Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
RINGKASAN PPD LENGKAP

RINGKASAN PPD LENGKAP

Ratings: (0)|Views: 546 |Likes:
Published by Pg Asnawa Dikta

More info:

Categories:Types, Reviews, Book
Published by: Pg Asnawa Dikta on Apr 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/16/2012

pdf

text

original

 
 SEMANGATISME 
Oleh: Putu Gede Asnawa Dikta [1113021011]Mahasiswa Semester 1 Jurusan Pendidikan Fisika UNDIKSHA
Ringkasan Presentasi 1 (KD 1, Indikator Hasil Belajar 1, 2, dan 3)tentang Pemahaman yang Mendalam mengenai Definisi Perkembangan
Inti pembahasan dalam presentasi oleh kelompok 1 adalah pemahamanmendalam tentang definisi perkembangan. Inti pembahasan ini meliputi tiga subkajian, yaitu: konsepsi menurut Aliran Asosiasi, konsepsi menurut aliranPsikologi Gestal, dan konsepsi menurut Aliran Sosiologis. Pengertianperkembangan adalah suatu pola perkembangan individu. Perkembangan iniberawal pada konsepsi dan terus berlanjut sepanjang hayat dan bersifat involusi.Artinya perkembangan tersebut berlangsung dari proses terbentuknya individu,dari proses bertemunya sperma dengan sel telur sampai dengan akhir hayatseorang individu. Perkembangan itu berbeda dengan pertumbuhan, alasannyaperkembangan bersifat kualitatif (tidak dapat diukur) sedangkan pertumbuhanbersifat kuantitatif (dapat diukur). Menurut para ahli perkembangan merupakansuatu perubahan atau proses ke arah yang lebih baik atau lebih dewasa.Mengacu pada Konsepsi Aliran Asosiasi, perkembangan adalah suatuproses asosiasi. Para ahli menekankan bahwa prinsip asosiasi berperan sebagaimekanisme untuk memperoleh pengalaman. Penjelasan perkembangan secaraasosiasi berfokus pada tiga hukum asosiasi. Tiga hukum tersebut adalah
law of contiguity
(informasi bersifat kontinyu),
law of similarity
(pengaitan satuinformasi),
law of intensity
(kombinasi elemen yang membentuk elemen berbeda).John Lock membagi pengalaman menjadi dua macam, yaitu pengalaman yangdiperoleh melalui panca indera (pengalaman luar) dan pengalaman mengenaikeadaan, batin sendiri (pengalaman dalam).Mengacu pada konsepsi yang dirintis oleh Chr. Von Ehrenfels (aliranPsikologi Gestal), perkembangan adalah proses diferensiasi. Dalam prosesdiferensiasi, keseluruhan bersifat primer, sedangkan bagian-bagian bersifatsekunder. Aliran ini merupakan kebalikan dari aliran asosiasi. Psikologi Gestalbermula dan mencapai sukses pada lapangan pengamatan (persepsi). PsikologiGestal memiliki demonstrasi (peranan latar belakang) dan organisasi (proses-proses secara fenomenal).Menurut Konsepsi aliran sosiologis, perkembangan merupakan prosessosialisasi. Anak-anak mulanya adalah bersifat asosial/prasosial, lambat launberkembang menjadi sosial atau disosialisasikan. Baldwin berpendapat bahwaproses perkembangan itu berlangsung melalui adaptasi dan seleksi (Law of Effect). Menurut Baldwin, jenis peniruan ada dua, nondeliberate imitation (hanyameniru gerakan) dan deliberate imitation (meniru peranan sosial). Serta ada tigataraf proses peniruan. Taraf pertama disebut taraf proyektif (anak mendapat kesansebagai model). Taraf kedua disebut taraf subyektif (anak meniru sikap/gerakanmodel). Taraf ketiga disebut taraf eyektif (anak telah menguasai hal yangditirunya). Konsepsi tentang proses sosialisasi ini banyak diikuti oleh ahli-ahli didaerah Anglo Saksis.
 
 SEMANGATISME 
Oleh: Putu Gede Asnawa Dikta [1113021011]Mahasiswa Semester 1 Jurusan Pendidikan Fisika UNDIKSHA
Ringkasan Presentasi 2 (KD 2, Indikator Hasil Belajar 1, 2, dan 3)tentang Pemahaman yang Mendalam mengenai Faktor-Faktoryang Mempengaruhi Perkembangan
Perkembangan manusia memerlukan perhatian khusus mengenai prosespematangan (pematangan fungsi kognitif), proses belajar, dan pembawaan/bakat.Jika, fungsi kognitif, proses belajar, dan bakat seorang siswa dalam keadaan baik,maka begitu juga dengan proses perkembangan kehidupannya. Akan tetapi, itusemua masih dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: konsepsi menurutaliran Nativisme, aliran Empirisme, dan aliran Konvergensi.
1.
 
 Konsepsi menurut Aliran Nativisme
Aliran filsafat Nativisme dijuluki sebagai aliran pesimistis. Pesimistisyang dimaksud adalah memandang segala sesuatu dengan kaca mata hitam. Paraahli penganut aliran Nativisme berkeyakinan bahwa perkembangan peserta didik hanya ditentukan oleh unsur pembawaan, sedangkan pengalaman dan pendidikandianggap tidak berpengaruh (pesimisme pedagogis). Sebagai contoh, jikasepasang orang tua adalah ahli seni tari, maka anak-anak yang akan lahir menjadipenari pula. Dalam hal ini, perkembangan pembawaan dan bakat orang tua selaluberpengaruh mutlak terhadap perkembangan kehidupan anak-anaknya.Ahli yang dipandang sebagai nativis adalah Noam A. Chomsky, seorangahli linguistik. Serta tokoh utama aliran Nativisme adalah seorang filosof Jermanbernama Arthur Schopenhauer (1788-1860).
 2.
 
