Masyarakat Batak telah mengenal dan mempergunakan alat-alat sederhana yangdipergunakan untuk bercocok tanam dalam kehidupannya. Seperti cangkul, bajak (tenggaladalam bahasa Karo), tongkat tunggal (engkol dalam bahasa Karo), sabit (sabi-sabi) atau ani-ani. Masyarakat Batak juga memiliki senjata tradisional yaitu, piso surit (sejenis belati), pisogajah dompak (sebilah keris yang panjang), hujur (sejenis tombak), podang (sejenis pedangpanjang). Unsur teknologi lainnya yaitukain ulos yang merupakan kain tenunan yangmempunyai banyak fungsi dalam kehidupan adat Batak.D. Organisasi Sosiala. PerkawinanPada tradisi suku Batak seseorang hanya bisa menikah dengan orang Batak yang berbedaklan sehingga jika ada yang menikah dia harus mencari pasangan hidup dari marga lain selainmarganya. Apabila yang menikah adalah seseorang yang bukan dari suku Batak maka diaharus diadopsi oleh salah satu marga Batak (berbeda klan). Acara tersebut dilanjutkan denganprosesi perkawinan yang dilakukan di gereja karena mayoritas penduduk Batak beragamaKristen.Untuk mahar perkawinan-saudara mempelai wanita yang sudah menikah.b. KekerabatanKelompok kekerabatan suku bangsa Batak berdiam di daerah pedesaan yang disebut Hutaatau Kuta menurut istilah Karo. Biasanya satu Huta didiami oleh keluarga dari satumarga.Ada pula kelompok kerabat yang disebut marga taneh yaitu kelompok pariteralketurunan pendiri dari Kuta. Marga tersebut terikat oleh simbol-simbol tertentu misalnyanama marga. Klen kecil tadi merupakan kerabat patrilineal yang masih berdiam dalam satukawasan. Sebaliknya klen besar yang anggotanya sdah banyak hidup tersebar sehingga tidak saling kenal tetapi mereka dapat mengenali anggotanya melalui nama marga yang selaludisertakan dibelakang nama kecilnya, Stratifikasi sosial orang Batak didasarkan pada empatprinsip yaitu : (a) perbedaan tigkat umur, (b) perbedaan pangkat dan jabatan, (c) perbedaansifat keaslian dan (d) status kawin.E. Mata PencaharianPada umumnya masyarakat batak bercocok tanam padi di sawah dan ladang. Lahan didapatdari pembagian yang didasarkan marga. Setiap kelurga mandapat tanah tadi tetapi tidak bolehmenjualnya. Selain tanah ulayat adapun tanah yang dimiliki perseorangan .Perternakan juga salah satu mata pencaharian suku batak antara lain perternakan kerbau, sapi,babi, kambing, ayam, dan bebek. Penangkapan ikan dilakukan sebagian penduduk disekitardanau Toba.Sektor kerajinan juga berkembang. Misalnya tenun, anyaman rotan, ukiran kayu, temmbikar,yang ada kaitanya dengan pariwisata.F. ReligiPada abad 19 agama islam masuk daerah penyebaranya meliputi batak selatan . Agamakristen masuk sekitar tahun 1863 dan penyebaranya meliputi batak utara. Walaupun demikian banyak sekali masyarakat batak didaerah pedesaan yang masih mmpertahankankonsep asli religi pendduk batak. Orang batak mempunyai konsepsi bahwa alam semestabeserta isinya diciptakan oleh Debeta Mula Jadi Na Balon dan bertempat tinggal diatas langitdan mempunyai nama-nama sesuai dengan tugasnya dan kedudukanya . Debeta Mula Jadi NaBalon : bertempat tinggal dilangit dan merupakan maha pencipta; Siloan Na Balom:berkedudukan sebagai penguasa dunia mahluk halus. Dalam hubungannya dengan roh dan jiwa orang batak mengenal tiga konsep yaitu : Tondi: jiwa atau roh; Sahala : jiwa atau roh