Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kronologis Pembangunan Rumah Sakit Hewan Prof. Soeparwi.

Kronologis Pembangunan Rumah Sakit Hewan Prof. Soeparwi.

Ratings: (0)|Views: 183|Likes:
Published by Andrian Dion Priadi

More info:

Published by: Andrian Dion Priadi on Apr 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/04/2012

pdf

text

original

 
 1
KRONOLOGIS PEMBANGUNANRUMAH SAKIT HEWAN Prof. SOEPARWIFAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS GADJAH MADA
Masalah Audit Rumah Sakit Hewan FKH-UGM terus berkelanjutan denganadanya perubahan nama Poliklinik Hewan menjadi Rumah Sakit Hewan (RSH),dikarenakan nama tersebut tidak dikenal di tingkat Universitas ataupun Satuan AuditInternal Universitas Gadjah Mada (SAI UGM). Berangkat dari Permasalahan Audit yangada di Fakultas Kedokteran Hewan khususnya mengenai RSH, Pengurus Fakultas telahberusaha untuk dapat mengatasi dan mencari pemecahan masalah yang ada denganmengajak diskusi para Pengurus Bagian Ilmu Penyakit Dalam (IPD) dan Ilmu Bedah danRadiologi (IBR), dan juga mengadakan
Workshop 
.Sejak diakhirinya pengelolaan Poliklinik Hewan FKH-UGM oleh Ketua TimPengelola Poliklinik Hewan FKH-UGM dengan mengirimkan surat kepada seluruh stafedukatif Bagian IPD dan Bagian IBR tertanggal 17 Mei 2005, maka pengelolaanPoliklinik Hewan diserahkan pada masing-masing Bagian IPD dan IBR. Dengan adanyasurat diakhirinya pengelolaan Poliklinik Hewan oleh Tim Pengelola Poliklinik Hewan,Kepala Bagian IPD mengirimkan surat kepada Dekan (Surat No:40/V/IPD/2005) yangisinya mohon petunjuk Dekan sehubungan dengan adanya surat diakhirinya pengelolaanbersama Poliklinik Hewan FKH-UGM. Dekan selanjutnya menginstruksikan agarkegiatan Poliklinik Hewan tetap berjalan sambil menunggu adanya keputusanberikutnya.Masalah Temuan Audit mengenai RSH tertuang dalam surat SAI UGM ke Dekan(Surat No:139/SAI/VI/2006), SAI meminta Fakultas agar memberikan penjelasan tertulismengenai masalah RSH yang meliputi (1) SK pendirian RSH, (2) SK pengangkatanpengelola, (3) struktur organisasi. Tanggapan dan klarifikasi berdasar pada fakta yangada atas temuan audit, telah dilakukan oleh Pengurus Fakultas. Temuan Audit mengenaiRSH nampaknya merupakan masalah serius yang mengancam keberlangsunganberbagai proyek yang sedang berjalan di Fakultas. Hal ini tertuang dalam InstruksiRektor ke Dekan dengan No:3828/P/Set-Eksekutif/2006 mengenai Tindak Lanjut HasilTemuan Audit.
 
 2
Dekan diminta segera melakukan penataan kembali RSH dan menyelesaikan permasalahan tersebut dalam waktu satu bulan. Keterlambatan penyelesaian masalah ini akan menjadi catatan untuk mengikut sertakan FKH dalam berbagai program kompetisi internal maupun nasional.
 Dengan adanya Instruksi Rektor Fakultas memberikan tanggapan dalamusahanya untuk melakukan pembenahan permasalahan RSH, tertuang dalam SuratDekan ub.Wadek-2 kepada SAI UGM No:1403/J.01.1.22/ KU/2006, mengenaiTanggapan Temuan Audit yang meliputi: (1) SK Dekan tentang pengelola PoliklinikHewan FKH-UGM selama 3 tahun (22 Agustus l996 s/d 21 Agustus 1999), (2) Tidakmenemukan SK pengelola Poliklinik Hewan/ RSH yang baru setelah SK tahun tersebutdi atas, (3) Laporan keuangan Poliklinik Hewan langsung ke universitas tanpa melaluiFKH-UGM, (4) Fakultas menerima surat dari Ketua Bagian IPD tentang diakhirinyaPengelolaan Poliklinik Hewan oleh Ketua Tim Pengelola Poliklinik Hewan pada tanggal18 Mei 2005, (5) Fakultas telah melakukan tindakan-tindakan untuk penataan ulang RSH(dengan melakukan diskusi, mengadakan workshop). Diskusi dengan pengurus Bagiandan seluruh staf dengan surat undangan No:139/J.01.1.22/TU/2005 dan No:1136/ J.01.1.22/TU/2005, dan undangan workshop dengan surat No:1534/J.01.1.22/TU/2005.Pada tanggal 20 Juli 2006 Kepala Bagian IPD mengirim surat ke Dekan denganSurat No:38/IPD/VII/2006, mengenai Keputusan Rapat RSH dari Bagian IPD. BagianIlmu Penyakit Dalam telah memutuskan bahwa: (1) Kegiatan pelayanan masyarakatPoliklinik Hewan berada di bawah Bagian IPD, (2) Dengan adanya RSH untuk pelayananmasyarakat memerlukan sarana dan prasarana yang sama sekali terpisah denganBagian IPD sehingga dalam kegiatan dan tanggung jawab maupun penggunaan asetdapat diperjelas. Dari surat tersebut, Bagian IPD memutuskan bahwa perlu adanya RSHyang terpisah dari Bagian IPD.Pada tanggal 30 Juli 2006 Kepala Bagian IBR mengirim surat ke Dekan denganSurat No: 65/IBR/31/07/06, mengenai Pelayanan Masyarakat. Bagian Ilmu Bedah danRadiologi memutuskan bahwa (1) Bagian Bedah menyetujui pembentukan RSH yangtempatnya terpisah dengan Bagian, terutama sarana dan prasarananya termasuk dokterdan karyawannya. Fakultas atau universitas bertanggung jawab terhadap terbentuknyapembangunan RSH tersebut, (2) Selama hal nomer 1 belum dapat dilaksanakan, BagianBedah tetap melakukan pelayanan masyarakat seperti yang dilakukan saat ini tanpa
 
