Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
85Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Mari Kita Garap TKI !

Mari Kita Garap TKI !

Views: 4,236 |Likes:
Published by Haery Sihombing
Haery & Andi-Draft

MARI KITA “GARAP” PARA TKI !
(Produk dan Layanan Terhadap Pasar TKI dan “Remittance” dalam Perspektif Potensi Bisnis dan Sosial)
Oleh: Haery Sihombing Mochamad Safarudin

Abstrak:
Lebih dari 3 juta orang TKI di sektor formal maupun informal yang bekerja di Luar Negeri menghasilkan “remittance” paling tidak Rp.24 Trilium per-tahun dengan kontribusi terhadap GDP berkisar 11% Potensi keuangan yang masuk dalam perekonomian negara dari devisa tersebut, bukanlah tanpa m
Haery & Andi-Draft

MARI KITA “GARAP” PARA TKI !
(Produk dan Layanan Terhadap Pasar TKI dan “Remittance” dalam Perspektif Potensi Bisnis dan Sosial)
Oleh: Haery Sihombing Mochamad Safarudin

Abstrak:
Lebih dari 3 juta orang TKI di sektor formal maupun informal yang bekerja di Luar Negeri menghasilkan “remittance” paling tidak Rp.24 Trilium per-tahun dengan kontribusi terhadap GDP berkisar 11% Potensi keuangan yang masuk dalam perekonomian negara dari devisa tersebut, bukanlah tanpa m

More info:

Published by: Haery Sihombing on Dec 10, 2007
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
Visibility:Private
See more
See less

05/08/2014

pdf

text

original

Haery & Andi-Draft
1
MARI KITA \u201cGARAP\u201d PARA TKI !
(Produk dan Layanan Terhadap Pasar TKI dan \u201cRemittance\u201d
dalam Perspektif Potensi Bisnis dan Sosial)

Oleh:
Haery Sihombing
Mochamad Safarudin

Abstrak:

Lebih dari 3 juta orang TKI di sektor formal maupun informal yang bekerja di Luar Negeri menghasilkan \u201cremittance\u201d paling tidak Rp.24 Trilium per-tahun dengan kontribusi terhadap GDP berkisar 11%

Potensi keuangan yang masuk dalam perekonomian negara dari devisa tersebut, bukanlah tanpa masalah. Masalah perlindungan, kesehatan, perlakuan hukum, praktek- praktek percaloan, TKI ilegal, dan masih banyak sederatan \u201ckisah- kisah memilukan\u201d, seakan- akan tak lepas dari isu- isu \u201cbisnis kotor\u201d bila kita membicarakan mengenai TKI.

Seiring dengan kenaikan jumlah devisa yang semakin meningkat dari \u2018remittance\u2019 para TKI, memberikan sinyal kepada pelaku bisnis untuk menggarap pasar tersebut. Namun demikian, upaya dan strategi bisnis yang dilakukan oleh sektor perbankan bersama penyedia layanan telekomunikasi tersebut belumlah menggarap pasar yang menjanjikan ini dengan baik. Sehingga pasar yang harus disentuh tersebut masih jauh dari apa yang dikatakan sebagai pengelolaan pasar sebagai keuntungan persaingan yang dewasa ini berpijak kepada pola kemitraan terhadap konsumen.

Oleh karenanya, kesempatan dalam penggarapan pasar sebagai sebuah bisnis, maka penyedia layanan jasa perbankan dan jasa telekomunikasi haruslah dengan segera di dalam inisiatif dan kreatifnya untuk melakukan strategi- strategi bisnisnya yang betul- betul menyentuh kepada pasar di mana TKI menangkapnya sebagai sebuah keuntungan terhadap kebutuhan mereka.

