Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bulletin78 12-15 - Agust-Nov 1994

Bulletin78 12-15 - Agust-Nov 1994

Ratings: (0)|Views: 2,261|Likes:
Published by syaiful.azram3997

More info:

Published by: syaiful.azram3997 on Dec 09, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/10/2012

pdf

text

original

 
Jakarta InfoCenter
NOMOR 12-15, AGUST-NOV 1994
Buletin Purna Paskibraka 1978 ini diterbitkan untukmenggalang kembali rasa persaudaraan (
brotherhood 
)sesama teman seangkatan. Purna Paskibraka angkatanlain yang membutuhkan dapat mengutip, memperbanyakatau membagikan buletin ini, sebagian atau secarakeseluruhan.Terbit atas inisiatif Purna Paskibraka 1978 yang kini beradadi Jakarta yaitu:
Syaiful Azram
(SumUt),
Rita Sudradjat
(JaBar),
Sonny Jwarson Parahiyanto
(JaTim),
Budiharjo
lalu. Dalam hati memang tak puas danada keinginan lebih yang ingin direng-kuh: mengapa tidak seluruh 31 temanyang telah ditemukan bisa ikut berkum-pul?Sahabat-sahabat Paskibraka 1978,Panitia di Jakarta memang telah beru-saha keras untuk menghadirkan kaliansemua di Jakarta. Bahkan, berapa pun jumlah kalian yang hadir, kami sudahsiap untuk menyambutnya, menyedi-akan penginapan, akomodasi danundangan masuk ke Istana Merdeka.Sayang, kondisi kita memang tidak lagiseperti dulu. Kita semua tidak mungkin
Winarno
(Yogya),
Tatiana Shinta
(Lampung),
Chelly UraiSri Ranau
(KalBar),
Saraswati
(Jakarta),
Amir Mansyur
(Jakarta),
I Gde Amithaba
(Bali),
Budi Saddewo
(JaTeng),
Sambusir
(SumSel) dan
Yadi Muyadi
(JaBar).Surat-surat dapat dialamatkan ke:
RITA SUDRADJAT, Jalan Mandar 14, Blok DD3 No 3 Bintaro Jaya Sektor 3A, Jakarta 12330.SYAIFUL AZRAM, Pondok Tirta Mandala (Tahap V), Blok E4 No. 1, Sukamaju, Sukmajaya, Depok 16415.
KISAH SUKSES KERJA SETAHUN
   i  s   t   i  m  e  w  a
NOSTALGIA - Menginjak halaman Istana Merdeka memang sesuatu yang baru bagi mereka yang belum pernah.Tapi, bagi Purna Paskibraka 1978, hadir mengikuti Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-49, 17 Agustus 1994 adalah luar biasa. Kebahagiaan terlihat dari wajah-wajah ini. Dari kiri: Syaiful, Budi Winarno, Sambusir, Sonny, Amir, Aida, Ikbal, Salamah, Halidja, Fridhany, Yadi, Rita, Gde dan Herdeman.
bisa menyisihkan wak-tu semudah dulu, kare-na tugas yang demikianbanyak.Tak apalah, meskikalian tidak bisa ikutbergabung dengan ka-mi dalam reuni, yang je-las suara 18 orang kamirasa sudah cukup untukmenyatukan sikap kitasemua. Meski di antarakalian tidak bisa ikut,kami akan mencoba me-nyampaikan semuayang kami hasilkan diJakarta kepada kaliandalam buletin edisikhusus yang tebalnyamungkin lebih banyakdibanding nomor-no-mor sebelum ini. Cumamaaf, kahadirannya ter-lambat.Yang pasti, reuni kecilkita sudah berlangsungsukses. Ada satu pel-ajaran penting yangdapat kita ambil dari reuni pertamakita. Bahwa persaudaraan yang ter- jalin selama latihan tidak hilang begitusaja, dan kita semua sepakat untukmeneruskan amanat yang telah di-embankan sebagai Paskibraka.Seperti yang sering diingatkan parapembina, tidak satu jalan untuk menu-larkan apa yang diperoleh selama lati-han. Bukan cuma melalui wadah or-ganisasi, tapi yang lebih pentingadalah tanggung jawab pribadi yangdapat dilaksanakan minimal dalamlingkungan kecil di kehidupan sehari-hari: yakni keluarga!
K
ALAU dipikir-pikir, setahun bukanlah waktu yang sebentar.Tapi, bagi sebuah pekerjaanbesar, persiapan waktu setahunmemang jauh dari cukup. Waktu terasademikian cepat berjalan, sehinggatahu-tahu... 18 sahabat telah berkum-pul di Jakarta. Saling pandang seolahtidak percaya, kalau yang di hadapan-nya adalah orang yang sudah demiki-an lama dirindukan.Itulah ungkapan yang patut dike-mukakan sebagai catatan khususReuni Purna Paskibraka 1978 yangbaru saja berlangsung 16-19 Agustus
 
