Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bukan Zaman Abrahah

Bukan Zaman Abrahah

Ratings: (0)|Views: 2|Likes:
Published by SyaFiq KZaman

More info:

Published by: SyaFiq KZaman on Apr 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/29/2013

pdf

text

original

 
Circle KITA Zulfathi IshakPage
1
of 
2
 
Kita diludah dan dipijak sejak berzaman lamanya. Umat ini sudah merasakan segala bentuk penindasandan penghinaan dari seluruh dunia sehingga manusia beragama manapun yang melihat akan selalusimpati dengan kedudukan kita kini; Lemah, terkebelakang, ditindas, dan ramai. Bukankah sepertinya
Tuhan tidak adil? Dia seharusnya menyebelahi kita! Seharusnya dia menurunkan ‘Burung
-
Burung Ababil’dan ‘Banjir Besar’ buat menghancurkan mereka yang zalim kepada umat Islam. Seharusnya Dia
membalikkan bumi Israel dan menguburkan anjing-anjing itu ke lapisan bumi yang terdalam.. TidakkahTuhan itu selalu adil?Hampir semua orang mengetahui kisah raja Abrahah, yang datang dari Yaman dengan tentera
bergajahnya untuk menghancurkan Ka’abah. Kerana iri atas kemakmuran Ka’abah yang selalu mendapat
kunjungan orang untuk beribadah, dia mencela kuil-kuil dan tempat ibadah yang dibangunnya sendiridan berjanji untuk meruntuhkan
Ka’abah. Sebelum memasuki Mekkah, ia berhasil merampas 200 ekor
unta milik pemimpin kota Mekkah, tidak lain adalah Abdul Muttalib, datuk kepada Rasulullah SAW.Ketika Abrahah memasuki kota Mekkah, datanglah Abdul Mutallib untuk berunding, dengan menyedari
niat Abrahah untuk meruntuhkan Ka’abah. Abrahah dengan penuh hormat menyambut dan
memuliakannya. Lalu ia meminta Abdul Mutallib mengambil tempat duduk disampingnya, kerana iasangat menghargai dan menyeganinya sebagai pemimpin kota yang mulia. Abrahah bertanya
kepadanya, “Ada perlu apa, wahai Abdul Mutallib?” Abdul Mutallib menjawab, “permintaanku adalahagar dikembalikannya 200 ekor untaku yang telah dirampas.” Abrahah terkejut, kerana yangdisangkakan permintaannya adalah agar tidak menghancurkan Ka’abah.
 
Abrahah berkata, “apakah
engkau hanya sibuk memikirkan 200 ekor untamu yang dirampas? Sementara terhadap Baitullah yang
menjadi symbol agamamu dan agama nenek moyangmu tidak engkau pedulikan?” Abdul Mutallibmenanggapi dengan ungkapannya yang popular, “Se
sungguhnya, aku hanya pemilik unta-unta itu,
sedangkan Baitullah itu empunya Rabb, yang akan menjaganya..”
 Penduduk Mekkah menunjukkan sikap pasif. Mereka bersembunyi di kaki-kaki gunung, mengosongkankota Mekkah, dan menyerahkan sepenuhnya kepada Abrahah agar ia, bala tentera, dan pasukannya
yang mengendarai gajah memasuki dan meluluhlantahkan Ka’abah. Timbul persoalan, mengapa burung
-burung Ababil tetap turun kepada kaum yang mempunyai sikap pasif dan pengecut? Sebabnya, sudahmenjadi Sunatullah dalam memusnahkan kaum yang zalim dengan perkara-perkara yang ajaib, sebelumkelahiran Manusia Agung. Dalam historis, Kita juga dapat melihat kisah-kisah yang hampir serupa dalamperjuangan para Nabi sebelum Baginda, seperti kisah Nabi Nuh, Nabi Luth, dan Nabi Musa AS. Namundemikian, hanya berselang 50 hari setelah pemusnahan Abrahah dan pasukannya, Allah memberikansyariat baru dalam membinasakan orang-orang zalim, bertepatan dengan kelahiran Rasulullah SAW.
Peristiwa ‘tentera bergajah’ merupakan peristiwa terakh
ir dalam menolong agama Allah dengan carayang luar biasa. Setelah itu, syariat tersebut ditegakkan dan sering bergema dengan jelas dalam bacaan-bacaan solat kita :
“Wahai orang
-orang yang beriman, jika kamu membantu (agama) Allah, nescaya Dia akan menolongmu,
dan meneguhkan kedudukanmu.” (Muhammad : 7)
 

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->