Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Karya Ilmiah

Karya Ilmiah

Ratings: (0)|Views: 238 |Likes:
Published by Bm Doang

More info:

Published by: Bm Doang on Apr 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/25/2014

pdf

text

original

 
1
PENINGKATAN KEMAMPUAN PROBLEM SOLVINGDANKONEKSI MATEMATISMELALUI PEMBELAJARAN TEMATIK Oleh: Atin Supriatin
1
Abstrak 
Penelitian kuasi eksperimen ini dilakukan diMIN Model PahandutPalangka Rayadengan tujuan untukmengetahui peranan model pembelajarantematik untuk meningkatkan kemampuan problemsolvingdan koneksi matematispada siswa MIN kelas III.Desain penelitian ini adalah
non equivalent control grup design
dengan satukelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran tematik dansatu kelas kontrol yang menerapkan model pembelajarankonvensional.Hasil penelitian menunjukkan bahwapeningkatan/
 N-Gain
kemampuan problem solvingsiswa kelas tematik (0,44)lebihtinggi dibandingkan
 N-Gain
kemampuan problem solvingsiswakelaskonvensional(0,29), begitu juga halnya denganpeningkatan/
 N-Gain
kemampuan koneksi matematissiswa kelas tematik (0,48)lebih tinggi dibandingkan
 N-Gain
kemampuan koneksi matematissiswa kelaskonvensional (0,31).Peningkatankemampuan problemsolvingdan koneksi matematistersebutdipengaruhi olehpenerapanmodel pembelajaran tematik.Kata Kunci:Problem Solving,Koneksi Matematis danPembelajaranTematik.
A.Latar Belakang
Sejak digulirkannya kurikulum 2006 yaitu Kurikulum Tingkat SatuanPendidikan (KTSP), pembelajaran tematik dianjurkan oleh pemerintah untuk dilaksanakan pada jenjang sekolah dasar khususnya di kelas rendah (kelas I, II,dan III) sebagai salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat diterapkanoleh guru. Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang mengkaitkan beberapa jenis mata pelajaran dengan menggunakan tema sebagai pengikat yangmempadukan beberapa konsep terkait.Berbagai keunggulan yang dimiliki oleh model pembelajaran tematik ditinjau dari sudut pandang siswa, guru dan sekolah tidak lantas menjadikanmodel ini menjadi model pilihan yang favorit untuk diterapkan oleh guru disekolah. Hal ini nampak pada proses pembelajaran di MIN Model PahandutPalangka Raya yang masih dominan menggunakan pendekatan konvensionaldalam pembelajaran di kelas. Pembelajaran tematik masih dirasakan sulit untuk diterapkan oleh guru-guru kelas rendahdi MIN Model Pahandut Palangka Raya,
1
Dosentetap pada program studi Tadris Fisika Jurusan Tarbiyah STAIN Palangka Rayadan mengampu mata kuliah Kalkulus dan Statistik. Alamat: Jl. G. Obos No. 21 Palangka Raya. E-mail: atinsupriatin78@yahoo.co.id.
 
