Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penggunaan Ferro Sulfat Dalam Proses Pengolahan Limbah Cair Yang Mengandung Logam Dengan Proses Flotasi

Penggunaan Ferro Sulfat Dalam Proses Pengolahan Limbah Cair Yang Mengandung Logam Dengan Proses Flotasi

Ratings: (0)|Views: 479 |Likes:
Published by ruslysmg
PENGGUNAAN FERRO SULFAT DALAM PROSES PENGOLAHAN LIMBAH CAIR YANG MENGANDUNG LOGAM DENGAN PROSES FLOTASI Hadi Wibowo Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang Abstract Iron Deficieny Anemia (IDA) representing one of especial micronutrient deficiency that happened in Indonesia. IDA suffered by Indonesia resident about 100 million soul. One of effort of handling IDA is supplementation by ferro sulphate. To serve the purpose of raw material pharmacy have to be up to standard quality of set in
PENGGUNAAN FERRO SULFAT DALAM PROSES PENGOLAHAN LIMBAH CAIR YANG MENGANDUNG LOGAM DENGAN PROSES FLOTASI Hadi Wibowo Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang Abstract Iron Deficieny Anemia (IDA) representing one of especial micronutrient deficiency that happened in Indonesia. IDA suffered by Indonesia resident about 100 million soul. One of effort of handling IDA is supplementation by ferro sulphate. To serve the purpose of raw material pharmacy have to be up to standard quality of set in

More info:

Published by: ruslysmg on Apr 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/15/2013

pdf

text

original

 
PENGGUNAAN FERRO SULFAT DALAM PROSES PENGOLAHAN LIMBAH CAIRYANG MENGANDUNG LOGAM DENGAN PROSES FLOTASIHadi Wibowo
 Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang
Abstract
 Iron Deficieny Anemia (IDA) representing one of especial micronutrient deficiency that happened in Indonesia. IDA suffered by Indonesia resident about 100 million soul. One of effort of handling IDA is supplementation by ferro sulphate. To serve the purpose of raw material pharmacy have to be up to standard quality of set in Pharmacopoeia of Indonesia Edition IV.This Research aimed to make, to purify and characterization ferro sulphate from iron waste.The produce with reacted iron waste and acid sulphate 25% during 7 day. Crystal dissociated and purified by recrystalization, and then characterization with SEM-EDS. Result of researchshowed that ferro sulphate from iron waste of workshop bubut fulfill the standard quality of in Indonesia Pharmacopoeia Edition IV. The Effect of Ozone and Zeolite Concentration to thePerformance of the Treatment of Wastewater Containing Heavy Metal Using Flotation Process. Industrial wastewater which contains heavy metal cannot be disposed to the environment directly, due to its toxicity. In this research, separation of metal from wastewater wasconducted by aorptive flotation method, using Lampung natural zeolite as bonding agent. Themost common diffuser used in the dotation process is air or oxygen. In this research, ozone isused as diffuser because it is a stronger oxidant and more dissolvable in water than oxygen. Besides, ozone is a coagulant aid and disinfectant With ozone as diffuser, it is expected that the process become faster with higher efficiency. This research was conducted to determine ozoneeffectiveness as diffuser, compared with other diffuser, and also to determine optimumconcentration and effectiveness of zeolite in flotation of iron, nickel and copper. The researchresult shows that separation of iron with air diffuser is 90.8%, air-oxygen diffuser is 95.7%,air-ozone (from air) diffuser is 99.7%, and air-ozone (from oxygen) diffuser is 99.7%. Natural zeolite is effective as bonding agent with optimum concentration equal to 2 gram/liter, producing separation percentage For iron equal to 99.70%, copper equal to 88.98% and Nickelequal to 98.46%.
Key words
:
iron waste, ferrous sulfate, recrystalization, characterization, flotation, ozone, zeolite, heavy metal
PENDAHULUAN
Anemia Gizi Besi (AGB) adalah anemia yangdisebabkan oleh kurangnya zat besi dalam tubuh,sehingga kebutuhan zat besi (Fe) untuk eritropoesistidak cukup. AGB ditandai dengan gambaran seldarah merah hipokrom- mikrositer, kadar besiserum (Serum iron - SI) dan jenuh transferinmenurun, Kapasitas ikat besi total
(Total Iron Binding Capacity
= TIBC)
meninggi dan
cadaaganbesi dalam sumsum tulang serta ditempat yang lainsangat kurang atau tidak ada sama sekali (Fairbanks
et oL,
1998; Lee
et oL,
2006). Resiko anemia gizibesi ini dapat menyebabkan produktivitas kerjarendah, daya tahan tubuh terhadap penyakitmenurun, kemampuan belajar anak sekolah rendahpeningkatan bobot badan ibu hamil rendah dankelahiran bayi prematur (Ferreira
et oL, 2Q07;Cooper et ol„ 2006).
Salah satu upaya penanggulangan anemia adalahdengan pemberian tablet besi (Paesano
et al.,
2006;Smitasiri and Solon, 2005). Di sisi lain, limbah besidihasilkan dari limbah bengkel bubut dan industri
 pelapisan logam. Potensi limbah besi
mencemarilingkungan sangat besar. Industri pelapisan logammenghasilkan sekitar 3-5 kg/bulan sedangkanbengkel bubut 10-20 kg/bulan. (Sunardi, 2007).Berbagai usaha telah dilakukan pemerintah gunamengatasi pencemaran lingkungan dan masalahAnemia Gizi Besi. Tetapi permasalahanpencemaran lingkungan dan AGB tetap sajamenjadi permasalahan yang pelik dari tahun ke
1
 
