Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
48Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
FOTOGRAFI

FOTOGRAFI

Ratings:

4.83

(6)
|Views: 5,413 |Likes:

More info:

Published by: adrianto agung widodo on Dec 11, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/18/2013

pdf

text

original

 
Menentukan Kecepatan Lambat SecaraTepat
Foto-Foto: Atok Sugiarto
"PANNING"
- Salah satu caramengatasi persoalan pemotretan dalamcahaya lemah adalah denganmemotretnya menggunakan teknik panning.ak banyak pemotret yang beranimenentukan pilihan untuk memotretdengan menggunakan kecepatanbukaan rana lambat. Terutama jika subjek dalam pemotretan menyangkut benda-benda bergerak dan berada dalam suatu kondisi cahaya yang kurang mendukunguntuk sebuah pemotretan.Yang terjadi lebih sering seseorang pemotret (pemula khususnya) ketakutanmenghadapi keadaan yang demikian sehingga tak jarang mengurungkan niatnya untuk melakukan pemotretan. Kalaupun kemudian terpaksa melakukan pemotretan seringmenghasilkan foto yang
blur 
atau goyang.Tak dapat dimungkiri masalah bagi yang tak terbiasa menggunakan kecepatan ranalambat adalah kekhawatiran pada goyangnya kamera saat memotret. Tak salah pulakiranya bila kecepatan lambat sering dianggap sebagai "hantu" yang menakutkan bagipara pemotret (pemula).Dalam fotografi, kecepatan lambat adalah kecepatan yang bisa diasumsikan sebagaibatas di mana kecepatan itu sudah tidak mampu membekukan suatu gerakan, atausuatu kecepatan. Secara umum pengertiannya adalah kecepatan yang menunjukkanangka di bawah 1/60 detik pada kamera. Karena itu, pada pemotretan yang dilakukanmenggunakan kecepatan di bawah 1/60 detik, misalnya 1/30 detik, 1/15 detik, atau1/8 detik dianjurkan menggunakan tripod atau kaki tiga kamera.
Kecepatan Lambat
 Menghadapi subjek bergerak memang memerlukan pemikiran ekstra untuk dapatmerekamnya menjadi sebuah foto yang indah. Yang paling utama adalah menentukanpilihan kecepatan bukaan rana kamera. Misalnya 1/500 detik, 1/1000 detik untuk membekukan gerakan suatu subjek yang sedang naik sepeda ataupun motor.Kecepatan tersebut diharapkan dapat membekukan gerak yang terjadi pada subjek sehingga menghasilkan foto yang tampak jelas dengan subjek diam. Akan tetapipenggunaan kecepatan rana tersebut hanya dapat dilakukan dengan baik pada pagi,siang atau kondisi cahaya yang terang.Bagaimana jika cahaya dalam pemotretan tidak memungkinkan untuk penggunaankecepatan bukaan rana tinggi karena lemahnya cahaya misalnya pada saat hari
 
menjelang gelap? Tentu tak banyak yang dapat dilakukan, karena itulah dapatdipastikan tak banyak yang berani melakukan pemotretan pada kondisi seperti itu -terutama pemotret pemula.Satu hal di antaranya, pemotretan bisa dilakukan dengan menggunakan teknik 
 panning
jika subjeknya bergerak menyamping, yaitu memotret dengan menggunakankecepatan bukaan rana lambat dan menggerakan kamera seiring, sejalan atau seiramagerakan subjeknya sambil menekan tombol pelepas kamera pada saat yangdiinginkan. Kecepatan rana yang digunakan bisa 1/15 detik, 1/30 detik, atau 1/60detik, bergantung pada jenis lensa yang digunakan dan kecepatan gerak subjeknya.Sebagai contoh untuk memotret balap mobil saat hari menjelang petang tak banyak yang dapat dilakukan selain memotretnya menggunakan tehnik 
 panning
yang bisamenggunakan kecepatan rana 1/60detik ataujuga bisa dengan kecepatan rana 1/30detik - tergantung seberapa besar subjek utama berada dalam bingkai dan efek kaburseperti apa yang dikehendaki dalam foto.Semakin cepat gerakan suatu subjek menjadikan semakin kaburnya latar belakang.Demikian juga dengan semakin lambat kecepatan bukaan rana yang digunakanmenjadikan semakin berkesan efek gerak subjek maupun latar belakangnya. Dankarena itu pula jika kecepatan bukaan rana semakin lambat dituntut untuk menggunakan kaki tiga (tripod) - Namun jika tidak menggunakan tripod makadiperlukan kehati-hatian untuk selalu mengusahakan agar kamera tidak goyang saatmenekan tombol pelepas rana.Satu hal yang harus dipahami oleh seorang pemotret jika harus memotretmenggunakan kecepatan bukaan rana lambat adalah, semakin lambat suatu kecepatanbukaan rana dalam suatu pemotretan akan semakin menjadikan subjeknya tampak goyang - kabur atau
blur 
sehingga hal yang harus dipertimbangkannya adalahmemastikan pilihan bukaan kecepatan rana lambat yang tidak menjadikannya subjek menjadi kabur karena efek gerakan yang terjadi.Semakin lambat kecepatan rana juga akan menjadikan semakin rusaknya foto, terlebih jika pilihan kecepatan rananya tidak sesuai dengan kecepatan bergeraknya subjek pemotretan dan goyangnya kamera. Seperti pada foto berjudul "Ramai", gambaranriuh dan ramainya pengunjung di sebuah Mal yang sedang naik turun tangga tidak dapat terlukiskan dengan jelas karena pilihan kecepatan rana lambat yang kurangtepat dan goyangnya kamera.Kecepatan rana ? detik memang tidak sesuai untuk menangkap gerakan para pejalankaki yang sedang naik turun tangga, akibatnya foto tampak kabur atau
blur.
Karenapilihlah kecepatan bukaan rana yang tepat untuk dapat merekam kesan gerak denganbaik dan benar disertai sikap atau posisi yang benar sehingga tidak mengakibatkangoyangnya kamera.Pada foto berjudul "
Panning
" dapat kita perhatikan hasil sebuah foto yang objeknyabergerak yang dibuat dengan menggunakan kecepatan bukaan rana lambat 1/8 detik tanpa menggunakan tripod tetapi menghasilkan foto yang menarik karenakeberhasilan memilih bukaan kecepatan rana lambat secara tepat.
 