Halaman 2NO. 12-15, AGUS-NOV 1994
Paskibraka'78 Jakarta InfoCenter 
Makna Besar Sebuah Reuni Kecil
tujuan murninya semula.Mencapai tujuan itu memang harustan-pa embel-embel menumpangkankeingin-an dan kepentingan pribadi.Apalagi, diser-tai upaya-upaya
politick- ing 
yang bukan memperbaiki, malahmemperburuk kea-daan, padahal Pur-na Paskibraka Indonesia memangbukan organisasi politik. Kedua ken-dala itu masih saja terlihat sampai saatini, ditandai dengan apa yang terungkapdalam pertemuan Rakernas Paskibra-ka yang diadakan bersamaan denganpenyertaan Purna Paskiraka dalamtugas keprotokol-an di Istana Merdeka.Diskusi bukan mempersoalkan hal-hal yang prinsip untuk mempersatu-kan suara Paskibraka yang selamaini cenderung terpecah entah karenaalasan apa. Tapi, cuma mempersoal-kan hal-hal teknis yang cuma kulit-kulitnya. Mirip dengan persoal-an dikebanyakan organisasi pemuda lain,yang cuma berkutat pada persoalan“jaket dan baret”, soal porsi ketua danpengurus, bukan soal program kerja.Tak salah, kalau sesepuh kita sepertiKak Husain Mutahar cenderung men-gam-bil sikap diam selama setahunini. Di benak-nya ada setumpukgagasan yang seharusnya bisa dilak-sanakan, tapi para Purna sendiri yangmasih berkutat pada persoal-an kecilmenyangkut status keanggotaan dalamwadah PPI, di mana MusyawarahNasional (Munas) akan dilaksanakan,siapa yang pantas datang dan diduduk-kan dalam kepengurusan, dan seter-usnya.Artinya, persoalan di lapis bawah ter-nyata belum tuntas. Padahal, Kak Mutmenganggap kita bukan lagi anak kecilyang harus dituntun dan dibantu untuk“membangun sebuah rumah”.
Moral force 
yang ada pada kita dianggapsudah cukup besar, sehingga ia berpikirhanya akan membantu dalam soal “me-lengkapi arsitektur” atau “menata in-terior”.Kak Mut sebagai orang yang per-tama kali mencetuskan gagasanPaskibraka, sebe-narnya tetap pedulipada kita. Itu terbukti dengan kese-diaannya untuk datang dalam upacara“Ulang Janji” Paskibraka 1978 padatanggal 18 Agustus malam. Denganpikiran yang cerdas, kita bisa membuatpertanyaan sederhana: fenomena apayang menyebabkan Kak Mut maudatang sendiri? “Karena kalian adalah
moral force 
!” katanya singkat malamitu.Meski Direktur PGM Kakak DrsSuwoyo S Adi tidak bisa ikut dalamsatu pun kesempatan Reuni Paski-braka 1978, ke-hadiran Kasubdit Bimb-ingan Organisasi Pemuda (BOP)Kakak Drs Syahrir Ilyas menunjukkandukungan terhadap kita. Ha-sil reunidan ulang janji Paskibraka meru-pakansebuah fenomena baru yang dilihatnyabernilai positif. “Apakah benar, untukmembangkitkan kembali semangatyang sudah lama terpendam itu setiapPas-kibraka harus mengulangi janjin-ya?” ung-kap Kak Syahrir spontan.Yang terpenting dilakukan sekarangadalah: bagaimana agar potensi se-luruh Purna Paskibraka dapat terako-modasi, lalu membuat program kerjayang jelas dan sesuai dengan misiPaskibraka. Namun, dua hal ini salingberkaitan erat. Potensi tidak akanterpadu sebagai sebuah kekuat-an danprogram kerja matang tidak bisadihasilkan, bila “manusia-manusia”potensialnya sendiri belum dicari dandikumpulkan. Sementara programkerja yang he-batpun, tidak akan ter-laksana bila potensi orang-orangnyamasih sangat minim.Karena itu, adalah pantas bila kitase-karang bersikap sangat akomoda-
S
EPERTI yang telah kami sampaikan pada buletin sebelumnya, Reu-ni Purna Paskibraka1978 memang menghadapi banyaktantangan. Sikap pro dan kontra ter-hadap upaya berlatar bela-kang alter-natif jalan keluar memecahkan ke-bekuan aktivitas itu, nuansanya sangatterasa. Ada yang menyebut reuni ituseba-gai tindakan pengucilan diriterhadap Pur-na yang lain, bahkan adayang jelas-jelas menuding sebagaitindakan di luar garis organisasi yangditetapkan.Tapi, mereka yang lebih jeli dan arif,tentu akan bisa memandang lain.Mereka bisa menangkap fenomenayang kita hadir-kan sebagai sebuahsikap kepedulian ter-hadap nasib danmasa depan keberadaan Paskibrakadi masa depan. Sikap mereka ini tentusaja identik dengan pemikiran kita sejakawal, bahwa terobosan-terobosan ba-ru perlu dilakukan untuk lebih menun- juk-kan eksistensi yang sebenarnyasangat potensial.Sikap pro dan kontra itu tetap adasam-pai detik ini, meski ke-18 PurnaPaskibraka yang mengadakan reunisudah menunjukkan bukti tidak adasedikitpun tujuan bu-ruk, apalagi inginmengotak-ngotakkan diri dari semuaPurna Paskibraka yang ada. Kita hanyaingin menunjukkan, sebenarnya Pask-ibraka itu bisa bersatu, mandiri danberbuat lebih banyak asal ingat pada
DESA BAHAGIA
: Kesempatan berkunjung ke Wisma PHI Cempaka Putih seusai dari Istana Merdeka adalah bagian lain yang mengingatkan akan Desa Bahagia. Mereka berfoto bersama di depan papan nama Wisma PHI. Jongkok dari kiri: Gde, Ikbal, Amir, Yadi, Sambusir, Herdemadan Sonny. Berdiri dari kiri: Budi Winarno, Aida, Rita, Halidja, Fridhany, Chelly, Salamah dan Syaiful.
  s  y  a   i   f  u   l  a  z  r  a  m
Catatan dariJakarta
 