 3
mencantumkan nama Poliklinik Hewan maupun RSH, agar koasistensi Bagian Bedahdapat tetap berjalan. dll. Dari surat tersebut, Bagian IBR memutuskan bahwa perluadanya pembentukan RSH yang terpisah dari Bagian IBR.Berdasar keputusan dari Bagian IPD dan IBR yang disampaikan melalui suratKepala Bagian IPD dan IBR ke Dekan, selanjutnya Pengurus Fakultas mengirimkansurat ke Rektor, yang ditembuskan ke Wakil Rektor Senior Bidang Administrasi, KetuaSAI UGM, Kepala Bagian IPD, dan IBR, mengenai Penataan Kembali RSH denganSurat No: 1655/J.01.1.22/TU/2006. Isi surat adalah sebagai berikut, dalam rangkamenindak lanjuti instruksi rektor untuk melakukan penataan kembali RSH maka: (1) RSHFKH-UGM keberadaannya tetap dipertahankan dengan pengelolaan tersendiri,keputusan ini didasarkan pada surat dari Ketua Bagian IPD (Surat tanggal 20 Juli 2006No. 38/IPD/VII/2006) dan Ketua Bagian IBR (Surat tanggal 31 Juli 2006 No.65/IBR/31/07/06) yang menyetujui RSH dengan pengelolaan secara tersendiri, (2)Keberadaan RSH dengan struktur organisasinya akan disyahkan melalui Rapat SenatFakultas, (3) Sebelum pendirian dan organisasi RSH ditetapkan sesuai denganketentuan yang berlaku dan sarana/prasarana penunjang terpenuhi, maka kegiatanakademik dan pelayanan masyarakat tetap dilaksanakan oleh Bagian IPD dan IBR, (4)Aset yang dimiliki oleh RSH akan digunakan sebagai modal awal untuk operasional RSHselanjutnya, (5) Oleh karena RSH akan memasuki masa penataan kembali, makauniversitas dimohon dapat memfasilitasi pelaksanaan opersaional masih menggunakanaset/fasilitas masing-masing bagian IPD dan IBR seperti yang telah berjalan selama inisampai pada saatnya RSH dapat mandiri, (6) Rektor dimohon dapat menerbitkan SKPegelola RSH FKH-UGM dengan susunan pengelola yang akan ditetapkan olehpimpinan fakultas melalui persetujuan Senat FKH-UGM, (7) Tim pengelola RSHbertugas untuk mengembangkan RSH agar dapat berfungsi penuh sebagai RSHPendidikan Dokter Hewan dan meningkatkan pelayanan pada masyarakat, membenahiadministrasi keuangan, dan melakukan reinventarisasi aset RSH dibawah tanggung jawab Dekan.Dalam rangka menindak lanjuti Instruksi Rektor tentang Tindak Lanjut Hasil AuditKeuangan mengenai Penataan Kembali RSH, Dekan mengirim surat ke Senat Fakultasdengan Surat No: 1952/J.01.1.22/TU/2006. Isi surat adalah sehubungan denganInstruksi Rektor No:3828/P/Set-Eksekutif/2006, tentang Tindak Lanjut Hasil AuditKeuangan mengenai Penataan Kembali RSH, maka Dekan mengirimkan: (1)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->