tahun. Atas dasar itu, daur ulang limbah besimenjadi ferro sulfat sangat penting untuk dilakukanuntuk 
mengetahui potensinya
sebagai bahan sediaanfarmasi.Limbah-limbah industri dengan kandungan logam-logam berat tidak dapat dibuang langsung kesungai, waduk atau laut, karena keberadaan logamberat sangat berbahaya bagi kehidupan manusia,hewan dan lingkungan. Salah satu cara yangdikembangkan untuk mengolah limbah cair yangmengandung logam berat adalah flotasi. Prosesflotasi lebih mampu memisahkan partikel-partikelyang berukuran kecil secara sempurna dan lebihselektif dibandingkan proses-proses pengolahanlimbah lain [1,2]. Di samping itu flotasi juga lebihmenguntungkan karena pemisahannya lebih cepat
 
dan biaya operasinya relatif lebih murah.Pada flotasi, separasi dihasilkan oleh gelembung-gelembung gas
(diffuser)
yang digunakan [3]. Gasyang ditambahkan ke dalam larutan air limbah akanmengalami kontak dengan partikel-partikelkandungan air limbah, sehingga menghasilkan gayaapung yang cukup besar, yang menyebabkanpartikel-partikel tersebut mengapung ke permukaan.
 Diffuser 
yang umum
 
digunakan dalam proses flotasiadalah udara atau oksigen. Pada penelitian ini,digunakan ozon sebagai
diffuser 
karena mempunyaikemiripan sifat dengan oksigen dengan beberapakelebihan diantaranya: merupakan oksidator yanglebih kuat dan lebih mudah larut dalam airdibandingkan dengan oksigen, merupakan bahanbantu koagulan dan
disinfektan
[4].Flotasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah
sorptive flotation
karena separasi flotasi dibantuoleh saatu bahan pengikat
(bonding agent).
Penelitian ini nemilih zeolite alam sebagai
bondingagent,
karena ketersediannya cukup banyak diIndonesia, sedangkan penggunaanya masih sangatminim. Tujuan dari kajian ini
 
