MITIGASI BENCANA GEOLOGI
2012
2
Copyright by @ Djauhari Noor 2012
sebagai faktor yang saling berpengaruh satu dan lainnya serta ke-empat faktor tersebut sulitdipisahkan mana yang paling dominan berpengaruh terhadap tingkat kerusakan suatu bencana.Kerentanan terhadap bencana geologi di suatu wilayah akan semakin besar seiring denganmeningkatnya pertumbuhan penduduk dan menjadi salah satu faktor utama dari penyebab bencanageologi. Tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi secara langsung akan berdampak padatingginya tingkat pembangunan infrastruktur. Apabila tidak ada upaya upaya untuk mencegahbahaya geologi yang mungkin terjadi, maka apabila bencana geologi benar-benar terjadi di kawasantersebut maka sudah barang tentu akan memakan korban serta kerugian harta benda yang tinggipula. Dibeberapa kawasan yang konsentrasi penduduknya tinggi, meskipun sudah menpunyaisistem peringatan dini untuk suatu bahaya geologi tertentu, namun untuk menyebarkan informasidan peringatan ke setiap orang di seluruh kawasan tersebut tidak dimungkinkan, sehingga sangatmemungkinkan setiap orang bertindak dan merespon suatu peringatan bahaya sesuai denganpersepsinya masing-masing. Dan hal ini akan menimbulkan kepanikan dan kekacauan di masyarakatyang pada akhirnya dapat menimbulkan korban jiwa yang lebih besar.
1.1.
Pengertian
a.
Mitigasi:
Berdasarkan Undang-undang No 24 Tahun 2007, Bab I Ketentuan Umum, Pasal 1 angka 9(PP No 21 Tahun 2008, Bab I Ketentuan Umum, Pasal 1 angka 6, pengertian mitigasi adalahserangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupunpenyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Adapun mitigasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44 huruf c dilakukan untuk mengurangi risikobencana bagi masyarakat yang berada pada kawasan rawan bencana. (UU No 24 Tahun 2007 Pasal47 ayat (1). Mitigasi bencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 huruf c dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak yang diakibatkan oleh bencana terhadap masyarakat yang beradapada kawasan rawan bencana. (PP No 21 Tahun 2008 Pasal 20 ayat (1)Secara umum pengertian mitigasi adalah pengurangan, pencegahan atau bisa dikatakan sebagaiproses mengupayakan berbagai tindakan preventif untuk meminimalisasi dampak negatif bencanayang akan terjadi. Pengertian dari Mitigasi Bencana Geologi (
Geological Hazard Mitigation
) adalahpengurangan, pencegahan atau proses mengupayakan berbagai tindakan preventif untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap bencana alam geologi.Definisi Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggukehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktornon alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia,kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. (Definisi bencana menurut UUNo. 24 tahun 2007).
b.
Mitigasi Bencana
Mitigasi bencana adalah istilah yang digunakan untuk menunjuk pada tindakan untuk mengurangidampak dari suatu bencana yang dapat dilakukan sebelum bencana itu terjadi, termasuk kesiapandan tindakan-tindakan pengurangan resiko jangka panjang. Dalam UU No. 24 Tahun 2007, usahamitigasi dapat berupa prabencana, saat bencana dan pasca bencana. Prabencana berupakesiapsiagaan atau upaya memberikan pemahaman pada penduduk untuk mengantisipasi bencana,melalui pemberian informasi, peningkatan kesiagaan kalau terjadi bencana ada langkah-langkahuntuk memperkecil resiko bencana.Penanganan bencana harus dengan strategi proaktif, tidak semata-mata bertindak pascabencana,tetapi melakukan berbagai kegiatan persiapan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinyabencana. Berbagai tindakan yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi datangnya bencana dengan