Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hukum Investasi

Hukum Investasi

Ratings: (0)|Views: 140 |Likes:
Published by Ade Didik Irawan
PENYELSAIAN SENGKETA PMA DI HUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NO 30 TAHUN1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELSAIAN SENGKETA

PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Penanaman modal asing merupakan suatu tindakan dari orang asing atau badan hukum asing untuk melakukan investasi modal dengan motif untuk berbisnis dalam bentuk apapun kewiayah suatu negara lain. Di indonesia, tentang penanaman modal asing ini pada prinsipnya diatur dalam perundang-unndangan tentang penanaman modal asing.[1]
Perkembangan investasi dilingkungan bisnis suatu perusahaan selalu ada keuntungan dan kerugian keuntungan dapat berupa laba penambahan nilai investasi maka kerugian mengakibatkan kepailitan atau sengketa persuhaan kemungkinan timbulnya sengketa suatu hal yang sulit untuk dihindari.oleh karena itu dalam peta bisnis modern dewasa ini para pelaku bisnis sudah mulai mengantisipasi atau paling tidak mencoba meminimalisasi terjadinya sengketa. Langkah yang di tempuh adalah dengan melibatkan para penasihat hukum dalam membuat dan ataupun menganalisis kontrak yang akan ditandatangani oleh pelaku usaha.yang menjadi soal adalah, bagaimana halnya kalau pada awal dibentuknya kontrak,para pihak hanya mengandalkan saling percaya kemudian timbul sengketa, bagaimana cara penyelsaian sengketa yang tengah di hadapi pebisnis.[2]
Secara konvensional atau tepatnya kebiasaan yang berlaku dalam beberapa dekade yang lampau jika ada sengketa bisnis, pada umumnya para pebisnis tersebut membawa kasusnya ke lembaga peradilan. Penyelsaian sengketa bisnis melalui lembaga peradilan biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama berbeda dengan penyelsaian sengketa dengan alternatif.

IDENTIFIKASI MASALAH

Adapun identifikasi masalah yang akan disajikan penulis dalam karya tulis ini adalah sebagai berikut :
1.bagaimana persyaratan untuk mengajukan penyelsaian sengketa melalui jalur alternatif?
2. bagaimana prosedur penyelsaian sengketa alternatif yang harus di tempuh para pihak di dalam penanaman modal asing?










PEMBAHASAN

LATAR BELAKANG TIMBULNYA SENGKETA
Investor yang hendak menanamkan modalnya diluar negeri, maka langkah awal yang dilakukan calon investor adalah mengadakan studi pendahuluan. Apakah ada kepastian hukum jika ia menanamkan modalnya di negara tersebut. Kepastian hukum yang dimaksud disini, tidak semata-mata adanya peraturan perundang –undangan yang berkaitan dengan investasi, akan tetapi lebih luas dari itu yakni bagaimana pelaksanaannya, termasuk di antaranya kesiapan hakim dalam menyelsaikan sengketa investasi yang cukup kompleks.
Sebagaimana dikemukakan oleh salah seorang peserta infrastructure summit di jakarta pada pertengahan bulan Januari 2005 yang lalu, bahwa ia cukup menghargai adanya upaya pemerintah indonesia untuk memperbaiki iklim investasi, dengan cara menerbitkan peraturan perundang-undangan yang pro kepada investor.bahkan salah seorang dari investor amerika serikat mengatakan, adanya upaya pemerintah indonesia untuk menerbitkan beberapa peraturan perundang-undangan yang akan menjammin kepastian hukum bagi para investor, hanya saja, dia mempertanyakan kualitas para hakim di Indonesia dalam memutus perkara, termasuk perkara yang berkaitan dengan investasi.[3] Tampaknya apa yang dirasakan oleh calon investor asing tersebut juga diakui oleh disadarai sepenuhnya oleh pemerintah. Lewat menteri koordinator perekonomian, dikemukakan masih banyak aparat pemerintah yang justru menghambat proses masuknya investasi asing di indonesia dengan memberikan penjelasan yang berbeda dengan peraturan yang sudah ada. Menurut aburizal, negara-negara dan lembaga internasional mengharapkan agar pemerintah juga mengeluarkan suatu standar mengenai implementasi dari peraturan dan perundangan investasi yang sudah ada sehingga tidak menimbulkan kesulitan kepada para calon investor .[4] jadi dalam hal ini, para pihak yang terkait dengan investasi harus seirama dlam memberikan informasi, sehingga tidak membingungkan para calon investor.
Adanya kegalauan dari calon invest
PENYELSAIAN SENGKETA PMA DI HUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NO 30 TAHUN1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELSAIAN SENGKETA

PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Penanaman modal asing merupakan suatu tindakan dari orang asing atau badan hukum asing untuk melakukan investasi modal dengan motif untuk berbisnis dalam bentuk apapun kewiayah suatu negara lain. Di indonesia, tentang penanaman modal asing ini pada prinsipnya diatur dalam perundang-unndangan tentang penanaman modal asing.[1]
Perkembangan investasi dilingkungan bisnis suatu perusahaan selalu ada keuntungan dan kerugian keuntungan dapat berupa laba penambahan nilai investasi maka kerugian mengakibatkan kepailitan atau sengketa persuhaan kemungkinan timbulnya sengketa suatu hal yang sulit untuk dihindari.oleh karena itu dalam peta bisnis modern dewasa ini para pelaku bisnis sudah mulai mengantisipasi atau paling tidak mencoba meminimalisasi terjadinya sengketa. Langkah yang di tempuh adalah dengan melibatkan para penasihat hukum dalam membuat dan ataupun menganalisis kontrak yang akan ditandatangani oleh pelaku usaha.yang menjadi soal adalah, bagaimana halnya kalau pada awal dibentuknya kontrak,para pihak hanya mengandalkan saling percaya kemudian timbul sengketa, bagaimana cara penyelsaian sengketa yang tengah di hadapi pebisnis.[2]
Secara konvensional atau tepatnya kebiasaan yang berlaku dalam beberapa dekade yang lampau jika ada sengketa bisnis, pada umumnya para pebisnis tersebut membawa kasusnya ke lembaga peradilan. Penyelsaian sengketa bisnis melalui lembaga peradilan biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama berbeda dengan penyelsaian sengketa dengan alternatif.

IDENTIFIKASI MASALAH

Adapun identifikasi masalah yang akan disajikan penulis dalam karya tulis ini adalah sebagai berikut :
1.bagaimana persyaratan untuk mengajukan penyelsaian sengketa melalui jalur alternatif?
2. bagaimana prosedur penyelsaian sengketa alternatif yang harus di tempuh para pihak di dalam penanaman modal asing?










PEMBAHASAN

LATAR BELAKANG TIMBULNYA SENGKETA
Investor yang hendak menanamkan modalnya diluar negeri, maka langkah awal yang dilakukan calon investor adalah mengadakan studi pendahuluan. Apakah ada kepastian hukum jika ia menanamkan modalnya di negara tersebut. Kepastian hukum yang dimaksud disini, tidak semata-mata adanya peraturan perundang –undangan yang berkaitan dengan investasi, akan tetapi lebih luas dari itu yakni bagaimana pelaksanaannya, termasuk di antaranya kesiapan hakim dalam menyelsaikan sengketa investasi yang cukup kompleks.
Sebagaimana dikemukakan oleh salah seorang peserta infrastructure summit di jakarta pada pertengahan bulan Januari 2005 yang lalu, bahwa ia cukup menghargai adanya upaya pemerintah indonesia untuk memperbaiki iklim investasi, dengan cara menerbitkan peraturan perundang-undangan yang pro kepada investor.bahkan salah seorang dari investor amerika serikat mengatakan, adanya upaya pemerintah indonesia untuk menerbitkan beberapa peraturan perundang-undangan yang akan menjammin kepastian hukum bagi para investor, hanya saja, dia mempertanyakan kualitas para hakim di Indonesia dalam memutus perkara, termasuk perkara yang berkaitan dengan investasi.[3] Tampaknya apa yang dirasakan oleh calon investor asing tersebut juga diakui oleh disadarai sepenuhnya oleh pemerintah. Lewat menteri koordinator perekonomian, dikemukakan masih banyak aparat pemerintah yang justru menghambat proses masuknya investasi asing di indonesia dengan memberikan penjelasan yang berbeda dengan peraturan yang sudah ada. Menurut aburizal, negara-negara dan lembaga internasional mengharapkan agar pemerintah juga mengeluarkan suatu standar mengenai implementasi dari peraturan dan perundangan investasi yang sudah ada sehingga tidak menimbulkan kesulitan kepada para calon investor .[4] jadi dalam hal ini, para pihak yang terkait dengan investasi harus seirama dlam memberikan informasi, sehingga tidak membingungkan para calon investor.
Adanya kegalauan dari calon invest