2khususnya oleh guru kelas III. Guru mengalami kesulitan dalam mempadukanmata pelajaran, kompetensi dasar, materi, kegiatan yang sesuai,serta kesulitandalam menyusun bahan ajar terpadu.Pembelajaran di kelas rendah pada dasarnya mengembangkan kemampuanmembaca, menulis, dan berhitung (calistung) siswa sebagai kemampuan dasar yang harus dikuasai siswa dan menjadi pondasi bagi keberhasilan pendidikan padatahap selanjutnya. Hal ini menyebabkan guru-guru di kelas rendah lebihmemfokuskan pada penguasaan kemampuan calistung siswa sehingga kerap kalimengabaikan proses pembelajaran karena lebih mengutamakan hasil akhir yangingin dicapai dalam pembelajaran yang diterapkan di sekolah. Dengan demikian, pembelajaran tematik masih jarang diterapkan di sekolah khususnya di MINModel Pahandut Palangka Raya.Berdasarkan hasil diskusi dan pengamatan yang dilakukan oleh penelititerhadap proses pembelajaran yang diterapkan di kelas IIIMIN Model PahandutPalangka Raya, ditemukan beberapa permasalahan khususnya pada mata pelajaranmatematika. Pembelajaran matematika yang dilaksanakan masih berbasis materisubjek dengan pemisahan mata pelajaran yang jelas. Pembelajaran matematikaseolah disekat secara ekstrim sebagai penyajian materi-materi matematika belaka.Hal ini akan mengakibatkan kemampuan koneksi matematisserta kemampuan problem solving siswaterhambat, karenakurangdiberikan kesempatan untuk melihat keterkaitan-keterkaitan materi matematika dengan unsur lainnya.Fenomena yang terjadidiMIN Model Pahandut Palangka Rayakhususnyakelas IIIadalahrendahnya kemampuan koneksi matematis dan problem solvingsiswa. Hal ini dibuktikan banyaksiswayang tidak mampu menerapkan konsepmatematika terhadap disiplin ilmu lain maupun dalam memecahkan masalahmatematika dalam kehidupan sehari-harinya, khususnya yang nampak dalam pembelajaran di sekolah, misalnya siswakurang mampu menyelesaikan permasalahanmatematika yang berupa soal cerita yang berkaitan dengankehidupan sehari-hari.Berdasarkan uraian di atas,diperlukan sebuah upaya untuk memperbaiki proses pembelajaran matematika untuk dapat meningkatkan kemampuan koneksimatematis dan problem solving siswa. Salah satu upaya yang dapat dilakukanadalah dengan melakukan sebuah penelitian tentang penerapan model pembelajaran, dalam hal ini adalah model pembelajaran tematik. Diharapkanmelalui model pembelajaran ini diperoleh sejumlah informasi yang dapatmengidentifikasi penyebab lemahnya proses pembelajaran matematika, sertamenemukan solusi yang tepat untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga memiliki dampak positif bagi penguasaan kemampuansiswa khususnya berkenaan dengan kemampuankoneksi matematis dankemampuan problem solving.
B.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan di atas,penelitimerumuskan masalahsebagai berikut “Apakah terdapat perbedaan yangsignifikan antarapeningkatankemampuan problem solving dan koneksimatematissiswa yang menerapkan pembelajaran tematik dengan siswa yang belajar secarakonvensional?”
 
3
C.Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah yang telah dikemukakan di atas, maka penelitian ini bertujuan untukmengetahuiperbedaan yang signifikan antara peningkatankemampuan problem solving dan koneksi matematissiswa yangmenerapkan pembelajaran tematik dengan siswa yang belajar secarakonvensional.
D.Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang pembelajaran matematika melaluipendekatan tematik tipe
 spider webbed 
sebagaiusaha dalam meningkatkan kemampuan
 problem solving 
dan koneksimatematissiswa Sekolah Dasar.Pembelajaran matematika melaluipendekatan tematik tipe
 spider webbed 
dapat dijadikan alternatif model pembelajaran matematika dalam upayameningkatkan kemampuankoneksimatematissiswa, kemampuan
 problem solving 
/pemecahan masalahmatematikadan kemampuan-kemampuan lainnya.
E.Hipotesis Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah tersebut di atas, makadiperolehhipotesis penelitian sebagai berikut: “Terdapatperbedaan yang signifikan antara peningkatankemampuan problem solving dan koneksi matematissiswa yangmenerapkan pembelajaran tematik dengan siswa yang belajar secarakonvensional.”
F.Kajian Teori1.Pembelajaran Matematika di SD
Mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semuapeserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekalipeserta didikdengan kemampuan berfikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agarpeserta didikdapat memilikikemampuan memperoleh, mengelola dan memanfaatkan informasi untuk bertahanhidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti dan kompetitif.Standar kompetensi dan kompetensi dasarmatematika dalam standar isi(permendiknas no. 23 tahun 2006) digunakan sebagai landasan pembelajaranuntuk mengembangkan kemampuan tersebut di atas. Selain itu dimaksudkan pulauntuk mengembangkan kemampuan menggunakan matematika dalam pemecahanmasalah dan mengkomunikasikan ide atau gagasan dengan menggunakan simbol,tabel, diagram, dan media lain.Mata pelajaran matematika bertujuan agarpeserta didikmemilikikemampuan sebagai berikut:a.Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep danmengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien dan tepat,dalam pemecahan masalah. b.Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasimatematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskangagasan dan pernyataan matematika.

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
gowesselalu liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->