adalah untuk: 1)Menentukan efektivitas ozon sebagai
diffuser 
padaproses flotasi; 2) Membandingkan ozon dengan jenis
diffuser 
lain, serta pengaruhnya terhadapkualitas hasil olahan; 3) Menentukan konsentrasioptimum zeolit sebagai bahan pengikat dalamflotasi logam besi, tembaga dan nikel.
METODE PENELITIANBahan
 Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalahlimbah besi dari bengkel bubut HARAPAN KITAdi Pajang Surakarta yang telah disaring denganayakan 50 mesh, asam sulfat p.a. (Merck, Jerman),asam klorids p.a. (Merck, Jerman), asam nitrat p.a.(Merek, Jerman), dan aquabides.
Alat
Alat yang digunakan adalah SEM-EDS merk 
 feoiseri JSM-6360,
plastik, selang, peralatan gelasdesikator, pompa vakum, ayakan 200 mesh, kertassaring Whatman 42, neraca analitik, stamper, mortirdan alat-alat gelas.
Pengolahan limbah besi menjadi ferro sulfat danpemurniannya
Memasukkan 250 g limbah besi yang telah bersihke dalam
beaker glass
yang berisi asam sulfatdengan kadar 25% sebanyak 750 mL. Menutupbeaker glass dengan plastik yang dilengkapi denganselang pembuangan. Mendiamkan larutan denganwaktu 2 hari. Mengambil kristal yang terbentuk dengan cara menyaring dengan pompa vakumkemudian mengeringkan dalam desikator.Melarutkan kristal ferro sulfat dalam aquabideshangat. Menyaring dalam keadaan hangat.Mendinginkan filtrat hingga terbentuk kristal FeSO
4
 dengan kadar yang tinggi. Mengeringkan dalamdesikator. Pengamatan struktur mikro dilakukandengan SEM-EDS (DL 1-2 mikron). Dengan alatini dapat dilihat pula komposisi unsur kimia sampelyang diamati.
Gambar 1. Limbah best, ferro sulfat sebelumpemurnian, ferro sulfat setelahpemurnian.
2
 
TEKNIS Vol. 7, No.1, April 2012 : 1 -
 
 
Secara umum penelitian terbagi menjadi preparasidan karakterisasi zeolit alam Lampung, ujiproduktivitas ozonator, preparasi sampel, prosesflotasi, analisis sampel sebelum dan setelah proses,serta pengolahan data.Preparasi zeolit alam lampung dimulai denganpengayakan zeolit untuk mendapatkan zeolitberbentuk granular dengan ukuran partikel antara03-0,4 mm. Dilanjutkan dengan pencucian denganaquades selama 30 menit dengan pengadukanberulang-ulang dan pengeringan pada suhu ± 180°Cselama 2 jam. Karakterisasi zeolit dilakukansebelum dan sesudah proses preparasi untuk mengetahui luas permukaan dan volume porinyamenggunakan alat BET Autosorb. Uji produktivitasozonator dilakukan dengan metode lodometri.Sampel yang digunakan adalah limbah sintetik yangmengandung logam tunggal Fe, Cu dan M dengankonsentrasi masing-masing 100 mg/L. L. pH tangkipencampuran diatur pada pH 7, 8, 9 danditambahkan PAC sebagai koagulan sebanyak 0,133 g/L, serta Sodium Lauryl Sulfate (SLS)sebagai surfaktan sebanyak 0,4 g/L.
Gambar 2. Skema alat untuk flotasi dengandiffuser udara-ozon dari udaraGambar 3. Skema alat untuk flotasi dengandiffuser udara-ozon dari oksigenGambar 4. Skema alat untuk flotasi dengandiffuser udara-oksigen
 
Gambar 5. Skema alat untuk flotasi dengandiffuser udara
Proses flotasi dilakukan dengan dua variasi, yaituvariasi jenis diffuser dan variasi konsentrasi zeolitalam. Variasi jenis diffuser dilakukan untuk larutancair besi sintetik. Variasi jenis diffuser dilakukandengan memvariasikan konfigurasi alat sepertiterlihat pada Gambar 1 sampai Gambar 4.Untuk variasi konsentrasi zeolit, flotasi dilakukanuntuk larutan tunggal besi, tembaga dan nikeldengan dosis zeolit, sebesar 0; 1,0; 1,5; 2,0 gr/liter.Diffuser yang digunakan adalah campuran udara-ozon (dari udara).Larutan sampel sebelum dan setelah proses flotasidianalisis kandungan logamnya dengan AAS selainitu juga dianalisis parameter kualitas air lainnyayaitu pH, DO, dan COD. Hasil pemisahan logamberat dari limbah sintetik ini diperoleh dengan caramengukur konsentrasi logam berat awal dan akhirpada air hasil olahan, dengan persamaan %pemisahan berikut:(1)dengan: C
o
= konsentrasi logam awal.C
a
= konsentrasi logam akhir.
 PENGGUNAAN FERRO SULFAT DALAM PROSES PENGOLAHAN LIMBAH CAIR …( Hadi Wibowo
 )
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->