Kata Kunci: TKI, Remitans, Pasar, Strategi Bisnis Kemitraan, Proaktif.
1.0 PENDAHULUAN

\u201cTKI itu kan pahlawan devisa, jadi harus mendapat perlindungan,\u201d Begitulah ucapan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparmo seusai membuka seminar tentang Perlindingan TKI pada tanggal 20 Maret 2006 di Jakarta( 1). Namun demikian, ketika ditanya mengenai pengelolaan dari potensi devisa terhadap uang kiriman KI, jawabnya adalah adalah,\u201dBelum ada how to manage remisan. Masih saya wacanakan utuk mengurusi hal ini dengan baik, akan saya bicarakan dengan perbankan.\u201d

Tentunya kitapun semua orang Indonesia merasa tahu dengan yakin, melalui berbagai media elektronik dan suratkabar, bahwa para TKI kita di luar negeri sangat banyak mengirimkan uangnya ke Indonesia. Namun demikian, karena sanking seringnya julukan sebagai \u2018pahlawan devisa\u2019 tersebut diucapkan, maka keuntungan dari pengiriman uang tersebut menjadi kehilangan makna. Seperti hanya memaknai bahwa kepesertaan mereka di dalam pembangunan negara masihlah dalam wacana, opini, polemik, diskusi, dialog, dan penulisan- penulisan kertas kerja atau jurnal- jurnal. Belum terealisasi dengan nyata. Mungkin karena kita tidak merasakan langsung uang yang mereka kirimkan, sehingga penggelaran tersebut jauh dari kesadaran masyarakat sebagai sebuah keuntungan. Terkecuali untuk daerah- daerah

Haery & Andi-Draft
2
di mana TKI tersebut berasal, di mana kiriman uang tersebut langsung terjun di dalam roda
ekonomi asal TKI.

Bukti ini tampak dari keterlibatan pemerintah di dalam menangani masalah TKI yang seakan- akan \u2018tidak serius\u2019 di dalam menyelesaikan masalah- masalah yang berkenaan dengan TKI di luar negeri maupun di dalam negeri, dari mulai perekrutan hingga persiapan pengirimannya. Hal ini tampak jelas dari bagaimana peran serta pemerintah daerah, mulai dari provinsi hingga kabupaten, seperti terlihat dari benar- benar tidak akuratnya jumlah warga mereka yang bekerja di luar negeri sebagai TKI. Sehingga kemudian, untuk tingkatan pemerintah pusat, data yang ada pun adalah data yang tercatat saja. Mungkin jumlahnya lebih kepada hanya perkiraan semata, bukan angka pasti.(2)

Dengan realita yang demikian, maka faktor daya tarik yang muncul kepada pelaku bisnis sebagai salah satu penentu keterlibatan mereka dalam kepesertaan untuk memberikan jasa layanan di dalam menggarap dan menggali potensi pasar terhadap TKI, adalah hampir dikatakan \u2018terlambat\u2019 untuk merespons. Buktinya, seperti komentar Menakertrans di atas, \u201cMasih saya wacanakan.\u201d Ini artinya, bahwa pelaku bisnis di jasa perbankan, menunggu \u2018disadarkan\u2019 untuk merespons terhadap potensi keuangan yang dikirimkan TKI. Bukan dalam posisi mengambil tindakan proaktif dengan inisiatif program dan tawaran layanan dalam melihat potensi tersebut sebagai suatu keuntungan.

Sebagaimana kenyataan yang ada, uang kiriman yang merupakan bagian dari pendapatan yang diperoleh pekerja asing untuk dikirimkan kepada keluarga di negara asal adalah menjadi sesuatu yang kritikal untuk mendukung keuangan terhadap pembangunan. Sekalipun sebagian besar aliran dana tersebut secara historis \u2018tersembunyi dari pandangan\u2019 dan seringkali tak terhitung dan bahkan terabaikan pemanfaatannya dengan baik. Padahal dewasa ini, dampak dari uang kiriman di semua regional yang sedang berkembang di dunia, merupakan satu aliran dari mata uang asing terpenting terhadap banyak negara dan secara langsung menjangkau jutaan rumahtangga dengan jumlah total kira- kira 10% dari populasi dunia( 3)

