Tumbuhan hasil cangkokan akan lebih cepat berbuah dibandingkan tumbuhan yangditanam dari biji dan memiliki sifat yang sama dengan induknya. Akan tetapi, tumbuhan hasilcangkokan mudah roboh, karena sistem perakarannya adalah serabut, oleh karena itu berhati-hatilah ketika menanamnya dan umurnya lebih pendek dibandingkan tumbuhan yang ditanamdari biji.Dalam kenyataannya, hanya tumbuhan dikotil saja yang dapat dicangkok. Supayalebih jelas alangkah baiknya kita meninjau struktur batangnya (karena batanglah yangdicangkok). Struktur batang tumbuhan monokotil berbeda dengan susunan batang dikotil.Struktur batang tumbuhan dikotil dan monokotil berbeda, adapun perbedaannyaantara lain:1.
Berkas pembuluh pada tumbuhan dikotil teratur. Floem terletak di bagian luar pembuluhdan xylem terdapat di bagian dalam pembuluh, di antara dua bagian ini terdapat kambiumyang meripakan jaringan meristematis sekunder. Sedangkan pada tumbuhan monokotilberkas pembuluhnya menyebar. Xylem dan floemnya berdekatan tapi menyebar diseluruh bagian.
2.
Batang dikotil memiliki kambium untuk pertumbuhan sekunder (membesar / melebar)sedangkan tumbuhan monokotil tidak.
Dua hal di ataslah yang menyebabkan hanya tumbuhan dikotil yang bisa dicangkok.Mencangkok memerlukan susunan batang yang teratur. Saat mencangkok jaringan floemdihilangkan agar zat makanan hasil fotosintesis terhenti di daerah pemotongan danmerangsang pertumbuhan akar. Selain itu juga dibutuhkan kambium yang merupakan jaringan meristematis untuk pertumbuhan sekunder.Mencangkok sendiri sebenarnya adalah suatu peristiwa translokasi,yaitu denganmenyayat batang pada bagian floemnya, sedangkan xilemdibiarkan utuh. Setelah beberapalama akan terjadi penggembungan pada bagian yang di sayat karena ada timbunan bahanorganik. Bagian bekas luka yang menggembung disebutkalus. Pada batang atau akar