Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ACARA I Pola Kemitraan Peternakan Ayam DAN Acara 2

ACARA I Pola Kemitraan Peternakan Ayam DAN Acara 2

Ratings: (0)|Views: 379 |Likes:

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Muhamad Fahmi Faizal on Apr 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/24/2013

pdf

text

original

 
1
KEMITRAAN USAHA AGRIBISNIS AYAM SAYURDI DESA PEKUNCEN KECAMATAN PEKUNCENKABUPATEN BANYUMAS
Disusun Oleh:1.
 
Ibnu Mukholib (A0A010021)2.
 
Mohammad Rovi Setyawan (A0A010023)3.
 
Muhamad Fahmi Faizal (A0A010043)4.
 
Andar Wahyu Abadi (A0A010047)
KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONALUNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANFAKULTAS PERTANIANPROGRAM STUDI DIPLOMA TIGA AGROBISNISPURWOKERTO2012
 
2
BAB IPENDAHULUANA.
 
Latar Belakang
Pemerintah Indonesia telah bertekad menjadikan sektor agribisnis, sebagaisektor unggulan yang akan menunjang pemulihan ekonomi negara ini. Untuk  jangka panjangnya, sektor ini diharapkan dapat menjadi lokomotif bagipembangunan nasional. Sumber daya alam yang dimiliki Indonesia,memungkinkan untuk mewujudkan tujuan tersebut. Kekayaan sumber dayaagribisnis yang dimiliki sangat besar, selain itu agribisnis berperan sebagai matapencaharian sebagian besar penduduk. Tetapi di sisi lain harus diakui, potensisektor agribisnis selama ini belum tergarap secara optimal. Pertumbuhan kapasitasproduksi dan perkembangan agribisnis dirasakan masih lambat. Akibatnya,keinginan untuk mengandalkan sektor agribisnis sebagai salah satu faktorpendukung stimulasi pemulihan ekonomi dirasakan masih menghadapi kendala.Untuk mengetahui penyebab kurang optimalnya kegiatan agribisnis diIndonesia dapat dilihat melalui pendekatan anatomi agribisnis. Agribisnis dapatdikelompokkan dalam tiga sub sistem agribisnis:
 Pertama
sub sistem agribisnishulu, yang meliputi kegiatan di luar pertanian (off-farm) seperti bioteknologi,industri agrokimia (pupuk, pestisida), alat-alat pertanian dan pakan ternak.Sedangkan kegiatan dalam pertanian (on-farm) seperti pembibitan / pembenihan,budidaya perikanan, peternakan, perkebunan dan pertanian.
 Kedua
sub sistemagribisnis hilir, yang meliputi kegiatan pengolahan hasil produksi sektor agribisnisberupa industri terkait makanan dan industri bukan makanan.
 Ketiga
sub sistem jasa penunjang, yang meliputi kegiatan-kegiatan yang menunjang sektor agribisnisseperti industri pengolahan / pengawetan, agrowisata, perdagangan/jasa,transportasi dan jasa pembiayaan / keuangan.Pelaku usaha agribisnis di tingkat masyarakat seperti pertanian, peternakandan perikanan banyak berada di sub sistem agribisnis hulu (on-farm). Kegiatanusaha mereka cenderung marginal, dalam arti karena keterbatasan dukunganpendanaan serta relatif masih sederhananya teknik produksi yang dipergunakanmenyebabkan pelaku usaha ini kurang dapat berkembang. Di lain pihak pelaku
 
3
usaha di sub sistem yang lain rata-rata merupakan pengusaha non marginal, dalamarti kapasitas usaha mereka relatif cukup besar serta dukungan permodalanmereka cukup baik.Ketimpangan kedua kelompok pelaku usaha ini semakin diperparah denganadanya penyebaran demografis yang kurang mendukung perkembangan sektoragribisnis pada umumnya. Akibatnya pelaku usaha on-farm seringterdiskriminasikan dalam hal penentuan harga jual produknya karena faktor jarak distribusi, tingginya cost strukture, serta kesulitan dalam memperoleh dukunganpendanaan.Untuk dapat meningkatkan kinerja para pelaku sektor agribisnis, khususnyapetani dan peternak (on-farm), harus dipahami bahwa kegiatan sub sistemagribisnis yang ada sebenarnya saling berkaitan dan saling mendukung. Apabiladibiarkan berjalan sendiri-sendiri, maka akan terlihat terkotak-kotak dalammelakukan aktifitas usahanya, yang akibatnya akan terjadi diskriminasi usaha,sehingga hasil produksi dari sub sektor agribisnis ini menjadi tidak optimal.Salah satu solusi yang dapat diambil untuk mengatasi kendala terkotaknyamasing-masing sub sistem agribisnis, khususnya dalam rangka meningkatkanperan pelaku usaha petani dan peternak (on-farm) adalah melalui pola kemitraan.Pola kemitraan yang menghubungkan antara perusahaan inti dengan plasmamempunyai kekuatan ekonomi yang cukup tinggi, karena disamping polakemitraan ini dapat mengatasi kendala pendanaan maupun kualitas produk ditingkat petani / peternak, kemitraan juga dapat menjamin pemasaran maupuntingkat harga hasil produksi petani / peternak Perusahaan inti juga memperolehmanfaat yang besar, antara lain mereka dapat memasarkan produknya kepadaplasma mitra mereka, selain itu mereka juga akan mendapat jaminan pasokanbahan baku dari mitranya.
B.
 
Dasar Teori
Ian Linton (1997) mengartikan bahwa kemitraan sebagai: sebuah caramelakukan bisnis dimana pemasok dan pelanggan berniaga satu sama lain untuk mencapai tujuan bisnis bersama.
 
Berdasarkan motivasi ekonomi tersebut makaprinsip kemitraan dapat didasarkan atas saling memperkuat. Dalam situasi dan

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Goenaone Bahar liked this
Novri Mamonto liked this
Aris Tri liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->