Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TINJAUAN PUSTAKA versi 21

TINJAUAN PUSTAKA versi 21

Ratings: (0)|Views: 190 |Likes:
Published by Aisah Suheri

More info:

Published by: Aisah Suheri on Apr 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2012

pdf

text

original

 
4
II.
 
TINJAUAN PUSTAKA
 
A.
 
Tanaman Kentang (
Solanum tuberosum
L.)1.
 
Asal Perkembangan dan Peranan Kentang
Tanaman kentang (
Solanum tuberosum
L.) berasal dari Amerika Selatan(Peru, Chili, Bolivia, dan Argentina) serta beberapa daerah Amerika Tengah. DiEropa daratan tanaman itu diperkirakan pertama kali diintroduksi dari Peru danColombia melalui Spanyol pada tahun 1570 dan di Inggris pada tahun 1590(Hawkes, 1990). Penyebaran kentang ke Asia (India, Cina, dan Jepang), sebagianke Afrika, dan kepulauan Hindia Barat dilakukan oleh orang-orang Inggris padaakhir abad ke-17 dan di daerah tersebut kentang ditanam secara luas padapertengahan abad ke-18 (Hawkes, 1992).Menurut Permadi (1989), saat masuknya tanaman kentang di Indonesiatidak diketahui dengan pasti, tetapi pada tahun 1794 tanaman kentang ditemukantelah ditanam di sekitar Cisarua (Kabupaten Bandung) dan pada tahun 1811.Tanaman kentang telah tersebar luas di Indonesia, terutama di daerah pegunungandi Aceh, Tanah Karo, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Minahasa,Bali, dan Flores. Saat ini kentang dibudidayakan di beberapa provinsi yaituSumatera Utara, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara,Sumatera (Barat Badan Pusat Statistik, 2010). 
2.
 
Klasifikasi
Klasifikasi tanaman kentang menurut (Beukema, 1977).Divisi : Spermatophyta
 
5Subdivisi : AngiospermaeKelas : DicotyledonaeOrdo : TubifloraeFamili : SolanaceaeGenus :
Solanum
 Spesies :
Solanum tuberosum
Linnous.
3.
 
Morfologi dan Ekologi
Tanaman kentang dapat tumbuh baik pada tanah yang subur, mempunyaidrainase yang baik, tanah liat yang gembur, debu atau debu berpasir (Setiadi,2009). Keadaan tanah yang baik dan sesuai untuk pertumbuhan tanaman kentangadalah tanah yang berstruktur remah dan bertekstur lempung dengan sedikitkandungan pasir, pH berkisar antara 5,0-7,0 tergantung varietas. Cuaca yangoptimum untuk pertumbuhan tanaman kentang yaitu udara dengan kelembapan80-90 % dengan curah hujan 1500 mm per tahun dan suhunya berkisar antara 15-18
0
C (Rukmana, 2002). Suhu optimum pada siang hari antara 20-24
0
C dan padamalam hari antara 8-12
0
C, jika suhu melebihi 23
0
C daun biasanya menjadi kecildan jarak antar ruas menjadi panjang (Setiadi, 2009).Kentang termasuk tanaman yang dapat tumbuh di daerah tropika dansubtropika, tumbuh pada ketinggian 500-3 000 m dpl, dan yang terbaik padaketinggian 1500 m dpl. Menurut Rukmana (2002), jika selama perkembanganumbi terjadi cekaman suhu yang tinggi, umbi yang dihasilkan akan berbentuk abnormal karena terjadi pertumbuhan baru dari umbi yang telah terbentuk sebelumnya yang disebut pertumbuhan sekunder (retakan-retakan pada umbi,
 
6pemanjangan bagian ujung umbi, dan kadang-kadang terjadinya rangkaian umbi).Suhu tinggi, keadaan berawan, dan kelembaban udara rendah akan menghambatpertumbuhan, pembentukan umbi, dan perkembangan bunga. Fluktuasikelembaban yang sangat berbeda antara siang dengan malam akan mengurangihasil. Jika malam hari kelembaban rendah, suhu udara menjadi tinggi, tanamanakan banyak melakukan respirasi.Pertumbuhan dan hasil tanaman kentang juga sangat dipengaruhi olehcurah hujan dan penyebarannya selama masa pertumbuhan. Selamapertumbuhannya tanaman kentang menghendaki curah hujan 1000 mm atau setiapbulan rata-rata 200 sampai 300 mm. Saat kritis bagi tanaman kentang adalah saatketika dibutuhkan lebih banyak air, yaitu pada permulaan pembentukan umbi danpembentukan stolon. Oleh karena itu, untuk mencapai hasil yang tinggi, pada saatitu kadar air tanah pada kedalaman 15 cm dari permukaan tanah tidak bolehkurang dari 56 persen kapasitas lapang (Rukmana, 2002).Budidaya kentang mengalami banyak kendala penyebab rendahnya tingkatproduktivitas kentang, salah satunya adalah serangan organisme pengganggutanaman (OPT). Salah satu OPT yang telah terbukti penting tetapi kehadirannyabelum banyak disadari khususnya oleh petani kentang adalah nematoda parasittanaman (Hadisoeganda 2006). Salah satu OPT yang dapat menurunkan produksitanaman kentang adalah hama yang disebabkan oleh nematoda sista kuning(
Globodera rostochiensis
W.). Nematoda ini merupakan parasit utama pada akartanaman kentang (Mustika, 2010).

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->