More info:

Published by: Ade Didik Irawan on Apr 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/09/2013

pdf

text

original

 
 PENYELSAIAN SENGKETA PMA DI HUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NO30 TAHUN1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELSAIANSENGKETA
PENYELSAIAN SENGKETA PMA DI HUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NO 30 TAHUN1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIFPENYELSAIAN SENGKETA
PENDAHULUANLATAR BELAKANGPenanaman modal asing merupakan suatu tindakan dari orang asing atau badan hukum asing untukmelakukan investasi modal dengan motif untuk berbisnis dalam bentuk apapun kewiayah suatu negaralain. Di indonesia, tentang penanaman modal asing ini pada prinsipnya diatur dalam perundang-unndangan tentang penanaman modal asing.[1]  Perkembangan investasi dilingkungan bisnis suatu perusahaan selalu ada keuntungan dan kerugiankeuntungan dapat berupa laba penambahan nilai investasi maka kerugian mengakibatkan kepailitanatau sengketa persuhaan kemungkinan timbulnya sengketa suatu hal yang sulit untuk dihindari.olehkarena itu dalam peta bisnis modern dewasa ini para pelaku bisnis sudah mulai mengantisipasi ataupaling tidak mencoba meminimalisasi terjadinya sengketa. Langkah yang di tempuh adalah denganmelibatkan para penasihat hukum dalam membuat dan ataupun menganalisis kontrak yang akanditandatangani oleh pelaku usaha.yang menjadi soal adalah, bagaimana halnya kalau pada awaldibentuknya kontrak,para pihak hanya mengandalkan saling percaya kemudian timbul sengketa,bagaimana cara penyelsaian sengketa yang tengah di hadapi pebisnis.[2]  Secara konvensional atau tepatnya kebiasaan yang berlaku dalam beberapa dekade yang lampau jikaada sengketa bisnis, pada umumnya para pebisnis tersebut membawa kasusnya ke lembaga peradilan.Penyelsaian sengketa bisnis melalui lembaga peradilan biasanya membutuhkan waktu yang cukup lamaberbeda dengan penyelsaian sengketa dengan alternatif.IDENTIFIKASI MASALAHAdapun identifikasi masalah yang akan disajikan penulis dalam karya tulis ini adalah sebagai berikut :1.bagaimana persyaratan untuk mengajukan penyelsaian sengketa melalui jalur alternatif?
 
2. bagaimana prosedur penyelsaian sengketa alternatif yang harus di tempuh para pihak di dalampenanaman modal asing?
PEMBAHASAN
 
LATAR BELAKANG TIMBULNYA SENGKETA
 Investor yang hendak menanamkan modalnya diluar negeri, maka langkah awal yang dilakukan caloninvestor adalah mengadakan studi pendahuluan. Apakah ada kepastian hukum jika ia menanamkanmodalnya di negara tersebut. Kepastian hukum yang dimaksud disini, tidak semata-mata adanyaperaturan perundang
 –
undangan yang berkaitan dengan investasi, akan tetapi lebih luas dari itu yaknibagaimana pelaksanaannya, termasuk di antaranya kesiapan hakim dalam menyelsaikan sengketainvestasi yang cukup kompleks.Sebagaimana dikemukakan oleh salah seorang peserta
infrastructure summit 
di jakarta padapertengahan bulan Januari 2005 yang lalu, bahwa ia cukup menghargai adanya upaya pemerintahindonesia untuk memperbaiki iklim investasi, dengan cara menerbitkan peraturan perundang-undanganyang pro kepada investor.bahkan salah seorang dari investor amerika serikat mengatakan, adanya upayapemerintah indonesia untuk menerbitkan beberapa peraturan perundang-undangan yang akanmenjammin kepastian hukum bagi para investor, hanya saja, dia mempertanyakan kualitas para hakimdi Indonesia dalam memutus perkara, termasuk perkara yang berkaitan dengan investasi.[3] Tampaknya apa yang dirasakan oleh calon investor asing tersebut juga diakui oleh disadarai sepenuhnya olehpemerintah. Lewat menteri koordinator perekonomian, dikemukakan masih banyak aparat pemerintahyang justru menghambat proses masuknya investasi asing di indonesia dengan memberikan penjelasanyang berbeda dengan peraturan yang sudah ada. Menurut aburizal, negara-negara dan lembaga
 
