Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
11Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Difusi Inovasi_bab11

Difusi Inovasi_bab11

Ratings: (0)|Views: 783|Likes:
Published by Abdillah Hanafi

More info:

Published by: Abdillah Hanafi on Apr 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/07/2013

pdf

text

original

 
Diffusion of Innovations
Rogers, Everrett M. (1983) New York: Free Press.(3rd ed.)
Bab 11
KONSEKUENSIDIFUSI INOVASI
Diterjemah oleh Abdillah Hanafi
 
Bab 11
268
Difusi InovasiKosekuensi Difusi Inovasi
BAB 11KONSEKUENSI DIFUSI INOVASI
Mengubah kebiasaan orang merupakan suatu hal yang bahkan lebih sulitdaripada operasi pembedahanEdward H. Spicer (1952)Human Problems ini Technological Change, p.13Konsekuensi adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada seseorang atausistem sosial sebagai hasil pengadopsian atau penolakan suatu inovasi. Suatuinovasi punya efek kecilsebelumia tersebar ke anggota sistem danmenggunakannya. Jadi, invensi dan difusi merupakan jalan/alat untukmencapai tujuan akhir; konsekuensi pengadopsian suatu inovasi.Walaupun konsekuenasi ini penting, hanya sedikit kajian yang dilakukan olehpeneliti difusi. Lebih jauh, data yang kami punya tentang konsekuensi sifatagak ”lunak”; banyak penelitian tentang hal ini berupa studi kasus, walaupuntahun-tahun terakhir ini para peneliti survai juga mengkaji konsekuensi.Kekurangan perhatian penelitian dan sifat data seperti ini menjadikan sulitmembuat generalisasi tentang konsekuensi. Kami dapat memerikan konsekuensidan membuat kategori untuk pengklasifikasian konsekuensi, tetapi tidak dapatmemprediksi kapan dan bagaimana konsekuensi itu akan terjadi.Tidak hanya para peneliti yang kecil perhatiannya terhadap konsekuensi,para agen pembaru begitu juga. Mereka sering menduga bahwa pengadopsianinovasi tertentu hanya akan menghasilkan keuntungan bagi pengadopsinya.Asumsi-asumsi ini condong pro-inovasi, telah dibahas di Bbab 3. agen pembaruharusnya menyadari tanggung-jawab mereka terhadap konsekuensi inovasi yangmereka perkenalkan. Mereka harus dapat memperkirakan keuntungan dankerugian inovasi bila diperkenalkan ke binaan mereka, tapi ini jarang dilakukan.Pemerkenalan mobilsalju ke pemburu kijang Lapp di Finlandia Utaramenggambarkan sulitnya memperkirakan efek suatu teknologi. Setiap inovasimenghasilkan rekasi-reaksi sosial dan ekonomis yang terjadi dikeseluruhanstruktur sosial sistem binaan.
REVOLUSI MOBILSALJU DI ARTIC
1
Di AS kita berpikir bahwa mobil-salju merupakan alat penting untukrekreasi musim dingin. Sejak penemuan ”Ski-Doo”, suatu kendaraansalju perorangan (seperti sepeda-motor salju) oleh Joseph Armand Bombadier dari Quebec pada 1958, pengadopsian mobil-salju menyebar secara dramatis, dan dalam belasan tahun saja lebih dari sejutakendaraan jenis ini digunakan di Amerika Utara. Beberapa teriakanmenentang ski-doo (nama sebutan kendaraan mobil-salju) disuarakan,berkenaan dengan polusi suara yang dihasilkan motor-salju ini di areaterbuka yang tadinya damai di AS dan Kanada.
1
Paparan konsekuensi inovasi mobilsalju di kalangan Skolt Lapps ini didasarkan pada kajian Pelto(193), Pelto dan Muller-Wille (1972), dan Pelto dkk (1969).
 