 Konsepsi menurut Aliran Empirisme
Aliran Empirisme (
empiricism
) merupakan kebalikan dari aliranNativisme. Sebenarnya nama asli aliran ini adalah
“The School of BritishEmpiricism”
(aliran Empirisme Inggris). Tokoh utama aliran ini adalah JohnLocke (1632-1704). Doktrin Empirisme menekankan arti penting pengalaman,lingkungan, dan pendidikan. Dengan kata lain, perkembangan peserta didik (manusia) mengabaikan bakat dan pembawaan sejak lahir.Dalam hal ini, para penganut Empirisme menganggap setiap anak lahirseperti tabula rasa, tak mempunyai bakat apa-apa (dalam keadaan kosong),sehingga hal penentu kehidupannya kelak adalah bergantung pada pengalamandan lingkungan yang mendidiknya. Contoh, jika seorang siswa berkesempatanmempelajari teknologi pertanian, kelak ia akan menjadi seorang petani. Bukanmenjadi seorang penari, meskipun orang tuanya sebagai penari.
 3.
 
 Konsepsi menurut Aliran Konvergensi
Aliran konvergensi adalah perpaduan/gabungan antara aliran Nativisme danaliran Empirisme. Intinya, aliran ini menggabungkan faktor pembawaan denganfaktor lingkungan. Louis William Stern (1871-1938) seorang filosof dan psikologJerman adalah tokoh utama aliran ini. Para penganut aliran konvergensiberkeyakinan bahwa baik faktor pembawaan maupun faktor lingkungan memilikiandil/pengaruh yang sama besar (seimbang) dalam hal menentukan masa depanseseorang. Contoh, seorang siswa yang lahir dalam keluarga penari, kelak akanmenjadi penari yang profesional jika ia dididik dalam lingkungan pendidikan tari(sanggar tari).
 
 SEMANGATISME 
Oleh: Putu Gede Asnawa Dikta [1113021011]Mahasiswa Semester 1 Jurusan Pendidikan Fisika UNDIKSHA
Ringkasan Presentasi 3 (KD 3, Indikator Hasil Belajar 1, 2, dan 3)tentang Pemahaman Mendalam mengenai Perkembangan Anak SelamaMasa Prasekolah (Pra-operasional)
Tiga dari tujuh konsep perkembangan anak selama masa prasekolah (pra-operasional, umur: 2-7 tahun) adalah Perkembangan Fisik, PemikiranSimbolik/Semiotik, dan Perolehan Bahasa. Untuk lebih memahami, berikutdijelaskan secara singkat mengenai pengertian dari dua konsep tersebut.
1.
 
 Perkembangan Fisik
Perkembangan anak masa prasekolah lebih lamban jika dibandingkandengan perkembangan anak pada masa bayi (berbanding terbalik). Meskipunbegitu, pada masa prasekolah ini perkembangan keterampilan motorik baik yangbersifat halus maupun kasar berkembang lebih pesat (Desmita, 2005:128).Adapun aspek penting yang berpengaruh terhadap perkembangan fisik anak masaprasekolah adalah tinggi dan berat badan, perkembangan otak, sertaperkembangan motorik.Pada masa ini, tinggi bertambah rata-rata 2,5 inci dan berat badanbertambah 2,5 kg s/d 3,5 kg. Aspek penting selanjutnya adalah perkembanganotak. Aspek ini merupakan bagian terpenting dari perkembangan anak. Sementaraitu, perkembangan motorik yang berkembang ditandai dengan anak sudah mampumenggunakan panca inderanya dengan cukup baik.
 2.
 
 Pemikiran Simbolik/Semiotik
Pemikiran simbolik/semiotik diasumsikan sebagai pencapaian kognitif yang terpenting. Ini dicirikan dengan adanya semiotik (penggunaan simbol/tandatertentu untuk menjelaskan suatu objek). Peran simbol/tanda tersebut adalah untuk membantu anak berkomunikasi dengan orang disekitarnya. Gejala yang tampak dalam pemikiran simbolik/semiotik ini, antara lain: imitasi tidak langsung(penggambaran secara mental), permainan simbolis (ekspresi diri sebagaipendengar), menggambar (penghubung antara permainan simbolis danpenggambaran secara mental), gambaran mental (reproduktif dan antisipasoris),dan bahasa ucapan (suara sebagai representasi).
 3.
 
 Perolehan Bahasa
Bahasa adalah alat yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang disekitar. Dengan adanya bahasa pemikiran anak akan lebih diperluas.Perkembangan ini akan berjalan lancar jika antara kemampuan nalar dan intuisiberjalan seimbang. Ada lima faktor yang mempengaruhi perolehan bahasa padaanak. Pertama, umur anak. Semakin bertambah usia maka semakin matangkemampuan dalam berbahasa. Kedua, kondisi lingkungan. Biasanya anak diperkotaan akan lebih cepat berkembang dalam hal bahasa dibandingkan dengananak di pedesaan. Ketiga, kecerdasan anak. Kecerdasan ini berbanding lurusdengan kemampuan pembedaharaan kata. Keempat, Status sosial dan ekonomikeluarga. Anak dalam status keluarga kebangsawanan dipandang memilikikemampuan bahasa yang lebih baik. Faktor kelima adalah kondisi fisik.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->