Halaman 3NO. 12-15, AGUS-NOV 1994
Paskibraka'78 Jakarta InfoCenter
inginan setiap Purna.2.Paskibraka 1978 hanya bisa mem-per-kenalkan sebuah konsep danmetode baru menyatukan PurnaPaskibraka un-tuk berkumpul danbersama-sama du-duk berdampin-gan agar bisa berbicara secara ter-buka dalam suasana persaudaraan.3.Sudah waktunya Purna Paskibrakame-lakukan upaya-upaya penega-kan citra yang lebih intensif sesuaidengan salur-an yang ada, selan- jutnya mengambil peran lebih aktifdalam lingkup tang-gung jawabyang diembannya. Situasi yang terusberubah dan berkembang, memak-sa kita untuk lebih luwes dalammenerjemahkan prinsip
sepi ing pamrih, rame ing gawe
seperti yangsering dipesankan para pembina.4.Tanpa teramat menggantungkan diripada wadah yang sampai saat inibelum terwujud dengan mantap,setiap Purna Paskibraka dapatmencoba melakukan aktivitas apasaja yang berhubungan denganmisinya. Kita yakin, bila waktunyatiba kelak, aktivitas-aktivitas itu akantif terha-dap upaya apa saja yang ber-tujuan ke sana. Kita hanya bisa menun- jukkan con-toh-contoh hasil karya nyata,dengan ha-rapan bisa dilirik, direnung-kan, dan diam-bil nilai positifnya. Apayang kita lakukan selama setahun iniadalah contoh kecil yang dapat dia-dopsi dalam skala lebih besar.Semua keinginan tetap mungkin di-wujudkan, karena pengalaman kitamenunjukkan bahwa semua pihakselalu bersikap terbuka dan menduku-ng setiap upaya Pur-na Paskibraka,apakah itu Direktorat Pembinaan Gen-erasi Muda (PGM), pihak Istana Kepres-idenan, sponsor, donatur dan seter-usnya.Seperti yang dapat kalian baca dalamhasil reuni di halaman lain buletin ini,kita mempunyai sikap yang jelas, yakni:1.Pada prinsipnya, Paskibraka 1978tidak menunjukkan sikap kontraterhadap keberadaan PPI. Yang kitasesalkan adalah sikap pengurus PPIyang tidak mampu melihat kondisiobjektif Paskibraka saat ini dengankacamata lebih realistis, sehinggamampu mengakomodasikan ke-
MEJENG
: Keakraban wanita memang agak beda dengan pria. Lihat saja ketika Firdhany,Halidja, Salamah dan Rita sedang mejeng...
S
ELAIN acara kangen-kangenan,diskusi dan bernostalgia ketempat-tempat yang pernahtercatat dalam kenangan 16 tahun lalu,salah satu event penting dalam ReuniPurna Paskibraka 1978 adalah “UlangJanji” dan kenaikan
grade
dari PerintisPemuda —yang umurnya sudah ter-lalu tua bagi kita.Upacara khusus itu dipersiapkan diakhir reuni, 18 Agustus malam, tepatseusai pelaporan hasil-hasil reuni ke-pada Direktorat PGM. Diharapkan,kedua kegiatan khusus yang men-yangkut keberadaan lembaga GladianSentra Nasional itu dapat kembalimembangkitkan semangat yang sudahlama “tidur” karena dibuai waktu dankesibukan pribadi.Sesuai dengan biodata yang sudahdiserahkan, Kak Dhar menjanjikanakan menentukan siapa-siapa yangakan dinaikkan
grade
-nya sampai ketingkat tertentu. Sayang, niat itu tidakterlaksana seluruhnya, karena KakDhar harus mendampingi adik-adikPaskibraka 1994 dalam acara denganMendikbud Wardiman Djojonegoro diHotel Kartika Plaza, padahal Kak HusainMutahar sudah muncul di Pusdika tepatlima menit sebelum acara dilaksan-akan, pukul 21.00 WIB.Atas prakarsa Kak Mut sendiri, acarakhidmat itu tetap dilaksanakan dan iasegera “mengambil-alih” peran KakDhar sebagai Pembina. “Saya punyaradar dan yakin Dharminto pasti ter-lambat. Karena itu, laksanakan sajadan saya akan memimpin langsung,”kata Kak Mut tandas.Disaksikan Kasubdit Bimbingan Or-ganisasi Pemuda (BOP) DirektoratPGM, Drs Syahrir Ilyas dan puluhanPurna Paskibraka lain yang ikut dalamLatihan Keprotokolan dan Rakernas,tanpa teks “Pengantar Pengukuhan”terbaru seperti yang lazim dan telahdisusun rapi oleh GSN, Kak Mut mulaimemimpin upacara itu dengan “Pen-gantar” yang tak kurang bobotnya.Dengan pemahamannya yang —tentusaja— lebih dari siapapun tentangPaskibraka (karena ia adalah pence-tusnya), Kak Mut memaparkan latarbelakang latihan dan tujuannya.“Kalian adalah
moral force
. Sayaminta janji yang akan kalian janji yangkalian akan ulangi pengucapannya initidak hanya sekadar janji seperti yangdiucapkan kebanyakan orang. Bukan janji yang diucapkan di bawah sumpah“demi Allah” dan Kitab Suci yangkemudian dibuang ke lubang sampahsetelah diucapkan,” ujar Kak Mutmengingatkan sebelum mengajakPurna Paskibraka 1978 mengucapkan“Ikrar Putra Indonesia”.Dimulai dengan pengucapan “IkrarPutra Indonesia” —versi lama karenaingin seperti 16 tahun lalu— acara ituditeruskan dengan penyematan len-cana MPG (merah-putih-garuda) dankendit berdasar kuning. Itu berartitingkatan Perintis Pemuda telah resmidinaikkan menjadi Pendamping Pe-muda oleh lembaga Gladian SetraNasional (GSN).Ketika bendera merah putih kembalidicium diiringi lagu
Padamu Negeri
,terasa kembali nuansa dan bau khas16 tahun lalu yang samar-samar mun-cul di dalam ingatan. Tak tertahan, airmata pun kembali menetes dan isaktangis haru terdengar satu-satu. KakMut didampingi Bunda Bunakim terusmenyematkan MPG dan kendit satupersatu sampai kami semua menda-patkannya.Seusai upacara khidmat itu, kamimeminta Kak Mut, Bunda, Kak Syahrirdan seluruh Purna Paskibraka lainuntuk bergandengan tangan sambilmenyanyikan lagu
Syukur
. Kami inginmenggambarkan bahwa dalam kea-daan apapun, seluruh Purna Paskibra-ka dan Pembina harus saling bergan-deng tangan, bersatu dan terus begitu.Kak Mut meninggalkan Pusdikahampir pukul 24.00, ketika Kak Dhar
Apakah Perlu Seluruh PurnaPaskibraka ”Ulang Janji”?
LANJUTANNYA
..... LIHAT HALAMAN
16
dapat menyumbangkan banyak halkepada kemandirian organisasi.