya. Bentuk ini dipengaruhi oleh teknik pembuatan serbuk logam. Gambar 2.5 menunjukan beragambentuk partikel serbuk logam, sesuai denganISO standard 3252, pada dasarnya terdiri daribentuk 
irregular 
,
irregular rod – like
,
angular 
 ,
acicular 
(
needle – like
), dan
dendritic
,
 flake
,
rounded 
,
 porous
. Bentuk partikel dapatberubah menjadi bentuk lain tergantung proseslanjutannya (Schey, 2000 ; Upadhyaya, 2002).
Gambar 5. Bentuk-bentuk partikel serbuk(diadopsi Popov dkk, 2002)

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->