Bab 11
269
Difusi InovasiKosekuensi Difusi Inovasi
Tetapi di kalangan Skolt Lapps, pemburu rusa di Finlandia Utara yangtinggal di atar Lingkar Artik, pemerkenalan yang begitu cepat mobil-salju menyebabkan konsekuensi yang berjangkau-jauh yang bagi paraanthropolog mengistilahkan ”bencana” (Pelto, 1973). Kami berusahamengungkap kembali adegan-per-adeganperistiwa itu dalam catatankami ini, dalam upaya menggambarkan satu metode penyelidikankonsekuensi suatu inovasi teknologis. Dalampendekatan ini,sebagaimana kebanyakan penyelidikan konsekuensi, seorang ilmuwansosial (biasanya antropologis) mengkaji secara intensif suatu komunitaskecil dan terisolasi. Dr. Perrti Pelto dari Universitas Connecticut telahtinggal bersama Skolt Lapps di daerah Sevettijarvi di Finlandia Utaraselama beberapa tahun, mulai tahun 1958, sebelum diperkenalkannyamobil-salju pada tahun 1962-1963. pelto kembali ke komunitas iniberulangkali pada dekade berikutnya dalam rangka menilai dampakrevolusi mobil-salju melalu observasi partisipan, wawancara personal,dengan Lapps, dan melalui kerjasama dengan seorang asistenriset/informan kunci (yang adalah Skolt Lapp pertama kali membelimobil-salju). Pelto memilih untuk memusatkan perhatian pada inovasiteknologi tunggal karena konsekuensinya lebih jelas dann relatif lebihmudah dilacak. Kabanyakan dampaknya tak menyenangkan. Peltoberalasan bahwa mobil-salju merupakan representasi kelas inovasiteknologis yang mengalihkan energi lokal ke energi dari luar (misalnya,dalam hal ini kereta luncur rusa salju) dengan suatu ketergantungan pada sumbersumber luar (mobil-salju dan bensin)Sebelumpemerkenalan mobil-salju, Skolt Lapps tergantung padakawanan rusa kutub yang dijinakkan untuk kehidupan mereka. Sepertihalnya ikan, daging rusa-kutub merupakan makanan utama mereka.Kereta luncur rusa-kutub merupakan alat transportasi utama, dan kulitrusa-kutub digunakan untuk bahan baju dan sepatu. Kelebihan dagingdijual ke toko untuk membeli tepung, gula, teh, dan bahan pokoklainnya. Para Lapps memandang dirinya sebagai pemburu rusa-kutub,dan prestise diperoleh lelaki dengan untaian rusa-kutub buruan.Masyarakat Lapps bersistem egaliter di mana setiap keluarga punya jumlah binatang yang hampir sama jumlahnya. Anak-anak Skoltmenerima sebuah ”gigi rusa-kutub pertama”, sebuah ”name-day reindeer” dan hadiah pada saat-saat tertentu, termasuk hadiah perkawinan rusa-kutub, sehingga suatu keluarga baru mulai dengankumpulan kecil binatang kesayangan. Orang-orang Lapps merasakansuatu hubungan khusus dengan rusa-kutub mereka, dan memperlakukanmereka dengan penuh kasih sayang. Dapat dipastikan rusa-kutubmerupakan obyek utama dalam budaya Lapp.Pada akhir tahun 1961 sebuah Bombadier Ski-Doo dari Kanadadipertontonkan di Rovaneimi, ibukota kota Finnish Lapland. Seorang guru sekolah membeli mobil-salju ini untuk kendaraan rekreasi, tetapikemudian diketahui bahwa kendaraan ini bermanfaat untuk mengankutkayu dan barang belanjaan dari toko. Kemudian mobil-salju jugadigunakan untuk berburu kawanan rusa-kutub oleh Lapp yang tinggal diutara Sevettigarvi, di mana lahannya terdiri dari padang tundra tanpa pohon. Dalam setahun (1962-1963) dua ski-do dibeli untuk perburuanrusa-kutub di Sevettigarvi, yang lahannya berupa hutan dan bebatuan.Para pemburu rusa-kutub lelaki harus mengemudikan kendaraannyadengan berdiri di atas pijakan kaki atau dengan lutut di tempat duduk,

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->