RAMAI
- Pilihan kecepatan bukaan rana lambat yangtidak tepat seperti suasana ramai di Mal bisamengakibatkan rusaknya foto karena gambar tidak tajam dangoyang.
Langkah
 Foto dalam tulisan ini dibuat
on the spot,
tanpapersiapan, baik observasi maupun pembekalanperalatan yang cukup, sehingga peralatan sepertitripod yang seharusnya digunakan untuk memotretdalam suatu keadaan yang harus menggunakankecepatan bukaan rana lambat tidak digunakan.Akibatnya dalam memotret harus dapat melakukanberbagai upaya terutama jika kondisi cahaya tidak memungkinkan untuk mengusahakan agar tidak goyang saat memotret. Akibat lain menjadikan fotokadang tak selalu sesuaidengan yang diharapkan.Secara keseluruhan untuk berhasil membuat foto yang baik sekalipun harus memotretmenggunakan pilihan bukaan kecepatan lambat, adalah memahami penggunaankecepatan bukaan rana secara tepat untuk suatu kejadian yang mengandung gerak.Akan tetapi cara
on the spot 
sebaiknya dihindarkan (terutama bagi pemula) karenabagaimanpun untuk memotret subjek bergerak dengan kecepatan bukaan rana lambatsebaiknya dilakukan dengan menggunakan bantuan tripod untuk menyangga kameradan membantu menahan goyang.Selain tripod juga diperlukan persiapan-persiapan, di antaranya dengan melakukanobservasi lokasi, mempunyai rancangan atau target hasil yang diinginkan, sertamempnyai persiapan yang memadai (terutama keberadaan peralatan pendukungnya).Secara umum, langkah sukses untuk menghasilkan foto subjek bergerak dengankecepatan bukaan rana lambat dalam kondisi cahaya yang lemah atau kurang secarateknis, adalah dengan membuka lebar-lebar diafragma dan memperlambat kecepatanrana (
shutter speed 
), misalnya dengan 1/30 detik, 1/15 detik, atau bahkan sampai 1detik. Namun demikian juga diperlukan langkah non-teknis yaitu persiapan saranapenunjangnya yang meliputi:KAMERA. Untuk bisa menentukan variasi penggunaan kecepatan rendah, sebaiknyagunakan kamera SLR (
single lens reflex
). Karema jenis ini dilengkapi denganberbagai fasilitas yang dibutuhkan untuk pemotretan dapat terpenuhi, seperti fasilitaskecepatan rana dan diafragmanya yang lengkap.FILM. Mengacu pada pengalaman kerja wartawan foto, sebaiknya selalumemakai/membawa film ber-ISO tinggi. Tujuannya adalah untuk menghadapikendala persoalan mengenai kurangnya sinar dalam suatu pemotretan. Denganmenggunakan film ber-ISO tinggi, penggunaan diafragma dengan bukaan luas sangatdimungkinkan. Masalah film dapat diabaikan jika kebetulan kita sudah menggunakan jenis kamera digital. Dengan kamera digital persoalan penggantian ISO ke ISO yanglebih tinggi sering tidak masalah. (dapat dilakukan setiap saat).

Activity (48)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Po Ke R liked this
Danny Izar liked this
Fa Kosasih added this note
terima kasih informasinya, sebagai pengetahuan dasar fotografi saya
Achmad Zainudin liked this
Doddy liked this
syahbana liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->