Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ASAL Nama Ibukota Kalteng

ASAL Nama Ibukota Kalteng

Ratings: (0)|Views: 18 |Likes:
ASAL MUASAL NAMA IBUKOTA KALTENG
ASAL MUASAL NAMA IBUKOTA KALTENG

More info:

Categories:Types, Reviews, Book
Published by: Tio Cliquers Hunter'z on Apr 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/03/2012

pdf

text

original

 
Posted on Juli 29, 2010 by Tama Rpl
Sebagai pemuda asli Palangka Raya,ada baiknya aku mesti mengetahui asal mula pemberian
nama “Palangka Raya” di ibukota Kalimantan Tengah.Setelah tanya tanya,cari cari,akhirnya ku
temukan sejarah pemberian nama tersebut.Berikut ulasan terlengkapnya :
 Ihwal pemilihan Tempat dan Nama ibukota Provinsi kalimantan Tengah
 
 P E N G A N T A R
 
 Naskah artikel bertajuk seperti tersebut di atas memenuhi permintaan Kepala Biro HUMASSetda Kalimantan Tengah tentang penulisan name Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah. Dibuat agak panjang karena berpendapat, kalau dibuat singkat dan sepotong-sepotong kurangdipahami oleh generasi muda mendatang. Penulisan Nama Ibukota Provinsi Kalimantan Tengahitu sendiri adalah Palangka Raya. Naskah artikel tersebut diserahkan kepada Kepala Biro HUMAS waktu itu adalah Saudara Drs. Harun Al Rasyid pada tanggal 23 Juni 2003
 – 
yakni ± 6,5 tahun silam
 – 
 
“diangkat kembali”
untuk diketahui oleh Sidang Pembaca.
 
 I. KEDUDUKAN IBUKOTA KALIMANTAN TENGAH 1. Pemilihan Tempat Bakal Ibukota
 
Adanya “suara
-
suara” yang menghendaki Ibukota Provinsi
Kalimantan Tengah dimana wargamasyarakat dari Kabupaten Barito menghendaki Muara Teweh atau Buntok, dart KabupatenKapuas minta agar Kuala Kapuas atau Pulang Pisau dan warga Kabupaten Kotawaringinmenghendaki Sampit atau Pangkalan Bun. Karena adanya permintaan dan perbedaan, untuk mengatasinya maka Gubernur Pembentuk Provinsi Kalimantan Tengah R.T.A. Milonomengambil suatu kebijaksanaan membentuk suatu Panitia untuk mencari tempat yang pantas dandapat diterima oleh sebagian besar Masyarakat Kalimantan Tengah.Awal Januari 1957 terbentuklah Panitia dimaksud terdiri dari :a) M. Mahar, Ketua Kongres Rakyat Kalimantan Tengah sebagai Ketua merangkap Anggota.b) Tjilik Riwut, Residen pada Kementerian Dalam Negeri dpb pada Gubernur Pembentuk Provinsi Kalimantan Tengah.
 
c) G. Obus, Bupati Kepala Daerah DPB pada Gubernur Pembentuk Provinsi Kalimantan Tengah,sebagai Anggota,d) E. Kamis, Pensiunan Pamong Praja/Kiai (Wedana) dan Pimpinan PT Sampit Dayak, sebagaiAnggota.e) C. Mihing, Pejabat pada Jawatan Penerangan Provinsi Kalimantan di Banjarmasin sebagaiSekretaris merangkap Anggota, dan sebagai Tenaga Ahli adalah :- R. Moenasier, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Persiapan Provinsi Kalimantan Tengah,- Ir D.A.W. van Der Pijl, Pegawai Dinas Pekerjaan Umum Persiapan Provinsi KalimantanTengah/Kepala Bagian Gedung-Gedung.Panitia melaksanakan tugasnya : mengadakan rapat-rapat serta menghubungi tokoh-tokohKalimantan Tengah, para pejabat Militer dan Sipil tingkat Kalimantan di Banjarmasin, sertamelakukan penelitian di lapangan dengan melaksanakan pertemuan dengan para tokohmasyarakat setempat pada daerah yang menjadi tujuan daripada penelitian.Pada akhir Februari 1957 telah selesai melaksanakan tugas dan menyampaikan Laporan kepadaGubernur Pembentuk Provinsi Kalimantan Tengah; kesimpulan dari Penelitian yang dilakukanPanitia adalahSekitar desa Pahandut, di Kampung Bukit Jekan dan sekitar Bukit Tangkiling ditetapkan untuk calon Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah.Bahwa kesimpulan dan merupakan usul ditetapkannya calon Ibukota Provinsi KalimantanTengah telah memenuhi kriteria yang digariskan sebagai tugas Panitia, dan dilengkapi lagidengan lain-lain alasan dipandang dari segi politik, ekonomi, pertahanan dan psikologis. Hasilkerja Panitia tersebut diterima baik oleh Gubernur R.T.A. Milono dan untuk seterusnyadisampaikan kepada Pemerintah Pusat c.q. Menteri Dalam Negeri dan mendapat persetujuansepenuhnya oleh Pemerintah Pusat, yakni :Bahwa lokasi sekitar desa Pahandut antara Kampung Bukit Jekan dan Bu¬kit Tangkilingditetapkan untuk calon Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah.
Sedangkan untuk namanya ― nama Ibukota itu nantinya ― masih harus dicari dan digali yang
sesuai dengan maksud dan tujuan daripada pembangunan kota tersebut. Untuk itu, Panitia masih
diperpanjang “masa kerjanya”, untuk mencari dan merumuskan suatu nama bagi Ibukota
Provinsi Kalimantan Tengah.Namun untuk sementara, nama Ibukota disebut Pahandut.Demikianlah pada pasal 2 ayat (1) UUDrt Nomor 10 Tahun 1957 menyatakan : Ibukota ProvinsiKalimantan Tengah adalah Pahandut; UUDrt Nomor 10 Tahun 1957 berlaku efektif pada 23 Mei1953.
 2. Pemberian Nama Ibukota
 Panitia yang masa kerjanya diperpanjang itu, maka pelaksanaan tugasnya selanjutnyamenghubungi kemudian melakukan kegiatan berupa, pertemuan/rapat, diskusi dan musyawarahdengan para tokoh masyarakat
 – 
baik yang ada di Banjarmasin maupun tokoh-tokoh MasyarakatKalimantan Tengah dari tiga Kabupaten. Maka tersebutlah sejumlah nama-nama yang telahmemberikan masukan serta pemikiran bagi nama Ibukota Kalimantan Tengah. Dalammelaksanakan tugasnya, Panitia bersama-
sama para tokoh itu berupaya “menggali” khasanah
perbendaharaan baik yang berkenaan dengan nama-mama dalam seni dan budaya, sejarah sertareligi daripada Suku Dayak di Kalimantan Tengah.Adapun mereka, diantaranya B. Baboe, A. Muhir, Damang H.S. Tundjan, M. Ismael, GaniGandrung, J.R. Lama, J.M. Nahan, Damang Salilah, dan tak kurang pula adalah Tjilik Riwut,
 
