Haery Sihombing-11/12/2007
2
kita hendaki terhadap pasar. Masalahnya adalah, bahwa kekuatan- kekutan yang dapat diduga didalam suatu operasional perusahaan menyebabkan para perusahaan mensegmentasikan pasar-pasarnya dengan cara- cara yang kontra-produktif. Akhirnya, dengan demikian, dari hal tersebutmenunjukkan bagaimana pemilahan pasar-pasar menurut pekerjaan- pekerjaan yang para pelanggansedang coba lakukan sebagai tujuan terhadap tantangan- tantangan terpenting lainya dari suaupemasaran. Melalui pengelolaan
brand-merk
dan penempatan produk (
product positioning
), keduacara tersebut dapat membantu bisnis- bisnis penggangu bertumbuh. Pandangan ini merupakan satuteori tentang bagaimana menghubungkan dengan tepat antara inovasi-inovasi pengganguanterhadap para pelanggan dalam menciptakan satu pijakan di dalam suatu pasar dan kemudianmenumbuhkan keuntungan yang sejalan dengan alur yang konstan ke dalam produk-produk danlayanan- layanan yang mendominasi pasar.Sebagian besar seni tentang pemasaran adalah dipusatkan pada pemilahan atau segmentasi yangmengindikasikan suatu pengelompokan pelanggan-pelanggan berdasarkan pendekatan kesamaansifat terhadap produk-produk atau layanan yang menarik terhadap konsumennya. Selain itu, parapemasar sering kali juga memilah penjualan berdasarkan jenis pembedanya melalui faktor besaranharga, demografis, dan
psychographics
dari setiap pelanggan-pelanggannya.Namun demikian,mengapa strategi inovasi yang berdasarkan pada perencanaan dengan penggolongan tersebutsering masih gagal? Alasannya mungkin adalah dikarenakan penggambaran-penggambaran yangdilakukan melalui atribut-atribut terhadap produk dan pelanggan.Olehkarenanya, agar suatu pemasaran dapat diperkirakan, maka diperlukan satu pemahamanterhadap keadaan di mana pelanggan-pelanggan membeli atau menggunakan berbagai hal. Secararinci, pelanggan-pelanggan, orang-orang, dan perusahaan adalah mempunyai pekerjaan yang timbulsecara teratur dan perlu dikerjakan. Ketika pelanggan-pelanggan tersadar akan suatu tugas yangmereka perlu lakukan di dalam hidup mereka, maka mereka akan memandang sekeliling merekaterhadap suatu produk atau layanan yang mereka dapat 'sewa' untuk menyelesaikan pekerjaanmereka.Oleh karenanya, hal ini adalah tergantung kepada bagaimana pelanggan-pelangganmenjalani hidupnya. Proses-proses di dalam pemikiran mereka adalah di mulai dengan satukesadaran tentang perlunya mendapatkan sesuatu untuk diselesaikan, dan kemudian merekadiperkenalkan terhadap sesuatu atau seseorang untuk melakukannya. Dengan kata lain adalah,pekerjaan yang para pelanggan sedang coba lakukan atau hasilkan, adalah terhadap mereka yangsedang berusaha untuk capai untuk dilembagakan menjadi suatu penggolongan yang berbasiskepada keadaan pasar.Untuk dapat melihatnya mengapa harus demikian, kita dapat lihat dari kasus Sony. Pendiri Sony,Akio Morita adalah seorang ahli untuk melihat apa yang konsumen-konsumen sedang berusahauntuk lakukan. Dengan mengabungkan suatu pengertian yang mendalam melalui tawaran- tawaransolusinya, maka dia melalui tawarannya tersebut menolong konsumen untuk dapat melakukan suatupekerjaan dengan lebih baik. Antara 1950 dan 1982, Sony dengan sukses membangun sebanyak 12bisnis pertumbuhan pasar pengganguan baru yang berbeda. Ini termasuk produk radio transistor saku bertenaga batere yang diluncurkan pada tahun 1955 dan televisi hitam-putih pada tahun 1959.Bisnis mereka juga mencakup pemutar
videocassette
, perekam
video potable
, dan
Walkman
di tahun1979, serta 35-inch
drive floopy disk
yang diluncurkan pada 1981. Bagaimana cara Sonymenemukan aplikasi-aplikasi dasar yang berbuah luar biasa seperti semua ini ?Setiap bidang keputusan dalam meluncurkan produk baru selama ini adalah dibuat secara pribadioleh Morita bersama suatu yang kelompok yang terpercaya yang terdiri dari 5 anggota. Merekamencari-cari dasar/ pijakan penggangguan dengan mengamati dan bertanya apa yangsesungguhnya tengah masayarakat coba untuk lakukan. Mereka berpatokan pada teknologielektronika yang dibuat melalui cara meminiatur bentuknya dan menggunakan komponen/bahan
solid-state
dalam membantu suatu populasi yang lebih besar dan lebih sedikit yang terampil, sertayang lebih sedikit makmur untuk mendapatkannya, agar lebih puas dan lebih murah terhadap‘sesuatu atau pekerjaan’ yang para konsumen coba lakukan. Morita dan kelompoknya tercatatmemiliki satu angka prestasi yang luar biasa di dalam menemukan dasar pijakan terhadap inovasipengganguan.
Add a Comment
571234left a comment
doc.boboleft a comment
tejasukleft a comment
sihombing15left a comment