Halaman 3NO. 12-15, AGUS-NOV 1994
Paskibraka'78 Jakarta InfoCenter 
inginan setiap Purna.2.Paskibraka 1978 hanya bisa mem-per-kenalkan sebuah konsep danmetode baru menyatukan PurnaPaskibraka un-tuk berkumpul danbersama-sama du-duk berdampin-gan agar bisa berbicara secara ter-buka dalam suasana persaudaraan.3.Sudah waktunya Purna Paskibrakame-lakukan upaya-upaya penega-kan citra yang lebih intensif sesuaidengan salur-an yang ada, selan- jutnya mengambil peran lebih aktifdalam lingkup tang-gung jawabyang diembannya. Situasi yang terusberubah dan berkembang, memak-sa kita untuk lebih luwes dalammenerjemahkan prinsip
sepi ing pamrih, rame ing gawe 
seperti yangsering dipesankan para pembina.4.Tanpa teramat menggantungkan diripada wadah yang sampai saat inibelum terwujud dengan mantap,setiap Purna Paskibraka dapatmencoba melakukan aktivitas apasaja yang berhubungan denganmisinya. Kita yakin, bila waktunyatiba kelak, aktivitas-aktivitas itu akantif terha-dap upaya apa saja yang ber-tujuan ke sana. Kita hanya bisa menun- jukkan con-toh-contoh hasil karya nyata,dengan ha-rapan bisa dilirik, direnung-kan, dan diam-bil nilai positifnya. Apayang kita lakukan selama setahun iniadalah contoh kecil yang dapat dia-dopsi dalam skala lebih besar.Semua keinginan tetap mungkin di-wujudkan, karena pengalaman kitamenunjukkan bahwa semua pihakselalu bersikap terbuka dan menduku-ng setiap upaya Pur-na Paskibraka,apakah itu Direktorat Pembinaan Gen-erasi Muda (PGM), pihak Istana Kepres-idenan, sponsor, donatur dan seter-usnya.Seperti yang dapat kalian baca dalamhasil reuni di halaman lain buletin ini,kita mempunyai sikap yang jelas, yakni:1.Pada prinsipnya, Paskibraka 1978tidak menunjukkan sikap kontraterhadap keberadaan PPI. Yang kitasesalkan adalah sikap pengurus PPIyang tidak mampu melihat kondisiobjektif Paskibraka saat ini dengankacamata lebih realistis, sehinggamampu mengakomodasikan ke-
MEJENG 
: Keakraban wanita memang agak beda dengan pria. Lihat saja ketika Firdhany,Halidja, Salamah dan Rita sedang mejeng...
S
ELAIN acara kangen-kangenan,diskusi dan bernostalgia ketempat-tempat yang pernahtercatat dalam kenangan 16 tahun lalu,salah satu event penting dalam ReuniPurna Paskibraka 1978 adalah “UlangJanji” dan kenaikan
grade 
dari PerintisPemuda —yang umurnya sudah ter-lalu tua bagi kita.Upacara khusus itu dipersiapkan diakhir reuni, 18 Agustus malam, tepatseusai pelaporan hasil-hasil reuni ke-pada Direktorat PGM. Diharapkan,kedua kegiatan khusus yang men-yangkut keberadaan lembaga GladianSentra Nasional itu dapat kembalimembangkitkan semangat yang sudahlama “tidur” karena dibuai waktu dankesibukan pribadi.Sesuai dengan biodata yang sudahdiserahkan, Kak Dhar menjanjikanakan menentukan siapa-siapa yangakan dinaikkan
grade 