Anggota aktif mendampingi Ketua Panitia M. Mahar dalam menuntaskan mencari danmenetapkan nama bagi Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah.Pada akhir April 1957 Panitia bersama-sama tokoh masyarakat dapat menyelesaikan tugasnyayang sebelumnya telah pula dibekali pemikiran-pemikiran dari R.T.A. Milono, GubernurPembentuk Provinsi Kalimantan Tengah. Dengan demikian penetapan nama Ibukota merupakanperpaduan pemikiran baik dari Panitia beserta tokoh-tokoh Masyarakat Kalimantan Tengahdengan pemikiran dari Gubernur Milono.
Pemberian nama Ibukota itu “diangkat” dari Sejarah Tanah Dayak Kalimantan Tengah y
aknitentang awal Kejadian Alam Semesta. : Penciptaan Jagat Raya yang dalam Religi Suku Dayak 
 Ngaju Kalimantan Tengah dikenal dengan PANATURAN, merupakan “babon” dalam perjalanan
kehidupan Kebudayaan, Hukum Adat, Tata Tertib hidup bermasyarakat untuk berinteraksi timbalbalik dalam kaidah yang disebut Belom Bahadat.Dengan demikian, nama yang dipilih dan ditetapkan itu adalah berasal dari sumber yang sangatmendasar, nama bagi Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah itu adalah PALANGKA RAYAterdiri dari dua biji kata, yang mempunyai semantik-kata secara anzich, tapi juga mempunyaimakna kata masing-
masing pula…..
 
 3. Cuplikan
 Bahwa Penciptaan Jagat Raya adalah awal serta asal usul dari Karya RANYING HATALLA(Tuhan Yang Maha Esa) yang berkenaan dengan penciptaan manusia, cuplikan :
Disebutkan, nenek moyang berasal dari “alam atas” diturunkan ke bumi. Negeri asal dari alam
atas (langit) bernama Lewu Nindan Tarung, sedangkan tempat mula pertama di bumi disebutbernama Lewu Pantai Danum Kalunen.3.1. Tersebutlah pasangan suami-isteri (pasutri) Manyamei Tunggal Garing Janjahunan Laut
 – 
 Kameloh Putak Bulau Janjulen Karangan (untuk selanjutnya nama pasutri itu disingkat dandisebut : sang suami Manyamei dan istri disebut Kameloh atau Putir / Putri saja.Demikianlah pasutri Manyamei dan Putir/Kameloh berputra laki-laki semua kembar tiga, yang
tertua bernama Maharaja Sangiang„ yang tengah bernama Maharaja Sangen dan yang bungsu
bernama Maharaja Bunu (mengenai nama tiga kembar itu, pihak Majelis Agama Kaharingan,tidak menggunakan Maharaja, tapi Raja Sangiang, Raja Sangen dan Raja Bunu).3.2. Nenek Moyang. Arkian tersebutlah Maharaja (Raja) Bunu atas ketentuan Ranying Hatalladiturunkan ke bumi (dunia) menjadi nenek moyang manusia (manusia Dayak KalimantanTengah). Di Bumi dipilih untuk tempat tinggal Maharaja (Raja) Bunu yakni Bukit Samatuan,dari situlah keturunannya menyebar mengisi muka bumi.Maharaja Bunu yang diturunkan ke bumi itu memakai kendaraan angkasa yang disebut dengannama Palangka Bulau Lambayung Nyahu, nelun bulau namburak ije sambang garantung, secarasingkat disebut Palangka Bulau saja.Palangka Bulau dilengkapi dengan muatan bekal baik sarana dan segala keperluan hidup sepertisemua perkakas/peralatan bercocok tanam, berburu, perkakas/ peralatan membuat senjata, bibitpadi disebut parei-behas, behas parei nyangen tingang pulut lumpung penyang, bibit buah-buahan/tetumbuhan, bibit ternak/satwa.Parei Behas (Padi Beras) yang merupakan bahan makanan pokok (nasi) sekaligus menjadi

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->