Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KEKUATAN PIKIRAN MANUSIA

KEKUATAN PIKIRAN MANUSIA

Ratings: (0)|Views: 19 |Likes:
Published by Wawan Darmawan

More info:

Published by: Wawan Darmawan on Apr 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/07/2012

pdf

text

original

 
KEKUATAN PIKIRAN MANUSIA
 
OLEH : WAWAN DARMAWAN
 
PADA
saat masih sekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) NegeriDawuan, tahun 1987, penulis belum mempunyai cita-cita ingin menjadi apakelak kemudian hari. Waktu itu masih polos dan tidak banyak yangmengarahkan kelak sebaiknya menjadi apa. Tidak seperti anak-anak sekarang yang sejak masihkecil sudah mulai diarahkan ke bidang-bidang yang sesuai dengan talenta, minat dan motivasidirinya. Apalagi saat ini bertebaran lembaga dan konsultan talenta yang memberikan pelayanankonsultasi mengenai potensi, minat, bakat dan motivasi anak yang akan digelutinya. Dengan
melakukan penelusuran, maka anak bisa “diarahkan ” agar fokus ke bidang keahlian
yang sejak kecil sudah mulai terlihat. Apalagi jika anak tersebut memang menyukainya.
Waktu itu, ada dua gambaran yang penulis sempat pikirkan tentang “wajah profesi” di masa
depan.
 Pertama
, wajah profesi pengusaha. Profesi ini relatif banyak khususnya pengusahaberbasis pertanian. Di daerah penulis, mata pencaharian kebanyakan penduduknya adalahbertani. Pertanian yang ditanam beragam mulai dari tanaman padi, palawija sayuran, atau bahkantanaman keras seperti pohon jati, alba, dan lain sebagainya.Saat itu penulis sering mendengarkan para orang tua berdiskusi ala warung kopi di depan rumah.Dikusi dari mulai bahan pembicaraan tentang kehidupan sehari-hari, kehidupan politik dan gayahidup para pamong atau aparat desa, atau sesekali tentang situasi politik nasional. Tak jarangmasing-masing berusaha mempertahankan pendapatnya masing-masing.Salah satu yang cukup terkesan dari obrolan mereka yaitu tentang pengusaha sayuran. Dalam halini pengusaha sayuran ini bisa disebut para tengkulak sayuran. Para pengusaha ini membeli danmemodali usaha sayuran palawija para petani. Ada yang mereka kasih modal untuk sewalahannya, untuk biaya modal tanam, sampai biaya perawatannya.Konsekuensi dari pola usaha antara para petani dan para pengusaha sayuran ini adalah bahwapara petani harus menjual sayuran yang mereka tanam HANYA kepada para pemodal usaha
mereka. Bahkan harga sayuran yang dijual sudah “dipatok” dibawah angka rata
-rata harga jual jika tidak memakai modal para pengusaha sayuran. Disinilah masalahnya. Para petani akhirnya
“terjebak” dengan pola pemasaran tanpa alternatif harga, tanpa alternatif pembeli, dan mereka
terpaksa harus cukup fokus mengurus bidang produksi menanam sayuran semata. Sementarafungsi pemasaran secara total dikuasai oleh para pengusaha sayuran ini.Dengan penguasaan pasar yang
all out 
berada di tangan para pengusaha sayuran, akhirnya para
 pengusaha sayuran tersebut memepunyai banyak kesempatan dan leluasa dengan “seenaknya”
menentukan harga naik atau turun berdasarkan sisi kepentingan mereka. Keleluasaan inilah yang
akhirnya “menjebak” petani sayuran pada satu situasi yang tidak menguntungkan. Di satu sisi
dengan keterbatasan modal, mereka membutuhkan uluran tangan bantuan modal para pengusaha
sayuran, di sisi lain mereka “terpaksa” terkondisikan untuk “tunduk” pada harga naik turun yang
ditentukan oleh para pengusaha sayuran tersebut. Jadi di mata para petani sayuran, para
 
pengusaha sayuran tersebut diibaratkan sebagai orang yang kehadirannya kadang dirindu kadangsekaligus dibenci.Gambaran s
eperti itulah yang membuat penulis sepertinya tertanam rasa “dendam” terhadap para
pengusaha sayuran.
 Kedua
, profesi lain yang ada di daerah penulis waktu itu adalah pegawai negeri sipil (pns).Profesi ini jumlahnya sangat sedikit. Sepertinya peminatnya kurang banyak. Satu alasanbarangkali salary atau gaji PNS waktu itu, tahun 1987 an masih relatif kecil jika dibandingkandengan kondisi saat ini.
 Ketiga
, lain dengan pengusaha sayuran, profesi pns, lain pula profil pengusaha lain, yaitu usahapemborong atau usaha kontraktor. Waktu itu ada alumni atau jurusan Sekolah Tinggi Menengah(STM) yang sudah sukses menjalankan usaha kontraktor bidang perlistrikan. Kebetulanpengusaha tersebut sukses dan berusaha di kota. Beliau adalah anak tertua dari pamong desayang cukup disegani waktu itu.Pengusaha pemborong tersebut sering dibicarakan dan mendapatkan citra cukup positif dimatamasyarakat. Beliau sering membantu kebutuhan pendanaan sosial masyarakat waktu itu. Banyak kegiatan positif sosial kemasyarakatan yang difasilitasi pendanaannya. Tak jarang beliau menjadisponsor utama proyek-proyek rehabilitas bangunan-bangunan desa, termasuk penyumbangterbesar renovasi besar-besaran mesjid jami di kampung saya tersebut.Figur itulah yang cukup membuat masyarakat terkesan. Tak terkecuali penulis sendiri yangwaktu masih sekolah menengah pertama (smp) sudah membayang profil pengusaha pemborongtersebut. Kekuatan imajinasi menjadi seorang pemborong dengan perkembangan usahanya yangbesar, kendaraan usaha, rumah bagus, banyak uang, dan persaingan usaha borongan yang belumseketat seperti sekarang, membuat penulis tertarik. Lebih dari itu setiap ada tulisan di mediamassa atau setiap ada obrolan tentang seorang pengusaha pemborong, sepertinya ada semacam
“kontak batin” dengan ke
kuatan imajinasi otak penulis.Bayangan itulah, mimpi itulah, yang akhirnya setelah tamat SMA, tahun 1993, penulis bertekaduntuk masuk kuliah di jurusan Teknik Sipil. Dan betul-betul kesampaian ketika tahun 1994penulis diterima kuliah di jurusan Pendidikan Teknik Bangunan, FPTK, IKIP Bandung (waktuitu belum berubah menjadi UPI).
Yah ….. barangkali itulah yang namanya
KEKUATAN PIKIRAN
. Kekuatan yang terbentuk hampir belasan tahun lamanya. Kesimpulannya adalah hati-hatilah dalam membentuk danmeletakkan apa yang hendak kita jadikan profil masa depan kita sebagai bahan
KEKUATANPIKIRAN
yang akan mempengaruhi derap langkah kehidupan kita di masa depan. Jika tidak hati-hati, bisa-bisa kita akan salah analisa terhadap potensi dan bakat kita yang sebenarnya.Rhonda Byrne dalam bukunya yang terkenal
The Secret
, menuliskan,
“Ketika anda
memfokuskan pikiran anda pada sesuatu yang Anda inginkan, dan Anda mempertahankan fokusitu, pada saat iutu juga Anda memanggil apa yang Anda inginkan dengan kekuatan yangterbesar 
di Semesta. Hukum tarik menarik tidak memperhitungkan “jangan” atau ” tidak” atau

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->