-nya sampai ketingkat tertentu. Sayang, niat itu tidakterlaksana seluruhnya, karena KakDhar harus mendampingi adik-adikPaskibraka 1994 dalam acara denganMendikbud Wardiman Djojonegoro diHotel Kartika Plaza, padahal Kak HusainMutahar sudah muncul di Pusdika tepatlima menit sebelum acara dilaksan-akan, pukul 21.00 WIB.Atas prakarsa Kak Mut sendiri, acarakhidmat itu tetap dilaksanakan dan iasegera “mengambil-alih” peran KakDhar sebagai Pembina. “Saya punyaradar dan yakin Dharminto pasti ter-lambat. Karena itu, laksanakan sajadan saya akan memimpin langsung,”kata Kak Mut tandas.Disaksikan Kasubdit Bimbingan Or-ganisasi Pemuda (BOP) DirektoratPGM, Drs Syahrir Ilyas dan puluhanPurna Paskibraka lain yang ikut dalamLatihan Keprotokolan dan Rakernas,tanpa teks “Pengantar Pengukuhan”terbaru seperti yang lazim dan telahdisusun rapi oleh GSN, Kak Mut mulaimemimpin upacara itu dengan “Pen-gantar” yang tak kurang bobotnya.Dengan pemahamannya yang —tentusaja— lebih dari siapapun tentangPaskibraka (karena ia adalah pence-tusnya), Kak Mut memaparkan latarbelakang latihan dan tujuannya.“Kalian adalah
moral force 
. Sayaminta janji yang akan kalian janji yangkalian akan ulangi pengucapannya initidak hanya sekadar janji seperti yangdiucapkan kebanyakan orang. Bukan janji yang diucapkan di bawah sumpah“demi Allah” dan Kitab Suci yangkemudian dibuang ke lubang sampahsetelah diucapkan,” ujar Kak Mutmengingatkan sebelum mengajakPurna Paskibraka 1978 mengucapkan“Ikrar Putra Indonesia”.Dimulai dengan pengucapan “IkrarPutra Indonesia” —versi lama karenaingin seperti 16 tahun lalu— acara ituditeruskan dengan penyematan len-cana MPG (merah-putih-garuda) dankendit berdasar kuning. Itu berartitingkatan Perintis Pemuda telah resmidinaikkan menjadi Pendamping Pe-muda oleh lembaga Gladian SetraNasional (GSN).Ketika bendera merah putih kembalidicium diiringi lagu
Padamu Negeri 
,terasa kembali nuansa dan bau khas16 tahun lalu yang samar-samar mun-cul di dalam ingatan. Tak tertahan, airmata pun kembali menetes dan isaktangis haru terdengar satu-satu. KakMut didampingi Bunda Bunakim terusmenyematkan MPG dan kendit satupersatu sampai kami semua menda-patkannya.Seusai upacara khidmat itu, kamimeminta Kak Mut, Bunda, Kak Syahrirdan seluruh Purna Paskibraka lainuntuk bergandengan tangan sambilmenyanyikan lagu
Syukur 
. Kami inginmenggambarkan bahwa dalam kea-daan apapun, seluruh Purna Paskibra-ka dan Pembina harus saling bergan-deng tangan, bersatu dan terus begitu.Kak Mut meninggalkan Pusdikahampir pukul 24.00, ketika Kak Dhar
Apakah Perlu Seluruh PurnaPaskibraka ”Ulang Janji”?
LANJUTANNYA
..... LIHAT HALAMAN
16
dapat menyumbangkan banyak halkepada kemandirian organisasi.

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Zubaeri Indro liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->