Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisis Intrinsik Novel Sang Pemimpi

Analisis Intrinsik Novel Sang Pemimpi

Ratings: (0)|Views: 999 |Likes:
Published by Aida Farida

More info:

Published by: Aida Farida on Apr 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/14/2012

pdf

text

original

 
ANALISIS INTRINSIK NOVEL SANG PEMIMPI
Judul Novel : Sang PemimpiKarya : Andrea HirataPenerbit : PT. Bentang Pustaka Jln. Pandega Padma 19, Yogyakarta 55284Tahun terbit : 2006Jumlah halaman : 292 halaman, 20,5 cm1. SinopsisNovel Sang Pemimpi menceritakan tentang sebuah kehidupan tiga orang anak Melayu Belitongyaitu Ikal, Arai, dan Jimbron yang penuh dengan tantangan, pengorbanan dan lika-likukehidupan yang memesona sehingga kita akan percaya akan adanya tenaga cinta, percaya padakekuatan mimpi dan kekuasaan Allah. Ikal, Arai, dan Jimbron berjuang demi menuntut ilmu diSMA Negeri Bukan Main yang jauh dari kampungnya. Mereka tinggal di salah satu los di pasarkumuh Magai Pulau Belitong bekerja sebagai kuli ngambat untuk tetap hidup sambil belajar.Ada Pak Balia yang baik dan bijaksana, beliau seorang Kepala Sekolah sekaligus mengajarkesusastraan di SMA Negeri Bukan Main, dalam novel ini juga ada Pak Mustar yang sangatantagonis dan ditakuti siswa, beliau berubah menjadi galak karena anak lelaki kesayangannyatidak diterima di SMA yang dirintisnya ini. Sebab NEM anaknya ini kurang 0,25 dari batasminimal. Bayangkan 0,25 syaratnya 42, NEM anaknya hanya 41,75.Ikal, Arai, dan Jimbron pernah dihukum oleh Pak Mustar karena telah menonton film di bioskopdan peraturan ini larangan bagi siswa SMA Negeri Bukan Main. Pada apel Senin pagi merekabarisnya dipisahkan, dan mendapat hukuman berakting di lapangan sekolah serta membersihkanWC.Ikal dan Arai bertalian darah. Nenek Arai adalah adik kandung kakek Ikal dari pihak ibu,ketikakelas 1 SD ibu Arai wafat dan ayahmya juga wafat ketika Arai kelas 3 sehingga di kampungMelayu disebut Simpai Keramat. Sedangkan Jimbron bicaranya gagap karena dulu bersamaayahnya bepergian naik sepeda tiba-tiba ayahnya kena serangan jantung dan Jimbron pontang-panting membawa ayahnya panik. Ia sangat antusias sekali dengan kuda, segala macam kuda iatahu.Ayah Ikal bekerja di PN Timah Belitong, ayahnya pendiam tapi kasih sayangnya sangat besar,dia bersepeda ke Magai 30 kilometer hanya untuk mengambil rapot anaknya di SMA NegeriBukan Main. Dan ibu Ikal menyiapkan baju safari ayah dengan menyalakan setrika arang dangesit memercikan air pandan dan bunga kenanga yang telah direndam semalam.Ketika belajar di lapangan sekolah P
ak Mustar berkata : “Jelajahi kemegahan Eropa sampai ke
Afrika yang eksotis. Temukan berliannya budaya sampai ke Prancis. Langkahkan kakimu di atasaltar suci almamater terhebat tiada tara Sorbonne. Ikuti jejak-jejak Sartre, Louis Pasteur,Montesquieu, Voltaire. Disanalah orang belajar science, sastar, dan seni hingga mengubah
 peradaban”. Ikal dan Arai tak berkedip ketika Pak Balia memperlihatkan gambar yang tampak 
seorang pelukis dibelakang kanvas berdiri menjulang Menara Eiffel yang menunduk memerintahkan Sungai Seine agar membelah diri menjadi dua tepat dikaki-kakinya.Saat itulah mereka mengkristalkan harapan agung dengan statement yang sangat ambisius : Cita-cita kami adalah kami ingin sekolah ke Prancis! Ingin menginjakan kaki di altar suci almamaterSorbonne, ingin menjelajah Eropa sampai ke Afrika.
“Kita tak’kan pernah nendahului nasib!” Teriak Arai.
 