internasional mengharapkan agar pemerintah juga mengeluarkan suatu standar mengenai implementasidari peraturan dan perundangan investasi yang sudah ada sehingga tidak menimbulkan kesulitan kepadapara calon investor.[4]  jadi dalam hal ini, para pihak yang terkait dengan investasi harus seirama dlam memberikan informasi, sehingga tidak membingungkan para calon investor.Adanya kegalauan dari calon investor tersebut dapat dimaklumi, karena investor dalam menanamkanmodalnya selain mengharapkan ada hasil atau keuntungan dalam menjalankan bisnisnya, juga berharapmodal yang ditanamkan tetap aman, dalam arti ada perlindungan hukum (
legal protection)
dengan katalain, bila investor mengalami kerugian dalam menjalankan perusahaannya, karena salah urus(
mismanagement)
bagi investor tentunya hal ini merupakan risiko bisnis yang harus di tanggung.Untuk itu, tidaklah mengherankan jika calon investor sebelum memutuskan menanamkan modalnya,terlebih dahulu ia melakukan studi kelayakan (
 feasibility study)
tentang prospek bisnis yang akan ia jalankan.[5] Termasuk yang diteliti disini adalah ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada kaitannya dengan investasi yang akan ia jalankanMenjadi masalah bagi investor adalah jika kerugian yang dialami bukan karena salah mengelolaperusahaan, akan tetapi karena tidak ada perlindungan hukum, baik terhadap modal yang ia tanamkanmaupun terhadap barang yang akan diproduksi.[6] Termasuk yang diteliti disini adalah ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada kaitannya dengan investasi yang akan dijalankan.Menjadi masalah bagi investor adalah jika kerugian yang dialami bukan karena salah mengelolaperusahaan, akan tetapi karena tidak ada perlindungan hukum, baik terhadap modal yang ia tanamkanmaupun terhadap barang yang akan diproduksi. [7] sebagaimana diketahui, modal yang dibawa oleh investor asing pada umumnya, adalah berupa
intangible asset,
atau sering juga dikenal dengan hakkekayaan intelektual (
intellectual property right)
seperti
 patent 
 
trademark, trade sceret 
,
copy right,
 
industrial design
. semua hak kekayaan intelektual ini, dinegara asal investor dan bahkan mungkin ditempat lain telah mendapatkan perlindungan hukum artinya hak kekayaan intelektual yang dimiliki olehinvestor telah didaftarkan dikantor-kantor hak kekayaan intelektual di berbagai penjuru dunia. DiIndonesia secara normatif telah mempunyai serangkaian peraturan perundang-undangan dalam bidanghak kekayaan intelektual yang cukup memadai. Artinya ketentuan hak kekayaan intelektual di indonesiatelah disesuaikan dengan ketentuan TRIPs. Menjadi pertanyaan adalah pelaksanaannya dari ketentuanperundang-undangan Hak Kekayaan Intelektual. Sebagaimana yang dikemukakan oleh pakar hukum hakkekayaan intelektual, Gunawan Suryomurcito, berikut ini:Memang benar bahwa indonesia sudah memiliki payung hukum untuk melindungi Hak atas KekayaanIntelektual (HaKI). Namun, pelanggaran terhadap HaKI merupakan kasus yang sudah rutin mengisi kolomberita di berbagai media. Salah satu kasus yang menggeparkan muncul beberapa tahun yang lalu antaraperusahaan produsen makanan AS Nabisco Inc (Nabisco), dengan produsen lokal PT Perusahaan dagangdan industri Ceres (Ceres). Pasalnya, Ceres, memproduksi dan memasarkan biskuit dengan merek Ritz,yang dikalim merupakan merek yang sudah dikenal luas di AS dan beberapa negara sebagai milikNabisco sejak tahun 1941. Padahal setiap investasi dalam proyek-proyek baru kemungkinan melibatkanteknologi baru dan yang sudah dipatenkan dinegara asal investor. Sehingga, para investor cenderung

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->