Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Upaya Meningkatkan Keunggulan Kompetitif

Upaya Meningkatkan Keunggulan Kompetitif

Ratings: (0)|Views: 27 |Likes:

More info:

Published by: Meylani Benyamina Koraag on Apr 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/15/2013

pdf

text

original

 
KAJIAN BISNISNO. 30 SEPTEMBER - DESEMBER 2003, 57-73
UPAYA MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIFPERUSAHAAN DALAM ERA PERSAINGAN GLOBALMELALUI ALIANSI STRATEGIS
Agung Utama*ABSTRAK
Pada kondisi perekonomian global sekarang ini, yang ditunjukkan dengan hilangnya batasbatas negara dari segi investasi, industri, individu, dan informasi pada umumnya, serta kondisi persaingan yang ketat dalam lingkungan bisnis yang bersifat dinamis, maka diperlukan upaya-upaya perusahaan agar tetap survive serta mampu bersaing secara global. Salah satu upaya penting yang perlu dilakukan adalah merumuskan strategi perusahaan yang adaptif serta mudah disesuaikan untuk mengikuti perkembangan perubahan yang terjadi secara mendadak dalam kondisi persaingan global. Strategi yang memungkinkan perusahaan beradaptasi serta meningkatkan kemampuan bersaingnya secara global dalam kondisi perekonomian global yang turbulen adalah melalui aliansi strategis.
Kata Kunci : 
Persaingan Global, Keunggulan kompetitif, Aliansi Strategis 
PENDAHULUAN
Tahun 1990 merupakan dekade awal dimana perusahaan-perusahaan di seluruh duniaharus mulai berfikir global. Waktu dan jarak menjadi semakin tidak berarti denganpertumbuhan teknologi, komunikasi, transortasi, dan arus keuangan. Produk-produkyang ditemukan dan dikembangkan di suatu Negara, seperti tas merk Gucci, hamburgerdari Mc donal’s, pakaian pria dari Pierre cardin, BMW dari jerman, dan produk-produklain yang mendapat tanggapan antusias di Negara-negara lain. Tampaknya suatupermukiman global sedang muncul.Fenomena ini mengingatkan kita tentang pemikiran Global Village yang pernahdicetuskan oleh Ohmae dan Drucker. Mereka menyatakan bahwa mekanismeperdagangan dunia saat ini digambarkan sebagai sebuah pasar di sebuah desa. Artinyapasar semakin kecil (compressed) dengan dunia yang terasa semakin kecil karenadukungan kemajuan teknologi dan informasi yang tidak pernah terbayangkan
 
sebelumnya. Teknologi dan informasi merupakan elemen penting bagi perusahaandimasa yang akan datangsehingga memungkinkan perusahaan untuk berinovasi,beradaptasi, memberikan respon yang cepat terhadap konsumen (Chatell, 1995).Selama beberapa decade ini banyak perusahaan telah melakukan aktivitasinternasionalnya. Nestle, Shell, Bayer, Toshiba, dan masih banyak lagi perusahaanmultinasional sudah sangat dikenal oleh konsumen-konsumen di seluruh dunia. Padasaat sekarang ini aktivitas internasional tersebut semakin intens. Perusahaan-perusahaan domestik yang sebelumnya tidak pernah berfikir akan perusahaan asing sekarangini menghadapi langsung pesaing-pesaing asing ini. Sudah tidak asing lagi bagi kits mendengarkeberhasilan perusahaanperusahaan Jepang di bandingkan perusahaan Amerika Serikatdalam memasarkan produk-produknya berupa alatalat elektronik, mobil, kamera, jamtangan, dan produk-produk lainnya dipasaran Amerika Serikat. Fenomena tersebutmenjelaskan betapa lingkungan bisnis telah berubah secara radikal dan sangat berbeda darimasa lalu. Perubahan ini disebabkan oleh terjadinya
hypercompetition 
dalam perekonomianglobal.
Hypercompetition 
merupakan persaingan yang terjadi dalam lingkungan yang terusmenerus mengalami perubahan secara cepat dalam kurun waktu yang semakin singkat.Kecepatan dan pendeknya periode perubahan lingkungan menyebabkan perusahaantidak terlalu mudah untuk melakukan antisipasi dalam upaya menghindari kegagalan-kegagalan. Perusahan-perusahaan yang ingin bertahan dan lebih maju dalam kondisi demikianperlu untuk mengembangkan strategi yang baru. Dalam keadaan demikian perusahaanseharusnya memperlakukan dunia sebagai sumber penawaran dan permintaan. Mereka-mereka ini tidak terbatas pada perusahaan internasional saja, tetapi juga perusahaandomestik balk besar maupun kecil. Fokus harus diarahkan pada penciptaan laba danpertumbuhan didalam pasar global yang menunjukkan arus produk, teknologi, modal, danbisnis yangbesar antar negara. Dalam kondisi perekonomian seperti ini tidak satupunpasar yang selamanya aman dari persaingan (D'aveni dan Gunther, 1995). Bagi peru-sahaan-perusahaan yang selama ini hanya beroperasi di pasar domestic lambat launakan mengalami persaingan yang keras hingga didapatkan kenyataan bahwa pasar domestic itutidak ada lagi, serta yang ada hanyalah pasar global.
 
Hal tersebut di atas dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa bukannya semuaperusahaan harus go
international 
tetapi harus membuat perencanaan untukpertumbuhan dan kelangsungan hidup di era persaingan global. Tentunya perusahaantidak dapat mengandalkan hanya hidup di pasar domestik saja. Dengan kata lain tidakterdapat lagi tempat bagi perusahaaan untuk bersembunyi dari pesaing-pesaing di luarnegeri. Dalam kondisi demikian maka tidak ada pilihan lain bagi perusahaan yang beradadalam era persaingan global untuk tidak ikut berkompetisi global melalui peningkatankemampuan bersaing secara global.Menyikapi perubahan-perubahan yang terjadi dalam waktu singkat dalam erapersaingan global seperti sekarang ini, maka bagi perusahaan agar tetap survive sertamampu meningkatkan kemampuan bersaingnya secara global dalam kondisi yangturbulen harus merumuskan strategi yang adaptif serta mudah disesuaikan untuk mengikutiperkembangan perubahan yang terjadi secara mendadak (Hill & Jones,1995). Strategi yangmemungkinkan perusahaan beradaptasi serta meningkatkan kemampuan bersaingnya secaraglobal dalam kondisi yang turbulen adalah dengan melalui aliansi strategis.
PEREKONOMIAN GLOBAL; TANTANGAN DAN PELUANG
Kondisi perekonomian dewasa ini sudah menunjukkan kecenderungan yang bersifatglobal. Hubungan antar negara atau bangsa-bangsa didunia di bidang ekonomi mulai tidakmengenal batas-batas wilayah negara secara geografis. Kenichi Ohmae (1995) menyebutmasa sekarang sebagai masa berakhirnya negara bangsa dan masa munculnya negarawilayah. Negara wilayah terbentuk dari beberapa negara bangsa disuatu wilayah yangmembuat kesepakatan untuk melakukan perdagangan bebas. Sebagai contoh adalahwilayah yang mencakup negara-negara Eropa Barat , Asean, dan Amerika Utara. lstilahglobalisasi dapat diartikan sebagai pengkondisian yang mencakup (Daniel's and Daniel's,1993):
 
Pelaksanaan bisnis disejumlah negara di dunia.
 
Penyeimbangan kualitas global barang dan jasa serta kebutuhan unik dari berbagaibasis pelanggan lokal.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->