”Kita akan sekolah ke Prancis, menjelajahi Eropa sampai Afrika! Apapun yang terjadi!”
 Dengan perjuangan hidup mesti serba terbatas dan banyak rintangan Ikal dan Arai akhirnya
 
diterima kuliah di Universite de Paris, Sorbonne, Prancis. Sedangkan Jimbron tetap di Belitongmengurusi kuda milik capo.2. Kutipan bagian menarik Dalam novel Sang Pemimpi ini bagian menarik menurut saya yaitu ketika Arai, Ikal, danJimbron mendapat hukuman membersihkan WC sekolah oleh Pak Mustar. Di bagian ini akanditemukan kisah yang kocak, tegang, serta menyentuh. Kita akan tahu arti persahabatan dimanabisa berbagi suka dan duka. Kutipan ini antara lain :Jimbron yang gagap ikhlas saja menerima hukuman Pak Mustar bahkan dengan ekspresi gembiramulutnya tidak berhenti berceloteh tentang berbagai macam kuda. Sementara nun tinggi dilangit-langit WC ada manusia laba-laba spiderman Arai sedang merayapi plafon, tubuhnya diikattali-temali.Telingaku panas tapi aku diam saja. Bertahun-tahun dekat denganku seharusnya dia tahu, aku
diam pertanda marah. ”Tapi yang lebih hebat adalah kuda Kanada, Kal. Bukan main binatang itu.
Aiiiiih...bukan main mamalia itu!! Kuda Kanada mandi salju pada suhu minus dua puluh derajat,Kal!! Min..minus du..dua puluh derajat!! Kau dengar itu Kal? Kalau kau mandi dalam suhu
minus dua puluh derajat Kal, itulah mandimu yang terakhir!”
 Ingin aku menggosok gigi Jimbron dengan sikat ubin WC ini, tapi aku masih sabar.
”Kuda balap..kuda sembrani..kuda Jengish Khan..kuda India..tapal kuda..” Dan setiap aku mendengar 
satu kata kuda, maka satu anak tangga aku naik ke puncak kemarahan. Suatu kemarahan karenarasa bosan akan cerita kuda dari Jimbron yang telah kutahan sejak dua jam yang lalu, sejak bertahun-tahun yang lalu. Kuda Jimbron adalah tetesan air yang terus-menerus menghujam batukarang kesabaranku. Dan setelah sekian tahun, siang ini batu karang itu retak, beberapa tetes airlagi ia akan terbelah.
”..Kuda Persia..kuda Afrika..kuda troya..diperkuda..kuda siluman..” Aku kelelahan dan stres.
Aku tak tahan lagi dengan siksaan hikayat kuda. Semua ini harus dihentikan hari ini, hari ini
 juga!! ”Tapi kuda Australia!! Ya, kuda Aus..tra..lia, adalah yang terhebat dari semua j
enis kudayang ada di muka bumi ini, Kal!! Kuda Aus..tra..lia best of the best of the best of the best!!
Hewan itu lebih tampan dari manusia!!”Darahku mendidih. Aku mencapai puncak emosi. “Yang dapat menandingi kuda Australia hanya
kuda Arab, Kal!! Tahukah kau mengapa pria jantan dijuluki kuda Arab?! Astaga Kal, kakibelakang hewan itu seperti ada tiga!! Kau paham maksudku??!Akhirnya, batu karang kesabaranku terbelah. Aku meledak.
”Diaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaammmm!!!” Aku b
angkit,berteriak sekuat tenaga membentak Jimbron sambil membanting sikat gigi, lap, dan pahat.Brughh!! Arai yang tengah mengumpulkan kotoran kelelawar terperanjat. Jika tidak mengikatkan dirinya pada balok plafon, dia sudah terhempas ke lantai. Kotoran kelelawar dariatas Arai tumpah seperti hujan bubuk belerang menimpa kepala Jimbron yang berdiri gemetar. ia
tak mampu bergerak karena kaget pada gertakanku. ”Aku sudah muak, Bron!! Muak!! Muak!!
Muak dengan cerita kudamu itu! Apa tidak ada topik lain,jiwa
mu sudah dirasuki setan kuda!!”
 Jimbron berdiri mematung pucat pasi.Ia seakan tak percaya aku tega membentaknya sekeras itu.Kejadian ini terjadi refleks, sangat cepat di luar kendaliku. Kemarahan setinggi puncak telahmelukai hati Jimbron yang tak pernah dihardik dengan keras oleh pendeta Geovanny yang telahmembesarkannya dengan kehalusan budi dan tutur kata. Ikal berdiri lemas merasa bersalah padaJimbron, pada Arai, bahkan pada pendeta Geo. Sambil kuelus-elus punggung, kubimbing iaberjalan menuju kantin sekolah Jimbron tersedu sedan tanpa air mata, Jimbron terpukul.
“Maafkan aku, Bron..” kataku lembut. kisah kuda ini sudah keterlaluan. Tidakkah kau ingat,
 