1.1 Definisi

Pengertian remitans secara umum berasal dari transfer, baik dalam bentukcash atau sejenisnya, dari seorang asing kepada sanak keluarga di negara asalnya. IMF mendefinisikannya ke dalam 3 kategori, yaitu: (i) remitans pekerja atau transfer dalam bentukcash atau sejenisnya dari pekerja asing kepada kelurganya di kampung halaman (ii) kompensasi terhadap pekerjaan atau pendapatan, gaji atau renumerasi dalam bentukcas h atau sejenisnya yang dibayarkan kepada individu yang bekeja di satu negara lain di mana keberadaan mereka adalah resmi, dan (iii) transfer uang seorang asing yang merujuk kepada transfer kapital dari aset keuangan yang dibuat orang asing tersebut sebagai perpindahan dia dari satu negara ke lainnya dan tinggal lebih dari satu tahun.( 4)

Sedangkan menurut wikipedia, remitans(r emi tta nce) adalah transfer uang oleh pekerja asing

ke negara dan tempat mereka berasal. Menurut pengertian lain, diartikan sebagai satu pembayaran untuk pembelian barang- barang atau jasa yang ditansferkan terhadap seseorang pada jarak jauh.

Remitans merupakan sebagian dari pendapatan pekerja asing internasional yang dikirimkan ke negara dan tempat pekerja berasal.(5) Oleh World Bank,\u2018remit ta nce\u2019 dikatakan sebagai \u2018transfer remittance, dan. boleh saja berlaku secara domestik maupun internasional.

Haery & Andi-Draft
3

Sedangkan untuk \u2018domestik remittance\u2019, sebagai contoh, adalah dikenakan pada saat di mana migrasi dari daerah pedesaan ke daerah perkotaan di dalam satu negara. Namun demikian, remitans(r emittan ce) yang dimaksudkan dalam tulisan ini adalah dalam hal antar negara. Yaitu didefinisikan sebagai pembayaran lintas batas dari orang ke orang dengan besaran nilai yang secara relatif kecil, yang dalam prakteknya, transfer uang kiiman tersebut dilakukan oleh para pekerja asing secara berulang kali. Misal: pengiriman uang setiap bulan kepada keluarga pekerja asing ke negara asal tempat pekerja asing tersebut berasal.

1.2 Data Penerimaan Devisa dan Jumlah TKI di Luar Negeri

Internasionalisasi dari ekonomi dan budaya secara samar menjamin migrasi akan terus berkembang pada tahun- tahun mendatang.(6) Menurut laporan terakhir Bank Dunia pada tahun 2006, jumlah uang yang dikirimkan pekerja asing merupakan aliran dana terbesar ke-2

di dunia. Melebihi jumlah uang bantuan internasional untuk berbagai negara berkembang

yang berjumlah US $250 juta. Selain itu, remitans tahunan dari para pekerja asing menurut Bank Dunia diperkirakan sebesar US $ 67 milyar(6). Di mana menurut IFAD, yaitu salah satu badan PBB dalam masalah keuangan dunia untuk pembangunan agrikultur, dilaporkan bahwa pada tahun 2006 tercatat sebesar US $ 3,939 juta remitans dari pekerja asing asal Indonesia (TKI) di luar negeri yang besarannya adalah menyamai 1.1% nilai GDP.(3)

Sekalipun untuk mengukur remitan tetaplah menjadi sebuah tantangan terhadap sistem pembayaran seimbang (balanced payment system), namun pada tahun 2006 tercatat sebanyak 59 buah negara- negara yang sedang berkembang menerima lebih dari US$1miliar dalam bentuk remitans.

Laporan Asian Development Bank mengenai studi remitans pekerja asing dari Asia Tenggara menyebutkan, bahwa remitans dari mereka para pekerja asing di luar negeri telah membantu memperkuat keseimbangan pembayaran dan anggota keluarga pekerja yang kebanyakan adalah berada dalam garis kemiskinan untuk diuntungkan dengan cara aliran dana seperti demikian.(7)

Sumber: Laporan IFAD: Sending Money Home \u2013 Worldwide Remittance Flows to Developing Countries(3)

Activity (85)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
arie_yantie22 liked this
Mie Berry liked this
fyda_female6844 liked this
Median Mutiara liked this
teguhonly liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->