Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
INFERTILITAS

INFERTILITAS

Ratings: (0)|Views: 140|Likes:

More info:

Published by: NainMhil NainKin Park Nersink on Apr 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/01/2013

pdf

text

original

 
PENDAHULUANInfertilitas merupakan suatu permasalahan yang cukup lama dalam dunia kedokteran. Namun sampai sdaat ini ilmu kedokteran baru berhasil menolong
±
50% pasangan infertiluntuk memperoleh anak. Perkembangan ilmu infertilitas lebih lambat dibanding cabangilmu kedokteran lainnya, kemungkinan disebabkan masih langkanya dokter yang berminat pada ilmu ini.
1
Sesuai dengan definisi fertilitas yaitu kemampuan seorang isteri untuk menjadi hamildan melahirkan anak hidup oleh suami yang mampu menghamilinya,maka pasanganinfertil haruslah dilihat sebagai satu kesatuan. Penyebab infertilitaspun harus dilihat padakedua belah pihak yaitu isteri dan suami. Salah satu bukti bahwa pasangan infertil harusdilihat sebagai satu kesatuan adalah aadanya faktor imunologi yang memegang peranandalam fertilitas suatu pasangan. Faktor imunologi ini erat kaitannya dengan faktor semen/sperma, cairan/lendir serviks dan reaksi imunologi isteri terhadap semen/spermasuami. Termasuk juga sebagai faktor imunologi adanya autoantibodi.
1,2
Lebih kurang seperlima pasangan usia subur di Amerika Serikat adalah pasanganinfertil. Limabelas persen diantaranya tergolong infertil yang tidak jelas penyebabnya(
unexplained infertility
). Banyak bukti yang menjelaskan bahwa ada peranan faktor imunomodulasi pada pasangan ini. Aspek penting dari imunomodulasi ini adalah adanyaantibodi anti sperma (ASA).
3.
Beberapa penelitian telah dilakukan terutama dinegara maju untuk mengetahuihubungan faktor imunologi ini dengan fungsi reproduksi suatu pasangan. Diantara penelitian ini yaitu menemukan antigen pada sperma, cara-cara identifikasiantigen/antibodi dalam tubuh, dan penatalaksanaan apa yang memungkinkan diberikan pada pasangan infertil dengan faktor imunologi ini. Terjadinya infertilitas pada suatu pasangan yang mempunyai antibodi antisperma secara teoritis dikarenakan tingginyakadar antibodi antisperma pada cairan vagina,serviks, uterus atau tuba. Walaupunantibodi antisperma terdapat dalam serum seseorang, belum tentu orang tersebutmempunyai antibodi antisperma yang tinggi kadarnya dalam cairan genitalianya.
4
.Penemuan antibodi antisperma juga memberiakan suatu ide bagi beberapa ilmuwanuntuk mengembangkan suatu vaksin kontrasepsi berdasarkan antigen sperma.
5,6
 
 
 BEBERAPA PENYEBAB INFERTILITASBanyak faktor yang menyebabkan mengapa seorang wanita tidak bisa atau sukar menjadihamil setelah kehidupan seksual normal yang cukup lama. Diantara faktor-faktor tersebutyaitu faktor organik/fisiologik, faktor ketidakseimbangan jiwa dan kecemasan berlebihan.Dimic dkk di Yugoslavia mendapatkan 554 kasus (81,6%) dari 678 kasus pasanganinfertil disebabkan oleh kelainan organik, dan 124 kasus (18,4%) disebabkan oleh faktor  psikologik. Ingerslev dalam penelitiannya mengelompokkan penyebab infertilitasmenjadi 5 kelompok yaitu faktor anatomi, endokrin, suami, kombinasi, dan tidak diketahui
(unexplained infertility)
7,8
Sumapraja membagi masalah infertilitas dalam beberapa kelompok yaitu air mani,masalah vagina, masalah serviks, masalah uterus, masalah tuba, masalah ovarium, danmasalah peritoneum. Masalah air mani meliputi karakteristiknya yang terdiri darikoagulasinya dan likuefasi, viskositas, rupa dan bau, volume, pH dan adanya fruktosadalam air mani. Pemeriksaan mikroskopis spermatozoa dan uji ketidakcocokan imunologidimasukkan juga kedalam masalah air mani.
1
Masalah vagina kemungkinan adanya sumbatan atau peradangan yang mengirangikemampuan menyampaikan air mani kedalam vagina sekitar serviks.Masalah serviks meliputi keadaan anatomi serviks, bentuk kanalis servikalis sendiridan keadaan lendir serviks. Uji pascasenggama merupakan test yang erat berhubungandengan faktor serviks dan imunologi.
1
Masalah uterus meliputi kontraksi uterus, adanya distorsi kavum uteri karenasinekia,mioma atau polip, peradangan endometrium. Masalah uterus ini menggangudalam hal implantasi, pertumbuhan intra uterin, dan nutrisi serta oksigenasi janin.Pemeriksaan untuk masalah uterus ini meliputi biopsi endometrium,histerosalpingografidan histeroskopi.
9
Masalah tuba merupakan yang paling sering ditemukan (25-50%). Penilaian patensituba merupakan salah satu pemeriksaan terpenting dalam pengelolhan infertilitas.
1
Masalah ovarium meliputi ada tidaknya ovulasi, dan fungsi korpus luteum. Fungsihormonal berhubungan dengan masalah ovarium, ini yang dapat dinilai beberapa
 
 pemeriksaan antara lain perubahan lendir serviks, suhu basal badan, pemeriksaanhormonal dan biopsi endometrium.1Masalah imunologi biasanya dibahas bersama-sama masalah lainnya yaitu masalahserviks dan masalah air mani karena memang kedua faktor ini erat hubungannya denganmekanisme imunologi.
1,7
 FAKTOR IMUNOLOGI SEBAGAI PENYEBAB INFERTILITASDulu orang masih bertanya-tanya apakah faktor imunologi besar peranannya dalaminfertilitas. Para iluwan masih meragukan, bingung dan timbul berbagai pendapat yangsaling kontradiksi. Jones pada penelitian nya mengajukan teori bahwa faktor imunologi berpengaruh pada beberapa tahap dalm proses reproduksi manusia, mulai dari masagamet dan telur yang dibuahi. Sebagaimana hormon, jaroingan dan cairan sekresi yang berhubungan dengan traktus genitalia potensial bersipat antigenik dan mampumenimbulkan suatu respon imun.
2,10,11
Suatu antigen akan mengalami beberapa proses dalam tubuh kita akibat sistemimunitas tubuh. Antigen tersebut akan difagositosis sebagai respon imun nonspesifik daritubuh. Dapat juga terjadi penghancuran sel (sitolisis) melalui peranan sel T-sitotoksis.Mekanisme lain yaitu dengan membentuk antibodi dengan bantuan makrofag, sel Thelper dan selT supresor. Se-sel ini memberikan sinyal-sinyal kepada limfosit B sehingga berdifensiasi menjadi sel plasma dan membentuk antibodi spesifik. Antibodi ini melalui beberapa jalan menyebabkan penghancuran antigen antara lain membentuk komplek antibodi komplemen menyebabkan lisis,
antibody dependent cell mediated cytotoxicity(ADCC)
menimbulkan sitolisis, atau fagositosis spesifik. Untuk jelasnya dpat dilihat paagambar 
1. 12

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->