Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
18Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Gender

Makalah Gender

Ratings: (0)|Views: 772 |Likes:
Published by Vita Sakti

More info:

Published by: Vita Sakti on Apr 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/23/2013

pdf

text

original

 
TUGAS UASSOSIOLOGI KELUARGA DAN GENDER KODRAT SEORANG WANITAPERAN PEREMPUAN SEBAGAI ISTRI DAN IBU RUMAHTANGGA DALAM KELUARGAOleh:FITRIANASAKTI(084564220)PROGRAM STUDI SOSIOLOGIFAKULTAS ILMU SOSIALUNIVERSITA NEGERI SURABAYA2010
BAB IPENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah.
 
Didunia ini ada 2 jenis manusia, yakni kaum wanita dan adam. Wanitamerupakan seseorang yang tidak punya otot yang kekar seperti halnya kaum adam.Tangannya-pun tidak sekuat kaum adam. jika dibandingkan laki-laki, ia lemah.Banyak jabatan sebagai seorang pemimpin yang didomisili dari kaum adam. sampai jabatan lurah di suatu desa juga dipangku oleh kaum adam.Wanita di kodratkan sebagai makhluk yang di fungsikan untuk melahirkanketurunan demi mempertahankan spesiesnya.Sebagai konsekuensi dari tugasmelahirkan anak tersebut, wanita seara instinktif merasa wajib untuk menyususi danmemelihara anak yang di lahirkannya agar dapat terus hidup.Kelengkapan untuk melakukan tugas itupun diberi oleh Tuhan ,dengan tugas yang di terimanya tersebut(dan memang harus mau menerima tanpa syarat), wanita mesti tinggal dirumah,sementara suami dan anggota keluarga yang lain dapat bebas pergi karenatidak menerima tugas yang mendesak dan sangat penting seperti dirinya.Wanita dikodratkan di bawah laki-laki di hampir semua posisi dimasyarakat. Tradisi Jawa mengatakan bahwa perempuan dikodratkan sebagai yangmasak, manak, dan macak (memasak, beranak, dan berhias diri). Perempuandiposisikan menempati wilayah domestik dan sekadar patner belakang laki-laki.Posisi perempuan untuk berbagai hal masih tersubordinasi di bawah laki-laki.Peranan kunci ada pada hierarki yang note bene terdiri dari laki-lakisemua. “Kadang kita memahami kodrat sebagai sesuatu yang terberi (the given),sudah harga mati dan tidak bisa diotak-atik lagi.Kata kodrat sering digunakan untuk merepresentasikan peran perempuanmenurut agama, terutama Islam. Sehingga daya ikatnya begitu kuat. Bila agamasudah mengeluarkan suatu larangan, maka hal tersebut bila dilanggar dihukumiharam. Seperti yang terdapat dalam kaidah Ushul Fiqh al-ashlu fi al-Nahyi li al-tahrim (asal dari larangan adalah haram). Larangan melanggar kodrat bagi seorang perempuan terus dipertahankan sampai saat ini. Tradisi pemahaman ini mengendapdi alam bawah sadar masyarakat. Sehingga pada saat seorang perempuan ingin
 
mengaktualisasikan dirinya di ranah publik, maka secara otomastis laranganmelanggar kodrat menyertainya.kata kodrat berpengaruh pada konsepsi perempuan tentang dirinya.Perempuan cenderung menganggap dirinya tidak sederajat dengan laki-laki.Hadirnya perempuan hanyalah sebagai pelengkap saja. Eksistensi perempuan hanyauntuk laki-laki. Sehingga wajar saat ini di layar TV sering kita saksikan perempuan- perempuan yang mempercantik dirinya dan berlomba-lomba hanya untuk menarik  perhatian laki-laki. Bahkan sampai terlibat konflik antar sesama perempuan demimendapatkan laki-laki yang dicintai. Seolah itulah tujuan hidup dan kodrat seorang perempuan.Pemahaman tentang “kodrat“ yang disamakan dengan pemahaman “taqdir”membawa akibat pada terjadinya ketidakadilan gender yang dialami perempuan.Karena kata kodrat bukan sesuatu yang di dasarkan factor biologis. Kodrat bukan pula sesuatu yang terberi begitu saja dari Allah (given) yang harus dilakukan dantak ada seorang pun yang bisa menghindarinya. Tetapi ada manusia (subjek) danunsur-unsur budaya yang membentuknya. Kodrat perempuan pada ahirnya saratdengan muatan-muatan lokal. Dari pengertian ini, kodrat bisa berubah dan bukansebuah ketentuan. Perubahan kodrat dapat terjadi dari waktu ke waktu dan daritempat ke tempat lain.Pengertian kodrat seperti ini ternyata mempunyai kesamaan dengan definisigender. Dimana gender diartikan sebagai “pembedaan antara perempuan dan laki-laki berdasarkan jenis kelaminnya dalam hal sifat, peran, posisi, tanggung jawab,akses, fungsi, control, yang dibentuk secara sosial yang dipengaruhi oleh berbagaifactor: budaya, penafsiran agama, sosial, politik, hukum, pendidikan dan lain-lainyang bisa berubah sesuai dengan konteks waktu, tempat dan budaya”.(YantiMuchtar (ed), 2006: 115)Pelanggaran terhadap kodrat bukan merupakan hal yang haram. Karenakodrat sendiri bisa bermakana inner power atau kemampuan yang bersumber dari

Activity (18)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
arum_wulandari_2 liked this
Asfar Syafar liked this
adambitor1713 liked this
Rachman liked this
Rachman liked this
Arly Manafe liked this
almoon2 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->