sejak kita SD diajar mengaji oleh Taikong Hanim, sejak itu tidak ada hal lain selain kuda? Kitabukan SD lagi, kita sebentar lagi dewasa akil balig. Berarti semua perbuatan kita telah di hisaboleh Allah dan Allah tidak suka yang berlebih-lebihan.Jimbron terenyuh,wajahnya berangsur cerah. Ikal menceritakan mimpi mereka sekolah diPrancis, merantau ke jawa dan lainnya. Jimbron pun mulai tersenyum kecil, Jimbron telahmendapat pencerahan sekaligus penyembuhan. Ikal telah mendobrak ruang pekat di kepalanyadimana ia terkunci dalam perangkap obsesif kompulsif terhadap kuda. Ikal telah membebaskandari penderitaannya bertahun-tahun dari penyakit gila kuda.Jimbron meraih tanganku, menyalamiku dengan erat dan mengguncang-guncang tanganku.Senyumnya manis dan pasti. Ikal terharu karena sudah banyak yang berusaha menyembuhkanJimbron tapi gagal semua. Bahkan Jimbron hampir dimandikan dengan kembang tujuh rupauntuk menghilangkan bayang-bayang kuda yang terus menghantuinya.Pada momen ini kami memahami bahwa persahabatan kami yang lama dan lekat lebih darisaudara, berjuang senasib sepenanggungan, bekerja keras bahu-membahu sampai titik keringatterakhir untuk sekolah dan keluarga, tidur sebantal makan sepiring, susah senang bersama,ternyata telah membuatkan maslahat yang tak terhingga bagi kami. Persahabatan yangberlandaskan cinta kasih itu telah merajut ikatan batin yang demikian kuat dalam kalbuku dansaking kuatnya sampai memiliki tenaga gaib penyembuhan.
”Ikal..!” panggilnya halus sekali, penuh rahasia, dan bersemangat. Sebuah panggilan bermakna
ungkapan terima kasih yang besar karena aku telah menyelamatkannya, sekaligus mengandungpermohonan maaf yang tulus serta harapan. Ia sangat terharu terhadap kemampuan penyakit gila
kudanya yang telah kronis. ”Ya, Jimbron yang baik hati..” jawabku lembut penuh kasih sayang.
Rasanya ingin sekali aku memeluknya.Dan bagian yang terharu ketika berbulan-bulan Ikal dan Arai menunggu keputusan pengujianbeasiswa. Lima belas orang dari pelamar adalah peluang yang amt sempit. Kalaupun lulus pastiuniversitasnya sama. Akhirnya tukang pos tiba, setelah magrib surat itu di buka bersama-sama.Aku beranjak membawa suratku dan duduk di rumah panggung kami. Ayah dan ibukumengikutiku lalu duduk di kanan kiriku. Aku tak sanggup membuka surat itu maka kuserahkanpada ibuku, ayahku menunggu dengan gugup, aku memalingkan muka. Ibuku menbuka denganberlinang air mata. Detik itu aku tahu aku diterima dengan lulus. Ayahku tersenyum bangga.Aku terbelalak ketika membaca nama universitas yang menerimaku. Alhamdulillah kata ibukuberulang-ulang.Begitu juga dengan Arai. Ikal mengambil surat kelulusan Arai dan membaca kalimat demikalimat dalam surat surat keputusan yang dipegangnya dan jiwakun seakan terbang. Hari iniseluruh ilmu umat manusia menjadi setitik air di atas samudra pengetahuan Allah. Hari ini NabiMusa membelah laut merah dengan tongkatnya, dan miliaran bintang gemintang yang berputardengan eksentrik yang bersilangan, membentuk lingkaran episiklus yang mengelilingi miliaransiklus yang lebih besar, berlapis-lapis tak terhingga di luar jangkauan akal manusia. Saemuanyatertata rapi dalam protokol jagat raya yang diatur tangan Allah. Sedikit saja satu dari miliaranepisiklus itu keluar dari orbitnya, maka dalam hitungan detik semesta alam akan meledak menjadi remah-remah.Hanya itu kalimat yang dapat menggambarkan bagaimana sempurnanya Tuhan telah mengaturpotongan-potongan mozaik hidupku dan Arai, demikian indahnya Tuhan bertahun-tahun telahmemeluk mimpi-mimpi kami, telah menyimak harapan-harapan sepi dalam hati kami, karena dikertas itu tertulis nama universitas yang menerimanya, sama dengan universitas yangmenerimaku, di sana jelas tertulis : Universite de Paris, Sorbonne, Prancis.

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Rahma Dini Eka Putri added this note
i like the stiry it
Rifka Bari liked this
Putra Irwansyah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->