Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
48Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan Auksin

Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan Auksin

Ratings: (0)|Views: 5,079|Likes:
Published by Rizky Yanuarista

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Rizky Yanuarista on Apr 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/28/2013

pdf

text

original

 
LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN
 
PENGARUH HORMON TERHADAP PERTUMBUHAN AKAR
 
RIZKY YANUARISTA (1509 100 027)
 
KELOMPOK VII
 
JURUSAN BIOLOGI
 
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
 
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
 
SURABAYA
 
2011ABSTRAK
Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Salah satu faktor internal adalah hormon. Hormon tumbuhan adalahsenyawa organik yang disintesis di salah satu bagian tumbuhan dan dipindahkan ke bagian lain, dan pada konsentrasi yang sangat rendah mampu menimbulkan suatu respons fisiologis. Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar IAA terhadap jumlah akar. Tanaman yang digunakanadalah
Piper betle
yang dipotong-potong batangnya. Setiap potongan batang 
Piper betle
direndamdalam larutan IAA dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 0,1 ppm, 1 ppm, 10 ppm, dan 100 ppm sertadirendam dalam air kran (sebagai kontrol). Perendaman dilakukan selama 1 jam. Kemudian batangtanaman dimasukkan dalam botol Nescafe yang telah diisi air kran sebanyak 200ml. Botol Nescafe yangdigunakan sebanyak sepuluh buah, lima botol ditutup dengan kertas karbon (sebagai tempat gelap) danlima botol tidak ditutupi (sebagai tempat terang). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada tempat terang, pertumbuhan akar yang paling banyak terdapat pada perlakuan dengan perendaman IAAkonsentrasi 1 ppm. Sedangkan pada tempat gelap, pertumbuhan akar yang paling banyak terdapat  perlakuan dengan perendaman IAA konsentrasi 100 ppm. Untuk variable kontrol pada tempat gelap,tumbuh akar. Sedangkan pada tempat terang, variable kontrolnya tidak tumbuh akar. Kata kunci : Piper betle
,
auksin, batang.
 ABSTRACT
Plant growth and development is influenced by two factors: domestic factors and external  factors. One internal factor hormone. Plant hormones are organic compounds which are synthesized inone part of the factory and moved to another part, and at very low concentrations can cause a physiological reaction. This laboratory aims to determine the effect of geteroauksina on the number of roots levels. Plants used in
Piper betle
cut stem. Every part of Piper betle rods immersed in a solution of IAA with different concentrations of 0.1 ppm, 1 ppm, 10 ppm, and 100 ppm and soaked in tap water (ascontrol). Soaking performed for 1 hour. Then the stems of plants included in the Nescafe bottle filled withtap water that has been as much as 200ml. Nescafe bottle used as many as ten pieces, five bottlescovered with carbon paper (as a dark spot) and five bottles are not covered (as a bright spot).Observations show that in the light, root growth is most numerous in the treatment of diving with IAA of 1 ppm concentration. While the growth of the dark roots of the most widely available treatments soak IAA 100 ppm concentration. For the control in a dark place variables, to put down roots. While in control of brightness, the variable does not take root.Keyword : Piper betle, auxin, stem.
 
 
PENDAHULUAN
Hormon tumbuhan atau lebih seringdisebut fitohormon merupakan senyawaorganik yang disintesis di salah satu bagiantumbuhan untuk dipindahkan ke bagian lain danmampu menimbulkan suatu respon fisiologismeskipun konsentrasinya rendah. Respon padaorgan sasaran tidak perlu bersifat memacukarena proses seperti pertumbuhan ataupundiferensiasi terkadang malah terhambat olehsuatu hormon. Karena itulah dapat dikatakanbahwa setiap hormon mempengaruhi responpada beberapa bagian tumbuhan dan respontersebut bergantung pada spesies, bagiantumbuhan, fase tumbuh, interaksi antarhormon, serta beberapa faktor lingkungan(Salisbury, 1999).Permasalahan yang dihadapi dalampraktikum ini adalah bagaimana caranyamengetahui pengaruh kadar IAA terhadap jumlah akar dan panjang akar.Tujuan dari praktikum ini adalahmengetahui pengaruh kadar IAA terhadap jumlah dan panjang akar.
Gambar 1
:
Piper betle
 Klasifikasi Regnum :PlantaeDivisio :SpermatophytaClassis :DicotiledoneaeOrdo :PiperalesFamilia :PiperaceaeGenus :PiperSpecies :
Piper betle(Tjitrosoepomo, 2010).
Deskripsi
 
