akan mendapatkan gambaran tentang akar persoalan pembangunan sistemhukum Indonesia pada masa mendatang.
BAB II
PANDANGAN ALIRAN POSITIVIS TENTANG HUKUMAliran positivisme hukum berasal dari ajaran sosiologis yangdikembangkan oleh filosof Perancis; August Comte (1798-1857) yangberpendapat bahwa terdapat kepastian adanya hukum-hukum perkembanganmengatur roh manusia dan segala gejala hidup bersama dan itulah secaramutlak. August Comte hanya mengakui hukum yang dibuat oleh negara.
Untukmemahami positivisme hukum tidak dapat diabaikan metodelogi positivis dalamsains yang mengahruskan dilakukannya validasi dengan metode yang terbukaatas setiap kalin atau proposisi yang diajukan. Karena itu bukti empirik adalahsyarat universal untuk diterimanya kebenaran dan tidak berdasarkan otoritastradisi atau suatu kitab suci. Menurut Fletcher
Positivisme hukum mempunyaipandangan yang sama tentang diterimanya validasi. Seperti halnya positivismesains yang tidak dapat menerima pemikiran dari suatu proposisi yang tidak dapatdiverifikasi atau yang tidak dapat
difalsifikasi
, tetapi karena hukum itu ada karenatermuat dalam perundang-undangan apakah dipercaya atau tidak. Hukum harus
4
Achmad Ali.
Menguak Tabir Hukum, Suatu Kajian Filosofis dan Sosiologis.
Cet. : II.Penerbit Gunung Agung. Jakarta. 2002.
5
Fletcher, George P,
Basic Concepts of Legal Thougt.
Oxford University Press. New York.1996.
3
Add a Comment
Nomel Lxcleft a comment
Aninik Untarileft a comment
_yanto_Si_bayi_4337left a comment
a1pleft a comment