Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Participatory Rural Appraisal

Participatory Rural Appraisal

Ratings: (0)|Views: 823 |Likes:
Published by TAKI - TAKI

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: TAKI - TAKI on Apr 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/12/2013

pdf

text

original

 
[Type text][Type text]
 Participatory Rural Appraisal 
( PRA ) :Alternatif Metodologi PS
(
 Disarikan dari Buku Participatory, Pemberdayaan dan Demokrasi Komunitas :Studio Driya Media dan KPMNT)
I. PengantarPRA merupakan singkatan
dari Participatory Rural Appraisal
yang secara harfiahartinya pengkajian ( keadaan ) desa (secara ) partisipatif. PRA senantiasaberkembang, sehingga menurut
 Robert Chambers
yang mempromotori danmengembangkannya, mungkin tidak perlu untuk memberikan definisi final.
 Robert Chambers
 
mendefinisikannya sebagai : “Sekumpulan pendekatan dan
metode yang mendorong masyarakat (pedesaan) untuk turut serta meningkatkandan menganalisis pengetahuan mereka mengenai hidup dan kondisi merekasen
diri agar mereka dapat membuat rencana dan tindakan”.
Pada awalnya PRA berkembang sebagai kumpulan metode atau teknik 
 – 
teknik 
‘penelitian’ yang dilakukan oleh masyarakat oleh masyarakat sendiri, seperti yang
didefinisikan oleh
 Robert Chambers
di atas. PRA pada awalnya berkembangsebagai suatu alternative bagi penelitian sosial yang dikritik sebagai tindakantidak bermanfaat bagi masyrakat karena hanya menggunaklan masyarakat sebagaiobyek penelitian. Kalau pada penelitian sosial, agenda penelitian adalah milik 
‘orang luar’, informasi yang hasil penelitian dibawa oleh ‘orang luar’ untuk 
kepentingannya sendiri maupun kalangannya, maka pada PRA, agenda
‘penelitian’ dikembangkan oleh masyarakat dengan difasilitasi oleh orang luar,
sebagai proses refelksi kritis masyarakat tentang situasi dan persoalan yangmereka hadapi. Informasi hasilnya, digunakan oleh masyarakat untuk mengembangkan program aksi mereka. Karena proses perkembangan PRA padawalanya seperti ini, banyak kalangan menggunakan PRA hanya untuk prosespengkajian saja.
 
[Type text][Type text]
Pada perkembangan berikutnya PRA menjadi metodologi pendekatan programyang lebih dari sekedar pengkajian untuk masyarakat, melainkan sebagai sebuahkerangka kerja pengembangan program partisipatif. Pada tahun 1990
 – 
anpenggunaan PRA berkembang pesat dalam upaya menemukan sebuah metodologipendekatan yang bisa mendukung proses perencanaan yang lebih terdesentralisasidan pengambilan keputusan secara lebih demokratis , yang memungkinkan
masyarakat untuk ‘belajar bersama’, menganalisis,
dan meningkatkanpengetahuannya, serta untuk merencanakan dan melaksanakan kegiatan merekasendiri.
II. PRA dan Metodologi Partisipatif 
 PRA sebagai metamorfosis dari RRA
Participatory Rural Appraisal
( PRA ) seringkali dilekatkan dengan nama
 Robert Chambers,
sehingga rasanya perlu dipahami peran
 Robert Chambers
dalampengembangan PRA. Robert Chambers adalah seorang akademisi yang gencarmemperkenalkan konsep partisipasi dan PRA.Pada bukunya yang pertama
( Chambers, 1983
), Chambers menyampaikan kritik terhadap penelitian sosial, khususnya metode survai, yang dianggapnya kurangatau bahkan tidak bermanfaat bagi masyarakat yang dijadikan sasaran penelitian.Biasanya seringkali terlalu lama diterbitkan sebagai laporan sehingga sudahketinggalan, dan mahal. Pada buku pertamanya itu, Chambers memperkenalkanmetode
 Rapid Rural Appraisal
(RRA) sebagai alternative bagi para praktisi
 pembangunan yang memerlukan sebuah metodologi ‘penelitian’ yang bisa
membantu mereka memahami masyarakat secara cepat, dengan informasi aktual,dan biaya murah, serta bisa mengajak masyarakat sebagai pelaku penelitian itusendiri.Pada bukunya yang kedua (
Chambers : 198
7), Chambers menggunakan istilah
Participatory Rural Appraisal
(PRA) untuk menggantikan RRA. Perkembangankonsep
RRA sampai PRA terutama pada pemikiran mengenai peran ‘Orang Luar’
 
[Type text][Type text]
(para ‘profesional’) bekerja di masyarakat dalam upaya mengatasi masalah
kemiskinan dan pembangunan.Meskipun terdapat berbagai sumber PRA, nampaknya RRA adalah sumber PRAyang paling langsung. PRA adalah metamorfosis dari RRA, sehingga PRA semula
disebut dengan istilah ‘RRA partisipatif’ ( berkembang tahun 1980
-an).
 Perbandingan antara RRA dengan PRA menurut Robert Chambers
:
RRA PRAKurun waktuperkembangan
Akhir tahun 1970-an(awal 1980-an)Akhir tahun 1980-an(awal tahun 1990-an)
Pembaharu
Kalangan Universitas Kalangan LSM/Ornop
Pengguna Utama (mainusers)
Kalangan Universitas,donorKalangan LSM/ornop
Sumber pengetahuan
Pengetahuan MasyarakatsetempatKemampuan Masyarakatsetempat
Inovasi ditujukan pada
Metode/teknik Perilaku
Digunakan orang luaruntuk
Menggali (ekstraktif) Memfasilitasi partisipasi
Tujuan
Pengumpulan data(penelitian)Pemberdayaanmasyarakat
Pelaku utama (mainactors)
Orang luar (peneliti) Masyarakat setempat
Hasil-hasil jangkapanjang
Perencanaan, proyek,publikasiPengembangankelembagaan dantindakan masyarakatlokal yang berkelanjutan

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Elsye Septalendi liked this
Mega Natalia liked this
Furqan Gus liked this
Ratika Tika liked this
Echa Roozwandha liked this
Ahmad Suhaimi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->