Tanaman sirih mempunyai sistemperakaran serabut. Dan pada pada akartanaman sirih memiliki bagian-bagian sepertibatang akar, cabang akar dan serabut akar. Akarpada tanaman sirih merupakan suatu modifikasiuntuk memenuhi fungsinya dari akar yangdisebut akar pelekat yaitu akar-akar yang keluarpada buku-buku batang tumbuhan memanjatdan berguna untuk melekatkan diri padapenunjangnya (Tjitrosoepomo, 2010).Pola pembentukan akar lateralmerupakan suatu proses perkembangan yangkompleks diatur secara ketat untuk mencapaiefisien dan akuisisi nutrisi dari kelembabantanah. Pada kebanyakan tanaman akar primerEudicotylédones hanya terbentuk di dalamembrio dan muncul selama perkecambahan biji.Setelah perkecambahan, Pericycle sel-sel di akarmenjadi kompeten untuk menjalani serangkaiandivisi yang tepat, dan membentuk primordiaakar lateral. Akar lateral muncul melalui jaringan akar induk, memanjang, dan padagilirannya telah bercabang, sehinggamemungkinkan tanaman untukmenggambarkan sistem akar mereka dan untukmenjelajahi volume besar tanah. Isyaratlingkungan tampaknya memainkan peran yangberbeda dalam inisiasi akar lateral danmunculnya, secara efektif mengoptimalkandistribusi akar di dalam tanah. Auksin umumnyadianggap memiliki efek positif pada inisiasi akarlateral (Ivanchenko, 2008).Hormon tumbuhan (disebut jugafitohormon) adalah zat kimia yang berperandalam proses pertumbuhan tumbuhan.Fitohormon mempengaruhi bentuk tumbuhan,pembentukan biji dan pembentukan organ-organ tumbuhan. Ada 7 macam hormon dalamtumbuhan, yaitu:
 
Asam Absisat (ABA)Berperan dalam dormansi kuncup dangugurnya daun-daun (Salisbury, 1995).
 
 
Auksin (IAA)Terdapat di meristem apikal dan berperandalam pertumbuhan memanjang. Auksinmenyebabkan terjadinya dominasi apikal(Salisbury, 1995).
 
SitokininBerperan mempercepat pembelahan seldan memperkecil dominasi apikal (Salisbury,1995).
 
EtilenTerdapat pada buah yang sudah tua.Berperan dalam pemasakan buah (Salisbury,1995).
 
GiberelinGiberelin merupakan hormon tumbuhpada tanaman yang bersifat sintesis danberperan mempercepat perkecambahan.Penggunaan giberelin untuk mempercepatperkecambahan telah banyak dilakukan.Penelitian Murniati dan Zuhri (2002)mengungkapkan bahwa giberelin mampumempercepat perkecambahan biji kopi.Giberelin dapat mempercepat pembentukanplb pada anggrek bulan (Bey dkk, 2005).Giberelin merupakan senyawa organik yangberperan penting dalam prosesperkecambahan, karena dapat mengaktifkanreaksi enzimatik di dalam benih (Wilkins, 1989).Giberelin juga terkandung di dalam bahan alamiseperti air kelapa dalam jumlah yang sangat(Bey, 2006).
 
Kalin, yang dapat dibedakan menjadiempat:a. Kaulokalin : merangsang prosespembentukan batang.b. Rizokalin : merangsang prosespembentukan akar.c. Filokalin : merangsang prosespembentukan daund. Antokalin : merangsang prosespembentukan bunga (Salisbury, 1995).
 
Asam traumalinHormon yang berperan dalammemperbaiki bagian tubuh tumbuhan yangrusak (Salisbury, 1995).Auksin merupakan fitohormon yangberperan penting pada proses pertumbuhantunas. Disintesis di bagian meristem, sepertiujung tunas, membuat akusin dikenal sebagaihormon dominansi apikal. Walaupun disintesisdi ujung tunas auksin juga diedarkan ke bagian-bagian lain tumbuhan yang letaknya di bagianbawah tunas. Hal ini berarti auksin terdapatpula pada akar suatu tanaman. Karena auksinberperan pada proses pertumbuhan sel makadapat dikatakan bahwa auksin dapat pulaberperan pada proses pertumbuhan akardimana akar terlihat memanjang. Namun,proses pemanjangan akar dan tunasmembutuhkan konsentrasi auksin yangberbeda. Hal tersebut dikarenakan responfisiologis pada akar berbeda dengan responfisiologis pada ujung tunas. Karena itulahdilakukan percobaan untuk mengetahuiseberapa besar kadar auksin ,terutama IAA,terhadap jumlah dan panjang akar tanaman.
 
Hormon tumbuhan adalah senyawaorganik yang disintesis di salah satu bagiantumbuhan dan dipindahkan ke bagian lain, danpada konsentrasi yang sangat rendah mampumenimbulkan suatu respons fisiologis. Karenahormon harus disintesis oleh tumbuhan, makaion anorganik seperti K
+
atau Ca
2+
, yang dapat juga menimbulkan respons penting, dikatakanbukan hormon. Zat pengatur tumbuh organikyang disintesis oleh ahli kimia organik (misalnya,2,4-D, sejenis auksin), atau yang disintesisorganisme selain tumbuhan bukan termasukhormon tumbuhan. Batasan tentang hormontumbuhan juga ditambah, yakni sebagai zatyang dapat dipindahkan di dalam tubuhtumbuhan, namun tidak dijelaskan bagaimanaatau sejauh mana pemindahan tersebut(Salisbury, 1999).Sementara IAA dikenal sebagi auksinutama pada tanaman, sejumlah substansi yangsecara alami mirip auksin (analog) diubahmenjadi IAA. Indolasetonitril (IAN), AsamIndolpiruvat (IPyA), dan Indolasetaldehid (IAAld)merupakan zat perantar dalam sintesis IAA dariasam amino prekursor triptofan. IANmerupakan hormon pertama yang diekstrak

Activity (48)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Wiwi Sevtiyani liked this
ANa Nikstar liked this
Tantri Liana liked this
Moo Chuin Hui liked this
twinsist2 liked this
Supri Cahragiel liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->