I.PENDAHULUAN
Kawasan hutan tropika memiliki komunitas yang kompek dari hewan dantumbuhannya. Sebagai contoh, macam-macam bentuk interaksi antara hewanvertebrata pemakan buah dan spesies-spesies tumbuhan buah ditemukan padakawasan tersebut (Levey et al. 1994, Herrera, 1989). Hewan-hewan pemakanbuah dan penyebaran biji tumbuhan yang dimakannya telah banyak dikaji dandipublikasikan khsususnya penyebaran oleh mamalia, yang secara khusus telahdikonsentrasikan pada hewan kelompok primata dan kelelawar pemakan buah(Lambert 1998; 1999; 2000; 2001, Lambert & Garber 1998, Garber & Lambert1998, Oliveira-Filho & Galetti 1996, Jordano, 2000), fruit-eating bat (Galetti &Morellato 1994) and sun bear (McConkey & Galetti, 1999), sedangkan kajianmengenai penyebaran biji oleh burung sangat sedikit sekali dan hanyaterkonsentrasi pada satu familia, sebagai contoh familia Pycnonotidae (Fukui,1995). Demikian pula dengan komponen aspek-aspek ekologi dari burungpemakan buah tersebut.Penyebaran biji merupakan suatu proses kunci dalam dinamika populasivegetasi alami dan pemulihan vegetasi setelah mengalami perubahan baikkarena pengaruh alam itu sendiri maupun dampak kerusakan karena kegiatanmanusia (Corlett, 2001), sebagai contoh karena penebangan hutan yang tidakterkendali yang mengakibatkan terbukanya lahan yang luas, dan tidak dikeloladengan baik pasca penebanganya. Peningkatan kerusakan hutan danfragmentasi habitat menyebabkan banyak spesies hewan termasuk burung-burung pemakan buah harus bermigrasi temporal untuk menjaga kelulusanhidunya. Perubahan komposisi komponen habitat berupa jenis-jenis tumbuhanyang berimplikasi langsung perubahan ketersediaan sumberdaya buah, akanmerubah pula komposisi burung-burung yang memanfaatkanya yang sekaligusakan merubah jenis burung yang mendiami habitat tersebut. Apabila banyakberpindah dari habitat yang mengalami perusakan tersebut adalah hewanpemakan buah, maka akan berdampak terhadap keterbatasan penyebaran bijibuah yang dihasilkan oleh tumbuhan, hal ini pula yang menyebabkan masalah